
Elang,David dan Om Irfan berjalan menyusuri gang sempit yang menuju ke rumah Andre.Karena posisi rumah saling berdempetan dan pemukiman yang padat,cukup sulit menemukan rumah Andre.
"Permisi,numpang tanya.Kalo rumah Bu Tasya dimana ya?" tanya David pada salah satu warga di gang itu.
"Bu Tasya yang lagi sakit ya?" orang itu balik bertanya.
"Iya betul" jawab David.
"Bapak lurus aja,pertigaan belok kanan.Rumah paling ujung" kata orang itu.
"Terima kasih" ucap David.
David,Elang dan Om Irfan pun melanjutkan perjalanannya menuju arah yang ditunjukkan oleh orang tadi.
"Permisi" kata David sambil mengetuk pintu rumah Andre.
Tidak ada jawaban.
Tok tok tok
"Permisi" kata David sekali lagi.
"Om cari siapa?" tanya anak kecil kira-kira seumuran dengan Revan dari arah belakang.
Elang,David dan Om Irfan pun menoleh.
"Aku seperti tidak asing dengan wajah anak ini,tapi mirip siapa ya" kata David.
"Huss...di tanyain bukannya jawab malah ngomongin yang lain" tegur Om Irfan.
"Kami mau bertemu sama Bu Tasya,apa orangnya ada?" tanya Om Irfan.
"Ibu ada di dalam,apa salah satu diantara kalian ada ayahnya Revan?" tanya Andre.
"Kamu temannya Revan sekolah ya?" Elang balik bertanya.
"Iya Om,mari masuk Om" kata Andre sambil membuka pintu.
Elang,David dan Om Irfan masuk ke dalam rumah yang cukup sempit.
"Tunggu sebentar ya Om" kata Andre lalu masuk ke sebuah kamar.Tidak lama kemudian Andre keluar lagi lalu menyuruh ketiga tamunya masuk.
"Arumi" seru David dan Elang bersamaan saat mereka melihat seorang perempuan yang tergeletak lemah di kasur berukuran kecil dan usang.
"Elang...David" kata Arumi sambil berusaha untuk duduk.
"Berbaring saja nak" kata Om Irfan.
"Kenapa namamu menjadi tasya?" tanya Elang.
"Kamu lupa Lang,namaku Tasya...Arumi Natasya" jawab Arumi lirih.
"Dan Andre?" tanya David.
"Dia anakku" jawab Arumi.
"Mana suamimu dan kenapa kamu bisa tinggal di tempat seperti ini?" tanya Elang.
"Suamiku kabur bersama Alya Lang,mereka berdua ternyata memiliki hubungan di belakangku" jawab Arumi.
"Bagaimana kabar Silvi Lang,sudah lama aku tidak bertemu dengannya?" tanya Arumi.
"Silvi sudah meninggal beberapa waktu yang lalu" jawab Elang.
"Maaf Lang,aku tidak tau itu" kata Arumi.
"Sebenarnya kamu sakit apa Arumi?" tanya Om Irfan.
"Arumi juga tidak tau Om,awalnya Arumi terpeleset di depan rumah setelah itu tiba-tiba tubuh Arumi lemas dan sulit untuk bangkit" jawab Arumi.
"Boleh Om periksa,kebetulan Om seorang Dokter" kata Om Irfan.
"Boleh Om,silahkan" kata Arumi.
__ADS_1
Om Irfan mengeluarkan alat yang tadi di bawanya lalu mulai memeriksa Arumi.Setelah selesai Om Irfan memasukkan kembali alat kerjanya ke dalam tas.
"Sakit apa kira-kira Om?" tanya Elang.
"Diagnosa awal sepertinya Arumi terkena struk,tapi untuk memastikan lebih lanjut kita harus membawanya kerumah sakit"jawab Om Irfan.
"Tapi Arumi tidak punya uang Om" kata Arumi.
