Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 88


__ADS_3

Elang duduk bersimpuh di depan kamar inap Rere tadi,dia menangis sesegukan melihat istri dan kedua anaknya pergi.


"Bangun Lang,ayo kita pulang" ajak Papa.


"Pa sebenernya ada apa ini Pa,apa salah Elang? krnapa Bunda membawa istri dan anakku pergi Pa?' tanya Elang sambil menangis.


"Kita bahas ini di rumah saja Lang,ayo kita pulang" kata Mama.


Papa membantu Elang berdiri lalu memapah tubuh Elang sampai ke mobil.


"Pa,Papa yang nyetir ya.Tadi Mama kesini nyetir sendiri" pinta Mama.


"Ya sudah,mana kuncinya.Biar mobil yang satu lagi Ujang yang bawa" kata Papa.


Mama masuk ke dalam mobil dan duduk disamping Elang.Elang duduk bersandar dikursinya sambil menatap keluar jendela.Sepanjang perjalanan Elang hanya duduk diam tanpa bicara sepatah katapun.Mama tidak berani mengganggu Elang,Mama lebih memilih diam sambil memainkan ponselnya.


Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah.Papa langsung turun keluar dari mobil.


"Ayo Lang kita turun" kata Mama.


Elang turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam rumah.Elang duduk di sofa yang ada di ruang tamu,Papa dan Mama juga ikut duduk bersama Elang.


"Jelaskan sekarang Ma,sebenarnya apa yang terjadi.Sebelum Bunda membawa Rere dan kedua anakku terlalu jauh" pinta Elang.


"Mama mau tanya sama kamu Lang,kamu jawab dengan jujur.Apa benar kamu selingkuh Lang?" tanya Mama.


"Pertanyaan macam apa ini Ma,dari tadi kalian bertanya aku selingkuh atau tidak.Aku tidak selingkuh Ma...Pa.Elang gak selingkuh,siapa yang bilang Elang selingkuh?" tanya Elang.


Mama berjalan menuju kamar Baby twins dan mengambil baju Elang yang ada noda lipstik,lalu Mama kembali lagi ke ruang tamu.


"Mama menemukan ini di bajumu juga di mobil yang semalam kamu pakai" kata Mama sambil memberikan lipstik,bukti pembayaran kamar hotel dan juga baju kotor milik Elang.


"Punya siapa ini semua Ma?" tanya Elang.


"Harusnya Mama yang bertanya padamu Lang" kata Mama.


"Apa Rere mengetahui ini?" tanya Elang sambil melihat kearah Papa dan Mamanya.


Papa dan Mamanya mengangguk bersamaan.


"Ini semua pasti ulah Silvy" ucap Elang geram.


"Maksud kamu apa Lang,kenapa kamu bisa menuduh silvy?" tanya Papa.


"Kemaren Silvy datang ke kantorku Pa,dia menangis karena sudah di usir oleh orang tua Wildan.Setelah aku tanya Wildan ternyata itu memang benar.Aku tidak menyentuhnya sama sekali,percaya padaku Pa" tutur Elang.


"Tapi bagaimana dengan noda lipstik beserta lipstiknya,kenapa lipstik ini bisa ada di kemejamu?" tanya Mama.


"Kemaren Silvy berjalan hendak keluar dari ruanganku trus tersandung dan aku menolongnya,mungkin Silvy menggunakan kesempatan itu untuk menjebakku.Mama bisa tanyakan itu pada Neti,karena saat Silvy berada di ruanganku Neti juga adabersama kami" kata Elang.


"Shitt...Kurang ajar,berani-beraninya dia melakukan itu pada keluarga Alberto.Apa sih maunya dia? Dulu dia berselingkuh sampai hamil Revan dan menuntut cerai,sekarang bertingkah seolah kamu masih miliknya" ujar Papa Geram.


"Kamu serahkan saja Revan padanya Lang,lagipula kamu sudah punya Baby twins.Mama muak melihat tingkah laku Silvy" kata Mama.


"Aku tidak bisa menyerahkan Revan padanya Ma,aku yang merawatnya dari Revan lahir.Aku menyayangi Revan Ma,walau aku tau Revan bukan anakku"kata Elang.


