
Elang membawa Baby twins duduk di sofa yang ada di balkon,sedangkan Rere berada di dapur bersama Sari,Nia dan Romlah.Nia dan Romlah adalah pelayan baru di rumah Elang dan Rere.
"Maaf Nona saya tidak tau kalo yang saya tegur tadi malam itu suami Nona" kata Nia.
"Elang sudah pulang Re?" tanya Sari.
"Sudah semalam" jawab Rere.
"Kok bisa-bisanya kamu gak kenal wajah majikanmu sendiri Nia,kamu gak lihat tu foto Tuan Elang sama Nona Rere terpampang besar udah kayak baliho" tutur Romlah.
"Mataku kan gak jelalatan kayak matamu tu mbak,lagian Tuan datangnya jam satu malam dan asal masuk aja,ya aku kira maling"sahut Nia.
"Emang ada maling tampan" kata Sari menimpali.
"Udah berdebatnya,tu gosong ikan gorengnya" kata Rere.
Sari,Romlah dan Nia serempak melihat kearah ikan yang sedang di goreng kemudian mereka menatap Rere dengan tajam.
"Nona mengerjai kami" ucap mereka bertiga karena ikan masih baik-baik saja dan tidak gosong.
Hehehe...
Rere cengengesan.
"Habisnya kalian berdebat masalah suamiku,kan gak edun itu namanya" kata Rere.
"Sayang!!" Elang memanggil Rere.
"Aku di dapur sayang"sahut Rere.
Tap tap tap
Langkah kaki Elang memasuki dapur.
"Sudah rapi,mau ke kantor sekarang?" tanya Rere.
"Iya sayang,kamu lagi ngapain di dapur?" tanya Elang.
"Lihatin mereka masak" jawab Rere.
"Berapa gaji mandor bulan ini?" kata Elang.
"Seharga villa di tepi pantai"jawab Rere asal.
"Besok kita beli,aku pergi dulu ya.Baby twins tidur di kamar,jangan lupa kamu lihat nanti keasyikan ngobrol anak jatuh gak ketahuan" oceh Elang.
"Jam segini ke kantor,ada meeting dadakan?" kata Rere.
"Iya sayang" ucap Elang sambil mencium kening Rere.
"Nanti makan malam di rumah nggak?" tanya Rere sambil menggandeng tangan elang menuju depan rumah.
"Akan aku usahakan pulang cepat,kalo jam tujuh aku belum pulang makanlah terlebih dahulu,jangan menungguku" kata Elang.
"Aku pergi dulu ya,hati-hati di rumah"Elang mencium kening Rere.
"Assalamualaikum" Elang mengucapkan salam.
"Waalaikum salam" jawab Rere.
Elang melangkah masuk kedalam mobilnya dan duduk di samping Harun.
"Kita langsung ke kantor Harun" perintah Elang.
"Baik Tuan"
Harun mulai mengemudikan mobilnya keluar dari halaman rumah.jalanan tidak terlalu ramai,Harun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Setelah beberapa menit merekapun sampai ke kantor.
"Tunggu aku Harun,aku tidak lama"pinta Elang.
Elang memasuki kantornya dengan langkah tegap dan gagah.
"Selamat sore Tuan" sapa resepsionis.
Elang tidak mengubris sapaan resepsionis itu,dia tetap melangkahkan kakinya menuju lift khusus dirinya.Elang masuk ke dalam lift lalu menekan nomor lantai ruangan kerjanya.
Ting...
Pintu lift terbuka.
Elang keluar dari lift dan langsung menuju ruang kerjanya.
"Lang tunggu" kata Neti.
"Ada apa?"tanya Elang.
"Apa Rere sakit,beberapa hari yang lalu dia janji akan menemuiku disini tapi dia tidak datang" tutur Neti.
"Dia datang tapi resepsionis yang baru melarangnya masuk" kata Elang.