"Itu bisa di atur,asal kamu setuju dan mau dibawa ke rumah sakit,kami semua yang akan menanggung biayanya" kata Elang.
"Terima kasih Lang,dari dulu kamu selalu menolongku" kata Arumi.
"Aku akan menelpon beberapa orangku untuk datang kemari dan kita akan membawa Arumi ke rumah sakit malam ini juga" kata Elang.
Om Irfan dan David mengangguk.
Elang keluar dari kamar itu lalu menelpon anak buahnya lalu mengirimkan alamat rumah Arumi.
"Arumi aku seperti tidak asing dengan wajah Andre,tapi siapa ya?" kata David sambil mengusap dagunya.
Plak!!!
Elang memukul kepala David.
"Dari tadi yang ku dengar hanya kata itu saja,gak ada yang lain apa" kata Elang.
"Menurut kalian dia mirip siapa?" tanya Arumi.
"Kalo Om perhatikan Andre sangat mirip dengan Wildan" celetuk Om Irfan.
"Wildan?" kata Elang dan David bersamaan lalu menatap wajah Andre dengan serius.
"Benet banget,wajah Wildan" kata David sedikit heboh.
Plakk
Sekali lagi Elang memukul kepala David.
"Lang apa salahku padamu,kenapa selalu kepalaku yang kamu pukul.Nanti otaknya geser bagaimana?" tanya David.
"Kalian masih tetap konyol sama seperti dulu" kata Arumi sambil tersenyum.
"Andre sudah mau maghrib,apa kamu tidak pergi mengaji?" tanya Arumi pada anaknya.
"Andre pergi ngaji dulu ya Bu,mari Om" kata Andre lalu keluar dari ruangan itu.
Arumi melihat kearah pintu,setelah merasa aman Arumi pun mulai bercerita.
"Aku berpisah dengan suamiku sudah cukup lama,tapi aku tidak memiliki anak dengannya" kata Arumi.
"Lalu Andre?" tanya David.
Elang sudah mengangkat tangannya hendak memukul David tapi diurungkannya saat mendengar jawaban dari Arumi.
"Andre anak Wildan" jawab Arumi.
"Kok bisa?" tanya ketiga lelaki yang ada di hadapan Arumi.
"Tunggu dulu,kalo Andre anak Wildan kenapa Wildan tega menelantarkan kalian disini dan asal kamu tau Arumi Wildan mengadakan penggalangan dana untuk membantumu" tutur Elang.
"Wildan tidak tau kalo Andre anaknya Lang.Kejadian itu terjadi saat acara reuni sekolah kita yang diadakan di Bali dulu.Saat itu kamu tidak ikut karena kamu sedang berbulan madu dengan Silvi" jawab Arumi.
"Bagaimana ceritanya?" tanya David.
Flashback on
Hari itu semua alumni SMA Mentari sedang berkumpul di depan halaman sekolah.Mereka akan mengadakan reuni sekaligus temu kangen guru dan murid yang lain.Pulau Bali menjadi tujuan mereka untuk Reuni kali ini.Biar semakin seru sekolah menyewa bus untuk mereka pergi ke Bali.Setelah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan merekapun sampai di vila tempat yang berada di tepi pantai.Kebetulan mereka sampai ke vila malam hari.
"Kita pestaaaa" teriak para peserta alumni.
Alunan musik dan tarian memeriahkan malam ini,banyak jenis minuman dan makanan yang terhidang.Malam semakin larut,acara sudah selesai dan semua peserta pada bubar dan masuk ke kamar masing-masing.
Arumi berjalan ketepi pantai lalu duduk di sebuah pondok kecil yang ada di situ.
__ADS_1
"Kamu tidak masuk ke kamarmu Arumi?" tanya Wildan lalu duduk di samping Arumi.
"Aku belum ngantuk Wil" jawab Arumi.
"Aku turut prihatin atas perpisahanmu dengan Leon" kata Wildan.
Arumi mengangguk.
