Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Putri Tidur


__ADS_3

"Bun Kakak hari ini pulang telat ya,ada kerja kelompok" kata Launa saat pamit hendak berangkat ke sekolah.


"Adek pulang telat juga?" tanya Edo.


"Nggak Yah,emang kenapa?" tanya Laura.


"Kirain mau izin pulang telat" sindir Edo.


"Yura gak punya alasan untuk pulang telat" kata Laura.


"Ya sudah kalo begitu,ayo berangkat.Nanti keburu telat" ajak Edo.


"Daaa....Bunda" kata Launa dan Laura lalu mengecup pipi Rima.


Edo mengemudikan mobilnya menuju ke arah sekolah Launa dan Laura.Setelah kedua anaknya sampai di sekolah Edo kembali mengemudikan mobilnya menuju ke kantor.


"Hari ini kita ada meeting,tolong siapkan berkasnya" kata Edo pada bawahannya.


Edo masuk ke ruangannya lalu duduk bersandar di kursinya.


"Ada masalah?" tanya Elang lalu duduk di sofa yang ada di ruangan Edo.


"Yura punya hubungan khusus dengan Satria,tapi lucunya mereka belum pernah bertemu" jawab Edo.


"Satria penerus Gema star?" tanya Elang.


"Iya" jawab Edo.


"Jadi apa masalahnya,aku lihat Satria pria baik-baik dari keluarga baik-baik dan dia juga sudah punya pekerjaan dan hidupnya juga sudah mapan" tutur Elang.


"Tapi Laura masih kecil Lang,baru kelas dua SMA sedangkan Satria sudah dewasa usianya sudah dua puluh lima tahun" kata Edo.


"Apa salahnya,apa kamu lupa berapa jarak usiamu dengan Rima,tujuh belas tahun jaraknya sedangkan Yura dan Satria hanya delapan tahun" kata Elang.


"Kalo itu aku juga tahu" kata Edo.


Elang keluar dari ruangan Edo,"Neti ikut ke ruanganku" ajak Elang.


"Ada apa Lang?" tanya Neti.


"Apa jadwalku hari ini?" tanya Elang pada Neti.


"Pertemuan akhir dengan Gema Star membahas jadi atau tidaknya kerja sama kita" jawab Neti.


"Atur waktunya setelah jam makan siang" pinta Elang.


Neti mengangguk lalu keluar dari ruangan itu.


Elang mulai serius mengerjakan pekerjaannya,sampai tidak sadar kalo hari sudah siang.


Ceklek


Edo membuka pintu ruangan Elang.


"Lang apa Pak Harun ada di bawah?" tanya Edo.


"Ada,emangnya kenapa?" tanya Elang.


"Aku harus menemui klien kita di cafe depan dan aku tidak bisa menjemput Yura" jawab Edo.


"Ya sudah biar aku yang menjemputnya,kebetulan aku ada pekerjaan di sekitar sekolah Yura" kata Elang.


"Terima kasih Lang" ucap Edo lalu pergi.

__ADS_1


.


.


"Ayah mana sih,kok lama banget jemputnya" gerutu Laura.Sudah setengah jam dia berdiri di halte depan sekolahnya.


"Yura,nunggu siapa?" tanya Satria dari dalam mobilnya.


Satria hendak pergi ke cafe yang ada di dekat sekolah Laura tapi dia menghentikan mobilnya saat melihat Laura berdiri di halte sendirian.Satria pun turun dari mobilnya.


"Eh Om Satria,Yura lagi nunggu jemputan Om" jawab Laura.


Laura belum sadar kalo Satria adalah Gema pacar udaranya.


"Aduh maaf ya,Om gak bisa nganter Yura pulang soalnya Om ada janji sama rekan kerja Om" kata Satria.


"Gak apa-apa Om,mungkin sebentar lagi Ayah datang" kata Laura.


Mobil mewah berhenti di depan halte tempat Laura dan Satria sedang ngobrol.


"Yura" panggil Elang.


"Daddy darimana mau kemana?" tanya Laura.


"Kalo nanya gak cukup satu" kata Elang.


"Satria ada di sini?" tanya Elang.


"Iya Om saya tidak sengaja melihat Yura sendiri di sini jadi saya memutuskan untuk menemaninya sampai Tuan Edo datang menjemput" jawab Satria.


"Yura kenal Satria?" tanya Elang.


"Iya Daddy,Om Satria ini teman kerja Ayah" jawab Laura.


