
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Arumi Natasya binti Rojali dengan maskawinnya seperangkat alat shalat dan emas seberat sepuluh gram, tunai" ucap Wildan dengan satu tarikan nafas tanpa terputus.
"Sah?" tanya Pak penghulu.
"SAAAAHHH!!!" jawab yang hadir di situ serempak.
Hari ini Wildan dan Arumi melaksanakan proses ijab kabul langsung di kantor urusan agama,yang datang menghadirinya hanya Keluarga Elang termasuk kedua orang tuanya,David,Edo dan Haris.
"Selamat untuk kalian berdua dan untuk kamu Wildan Om bangga sama kamu,kamu mau bertanggung jawab atas perbuatan yang kamu lakukan dimasa lalu.Om berharap setelah menikah kamu berubah,jadilah laki-laki sejati dengan satu wanita saja" kata Papa Danu.
"Terima kasih Om,insya allah Wildan akan berubah.Wildan sudah punya Andre sekarang dan Wildan gak mau nantinya Andre mengikuti jejak Wildan" kata Wildan.
Setelah selesai akhirnya mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
"Jam berapa Andre pulang sekolah?" tanya Wildan sambil menyetir mobilnya.
"Jam satu Wil" jawab Arumi.
"Masih ada banyak waktu,bagaimana kalau kita pergi berbelanja kebutuhan dapur sambil menunggu waktu Andre pulang" kata Wildan.
"Boleh deh,ayo" kata Arumi.
"Mau ke super market atau ke pasar tradisional?" tanya Wildan.
"Ke pasar saja" jawab Arumi.
Wildan mengarahkan mobilnya ke arah pasar yang letaknya tidak jauh dari sekolah Andre.Sesampainya di pasar Wildan memarkirkan mobilnya di parkiran.
"Aku saja yang turun,kamu tunggu saja di mobil" kata Arumi.
"Aku akan menemanimu" kata Wildan.
"Tapi nanti kamu jadi kotor Wil" kata Arumi.
Wildan malas berdebat dia turun dari mobilnya lalu melangkahkan kaki masuk ke dalam pasar,Arumi mengikutinya dari belakang.
"Mau beli apa?" tanya Wildan.
"Beli ikan,daging,sayur dan bumbu-bumbu" jawab Arumi.
Tangan kanan Wildan menggandeng tangan Arumi sedangkan tangan kirinya membawa tas belanjaan.Setelah berkeliling dan mendapatkan semua apa yang dibutuhkan merekapun memutuskan untuk pulang.
"Jemput Andre dulu Wil baru kita pulang" Arumi mengingatkan.
"Iya" kata Wildan.
Wildan mengarahkan mobilnya kearah sekolah Andre,sesampainya di sekolah suasana sudah sepi.Arumi dan Wildan turun dari mobil lalu berjalan mendekati pos satpam.
"Permisi Pak,apa anak-anak sudah pada pulang?" tanya Arumi pada satpam.
"Sudah Bu dan sekolah juga sudah kosong,hanya tinggal beberapa orang guru saja yang tinggal" jawab Satpam itu.
"Tapi anak saya belum pulang Pak,saya baru menjemputnya" kata Arumi mulai panik.
"Nama anak ibu siapa?" tanya satpam.
"Andre Pak,dia kelas satu" jawab Arumi.
"Andre sudah pulang dari tadi Bu,Neneknya yang menjemput" kata Satpam.
"Nenek?" tanya Arumi.
"Bagaimana ciri-ciri Nenek yang menjemput Andre Pak?" tanya Wildan.
"Tinggi,putih,rambut keriting,mirip orang belanda Pak" jawab Satpam.
"Ayo ikut aku" Wildan menarik tangan Arumi.
"Terima kasih Pak informasinya" ucap Wildan lalu mengajak Arumi masuk ke mobilnya.
"Siapa yang menjemput Andre Wil?" tanya Arumi,matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Mamaku" jawab Wildan.
Wildan melajukan mobilnya dengan keadaan penuh agar cepat sampai ke rumahnya,tapi saat mereka sampai rumah dalam keadaan kosong.