Elang langsung masuk ke dalam ruang kerjanya lalu menelpon kepala HRD.
📞"Datang keruanganku sekarang" perintah Elang.
Elang meletakkan gagang telponnya kembali setelah itu dia mulai memeriksa berkas yang ada di mejanya.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Elang.
"Masuk" perintah Elang.
Ceklek
Pintu terbuka dan seseorang masuk kedalam
"Tuan memanggil saya"kata orang itu.
"Siapa yang merekomendasikan resepsionis yang baru?" tanya Elang dengan tatapan tajam.
"Saya Tuan,dia keponakan saya" jawab orang itu.
"Hemmm" Elang mendehem sambil mengibaskan tangannya.
Orang itu lalu keluar dari ruangan Elang.
"Aku akan memecatmu tapi saat Rere dan Rima berada disini,enak saja kamu bilang istriku dan sepupu dari istriku wanita jalang" kata Elang.
Tok tok tok
Ceklek
Neti membuka pintu.
__ADS_1
"Pak di luar ada Tuan Arman bersama asistennya" kata Neti.
Dia akan berbicara sopan ketika ada tamu.
"Suruh mereka masuk" kata Elang.
Neti keluar dari ruang kerja Elang,tidak lama kemudian masuk dua orang laki-laki kedalam ruangan itu.
"Selamat sore Tuan Elang" sapa Tuan Arman.
"Selamat sore,silahkan duduk" jawab Elang.
"Neti tolong panggilkan Edo" perintah Elang.
"Baik Pak"
Neti keluar dari ruangan itu dan menuju ruang kerja Edo.
Tok tok tok
Neti mengetuk pintu.
"Masuk" teriak Edo dari dalam.
Ceklek
Neti membuka pintu lalu masuk ke ruangan Edo.
"Ada apa Neti?" tanya Edo.
"Kamu di suruh Elang keruangannya,disana sudah ada Tuan Arman dan asistennya" jawab Neti.
"Aku akan kesana" kata Edo lalu beranjak dari duduknya.
Dia keluar dari ruangannya bersama Neti.
Tok tok tok
Ceklek
Edo langsung membuka pintu ruang kerja Elang.
"Selamat sore Tuan" sapa Edo.
"Tuan Edo...selamat sore" kata Tuan Arman.
"Kita langsung saja pada inti pembicaraan kita" kata Pak Arman membuka percakapan.
"Apa anda membawa brosurnya?" tanya Elang.
"Ini Tuan"asisten Tuan Arman memberi beberapa helai kertas pada Elang juga Edo.
"Tuan hendak membeli Villa?" tanya Edo.
"Iya,untuk istri saya" jawab Elang.
Elang dan Edo akan bicara secara formal di depan tamu.
Asisten Tuan Arman menjelaskan secara detail tentang villa yang akan di beli Elang.Setelah berbincang cukup lama akhirnya Elang memilih villa yang berada di tepi pantai,villa yang tidak terlalu besar tapi memiliki halaman yang luas.
"Pembayarannya akan saya transfer ke rekening anda Tuan" ucap Elang.
"Terima kasih Tuan Elang,semoga Istri Tuan suka dengan villanya" ucap Tuan Arman.
"Kalo begitu kami permisi dulu Tuan karena hari sudah hampir malam" Kata Tuan Arman lagi.
Edo mengantar Tuan Arman sampai ke depan pintu ruang kerja Elang,setelah Tuan Arman dan asistennya pergi Edo kembali masuk ke dalam.
"Aku dengar dari Rima kalo resepsionis yang baru bikin ulah" tutur Edo.
"Iya,aku sudah lihat rekaman cctvnya" kata Elang.
"Dan kamu diam saja,tumben" ucap Edo.
"Aku hanya ingin melihat apa yang akan di lakukan Rere dan Rima terhadap resepsionis baru itu,mereka berencana datang kemari lagi untuk membalas resepsionis baru itu" tutur Elang.
