Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 128


__ADS_3

Hari ini semua sudah berkumpul di rumah Papa Danu,semua sudah rapi memakai pakaian terbaik.Hari ini mereka akan pergi ke acara pernikahan Haris dan Rianti.


"Semua sudah siap?" tanya Papa yang baru keluar dari kamar.


"Sudah Pa,yang lain sudah menunggu di depan" jawab Mama.


"Haris sama Elang mana Ma,Rere dari tadi tidak melihat mereka berdua?" tanya Rere.


"Kayaknya sih masih di ruang kerja,soalnya Mama lihat tadi mereka masuk ke dalam ruang kerja Papa.Mungkin ada yang lagi mereka bahas" jawab Mama.


Tidak lama kemudian Elang dan Haris turun ke lantai bawah dan bergabung dengan yang lain.


"Kamu sudah siap Haris?" tanya Papa pada Haris.


"Sudah Pa" jawab Haris.


"Bisa kita berangkat sekarang?" tanya Papa.


"Ayo,lebih baik datang lebih awal dari pada terlambat" jawab Elang.


Semua beranjak dari duduknya dan menuju mobil masing-masing.Haris masuk ke mobil yang sama dengan Papa Danu.


"Bismillah" ucap Papa.


Mobil Papa berada di paling depan,Papa mengeluarkan satu tangannya dan mengibaskan tangannya di udara sebagai tanda agar semua mobil yang berada di belakangnya segera berangkat.


Perlahan iringan mobil pengantar Pengantin Pria pun mulai bergerak beriringan.David termenung di kursi depan,dia memilih satu mobil sama Elang.


"Apa yang sedang kamu pikirkan David?" tanya Elang sambil menepuk bahu David.


David tersenyum kecut.


"Khayalanku terlalu jauh Lang,aku pikir aku akan berakhir bahagia seperti ini.Ternyata aku salah" jawab David.


"Kamu yang sabar Vid,suatu saat kamu juga akan menemukan kebahagiaanmu" kata Rere.


"Kamu tau Re,sebenarnya sejak kuliah aku sudah menganut keyakinan yang sama seperti kalian.Waktu kuliah dulu aku hampir menikahi putri dari seorang ustadz tapi mungkin kami tidak berjodoh,calon istriku meninggal karena kanker"tutur David sambil tertunduk.


"Apa maksudmu Vid?" tanya Elang.


"Aku dan kalian sama Lang,tapi aku merahasiakannya.Aku takut orang berpandangan buruk terhadapku" jawab David.


"Lalu kenapa kamu tidak mengatakan pada keluarga Sari?" tanya Elang.


"Aku hanya ingin tahu seberapa besar usaha Sari untuk meyakinkan keluarganya,tapi dia malah memilih pergi Lang.Aku kecewa Lang,aku sudah merelakan semua harta peninggalan orang tuaku bahkan aku rela di coret dari daftar warisan,itu semua aku lakukan demi Sari Lang.Tapi apa yang aku dapatkan,hanya kecewa" tutur David lirih.


"Jadi bukan kamu yang menyembunyikan Sari?" tanya Elang.


"Apa maksudmu bertanya begitu,kamu menuduhku yang menyembunyikan Sari?" David balik bertanya sambil menoleh ke belakang.


"Maaf David kalo kami sudah menuduhmu,bukan cuma aku tapi kami semua berpikir kalo kamu yang menyembunyikan Sari dan berpura-pura tidak tahu" tutur Elang.


"Rekaman cctv tidak ada satupun yang terhapus Lang,Sari kabur melalui jalan yang tidak ada cctvnya.Lagipula bagaimana bisa aku yang menyembunyikan Sari sedangkan saat Sari pergi aku berada di rumahmu sampai pagi" kata David.


"Kamu benar David,lalu kemana dia pergi?" tanya Elang.


Semua yang di dalam mobil terdiam seolah berpikir.


"Sari pasti mendatangi rumah yang tidak di ketahui Ujang dan dia pasti bersembunyi disana" kata Harun.


"Tapi dimana Harun,aku bahkan tidak tahu" kata Elang.