"Sial...." umpat Wildan.
"Kemana Mamamu membawa Andre...hiks..." Arumi mulai menangis.
"Tenanglah,aku yakin Mama membawa Andre ke rumahnya" kata Wildan sambil memeluk tubuh Arumi.
"Apa yang mau dilakukan Mama pada Andre Wil,apa Mama mau menyiksanya?" tanya Arumi.
Wildan terdiam,dia juga tidak tau harus menjawab apa.
"Darimana Mama tau soal Andre?" gumam Wildan.
"Wildan ayo jemput Andre Wil,dia anakku Wil...hiks..."Arumi kembali manangis.
"Ayo kita ke rumah Mama" ajak Wildan.
Arumi dan Wildan kembali masuk ke mobil,lalu Wildan mulai mengemudikan mobilnya.
"Cepat Wil,aku takut Mamamu akan menyiksa Andre" kata Arumi.
Wildan diam saja.Dia tau betul bagaimana sifat Mamanya.Wildan juga sangat khawatir,takut kalo Mamanya menyiksa Andre.Tidak lama kemudian Wildan dan Arumi sudah sampai di rumah Orang tua Wildan.
"Ayo turun" ajak Wildan pada Arumi.
Arumi dan Wildan turun dari mobil lalu melangkahkan kakinya masuk ke rumah Orang tuanya.
"Bik Mama sama Papa mana?" tanya Wildan pada pelayan di rumah itu.
"Di belakang Tuan,lagi main sama anak Tuan" jawab Pelayan itu.
Wildan menggenggam tangan Arumi menuju halaman belakang.Dari kejauhan Wildan melihat kedua orang tuanya sedang tertawa bersama Andre.
"Ma...Pa" sapa Wildan.
"Ayah" kata Andre lalu berlari menghampiri Wildan.
"Duduklah Wil" kata Papa.
Wildan dan Arumi duduk di kursi yang ada di situ.
"Kenapa kamu menikah diam-diam Wil? apa kamu sudah tidak punya orang tua? apa kamu sudah tidak menganggap kami berdua orang tuamu?" Papa mencecar Wildan.
"Dari mana Papa tau Wildan menikah?" Wildan balik bertanya.
Arumi sudah tertunduk dari tadi,dia tidak berani mengangkat kepalanya.
"Apa kamu yang memaksa anakku untuk menikahimu?" tanya Mama Wildan pada Arumi.
"Maafkan saya Nyonya" kata Arumi lirih.
"Ma bukan Arumi yang memaksa Arumi tapi Wildan sendiri yang mau menikahinya" kata Wildan.
"Diam kamu Wildan,dasar anak gak tau diri kamu" umpat Mama.
"Kamu itu bodoh atau memang benar-benar bodoh sih Arumi,kamu hamil anak Wildan dan melahirkannya kemudian membesarkannya seorang diri,tapi kamu diam saja dan tidak memaksa dia untuk bertanggung jawab.Kalo saya jadi kamu sudah saya guna-guna dia" tutur Mama.
"Waktu itu saya pernah datang kemari tapi Nyonya mengusir saya.Bagaimana bisa saya memaksa Wildan untuk menikahi saya sedangkan saya sendiri tidak tahu dimana Wildan berada" kata Arumi.
Mama termenung mendengar perkataan Arumi,Mama seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kamu datang hanya mencari Wildan tapi kamu tidak bilang kalo kamu hamilkan?" tanya Mama.
Arumi mengangguk.
"Andre,ayo kita pulang" ajak Wildan.
"Andre akan tetap tinggal di sini,tidak ada yang boleh membawanya pergi dari sini" ucap Mama.
__ADS_1
"Nyonya tolong kembalikan Andre pada Saya,jika Nyonya menginginkan saya berpisah dengan Wildan akan saya turuti,tapi saya mohon kembalikan Andre dan saya akan membawanya pergi jauh dari Wildan" Arumi memohon sambil bersimpuh di depan Mama Wildan.
"Ibu" Andre hendak menghampiri Arumi tapi Papa Wildan menariknya.
"Benarkah yang kamu katakan?" tanya Mama.
