
Wildan memasuki rumahnya,tubuhnya terasa lelah sekali.Wildan membuka sepatunya lalu meletakkan ke rak khusus sepatu.Setelah itu dia berjalan ke kamarnya,dua hari tidak bertemu istrinya serasa gak bertemu selama dua tahun.
Ceklek
Wildan membuka pintu kamarnya,lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar,tapi Arumi tidak ada disana.
"Arumi" kata Wildan.
Kamar kosong...tidak ada tanda-tanda Arumi berada di dalam kamar.Wildan mengecek ke kamar mandi,Arumi tidak ada di sana.
"Kemana perginya Arumi tengah malam begini?" gumam Wildan.
Blep
Ada yang menutup kedua mata Wildan.Wildan hafal betul wangi tubuh orang yang menutup matanya.
"Sayang" kata Wildan.
"Yah ketahuan deh" kata Arumi sambil memasang wajah cemberutnya.
"Aroma tubuhmu tidak bisa membohongiku" kata Wildan yang langsung memeluk tubuh Arumi.
"Kamu sudah makan Wili?" tanya Arumi.
"Sudah dua hari aku berpuasa" jawab Wildan.
Arumi mengerutkan keningnya.
"Kenapa berpuasa,apa tidak ada makanan disana Wil?" tanya Arumi yang belum mengerti maksud Wildan.
"Banyak,tapi aku tidak selera" jawab Wildan dengan lesu lalu duduk di tepi kasur.
"Mau aku bikinkan sesuatu?" tanya Arumi.Wajahnya terlihat sangat cemas sekali.
Wildan tersenyum smirk lalu menarik Arumi masuk ke dalam pelukkannya.Hingga keduanya jatuh ke kasur dan posisi Arumi berada di atas tubuh Wildan.
"Sudah dua hari aku berpuasa dan sekarang aku akan berbuka" kata Wildan langsung mencium bibir Arumi dengan rakus.
Arumi membulatkan kedua matanya dan mulai mengerti arti puasa yang dikatakan Wildan tadi.Arumi pun menyajikan menu favorit Wildan dengan senang hati.
"Ah...kenapa kamu begitu menggoda sayang" kata Wildan saat mereka telah selesai bertempur.
"Benarkah? apa aku lebih menggoda di bandingkan dengan gadis-gadismu di luar sana?" goda Arumi.
"Tentu saja kamu lebih menggoda dan lebih menggiurkan" jawab Wildan.
Sudah lama Wildan tidak pernah jajan di luar,Arumi selalu menyiapkan kebutuhan Wildan di rumah dengan layanan yang memuaskan.Lagi pula Wildan juga sudah berniat untuk berubah.Walau terkadang para gadis-gadis itu masih sering meminta Wildan untuk menemuinya,Wildan akan datang tapi dia tidak datang sendiri dia datang bersama Arumi.
"Wili" kata Arumi.
"Hemmmm" Wildan mendehem saja.
"Apa kamu sudah mengantuk?" tanya Arumi.
"Apa kamu mau tambah porsi sayang?" kata Wildan sambil memiringkan tubuhnya.
"Em...anu...itu Wil...akuuu" kata Arumi dengan terbata-bata.
"Anu itu apa sih,ngomong yang jelas" kata Wildan.
"Wili" kata Arumi lagi.
"Ngomong atau aku terkam" kata Wildan sambil memainkan rambut Arumi.
"Tapi kamu jangan marah ya" pinta Arumi.
Wildan mendudukkan tubuhnya di samping Arumi.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Wildan lembut.
"Janji tidak akan marah" kata Rumi lagi.
Wildan memandang wajah Arumi yang terlihat sangat khawatir.
"Bicaralah,aku janji tidak akan marah" kata Wildan.
Arumi membuka laci yang ada disamping tempat tidurnya lalu mengambil sesuatu di dalamnya dan memberikannya pada Wildan.
"Ini,bukalah" kata Arumi sambil memberikan kotak berukuran kecil pada Wildan.
"Kado? tapi aku tidak sedang berulang tahun Arumi" kata Wildan.
Huft
Arumi menghela nafasnya lalu turun dari kasurnya.
"Bukalah Wil" kata Arumi lalu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Wildan membuka kotak itu dan melihat isi di dalamnya.
"Ini...apa ini artinya" gumam Wildan yang langsung turun dari kasurnya.
Tok tok tok
"Arumi buka pintunya...Arumi" Wildan menggedor pintu kamar mandi.
Arumi membuka pintu kamar mandi sambil menunduk,Arumi hanya memakai handuk saja untuk menutupi tubuhnya.
"Arumi ini beneran?" tanya Wildan sambil memegang kedua bahu Arumi.
Arumi mengangguk.
"Kamu serius?" tanya Wildan lagi.
Wildan langsung menggendong Arumi dan membawanya ke kasur.
"Terima kasih Arumi,terima kasih.Untuk yang kedua kalinya kamu mau mengandung anakku" ucap Wildan.