Udara malam semakin dingin,Arumi melipat tangannya karena kedinginan.Wildan memberanikan diri untuk memeluknya dan Arumi yang menganggap Wildan sebagai sahabat itupun tidak menolaknya.
"Langit malam ini indah bukan" kata Wildan sambil menunjuk bintang yang bertaburan menghiasi langit.
"Iya,sangat indah" kata Arumi.
"Tapi kamu lebih indah dimataku" bisik Wildan.
Arumi menoleh kearah Wildan dan Wildan pun menatap wajah Arumi,tatapan mereka pun bertemu.Wildan mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Arumi,Arumi hanya terdiam seperti terhipnotis.Karena tidak ada penolakan Wildan meneruskan ciumannya,lama kelamaan ciuman berubah menjadi *******.Wildan melepaskan ciumannya saat melihat Arumi kehabisan nafas.
"Wil apa yang kamu lakukan?" tanya Arumi.
"Entahlah aku juga tidak tau Arumi,tapi keinginan itu sangat kuat dan kamu juga sangat menikmatinya" jawab Wildan.
Blush
Wajah Arumi merona,walau dalam remang cahaya Wildan masih bisa melihatnya.
"Arumi" bisik Wildan yang langsung menciumi leher Arumi.kedua tangannya memeluk tubuh Arumi.
"Wildan" desah Arumi.
Tubuh Wildan semakin memanas,dia mulai melepaskan kancing baju Arumi satu persatu.
"Wil...dan" racau Arumi.
Wildan semakin memperdalam aksinya,malam yang panas dan terlarang itupun terjadi.
"Maafkan aku Arumi" ucap Wildan.
Arumi kembali memakai bajunya dan Wildan memeluk tubuhnya.Entah kenapa kejadian tadi seperti candu untuk Wildan dan ingin rasanya dia mengulanginya lagi.Wildan menggendong tubuh Arumi lalu membawanya ke kamar pribadi Wildan.
"Wildan ini salah" kata Arumi saat dia sudah berbaring di kasur.
"Sekali lagi Arumi,setelah itu aku berjanji untuk tidak melakukannya lagi" ucap Wildan.
"Tapi Wil..." kata-kata Arumi terputus karena Wildan langsung ******* bibirnya.******* kali ini cukup lama.
"Wildan" desah Arumi.
Dia berusaha menolak tapi tubuhnya menginginkan lebih.
"Apa Arumi sayang" kata Wildan yang terus melakukan aksinya.
"Aku milikmu" ucap Arumi.
"Iya sayang" kata Wildan.
"Wildan....ah" kata Arumi lagi.
"Apa sayang?" tanya Wildan.
"Puaskan aku" jawab Arumi.
Sudah kepalang tanggung,menolak pun tidak mungkin.Dia begitu menikmati permainan Wildan dan malam itu menjadi malam yang panas untuk mereka berdua.
Flasback off
Arumi mengakhiri ceritanya.
"Entah setan mana yang merasuki aku,sehingga aku mau melakukannya dengan Wildan dan selama seminggu acara reuni disana aku tidur satu kamar dengannya dan setiap hari setiap malam kami melakukannya,aku sangat menikmatinya.Wildan melakukannya dengan lembut,seolah ada cinta dihatinya untukku dan setelah reuni itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi" tutur Arumi.
"Wildan harus tau soal Andre dan dia harus bertanggung jawab Arumi" kata Elang.
"Aku dengar kabar burung kalo dia jadi pemain wanita sekarang Lang,aku tidak berniat sedikitpun memberitahu Wildan kalo Andre adalah anaknya" kata Arumi.
__ADS_1
Anak buah Elang sudah datang,satu di antara mereka masuk lalu membawa tubuh kurus Arumi menuju mobil,setelah itu mereka pergi membawa Arumi ke rumah sakit.Rendi bertugas menunggu Andre pulang dari ngaji baru setelah itu mereka nanti akan menyusul yang lainnya ke rumah sakit.