"Aku merasa akan terjadi sesuatu" ucap Edo sambil menyeringai.
"Aku juga merasakan hal yang sama dengamu Do...hahaha" kata Elang sambil tertawa.
"Aku pulang dulu Lang,sudah jam enam sore" kata Edo.
"Hemmm"Elang mendehem saja.
Elang mengemasi berkas-berkas yang ada di atas mejanya lalu setelah itu Elang masuk ke kamar pribadinya untuk mandi dan melaksanakan shalat maghrib.
"Sudah setengah tujuh,aku harus cepat pulang,aku tidak mau Rere menungguku terlalu lama"gumam Elang.
Elang keluar dari ruangannya dan langsung masuk ke dalam lift yang akan membawanya langsung ke lobi kantor.
Drrtt
Ponsel Elang bergetar.
Elang mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu membaca pesan yang masuk.
📥Bidadariku
"Cepatlah pulang,aku menunggumu"
📤Elang
"Sebentar lagi aku sampai di rumah"balas Elang.
"Semakin hari dia semakin menggemaskan,membuatku semakin jatuh cinta padanya" gunam Elang sambil tersenyum bahagia.
Elang memasukan ponselnya ke dalam saku celananya lalu menghampiri Harun.
"Ayo kita pulang" kata Elang sambil masuk ke mobilnya.
Harun mulai mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran kantor.
"Berhenti sebentar di toko bunga dan toko roti ya Harun" pinta Elang.
"Baik Tuan" kata Harun.
Harun menepikan mobilnya di toko roti,Elang turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam toko roti.Tidak lama dia keluar lagi sambil menenteng bungkusan yang berisi cake coklat kesukaan Rere.
"Ayo jalan" kata Elang.
Harun kembali mengemudikan mobilnya dan tidak lama kemudian dia menghentikan mobilnya di toko bunga.Elang kembali turun dan masuk ke toko bunga.
"Selamat malam Tuan,ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan toko.
__ADS_1
"Saya mau beli satu buket bunga untuk istri saya" jawab Elang.
"Mau bunga apa?" tanya pelayan toko lagi.
"Mawar merah saja" jawab Elang.
Pelayan toko langsung merangkai bunga pesanan Elang setelah selesai dia menyerahkan bunga itu pada Elang.Elang menerima bunga itu lalu membayarnya setelah itu Elang keluar dari toko dan masuk ke mobilnya.
"Ayo kita pulang,Rere sudah menungguku" kata Elang.
Harun langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Elang,tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah.Rere sedang berdiri di depan pintu untuk menyambut Elang sambil tersenyum.Elang turun dari mobil sambil membawa cake dan bunga lalu memberikannya pada Rere.
"Ini untukmu sayang" kata Elang.
"Terima kasih"ucap Rere.
Elang mengajak Rere masuk ke dalam rumah.
"Baby twins mana sayang?" tanya Elang.
"Mereka sudah tidur" jawab Rere.
"Kamu tunggu di ruang makan ya,aku lihat Baby twins sebentar" kata Elang.
"Hemmm" jawab Rere sambil melangkah ke ruang makan.
Elang menaiki tangga menuju lantai dua dan langsung masuk ke kamar Baby twins.
"Mereka selalu saja tidur saat aku pulang kerja" gumam Elang.
Elang mengecup kening kedua bayinya lalu dia pergi keluar dan langsung menemui Rere di ruang makan.
"Revan belum di antar sama Mama?" tanya Elang.
"Belum,tadi aku sudah menelpon Mama tapi kata Mama jemput Revannya minggu depan saja" jawab Rere sambil mengambilkan makanan untuk Elang.
"Minggu depan aku akan mengajakmu kesuatu tempat" tutur Elang disela-sela makannya.
"Kemana? Apa Baby twins ikut?" tanya Rere.
"Semua ikut,Revan dan Sari juga" jawab Elang.
"Kemana?" tanya Rere lagi.