"Kamu lebih memilih anak yang bukan darah dagingmu dan membuang Baby twins begitu saja Lang,Mama tidak menyangka kamu bisa berfikir begitu.Untung Mama cepat menyuruh Sintya menjemput Rere,kalo tidak entah bagaimana nasib Rere dan Baby twins kedepannya" tutur Mama.


"Mama kecewa sama kamu Lang...Kalo memang kamu mau kembali lagi pada Silvy,kembalilah.Tapi jangan panggil aku Mama lagi" ucap Mama sambil berlalu masuk ke kamarnya.


"Pa,Elang tidak selingkuh dan Elang juga tidak ada niat sedikit pun untuk kembali sama Silvy.Elang juga tidak tau menau soal bukti pembayaran hotel itu" kata Elang.


"Maaf Lang Papa tidak tau harus berbuat apa,Papa rasa kamu lebih tau apa yang harus kamu lakukan.Papa akan membantumu semampu Papa" kata Papa sambil beranjak dari sofa dan menyusul Mama masuk ke dalam kamar.


"Awas kamu Silvy,kali ini aku gak akan kasih kamu ampun.Sudah di kasih hati kamu malah minta jantung.Sudah cukup aku menahan kesabaranku selama ini"gumam Elang.


Elang melangkah menuju kamarnya dengan gontai,dia buka pintu kamar dan masuk ke dalam.Elang mengambil ponselnya dan menghubungi Seseorang.


📞"Cari perempuan itu sampai dapat dan bawa ke markas" perintah Elang pada seseorang yang di hubunginya.


Elang merebahkan tubuhnya di kasur,kepalanya yang pusing akibat demam pun semakin pusing menghadapi masalah ini.Tidak lama diapun sudah tertidur di kasurnya.


***


Bunda Sintya dan beberapa anak buah yang membawa Rere dan Baby twins tiba di sebuah rumah yang besar dan megah.Rumah yang belum pernah di lihat Rere sebelumnya.


"Bawa Rere dan kedua bayinya masuk ke dalam kamar" perintah Bunda pada anak buahnya.


"Dan kamu Sari ikut saya ke bawah,ada yang ingin saya perlihatkan padamu" ajak Bunda sambil melangkah ke sebuah ruangan.


Sari mengikuti Bunda ke ruang bawah tanah yang pintu masuknya ada di sebuah ruangan kecil.Sampai ke bawah Sari terkejut melihat Sinta pingsan dan sudah terikat di kursi dalam keadaan cukup mengenaskan.


"Ular ini,kenapa ada di sini Bos?" tanya Sari bingung.


"Dia yang mempunyai ide untuk menjebak Elang,orang kita langsung meringkusnya saat menemukan dia berada di sekitar kantor Elang kemaren" jawab Bunda.


"Jadi maksud bos Tuan Elang tidak selingkuh dan semua ini hanya jebakan?" tanya Sari lagi.

__ADS_1


"Hemmm...kamu benar,semua ulah ular ini bersama putrinya" bunda menjawab pertanyaan Sari dengan deheman saja.


"Tapi kenapa Bos membawa Rere dan Baby twins pergi dari Tuan Elang?" lagi-lagi Sari bertanya.


"Aku hanya mau menguji seberapa hebat Elang mengatasi masalah ini" ujar Bunda sambil menyeringai.


"Bagaimana Bos menjelaskan ini pada Rere nanti Bos?" Tanya Sari.


"Kamu baru beberapa bulan bekerja di rumah Elang,tapi kenapa tingkat kebodohanmu di atas rata-rata begitu" kata Bunda.


"Hehe...Sorry Bos" kata Sari sambil nyengir.


Bunda dan Sari meninggalkan Sinta di ruang bawah tanah,lalu mereka masuk ke kamar tempat Rere sedang istirahat.


Ceklek


Sari membuka pintu kamar dan Bunda pun langsung masuk.Rere sudah sadar dan sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidurnya.


"Kamu sudah sadar nak?" tanya Bunda.


"Bunda Rere dimana? Dan ini rumah siapa?" tanya Rere.


