
Elang menggendong tubuh Rere masuk kedalam rumah dan langsung membawanya ke dalam kamar.Elang merebahkan tubuh Rere di atas kasurnya setelah itu dia segera bersiap.
"Selamat istirahat sayang,aku pergi sebentar ya,aku akan cepat kembali" bisik Elang di telinga Rere.
Elang keluar dari kamarnya dan menemui Sari.
Tok tok tok
"Elang mengetuk pintu kamar Sari.
Ceklek
Pintu terbuka dan sari keluar dari kamarnya.
"Ada apa tuan mencari saya?" tanya Sari.
"Saya mau pergi,satu jam dari sekarang tolong kamu bangunkan istri saya dan siapkan makan malamnya,Dia belum sempat makan malam tadi" tutur Elang.
"Baik tuan"
Elang pergi dari kamar Sari dan langsung menuju ke depan rumahnya,Edo sudah menunggunya disana.Elang melirik jam di tangannya,sudah pukul sembilan malam.
"Apa kita sudah terlambat Do?" tanya Elang sambil masuk ke dalam mobil.
"Tidak ada kata terlambat untuk datang kesebuah Bar" jawab Edo sambil mengemudikan mobilnya.
"Dia mengundang kita ke Bar?" tanya Elang kaget.
"Iya dan sepertinya ada yang tidak beres.Aku sudah menempatkan anak buah kita disana.Kamu tenang saja" jawab Edo.
"Bagaimana hubungamu dengan Rima?" tanya Elang.
"Sudah lebih baik dari sebelumnya,setelah Om Irfan kembali dari luar kota aku akan membawa Rima kerumahku" tutur Edo.
"Apa tidak sebaiknya nanti saja setelah resepsi kalian baru pindah" saran Elang.
"Rima menolak acara resepsinya Lang,aku tidak tau alasannya.Aku hanya bisa menurut saja,yang terpenting dia sudah menerima pernikahan ini" kata Edo.
Mobil mulai memasuki area Bar,anak buah Edo sudah menyebar.Sebagian ada di luar dan sebagian lagi ada di dalam Bar.Edo memarkirkan mobilnya dan langsung turun.
"Tetap waspada Lang,kita belum tau permainan apa yang akan kita hadapi" kata Edo.
Elang dan Edo masuk kedalam Bar dan mencari orang yang akan bertemu dengan mereka.
"Tuan Elang..."kata sesorang sambil melambaikan tangan.
"Itu dia,ternyata itu permainannya" kata Elang.
"Kita ikuti saja Lang,biar mereka puas" ucap Edo sambil tersenyum.
Elang dan Edo menghampiri orang yang memanggilnya.
"Selamat malam Tuan edward" sapa Elang sambil mengulurkan tangannya.
"Selamat malam Tuan Elang dan Tuan Edo,maaf jika kita harus bertemu disini" kata Tuan Edward.
"Tidak masalah Tuan,kami juga sering datang ketempat-tempat seperti ini" Edo menimpali.
"Oya Tuan kenalkan ini asisten pribadi saya namanya Julia" kata Tuan Edwar.
Elang dan Edo bersalaman dengan Julia.
"Baiklah Tuan mari kita mulai membahas urusan kita,karena ini sudah larut malam"Saran Edo.
__ADS_1
"Hemmm...baiklah"
Mereka mulai membahas beberapa urusan dan terlihat sangat serius,Julia sesekali memainkan ponselnya.
"Permisi Tuan,ini minumannya" kata pelayan Bar sambil menyuguhkan beberapa gelas minuman di meja mereka.
"Kita istirahat dulu,ayo silahkan di minum" ucap tuan Edward.
Elang dan Edo meminum nya,Tuan Edward tersenyum melihat itu.
"Mataku terasa ngantuk sekali" kata Edo sambil mengerjapkan matanya.
"Kamu kenapa Do?" Tanya Elang.
"Tidap apa-apa,mungkin aku kelelahan saja" jawab Edo.
Tiba-tiba Elang merasa ada yang aneh di tubuhnya,tubuhnya terasa sangat panas.
"shit...mereka menaruh obat perangsang di minumanku" umpat Elang dalam hati.
Elang bergerak-gerak tidak nyaman,Tuan Edward mendekatinya.Sementara Edo sedang berusaha melawan kantuknya.
"Ada apa tuan Elang,anda terlihat tidak nyaman?" tanya Tuan Edward.
"Tidak apa-apa Tuan,aku hanya kegerahan saja" jawab Elang yang mulai membuka kancing kemejanya.
Julia menghampirinya Elang dan mulai meraba tubuh Elang.
"Apa perlu aku bantu membuka bajumu Tuan Elang?" tanya Julia dengan nada seksi.
Dia membungkukkan sedikit tubuhnya membuat dadanya terlihat jelas.Elang semakin merasa tidak nyaman,Tuan Edward segera menyuruh Julia membawa Elang ke dalam kamar yang ada di Bar itu.
Julia memapah tubuh Elang dan membawa masuk ke kamar yang sudah di sewanya,sedangkan Edo sudah tertidur pulas.
Perlahan Julia membuka satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya.Tubuh seksi dan ukuran dada yang cukup besar membuat Elang semakin terangsang.