"Tunggu sebentar Lang,aku ingat saat dulu kamu pertama kali menyuruhku datang ke rumah barumu,kamu meminta Sari untuk pergi dan Sari bilang dia punya keluarga yang tinggal di sekitar perumahanmu.Apa dia pergi kesana?" tanya David.


"Kapan aku menyuruhnya pergi,perasaan gak pernah deh" kata Elang,dia sudah lupa.

__ADS_1


"Waktu kamu memintaku menyadap informasi perusahaan Suami Silvi" jawab David.


Elang terdiam lalu mencoba mengingat-ingat.


"Aku ingat sekarang,dia bilang saudaranya ngontrak di belakang perumahan rumah baruku" tutur Elang.


"Setelah acara pernikahan Haris selesai kita harus cari Sari,jangan sampai Ujang menemukan Sari lebih dulu dari kita" kata David.


"Tenang saja,aku akan menyebar anak buahku untuk mencari Sari" kata Elang.


Tidak lama mereka pun sudah sampai ke lokasi pesta.Pihak keluarga perempuan pun bersiap menyambut keluarga dari mempelai pria.Warga kampung ternganga melihat iringan rombongan keluarga dari pihak laki-laki,lebih dari dua puluh buah mobil mewah berjejer rapi di sekitar lokasi pesta.


"Selamat datang Tuan,saya kepala desa disini" sapa Pak kades saat Papa turun dari mobil.


"Terima kasih atas sambutannya Pak Kades" ucap Papa.


Semua orang turun dari mobil sambil membawa bingkisan yang akan di serahkan pada keluarga mempelai wanita.


"Silahkan masuk,sebentar lagi proses ijab kabul akan segera di langsungkan" kata Pak Kades.


Papa dan Mama menggandeng Haris memasuki tempat akan dilangsungkannya proses ijab.


Pak penghulu dan Kang Rian sudah duduk di depan sebuah meja,Haris duduk di seberang Pak Penghulu.


"Mempelai wanitanya,apa sudah siap?" tanya penghulu.


"Sudah Pak" jawab Kang Rian.


"Jemput Rianti di kamarnya Yang" pinta Kang Rian pada Teh Ira.


"Saya ikut" kata Bunda.


"Mari ikut saya" kata Teh Ira.


"Kamu sudah siap sayang?"tanya Bunda saat masuk ke dalam kamar Rianti.


"Bunda datang" kata Rianti.


"Tentu saja Bunda datang sayang.Ayo...Calon suami sudah menunggu di depan"


Bunda dan Teh Ira menggandeng tangan Rianti ke tempat ijab akan di langsungkan.


Haris terpana menatap wajah cantik Rianti.


"Nanti Mas tatap menatapnya,sekarang halalkan aja dulu" goda Pak Penghulu.


Hahaha...


Para tamu yang menghadiri acara itupun tertawa.Haris tersenyum saja,sedangkan Rianti sudah tertunduk malu lalu duduk disamping kiri Haris.


"Bagaimana para hadirin,apa sudah bisa kita laksanakan proses ijab kabul kedua mempelai sekarang?" tanya Pak Penghulu.


"Bagaimana wali nikah pihak perempuan,apa sudah siap?" tanya Pak penghulu.


"Siap Pak" jawab Kang Rian.


"Para saksi,apa sudah siap?" tanya Pak Penghulu.


"Siap" jawab Pak Kades dan Papa Danu bersamaan.


Papa Danu menjadi saksi dari pihak laki-laki sedangkan Pak kades menjadi saksi dari pihak perempuan.


"Baiklah karena semua sudah siap,mari kita mulai acara ini dengan mengucap Basmallah terlebih dahulu agar proses ijab kabul berjalan lancar dan segala doa kita panjatkan untuk kedua mempelai di kabulkan oleh Tuhan" kata Pak Penghulu.


"Bismillahirrohmanirrahim"

__ADS_1


Ucap semua orang yang hadir di situ.


"Nak Haris sudah siap?" tanya Pak penghulu.


Haris baru akan menjawab tapi Pak Penghulu memotongnya.


"Pasti siap ya,gak usah di jawab kalo gitu mah" seloroh Pak Penghulu.


Hahaha


Para hadirin pun tertawa.


"Kang Rian silahkan berjabat tangan sama Nak Haris" perintah Pak Penghulu.