"Kita ada di rumah mendiang Kakekmu nak" jawab Bunda.


"Bunda...Elang" Rere tidak melanjutkan ucapannya.


"Bunda tau nak,bahkan semuanya" kata Bunda sambil membelai rambut panjang Rere.


"Dengarkan Bunda nak,Elang tidak selingkuh"kata Bunda sambil menekankan kata tidak selingkuh pada Rere.


"Darimana Bunda bisa tau?" tanya Rere.


"Bunda tidak bodoh nak,selama ini Bunda menyuruh beberapa anak buah Bunda untuk mengikuti Silvy dan Bunda juga memasang penyadap pada tubuh Silvy,jadi Bunda tau semua apa rencana dia" jawab Bunda.


"Rere sudah bersalah pada Elang Bunda,Rere harus minta maaf" ucap Rere.


"Nanti saja minta maafnya setelah kamu pulih.Untuk sementara kamu tinggalah disini" kata Bunda.


"Baby twins mana Bunda,apa Bunda tidak membawa Baby twins ikut dengan kita?" Rere baru menyadari kalo kedua anaknya tidak ada di sampingnya.


"Mereka ada di kamarnya,kamu jangan khawatir" jawab Bunda sambil tersenyum.


"Tetaplah berpikiran positif agar tubuhmu cepat pulih,apapun yang dilakukan Elang diluar sana sedikitpun tidak luput dari pengawasan Bunda.Kamu jangan khawatir,kalopun Elang berdekatan dengan Silvy itu semua bagian dari rencana Bunda" tutur Bunda.


"Baik Bunda"


Rere menganggukkan kepalanya.


Bunda keluar dari kamar itu,sementara Sari tetap menemani Rere.


"Sari dimana ponselku?" tanya Rere.


"Mungkin tertinggal di rumah anda,Nona" jawab Sari.


Huft...


Rere membuang nafas kasarnya.


"Sari tolong bawa Baby twins kemari.Aku ingin memeluk dan tidur bersama mereka" pinta Rere.


"Baik Nona"


Sari keluar dari kamar Rere untuk mengambil Baby twins di kamarnya.Kamar Baby twins di jaga ketat oleh beberapa anak buah Bunda.Sari kembali ke kamar Rere sambil membawa Baby twins yang di letakkannya pada kereta dorong.


"Ini Baby twins Nona" kata Sari.


"Terima kasih Sari,tolong tinggalkan kami disini Sari.Kamu keluarlah,jika aku membutuhkan sesuatu aku akan memanggilmu" kata Rere.


"Baik Nona,saya permisi dulu" kata Sari lalu dia keluar dari kamar.


Rere memindahkan Baby twins ke kasurnya lalu Rere berbaring di samping Baby twins.


"Maafkan Mommy sayang,karena kesalah pahaman yang Mommy lakukan kalian harus berpisah dengan Daddy kalian" ucap Rere.


Rere mengajak Baby twins berbicara walaupun sebenernya dia tau Baby twins tidak akan menanggapinya.


***


Hari sudah malam,Elang sudah rapi dengan kaos berwarna hitam dan celana jeans warna hitam juga.Elang keluar dari kamarnya lalu mengambil kunci mobilnya.


"Mau kemana Lang,kamu tidak boleh menyetir sendiri" kata Papa yang sedang minum kopi di teras.


Elang duduk di kursi yang berada di teras itu.


"Elang harus membuat perhitungan pada Silvy Pa.Elang tidak bisa membiarkannya terus mengganggu rumah tangga Elang" jawab Elang.


"Kamu sabar Lang,bukan begitu caranya membalas dendam" kata Papa sambil menyeringai.

__ADS_1


"Maksud Papa apa?" tanya Elang.


"Sini mendekat" pinta Papa.


Elang mendekatkan kepalanya kearah Papa dan Papa membisikkan sesuatu.


"Apa tidak ada cara lain Pa,ide Papa sangat menjijikan?"tanya Elang.


"Jika ingin menangkap mangsa kamu harus menyiapkan umpan Lang" kata Papa lalu menyeruput kopinya.


