Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 150


__ADS_3

Prang!!!


Bunyi benda-benda berjatuhan dan pecah berserakan di lantai.


"Siapa kamu berani-beraninya membuatku malu,hah...." teriak Tuan Gemilang,suami dari mantan kekasihnya David.


Tuan Gemilang menjambak rambut istri mudanya yang terlihat kusut dan acak-acakkan.


"Aku gak berniat apa-apa sayang,sungguh" kata Sheila mantannya David.


"Lalu apa maksudmu menemuinya,hah...." kata Tuan Gemilang,wajahnya sudah memerah karena menahan amarah.


"Kamu sudah membohongiku Gemilang,kamu bilang mau menceraikan istrimu tapi apa kamu tetap bersamanya,malah aku kamu bawa ke rumah ini.Aku menyesal menikah denganmu Gemilang" teriak Sheila.


Plak!!!


Tuan Gemilang menampar pipi Sheila.


"Siapa kamu berani mengaturku hah...dasar wanita murahan" kata Tuan Gemilang sambil mengeraskan rahangnya.


"Pengawal!!" teriak Tuan Gemilang.


Ceklek


Pintu terbuka dan tiga orang laki-laki berbadan tegap masuk ke ruangan itu.


"Tuan memanggil kami?" taya salah satu dari mereka.


"Bawa perempuan ini ke bawah,kurung dan jaga dia dengan ketat.Jangan sampai dia kabur dan bikin masalah baru" perintah Tuan Gemilang.


"Baik Tuan" jawab Ketiga orang itu bersamaan.


"Ayo ikut" kata salah satu dari mereka sambil menyeret Sheila menuju ruang bawah tanah.


"Aku gak mau...Gemilang tolong aku,jangan kurung aku Gemilang.Aku mohon" kata Sheila.


"Dasar brengsek,beraninya bikin masalah dan membuatku malu di depan Tuan Danu.Lebih baik aku kehilangan gadis bodoh sepertimu daripada harus kehilangan partner kerja seperti Tuan Danu" gumam Tuan Gemilang sambil menyeringai lalu keluar dari ruangan itu.


***


Gina turun dari taksi lalu menyeret kopernya masuk ke Bandara.Dia berniat pergi dari kota itu.


"Gina" tiba-tiba ada yang memanggilnya.


Gina menoleh dan langsung buru-buru pergi saat melihat David,Haris dan dua orang lainnya yang Gina tidak mengenalnya.Dua orang itu adalah Elang dan Edo.


"Gina tunggu" teriak David sambil mengejar Gina.


"Maaf Bang,Gina gak bermaksud bertemu ataupun muncul di depan kalian" ucap Gina sambil gemeteran.


Haris,Edo dan Elang menghampirinya.


"Kamu mau kemana?" tanya David.


"Gina mau pergi Bang,Gina gak mungkin terus tinggal disini.Kalo Gina tetap tinggal pasti Papa akan terus memaksa Gina untuk mendekati Mas Haris" tutur Gina.


"Kamu punya pegangan uang?" tanya David lagi.


Gina menggeleng.


"Hanya cukup untuk ongkos dan makan satu bulan saja Bang" jawab Gina Lirih.


Elang,Edo dan Haris mengeluarkan dompet masing-masing lalu mengambil uang yang ada di dalamnya dan menyerahkan pada David.


"Berikan padanya" perintah Elang.


David menerima uang itu dan memberikannya pada Gina.


"Ambil uang ini untuk bekal kamu sebelum kamu dapat pekerjaan" kata David.


Gina diam saja,tidak berani mengambil uang itu.


"Ambilah...pesawatmu sebentar lagi akan berangkat.Pergilah...doa kami menyertaimu" ucap Haris.

__ADS_1


Hiks....


Gina mulai meneteskan air matanya.


"Terima kasih dan untuk Mas Haris,Gina minta maaf kalo Gina sudah membuat keributan di rumah Mas haris tempo hari" ucap Gina disela-sela tangisnya.