"Lakukanlah sayang,aku milikmu malam ini dan selamanya" ucap Julia sambil merangkak naik ke atas kasur tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.
"Gadis bodoh,dia pikir aku akan tergoda dengan tubuh kotornya.Sungguh menjijikkan" umpat Elang dalam hati.
Sewaktu Julia sibuk meletakkan ponselnya di sofa,Elang meminum penawar obat perangsang yang sudah disiapkan oleh Edo.
"Aku ikuti permainanmu gadis bodoh" kata Elang dalam hati.
"Apakah kamu suka permainan yang ekstrim sayang" kata Elang sambil membelai pipi Julia.
"Tentu saja aku suka,apalagi bermain bersamamu" jawab Julia dengan suara seksinya.
Elang merubah posisinya dan mengungkung tubuh polos Julia,kemudian dia turun dari kasur dan mengambil beberapa handuk yang ada di kamar itu.Elang mengikat tangan dan kaki Julia ke tepi tempat tidur.
"Aku yang akan memuaskanmu malam ini"ucap Elang sambil tersenyum smirk.
Julia menggeliatkan tubuhnya agar membuat Elang semakin terangsang.
Tok tok tok
Ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Masuk" teriak Elang.
"Sayang mengapa kamu suruh orang lain masuk,dia aka melihat tubuh polosku" kata Julia.
"Bukan hanya melihat sayang tapi mereka juga akan merasakan tubuhmu" jawab Elang.
__ADS_1
"Nikmatilah sesuka kalian,jika sudah puas buang dia ke tong sampah" kata Elang kepada empat laki-laki bertubuh kekar yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Tentu saja tuan,mubazirkan jika tubuh indah ini disia-siakan" jawab Seseorang dari mereka.
"Jangan,aku mohon jangan lakukan itu.Elang kau sudah menjebakku" Julia berteriak.
"Aku hanya mengikuti permainanmu saja Julia" ucap Elang sambil melangkah keluar kamar.
Sedangkan Julia sudah seperti piala bergilir yang di perebutkan empat orang anak buah Elang.
"Edo mana?" tanya Elang setelah sampai di mobilnya.
"Rendi sudah membawanya pulang Tuan" jawab Harun.
"Sejak kapan kamu berada disini Harun?"tanya Elang.
"Sebelum Tuan datang,saya sudah berada disini.Tuan Edo yang menyuruh saya menunggu disini" jawab Harun.
"Ya sudah kalo begitu,ini sudah larut.Ayo kita pulang" kata Elang.
Harun menghidupkan mesin mobil dan mulai mengemudikannya,jalanan masih terlihat ramai walaupun sudah tengah malam.Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah.
"Sayang,kamu belum tidur? Ini sudah jam satu malam" tanya Elang pada Rere.
"Perasaanku tidak enak sayang,aku mengkhawatirkanmu" jawab Rere sambil mendekat ke arah Elang.
"Jangan mendekatiku sayang,tubuhku kotor.Aku mandi dulu ya untuk membersihkan tubuhku dari bau sampah" tutur Elang yang langsung berlari menuju kamarnya.
"Sampah? Bau?" tanya Rere bingung.
"Harun,apa yang terjadi?" Rere bertanya pada Harun yang sedang lewat di Rere.
Harun menghentikan langkahnya dan bercerita pada Rere.
"Hahaha...Elang menyebut perempuan itu sampah" kata Rere sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Terima kasih Harun,aku masuk kamar dulu.Aku mau menggoda Elang" tutur Rere sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Aneh...suami digodain perempuan lain malah tertawa" gumam Harun sambil menggelengkan kepalanya.
Rere masuk ke dalam kamarnya,dia melihat Elang masih memakai handuk dan sedang berada di depan lemari untuk mengambil baju ganti.
"Tunggu sebentar,aku harus memeriksa tubuhmu" kata Rere.
Rere mengendus dan mengecek tubuh Elang,Rere mengitari tubuh Elang.
"Ada apa sayang,apa aku masih bau?" tanya Elang.
"Aku hanya memastikan,apakah sampah itu meninggalkan bekas di tubuhmu" jawab Rere enteng.
Cup...Rere mencium leher Elang"Apakah sampah itu tadi nempel disini"
Cup...Rere mencium bibir Elang" Apakah sampah itu juga tadi menyentuh bibir ini"
Tanya Rere sambil menaik turunkan bibirnya.
"Kamu menggodaku sayang,hemmm.Sampah itu tidak akan mendapat apapun dariku.Untuk apa aku menyentuh sampah jika ada berlian di rumah yang selalu setia menungguku" ucap Elang sambil menggendong Rere dan merebahkannya di kasur lalu Elang tidur disampingnya.
"Apa kamu sudah makan malam sayang?" tanya Elang sambil mengelus perut Rere.
"Sudah sayang,kamu tenang saja.Sari mengerjakan tugasnya dengan baik" jawab Rere.
"Tidurlah,sudah larut malam" ucap Elang.
__ADS_1
Rere mulai memejamkan matanya,Elang membelai rambut Rere sampai Rere tertidur.Baru kemudian dia tidur sambil memeluk tubuh istrinya.