Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 110


__ADS_3

Seminggu sudah Elang beserta keluarganya berlibur,sekarang waktunya untuk kembali ke kota asalnya.


"Apa semua sudah siap?" tanya Elang pada para pelayannya.


"Sudah Tuan" jawab mereka serempak.


"Kalo begitu masukkan barang-barang kalian ke dalam mobil dan jangan sampai ada yang tertinggal" kata Elang.


Mereka berebut memasukkan barangnya ke mobil,terutama Nia sama Rianti.Mereka berdua yang paling heboh.


Setelah semua selesai Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan Heru langsung mengemudikan mobilnya menuju bandara.


"Aku beli ini untuk ayang mbeb" kata Nia dari bangku belakang.


"Itu gak bagus...bagusan juga ini punyaku untuk ayang tercinta" balas Rianti.


Tidak lama mereka sudah sampai di bandara,Elang dan yang lainnya turun lalu berjalan menuju pesawat yang sudah siap terbang.


"Selamat sore Tuan dan Nona" sapa pramugari yang menyambut mereka di pintu masuk.


"Apa kita sudah siap berangkat?" tanya Elang.


"Sudah Tuan,semua sudah siap" jawab pramugari itu.


Elang dan yang lainnya langsung masuk ke dalam pesawat.


"Cantik pramugarinya ya sayang" kata Rere saat mereka sudah berada di dalam pesawat.


"Kamu tau dia dulu naksir sama Edo dan pernah mengungkapkan cintanya pada Edo tapi Edo menolaknya" tutur Elang.


"Benarkah? Kenapa Edo menolaknya?" tanya Rere.


"Aku juga tidak tau apa alasannya" jawab Elang.


Pramugari datang menghampiri Elang dan yang lainnya lalu menyampaikan kalo pesawat akan segera lepas landas.Elang memasangkan sabuk pengaman milik Rere juga Revan.


"Apa ada masalah sama pramugari itu?" tanya Rere.


"Sepertinya tidak,tapi entahlah aku juga tidak tau" jawab Elang.


"Mommy Revan ngantuk" kata Revan.


"Sini bobok sama Mommy" kata Rere.


Elang melepas sabuk pengaman milik Revan dan juga Rere,setelah itu Revan berbaring di pangkuan Rere kemudian dia langsung tidur.


"Kamu istirahatlah sayang,kalo sudah sampe nanti aku bangunkan" kata Elang.


Rere memindahkan tubuh Revan ke kursi lalu Rere berbaring di samping Revan.Kursi tempat duduknya cukup luas sehingga Rere bisa berbaring dan tidur dengan leluasa.


Setelah menempuh waktu kurang lebih dua jam,akhirnya pesawat mereka pun mendarat.Elang berjalan menghampiri Sari untuk mengecek Baby twins.


"Mereka tidak tidur?" tanya Elang.


"Tidak Tuan,mereka asik bermain dan mengoceh" jawab Sari.


"Kalian semakin aktif saja,sini sama Daddy" kata Elang.


"Mereka biar bersamaku,kamu bangunkan yang lain,Sebentar lagi kita mendarat" kata Elang pada Sari.


"Baik Tuan"


Elang memasukkan Baby twins ke dalam kereta dorong,kemudian Elang membawa Baby twins kearah depan.


"Sayang bangun,kita sudah sampai" kata Elang sambil membangunkan Rere.


"Kita sudah sampai? Cepat sekali" oceh Rere.


"Bukan pesawat yang cepat tapi kamu yang kelamaan tidur" kata Elang.


"Benarkah?" kata Rere.


Rere membenahi penampilannya baru beranjak dari duduknya.


"Biarkan Revan disini dulu nanti aku akan kembali lagi dan akan menggendongnya"kata Elang.


"Revan biar saya yang gendong" kata Romlah.


"Ya sudah,ayo turun" kata Elang.