"Rahasia" jawab Elang sambil mencolek hidung Rere.
Rere mengerucutkan bibirnya.
"Jangan menggodaku seperti itu sayang,aku tidak bisa menahannya" Kata Elang sambil mengelap mulutnya.
Elang beranjak dari duduknya lalu menggendong tubuh Rere ala bridal style menuju kamarnya.
"Kue ku tertinggal dimeja" kata Rere.
"Besok aku akan membelinya lagi untukmu" kata Elang.
"Yang banyak ya" pinta Rere.
"Satu toko akan aku beli semuanya,bila perlu sama tokonya sekaligus" kata Elang sambil merebahkan tubuh Rere di kasur.
Elang membuka pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendeknya saja.
"Kita belum shalat isya" kata Rere.
"Bisa nanti,sekarang aku mau mengerjakan tugasku dulu" kata Elang sambil mengambil laptop di meja yang ada di samping tempat tidur.
"Aku shalat duluan ya,aku sudah mengantuk" ucap Rere.
"Kalo begitu kita shalat berjamaah saja" kata Elang.
Elang meletakkan kembali laptopnya lalu masuk ke kamar mandi untuk berwudhu begitu juga dengan Rere.Setelah selesai berwudhu mereka segera melaksanakan shalat.
"Tumben jam segini udah ngantuk?" tanya Elang sambil membuka baju koko dan sarungnya.
"Aku tadi gak tidur siang sayang,Kembar rewel" jawab Rere sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Kenapa kamu tidak menelponku sayang?" kata Elang.
"Aku gak mau ngganggu pekerjaanmu sayang" kata Rere.
"Lain kali kalo mereka rewel kamu langsung telpon aku" kata Elang.
"Hemmmm" Rere hanya mendehem saja,dia sudah tidak sanggup lagi membuka matanya.
"Tidurlah sayang,kamu pasti lelah" ucap Elang sambil mengecup kening Rere.
Elang duduk dikasurnya lalu membuka laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.
Oek oek...
Terdengar tangisan dari kamar Baby twins,Elang turun dari kasur lalu cepat-cepat memakai koko dan sarungnya lalu keluar dari kamar dan langsung menuju kamar anaknya.
Ceklek
Elang membuka pintu dan masuk ke kamar anaknya.
"Mereka kenapa Sari?" tanya Elang cemas.
"Mereka cuma haus saja Tuan,maaf saya telat bikin susu karena tadi lagi shalat" ucap Sari.
"Ya sudah tidak apa-apa...sini biar aku yang kasih susunya" pinta Elang.
Elang meminumkan susu kepada kedua anaknya,dengan lahap Baby twins menyedot susu dari botolnya sampai habis.Setelah susunya habis Baby twins kembali tertidur.
"Apa aku perlu menambah orang lagi Sari,agar kalian bisa bergantian menjaga mereka" kata Elang.
"Terserah pada Tuan saja" jawab Sari.
Elang keluar dari ruangan itu lalu masuk kedalam kamarnya.Elang naik keatas kasur dan merebahkan tubuhnya di samping Rere.
"Pantes saja dia sering tidur dan terlihat lelah,ternyata tidak mudah menjadi ibu muda apalagi untuk tiga orang anak sekaligus" gumam Elang.
Elang mengambil ponselnya lalu mengirim pesan singkat pada Rita.
📤Elang
"Besok kirim 2 orang untuk bekerja di rumah ini"
Elang mematikan ponselnya lalu meletakkannya di atas meja.
"Aku nggak akan membiarkanmu kelelahan sayang" gumam Elang lalu kembali merebahkan tubuhnya di samping Rere.
Elang membelai rambut panjang Rere dan memandangi wajah ayu dan lembut milik istrinya itu.
__ADS_1
Cup
Elang mengecup kening Rere kemudian dia mulai memejamkan matanya dan tertidur sambil memeluk tubuh Rere.