"Papa benar juga...tapi bagaimana dengan Rere Pa? Aku mengutus anak buahku ke rumah Bunda Sintya tapi rumah itu kosong dan mereka tidak ada disana" kata Elang.


"Benarkah? kemana Sintya membawa Rere dan kedua anakmu Lang?" tanya Papa.


"Elang belum tau Pa,Rere juga meninggalkan ponselnya di kamar.Kalung Rere yang Elang pasang penyadap pun terjatuh di kamar mandi" jawab Elang.


"Mertuamu bukan orang biasa Lang,Papa tidak bisa menebak rencananya.Kita tunggu saja dia menghubungi kita" kata Papa.


Akhirnya Elang tidak jadi pergi dan malah mengobrol dengan Papa di teras sampai larut malam.


"Sudah larut malam Lang,ayo kita istirahat"Ajak Papa.


"Papa duluan saja,Elang ke pos penjaga sebentar" kata Elang.


Papa masuk ke dalam rumah sedangkan Elang pergi kedepan untuk menemui satpam yang menjaga rumahnya.


"Belum tidur Tuan?" tanya ujang yang sedang main catur bersama rekan kerjanya.


"Belum ngantuk Jang" jawab Elang.


"Jang beli makanan gih kedepan,biar enak main caturnya.Mikir juga perlu tenaga" kata Elang.


"Eh tau aja Si Bos kalo kita lagi laper" kata Ujang.


Elang memberi Ujang beberapa lembar uang seratus ribuan,Ujang menerimanya lalu pergi untuk membeli makanan.


"Ayo Sam kita lanjut sambil nunggu Ujang"Kata Elang pada satpam.


"Ayo Bos siapa takut" kata satpam yang bernama Samsudin itu.


Elang dan Sam memulai permainan catur dari awal,keduanya diam menatap bidak catur di depannya.Keduanya nampak sedang berpikir keras.sampai akhirnya...


Skak!!!


Ujang mengagetkat keduanya...


"Eh setan lu kabur lu" kata Sam latah sambil menghamburkan bidak catur di depannya


Hahaha...


Elang dan Ujang tertawa melihat Sam latah,akibat kelatahan Sam bidak caturpun jatuh berserakan ke tanah.


"Yaelah elu Jang ngagetin aja" kata Sam.


"Lagian kalian berdua pada diem-dieman,kayak orang lagi berantem aja" kata Ujang.


"Nama juga maen catur Jang,kalo berisik namanya bukan main catur tapi nonton pertandingansepak bola"kata Elang.


"Ayo deh kita makan dulu baru nanti kita lanjut lagi,ntar keburu dingin nih makanan" kata Ujang sambil membuka makanan yang tadi di belinya.


Elang mengambil satu bungkus nasi goreng yang di beli Ujang dan langsung memakannya dengan lahap,begitu juga dengan Ujang dan Sam.


Drrtt...


Ponsel Elang bergetar,pesan singkat masuk ke ponselnya.Elang merogoh saku celana untuk mengambil ponsel lalu membaca pesan yang masuk.


📥Bunda Sintya


"Temui Bunda besok di Green cafe pukul sepuluh,jangan telat"


📤Elang


"Siap Bunda"


Elang memasukkan lagi ponsel ke saku celananya dan melanjutkan kembali makannya.Setelah makanan habis Elang kembali mengajak Sam bermain catur.Mereka bermain catur sampai lula waktu.


"Udah subuh aja,tu udah adzan" kata Ujang.


"Iya nih,kalo gitu aku masuk dulu ke rumah.Oya Jang jangan lupa ingatkan aku nanti jam sepuluh ada pertemuan di green cafe" kata Elang.


"Baik bos" kata Ujang.


"Kamu pergi isirahat sana" perintah Elang.


"Siap Bos" kata Ujang lagi.


Elang berjalan masuk kedalam rumahnya dan langsung menuju kamar.Elang langsung masuk ke kamar mandi untuk berwudhu dan shalat subuh.Baru setelah itu dia merebahkan tubuhnya di kasur dan mulai tertidur sambil memeluk bantal yang biasa di pakai Rere.

__ADS_1


__ADS_2