Elang menggendong Kiandra,Rere menggendong Queenara,lalu mereka pun turun dari pesawat.


"Kita shalat dulu secara bergantian,baru setelah itu kita pulang" kata Elang.


Kebetulan saat pesawat mendarat bertepatan dengan waktu shalat maghrib.Elang membawa mereka ke mushala yang ada di bandara.


"Kalian shalatlah,anak-anak biar aku yang jaga kebetulan aku sedang datang bulan" kata Rianti.


Elang dan yang lainnya langsung menuju tempat berwudhu,setelah berwudhu mereka pun langsung shalat berjamaah.Selesai shalat Mereka langsung menuju parkiran,Harun sudah menunggu disana.


"Kita cari makan dulu Harun,mereka pasti sudah lapar" kata Elang.


"Baik Tuan" jawab Harun.


Harun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,tidak lama kemudian Harun menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran.


"Bungkus saja makanannya,aku mau tidur" kata Rere lirih.


"Sayang kamu kenapa,tiba-tiba lemas begitu?" tanya Elang.

__ADS_1


"Aku ngantuk" jawab Rere.


"Sari kamu saja yang turun untuk membeli makanan,kami tunggu di mobil ya" kata Elang.


"Baik Tuan" jawab Sari.


Elang memberi Sari beberapa lembar uang seratus ribuan,Sari menerimanya lalu turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.Tidak lama kemudian Sari keluar dari restoran sambil membawa makanan di tangannya.Setelah Sari masuk Harun kembali mengemudikan mobilnya.


"Bagaimana keadaan di rumah Harun?" tanya Elang.


"Aman terkendali Tuan" jawab Harun.


"Besok datang agak siang saja,aku tidak ke kantor.Tapi aku dan Rere akan pergi mengunjungi Silvy di tahanan" tutur Elang.


"Untuk apa Tuan mengunjunginya?" tanya Sari,dari nadanya sepertinya Sari kesal mendengar perkataan Elang.


"Bukan aku yang berniat mengunjunginya,tapi ini semua kemauan Rere" jawab Elang.


Sari terdiam mendengar jawaban Elang,Tadinya Sari berpikir bahwa Elanglah yang mempunyai ide itu.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai ke rumah,Sari dan teman-temannya turun dari mobil.Sari membawa Baby twins yang sudah tertidur kekamarnya,Romlah menggendong Revan dan Elang mengendong Rere.


"Aku harap mbebku besok seperti Tuan Elang,romantis" kata Nia.


"Iya ya,aku juga berharap yang sama.Semoga besok aku punya suami seperti Tuan Elang" Diah menimpali.


"Jangan mimpi lo jomblo" kata Ni dan Rianti bersamaan.


Hahaha


Pak Harun yang mendengar itupun jadi tertawa.


"Sudah-sudah ayo bawa barang-barang masuk ke dalam,Bapak doakan kalian semua suatu saat nanti punya suami seperti Tuan Elang"kata Pak Harun.


"Aamiin" jawab Nia,Diah dan Rianti bersamaan.


Lalu mereka masuk ke dalam rumah sambil membawa barang-barang bawaan mereka.


"Kalian makanlah terlebih dahulu habis itu kalian boleh istirahat" kata Elang dari ujung tangga.


"Baik Tuan" jawab Nia dan kawan-kawan secara bersamaan.


Elang kembali masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di samping Rere.Tidak lama kemudian Elang pun sudah tertidur dengan nyenyak.


Tok tok tok


Elang mengerjapkan matanya dan melihat ke arah jam,sudah jam dua dini hari.


"Siapa malam-malam begini ketuk-ketuk pintu?" tanya Elang.


Tok tok tok


"Twins" Elang langsung turun dari kasur dan langsung membuka pintu kamarnya.


"Ada apa Sari?" tanya Elang.


"Maaf Tuan saya mengganggu waktu istirahat Tuan,tapi saya bingung harus bagaimana lagi.Dari tadi Baby twins menangis terus" jawab Sari.