"Saya berjanji Nyonya,saya akan pergi jauh dan tidak akan pernah muncul lagi di hadapan Wildan dan juga keluarga ini" kata Arumi sambil terisak.
"Arumi apa yang kamu lakukan?" tanya Wildan.
"Maafkan aku Wil,tapi Andre adalah anakku dia nyawaku Wildan.Aku bisa menyerahkan apapun yang aku punya termasuk nyawaku tapi tidak untuk Andre,dia satu-satunya yang aku miliki di dunia ini Wildan"kata Arumi.
"Aku akan merebut Andre dari Mama dan Papa lalu kita akan pergi jauh dari sini" kata Wildan.
"Biar aku dan Andre yang pergi Wildan....Andre ayo kita pergi nak" kata Arumi.
Papa melepas pegangannya lalu Andre menghampiri Arumi.
"Pamit dulu sama Ayah nak,sama Kakek juga Nenek" kata Arumi.
Andre menatap wajah Wildan lalu mendekat kearah Wildan.Tanpa sepatah kata pun Andre mencium tangan Wildan dan kedua orang tua Wildan setelah itu Andre dan Arumi berjalan hendak keluar dari rumah itu.
"Tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari rumah ini tanpa seizinku" seru Papa Wildan.
Arumi menghentikan langkah kakinya lalu berbalik.
"Apa maksud Tuan? bukankah aku sudah menuruti semua apa yang kalian mau?" tanya Arumi.
"Papa dan Mama mau kamu menikah dengan Wildan dan kita akan mengadakan pesta besar-besaran dan aku juga akan memperkenalkan Andre sebagai keluarga Jonathan.Agar seluruh isi dunia tau kalo keluarga Jonathan sudah mempunyai penerus" kata Papa.
"Maksud Papa?" tanya Wildan.
"Papa dan Mama merestui pernikahan kalian Wildan.Papa dan Mama tidak mungkin memisahkan kalian apalagi sudah ada Andre di antara kalian" jawab Mama.
Mama menghampiri Arumi lalu memeluknya.
"Kamu wanita hebat Arumi,kamu bisa menaklukkan anakku" bisik Mama di telinga Arumi.
Huft
Wildan menghela nafasnya saat melihat Mamanya memeluk Arumi.
"Kami harus pulang Pa" kata Wildan.
"Apa tidak bisa tinggal disini saja,Mama sangat terhibur dengan adanya Andre,dia anak yang pintar dan lucu" kata Mama.
"Iya Wildan,tinggallah disini setidaknya sampai pesta resepsi pernikahanmu selesai" kata Papa.
"Tapi Wildan dan Arumi sudah sepakat untuk tidak mengadakan resepsi Pa" kata Wildan.
"Tapi Papa dan Mama ingin memperkenalkan Andre pada keluarga besar dan teman-teman bisnis papa" kata Papa.
"Bulan depan Andre ulang tahun, kita bisa bikin acara perayaan sambil memperkenalkannya pada keluarga besar kalian" Arumi menimpali.
"Baiklah kalo begitu,tapi untuk malam ini biarkan Andre tidur disini sama Mama ya.Mama janji besok akan mengantarkan Andre pulang" kata Mama.
"Andre mau gak nginep di rumah nenek?" tanya Wildan.
Andre mengangguk.
"Tapi Ayah sama Ibu pulang,Ayah sama Ibu gak nginep disini" kata Arumi menambahkan.
"Mau ya,malam ini aja" kata Mama memohon pada Andre.Mama memasang wajah lucunya di depan Andre.
Hahaha...
"Wajah Nenek lucu" kata Andre sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Ayah Andre bobok sini ya,sama Nenek" kata Andre.
"Iya nak,kalo gitu Ayah sama Ibu pulang ya" pamit Wildan.
__ADS_1
Andre mengangguk.
Wildan dan Arumi pun keluar dari rumah itu.Di sepanjang perjalanan Wildan menggandeng tangan Arumi,sesekali dia mencium punggung tangan Arumi.Hari itu jadi hari yang paling indah bagi Wildan dan Arumi.