Kang Rian menjabat tangan Haris lalu mengucapkan kalimat ijab.


"Saya nikahkan engkau Haris Ramdhani Bin Susilo dengan adik kandungku Rianti Binti Ahmad dengan mas kawin uang satu milyar dan emas seratus gram dibayar tunai" kata Kang Rian dengan lantang lalu menghentakan tangannya yang berjabatan dengan Haris.


"Saya terima nikahnya Rianti Binti Ahmad dengan mas kawin uang satu milyar dan emas seratus gram dibayar tunai" Haris mengucapkan kalimat kabul dengan satu tarikan nafas tanpa terputus.


"Bagaimana para saksi...SAH?" tanya Pak Penghulu.


"SAH!!!" jawab semua orang yang hadir di situ.


"Alhamdulillah"


Pak penghulu memimpin doa dan semua yang berada di situ mengaminkan.


"Silahkan Nak Haris dan Rianti memasangkan cincin di jari pasangannya masing-masing" kata Pak Penghulu.


Setelah Haris dan Rianti saling memasang cincin para hadirin pun bersorak riuh.


Papa dan Mama beranjak dari duduknya lalu menyalami Haris dan Rianti.Papa menggandeng Haris menuju panggung tempat hiburan,sedangkan Mama dan Rianti tetap berada di situ.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih saya ucapkan untuk kalian semua yang sudah sudi hadir di acara pernikahan saya dan juga Rianti.Saya mau bercerita sedikit bagaimana saya bisa kenal dan terpikat pada salah satu gadis dari kampung ini" tutur Haris.


"SUIIT...SUIIIT" bunyi siulan dari bawah panggung.


"Saya mengenal Rianti kurang lebih baru satu bulan lebih,itupun dikenalkan oleh teman saya.Jadi jika ada gosip tentang Rianti yang berselingkuh dikota itu salah,Rianti dan saya saling mengenal setelah acara pernikahan dari mantan kekasih dari Rianti yang juga warga kampung sini.Jadi setelah hari ini jika masih ada yang menggunjing tentang Rianti yang mulai hari ini sudah sah jadi istri saya,saya akan menuntut kalian semua.Mungkin itu kata-kata dari saya,terima kasih Kang Rian dan Teh Ira sudah menerima pinangan saya dan sudah mengizinkan saya menikahi Rianti,terima kasih Pak kades sudah membantu menyiapkan acara ini dan terima kasih saya pada kalian semua warga kampung sini" ucap Haris lalu turun dari panggung dan menghampiri Rianti yang sudah menangis.


"Jangan pernah meneteskan air mata di hadapanku,kecuali air mata bahagia" kata Haris sambil mengulurkan tangannya.


Rianti mengangkat kepala yang tertunduk.


"Terima kasih Mas,kamu sudah meluruskan sesuatu hal yang salah dimata mereka.Ini tangisan bahagia bukan tangisan kesedihan" tutur Rianti.


Mama memberikan tissu pada Haris,dengan lembut Haris menghapus air mata Rianti.


"Jangan nangis,nanti riasannya luntur" seloroh Haris.


Hahaha...


Para hadirin dibuat tertawa oleh Haris.


Haris menggandeng tangan Rianti menuju pelaminan.


Para tamu bergantian bersalaman dengan sepasang ratu dan raja sehari itu.


"Selamat atas pernikahan kalian,semoga kalian berbahagia" kata mantan Rianti lalu menyalami Haris.


"Maafkan aku Rianti yang sudah menuduhmu yang tidak-tidak,aku bersalah padamu karena telah menghianatimu" ucap Mantan Rianti sambil mengulurkan tangannya kearah Rianti tapi Haris menepisnya.


"Jangan berani menyentuhnya,karena sekarang dia sudah menjadi milikku" kata Haris dengan tatapan yang tajam menghunus ke arah mantan kekasih Rianti.


Mantan Rianti pun menarik kembali tangannya lalu turun dari pelaminan.Setelah itu dia pulang kerumahnya dengan penuh penyesalan.Dia tidak sanggup berada di tempat acara,dia tidak sanggup melihat Rianti bersanding dan tersenyum bahagia bersama Haris.

__ADS_1


__ADS_2