Elang langsung berjalan menuju kamar Baby twing,dan benar saja Baby twins sedang menangis.


"Kenapa sayang,badannya capek-capek ya habis jalan-jalan atau mau bobok sama Daddy?" kata Elang.


Baby twins langsung berhenti menangis ketika mendengar suara Elang.


"Anak pintar,ayo ikut ke kamar Daddy.Kita bobok sama-sama ya" kata Elang.


Elang memasukkan Baby twins ke dalam kereta dorong kemudian membawanya ke kamar tidurnya.


"Kamu tidurlah Sari,kamu pasti capek dan ngantuk" kata Elang.


Sari membungkukkan badannya saja.


Elang membawa Baby twins masuk ke kamarnya lalu Elang memindahkan Baby twins ke dalam box bayi yang ada di kamar Elang.


"Bobok ya,anak pintar harus bobok.Besok kita main lagi sama Mommy dan Kak Revan" oceh Elang.


Oooo


Baby twins menanggapi ocehan Elang dengan memonyongkan mulutnya.


Elang mengelus punggung Baby twins,semenjak mereka bisa tengkurap mereka lebih suka tidur dengan posisi miring.Setelah Baby twins tertidur Elang kembali merebahkan tubuhnya di kasur,matanya masih sangat mengantuk.


~


Adzan subuh berkumandang,perlahan Rere membuka matanya lalu turun dari kasurnya.


"Loh Baby twins tidur disini"gumam Rere saat melihat Baby twins berada di kamarnya.


Rere masuk ke kamar mandi untuk mandi,setelah selesai mandi Rere pun berwudhu.


"Kamu sudah bangun?" kata Elang yang sudah duduk di kasurnya.


"Iya sayang,oya Baby twins mengapa bisa tidur disini?" tanya Rere.


"Malam tadi mereka rewel dan aku membawanya kemari" jawab Elang.


"Aku shalat dulu ya" kata Rere.


"Iya,biar aku menjaga Twins.Takutnya mereka terbangun nanti" kata Elang.

__ADS_1


Rere memakai mukenanya lalu melaksanakan shalat subuh,setelah shalat Rere menyuruh Elang untuk segera melaksanakan shalat.


"Shalatlah sayang,aku sudah selesai.Biar mereka aku yang jaga" kata Rere.


Elang turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi.


Tok tok tok


"Mommy" teriak Revan dari luar kamar.


Rere berjalan menuju pintu lalu membukanya.


"Ada apa sayang,kok udah bangun?" tanya Rere.


"Adik kembar mana,ketinggalan ya?" tanya Revan.


"Itu adik kembar" jawab Rere sambil menunjuk box bayi milik Baby twins.


Revan masuk kedalam kamar sambil membawa bantal gulingnya.


"Kakak pikir kalian tertinggal di pesawat" oceh Revan.


Revan naik ke atas kasur lalu membaringkan tubuhnya dan kembali tidur.


"Revan kenapa sayang,rewel juga?" tanya Elang saat dia melihat Revan ada di kasurnya.


"Dia mencari adik kembarnya,dia pikir adik kembar tertinggal di pesawat.Mungkin waktu bangun tidur tadi Revan pergi ke kamar Baby twins dan tidak melihat mereka di kamarnya" tutur Rere.


"Oh..." kata Elang sambil memakai bajunya.


Setelah memakai pakaiannya Elang langsung shalat.


Rere membuka tirai jendela lalu membuka pintu balkon,Rere duduk di kursi yang ada di balkon sambil menikmati suasana pagi.


"Mikirin apa?" tanya Elang.


"Tidak ada sayang,aku hanya tidak menyangka saja jika akan menjalani hidup seperti ini,hidup bahagia bersama suami dan anak-anakku.Dulu sama sekali aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai suami yang kaya raya,yang ada dalam pikiranku adalah menikah dengan orang desa,pagi pergi ke kebun lalu sore baru pulang kerumah,tinggal di rumah yang sederhana" tutur Rere.