Elang mengernyitkan dahinya,"Om Satria?" tanya Elang.


"Om saya permisi dulu,soalnya masih ada pekerjaan" pamit Satria.


"Nanti siapa yang akan bertemu dengan saya?" tanya Elang.


"Papa yang akan menemui Om" jawab Satria.


"Baiklah,terima kasih sudah menemani Yura" ucap Elang.


Satria pun langsung pergi.


Elang mengajak Laura masuk ke mobilnya,"Selain sebagai teman kerja Ayah apa Yura sudah kenal Satria sebelumnya" selidik Elang.


"Belum Dad,Yura baru kenal semalam itupun karena dia datang ke rumah karena ada urusan bisnis sama Ayah" jawab Laura.


"Daddy ada meeting di sini,kamu tunggu saja di dalam" kata Elang saat mereka sudah sampai di cafe,mobil yang tadi di kendarai Satria juga ada di sana.


Laura dan Elang turun dari mobil lalu mereka masuk ke dalam cafe.Elang menemui rekan bisnisnya sedangkan Laura masuk ke ruangan lain.


"Hai Om" sapa Laura.


"Yura,sama siapa kemari.Sama Ayah tapi Ayahnya meeting ya?" tebak Wildan.


"Yura sama Daddy" jawab Laura.


"Yura pasti belum makan,Om pesankan makanan ya" tawar Wildan.


"Boleh deh" jawab Laura.

__ADS_1


Wildan memesan makanan melalui telpon yang ada di mejanya.


Tidak lama kemudian makanan pun datang,Laura langsung menyantapnya.


"Tunggu saja di sini sampai Ayahmu datang menjemput,Om mau menjemput Indra sebentar" kata Wildan.


"Iya Om" ucap Laura.


Laura melanjutkan makannya,setelah makanan habis Laura mengantarkan piring kotornya ke dapur.


"Om Satria disini juga?" tanya Laura saat berpapasan dengan Satria.Satria baru keluar dari toilet.


"Iya,Om ada sedikit pekerjaan di sini" jawab Satria.


"Yura kelas berapa?" tanya Satria.


"Kelas dua Om" jawab Laura.


"Kenal sama Raisa gak?" tanya Satria lagi.


"Kenal Om,kami satu kelas.Om siapanya Raisa,Omnya ya?" tanya Laura.


Belum sempat Satria menjawab pertanyaan Laura ponselnya berdering dan Satria pun langsung menjawab panggilan di ponselnya.


"Maaf Yura,Om harus pergi" pamit Satria.


Laura mengangguk dan Satria pun langsung pergi.


"Siapa sih Om Satria itu,kenapa wajahnya mirip sekali dengan Foto Gema yang Raisa kasih ke aku" monolog Laura.


Laura kembali ke ruangan Wildan dan ternyata Edo sudah berada di sana,"Ayah udah lama datang?" tanya Laura.


"Sudah dari tadi,kalo ibarat Ayah tanem bibit buah ni ya pohon itu udah tumbuh dan berbuah lebat" jawab Edo.


"Lebay Ayah ih,ayo pulang Yura udah ngantuk"ajak Laura.


"Ayo putri tidur" kata Edo.


Laura bergelayut manja di lengan Edo sambil berjalan keluar dari ruangan Wildan,saat hendak keluar dari cafe mereka melewati meja Satria.


"Hai Om" sapa Laura.


Satria berdiri lalu membungkuk,"Selamat siang Tuan Edo" sapa Satria.


"Siang" balas Edo.


Mereka pun terlibat percakapan ringan.


"Ayo Ayah cepetan" kata Laura dengan manja sambil menggoyang-goyangkan tangan Edo.


"Baiklah saya permisi dulu,karena putri tidur saya sudah merengek dan mengantuk" kata Edo.


Satria menganggukkan kepalanya.


Edo dan Laura pun langsung pulang ke rumahnya,Edo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan Laura sudah tertidur di kursinya.


Tring...


Ponsel milik Laura berdenting,Edo membaca pesan yang masuk.


Gema:


"Sebelum tidur shalat dulu Dek,adek pasti belum shalat"

__ADS_1


Edo tersenyum membaca pesan masuk yang di tujukan untuk putrinya itu.


"Calon menantu idaman,ternyata dia memakai nama Gema pantas saja Yura tidak mengenalinya" gumam Edo.


__ADS_2