"Hemmmm...."Haris hanya mendehem lalu mengangguk.


Gina mengambil uang dari tangan David lalu pergi dari sana.


"Kasihan dia,kebaikannya malah dimanfaatkan oleh orang tuanya sendiri" gumam Elang.


"Namanya juga orang tua yang gila harta,wajarlah bersikap seperti itu.Yang ada dipikirannya hanya kesenangannya saja tapi tidak memikirkan kesenangan orang lain" sahut Edo.


"Ayo kita masuk,sebelum sore pekerjaan ini harus sudah selesai" kata David.


Elang dan kawan-kawanpun masuk ke dalam bandara.Siang ini mereka ada pekerjaan sedikit di bandara.


"Menurut kamu apa mantan kamu juga bersikap seperti mantan Haris?" tanya Elang.


"Tidak Lang,aku kenal betul sifat Sheila mantanku.Dia cewek nekat dan sangat ambisius,apa yang diinginkannya harus dia dapatkan" jawab David sambil membuka laptopnya.


Mereka bekerja di sebuah ruangan berdinding kaca yang berhadapan tepat dengan lapangan penerbangan.Haris menatap keluar jendela,dari sana dia bisa melihat Gina yang sedang berjalan menuju pesawat yang akan dinaikinya.


"Kasihan dia" kata Elang sambil menepuk bahu Haris.


"Sebenarnya dia gadis baik Lang,dia tidak pernah sama sekali menghianatiku.Dia menikah dengan suaminya karena di paksa oleh orang tuanya" kata Haris sambil terus menatap ke arah Gina.


"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Edo.


"Cintaku hanya untuk Rianti dan calon anakku.Sesuatu yang sudah kulepas tidak akan aku genggam lagi walaupun itu masih terlihat bagus dan cocok untukku" jawab Haris.


"Semoga di tempat barunya dia bertemu dengan orang yang benar-benar tulus mencintainya" ucap David.


Semua menolehkan kepala kearah David.


"Apa ucapanku salah?" tanya David sambil mengerutkan keningnya.


"Salah sih enggak,tapi tumben aja perkataanmu bener...hahaha" kata Elang sambil tertawa.


Tidak terasa waktu mulai sore,setelah berjam-jam berkutat di depan laptop akhirnya pekerjaan mereka selesai juga.


"Apa kalian mau langsung pulang?" tanya Elang.


"Iya Lang,kasian Rima kalo aku pulang telat.Kami belum mendapat pengasuh untuk menjaga Launa dan Laura,lagipula orang yang membantu mengerjakan pekerjaan rumah tidak tinggal di rumahku,dia akan pulang setelah selesai semua pekerjaannya" tutur Edo.


"Aku masih ada sedikit pekerjaan di luar,sehabis ini aku langsung pergi kesana" kata David.


"Kalo kamu bagaimana Haris?" tanya Elang.


"Aku mau mengantar Rianti berbelanja kebutuhan calon anak kami Lang,sebentar lagi Rianti melahirkan dan kami harus mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang" jawab Haris.


"Okelah kalo begitu,kita berpisah disini kalo begitu" kata Elang.


David,Edo dan Haris pun mengangguk bersamaan.


Sebelum pulang mereka mengemasi barang-barang mereka baru setelah itu keluar dari ruangan dan menuju mobil masing-masing.


Drtt


Ponsel David bergetar,David mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu membaca pesan yang masuk.


📥Cahaya hatiku


"Mas,Sari pengen makan rujak yang di jual keliling"


Begitulah isi pesan yang masuk ke ponsel David.


📤David


"Iya,Mas udah mau pulang nih.Nanti Mas belikan ya...I Love You"


David memutar arah,dia tidak jadi melanjutkan pekerjaannya.Sepanjang jalan David melihat ke kiri dan ke kanan untuk mencari pedagang rujak keliling,dan David pun menemukannya.David menepikan mobilnya tepat di depan tukang rujak itu.