"Apa kamu bahagia hidup bersamaku?" tanya Elang sambil jongkok di hadapan Rere.


Rere tersenyum mendengar pertanyaan dari Elang,Rere menangkup pipi Elang pakai kedua tangannya.


"Aku bahagia,sangat-sangat bahagia.Bukan karena hartamu tapi karena kasih sayangmu yang begitu besar padaku.Kamu dengan sabar menghadapi tingkahku yang kekanak-kanakan,dan sekarang kamu yang lebih sering terjaga saat Baby twins rewel,sedangkan aku enak-enakan tidur" kata Rere.


"Bukankah tugas kita saling membantu dalam membesarkan anak-anak.Kamu sudah lelah seharian menjaga mereka jadi giliran aku menjaganya di malam hari" kata Elang.


"Terima kasih sayang" ucap Rere.


"Aku yang harusnya berterima kasih padamu,kamu sudah mau menerima duda mesum ini menjadi suamimu,menjadikanku ayah dari anak-anakmu" kata Elang.


"Sudah makasihnya? Kalo udah anter ke dapur yuk,aku lapar" kata Rere.


"Kamu ya selalu lapar tapi badan gak besar-besar" kata Elang.


Elang menggandeng tangan Rere keluar dari kamarnya lalu mereka berdua menuju dapur.


"Mau sarapan apa?" tanya Elang.


"Ada menu apa aja Bang?" Rere menggoda Elang.


"Ada cinta,ada kasih,ada sayang dan ada rindu" jawab Elang.


"Roti bakar selai coklat" seru Rere.


"Gak nyambung amat" kata Elang.


Hahaha


Rere tertawa mendengar perkataan Elang.


Elang mengambil beberapa keping roti lalu mengoleskan selai coklat pada roti.


"Gak usah di bakar ya,langsung makan gini aja" kata Elang sambil memberikan roti pada Rere.


"Oke Bos" ucap Rere sambil mengangkat jempolnya.


Rere dan Elang memakan rotinya sampai habis,setelah habis Elang bangkit dari duduknya lalu membuatkan Rere segelas susu.


"Nih minum susunya,biar cepat besar"seloroh Elang.


"Hahaha...Emangnya aku Revan" kata Rere sambil tertawa.


"Sayang lihat deh,Rianti kenapa tu murung begitu.Apa dia lagi ada masalah?" tanya Elang sambil menunjuk ke arah Rianti yang sedang menjemur baju.


"Gak tau,putus ama cowoknya kali" jawab Rere.


"Putus ama cowok kenapa murung begitu?"tanya Elang.


"Kamu aku tinggalin kenapa nangis?" Rere balik bertanya.


"Karena aku mencintaimu dan gak mau kehilanganmu sayang" jawab Elang.


"Jawaban yang sama bagi Rianti,dia murung karena kecewa mungkin,merasa ditinggalkan,merasa kehilangan" tutur Rere.


"Ya sudah agar lebih jelas nanti kamu tanya sama dia,takutnya ada masalah di kampungnya.Bisa jadi masalah keluarga atau apa" kata Elang.


"Oke cuy" ucap Rere.


Elang tersenyum melihat tingkah Rere.

__ADS_1


Sama seperti Rere,Elang juga tidak pernah membayangkan akan mempunyai istri seumuran Rere,yang jaraknya hampir tujuh belas tahun.Tapi Elang bahagia bisa memiliki Rere.Tadinya Elang berpikir akan mempunyai istri yang tidak peduli anak dan suaminya,yang dia pentingkan hanya uang dan berfoya-foya.Tapi Rere kebalikkannya,dia begitu peduli dan sayang pada Revan,Rere juga mementingkan kebutuhan Elang dan menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik.


__ADS_2