__ADS_1


"Bang rujaknya dua porsi ya" pesan David.


"Baik Tuan" jawab tukang rujak sambil menepikan gerobak kecil yang di dorongnya.


Tukang rujak pun langsung menyiapkan pesanan David.


"Bang boleh minta fotonya gak?" tanya David.


"Untuk apa Tuan?" Tukan rujak balik bertanya.


"Untuk bukti ke istri saya Bang kalo saya beli rujak ini dari tukang rujak yang berjualan keliling" jawab David


Tukang rujak pun mengangguk walau permintaan David terdengar aneh menurutnya.


Setelah mendapatkan foto dan rujak permintaan Sari David pun langsung pulang ke rumahnya.Di sepanjang perjalanan David tersenyum mengingat kisah cintanya bersama Sari.Tidak lama kemudian diapun sudah sampai di rumahnya,Sari sudah menunggu David di teras rumah.


"Sayang ngapain berdiri disini?" tanya David.


"Sari nungguin Mas pulang" jawab Sari sambil tersenyum.


"Nunggunya di dalam rumah kan bisa sayang...oya ini rujaknya" kata David sambil memberikan rujak yang tadi di belinya.


"Terima kasih Mas" ucap Sari.


David mengangguk sambil tersenyum.


"Mas mandi dulu ya,baru setelah itu Mas temani kamu makan" kata David.


"Iya" kata Sari singkat.


David berjalan menuju ke kamarnya sedangkan Sari duduk di lantai yang beralaskan karpet tebal yang ada di ruang keluarga.Sari menonton tivi sambil menunggu David.


"Belum di makan rujaknya?" tanya David sambil duduk di samping Sari.


"Sari nungguin Mas" jawab Sari.


David membungkukkan tubuhnya lalu mencium perut Sari yang mulai terlihat membesar.


"Apa rujak ini permintaan dedek bayi?" tanya David.


"Mana ada bayi dalam perut bisa minta rujak Mas,Mas ini ya aneh-aneh saja" celetuk Sari.


"Yang biasa aku dengar begitu sayang.Katanya kalo ibu hamil pengen sesuatu itu karena permintaan bayi dalam perutnya" tutur David.


"Kasihan bayi yamg di dalam perut donk Mas,ibunya yang pengen makan tapi bayinya yang kena tuduh" kata Sari sambil membuka bungkusan rujak di depannya.


"Oya Mas tadi ada orang yang datang kemari mencari Mas" kata Sari.


"Siapa sayang....? jangan menerima tamu sembarangan saat aku tidak di rumah" kata David.


"Katanya mereka utusan dari pemilik Gemilang grup Mas" jawab Sari.


"Gemilang grup, mau apa mereka?" tanya David.


"Katanya sih menyampaikan kata maaf dari Bos mereka,karena sibuk Bos mereka tidak bisa datang langsung kemari dan hanya mengirim utusannya saja" tutur Sari.


David manggut-manggut mendengar penuturan istrinya


Sari mulai menyantap rujak yang tadi di beli oleh David.


"Gak asem tu mangganya?" tanya David sambil menelan air liurnya.


"Enak kok seger,manis lagi" jawab Sari sambil terus mengunyah rujak dalam mulutnya.


"Mau? " kata Sari sambil menyendokkan rujak ke arah mulut David.


David refleks menutup mulutnya pakai kedua telapak tangannya,lalu menggeleng.


Hahaha


Sari tertawa melihat tingkah lucu suaminya,lalu meneruskan lagi memakan rujaknya.


David mencium pipi Sari lalu tersenyum.

__ADS_1


"Aku akan menjaga dan mencintaimu selalu sampai kita tua nanti,sampai nyawa ini terpisah dengan raganya" janji David dalam hati.


Hatinya terharu dan sangat bahagia melihat istri yang duduk di sampingnya.


__ADS_2