Wildan menciumi wajah Arumi,bukan karena ***** tapi karena terlalu bahagia setelah mengetahui kalo Arumi sedang hamil.Wildan masih memegang tespek bergaris dua itu di tangannya,tespek yang ada di dalam kotak kecil tadi.
"Apa kamu mual,pusing,ingin makan sesuatu?" tanya Wildan dengan antusias.
"Ini masih subuh Wildan,aku mau tidur saja.Aku tidak mual,aku tidak pusing dan aku juga lagi tidak ingin makan sesuatu.Yang aku inginkan hanya tidur" jawab Arumi.
"Tidurlah,aku akan menemanimu" kata Wildan yang langsung berbaring di samping Arumi.
"Tapi aku belum pake baju Wil" kata Arumi.
Puk
Wildan menepuk keningnya.
"Maaf Arumi aku lupa,tunggu di sini biar aku yang akan mengambilkan baju untukmu" kata Wildan yang langsung turun dari kasurnya.
Arumi terharu melihat reaksi Wildan yang begitu sangat bahagia.Arumi ingat betul bagaimana dulu dia begitu menderita saat dia sedang hamil Andre,jangankan mendapat perhatian untuk membeli susu hamil dan makan saja dia susah.
"Sayang kamu menangis?" tanya Wildan saat melihat bulir bening jatuh ke pipi Arumi.
"Aku ingat saat aku hamil Andre dulu,aku sendiri tidak punya teman tidak ada saudara.Aku berjuang hidup demi Andre Wil,sudah cukup aku membawanya dalam penderitaan" jawab Arumi.
"Maafkan aku Arumi,maafkan aku.Aku berjanji akan membuatmu dan anak-anak kita bahagia tanpa kekurangan suatu apapun" Wildan menyesali perbuatannya dulu.
"Aku percaya padamu Wil" ucap Arumi.
Wildan mengirim foto tespek pada Mamanya.
__ADS_1
Wildan naik ke kasurnya lalu tertidur sambil memeluk Arumi.
***
Keluarga Alberto sedang berkumpul,malam ini keluarga Alberto mengadakan acara kecil-kecilan.Bukan sedang merayakan sesuatu tapi hanya ingin berkumpul saja dengan anak-anak dan cucunya.
Semua sudah hadir disana,termasuk Edo,Haris,David,Wildan beserta istri-istri dan anak mereka.
Terlihat rona bahagia pada wajah-wajah mereka.
"Duh Bunda yang baru lepas masa nifas makin cantik aja" kata Rere pada Sari.
"Kamu Re ada-ada saja" kata Sari.
"Mana Abian Mbak?" tanya Rima.
"Tidur di kamar,mungkin dia lelah" jawab Sari.
"Iya kali bocah cilik lelah Mbak" Rianti yang sedang memanggang daging ikut nimbrung.
Para ibu-ibu bertugas memasak dan para bapak-bapak bertugas menjaga anak-anak.
"Mom...adik bayi Mbak Sari nangis" kata Revan.
"Abian nangis tu Mbak" kata Rere.
"Ada Mas David kok Re,sebentar lagi pasti kesini" kata Mbak Sari.
Benar saja kata Mbak Sari tadi,David datang sambil menggendong Abian.
"Bun Abian haus nih" kata David.
"Bawa masuk Sari,udara disini dingin.Nanti Abian masuk angin" kata Mama.
"Iya Ma" jawab Sari.
Sari membawa Abian masuk.
"Arumi udah dung belum?" tanya Mama pada Arumi.
"Udah Ma" jawab Arumi sambil membalikkan daging yang di panggangnya.
"Seriusan Mbak,kok Mbak gak mual-mual atau apa gitu" kata Rianti.
"Gak Rianti,hamil kali ini beda dari hamil yang pertama dulu.Hamil yang ini Mbak biasa aja gak mual ataupun muntah" jawab Arumi.
"Kayak Rere waktu hamil si kembar ya,wuih ***** makannya gila bener" Elang menimpali.
"Kembar mana Dad?" tanya Rere.
"Udah tidur,mbak Siska yang jagain" jawab Elang.
"Mbak Romlah mana?" tanya Rere.
"Romlah,Diah dan Nia sedang shalat.Baru sempet soalnya tadi bantuin Revan ngerjain tugas sekolah" jawab Elang.
Daging panggang sudah matang.
Karena hari semakin malam dan juga ada anak kecil akhirnya mereka memutuskan untuk makan di dalam rumah.
Sebelum makan di mulai Papa memimpin doa terlebih dahulu,tidak lupa Papa juga memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas semua karunia dan kebahagiaan dalam keluarganya.Papa juga mendoakan kebahagiaan untuk keluarga kecil anak-anaknya.
"Ayo makan" kata Papa setelah selesai membaca doa.
Mereka pun menyantap makanan di hadapannya.Suasana riuh terdengar disana,canda dan tawa tidak hentinya menghiasi wajah mereka.Semua bergabung di dalam ruangan itu,tidak ada beda antara anak kandung ataupun anak angkat.Tidak ada beda antara majikan ataupun pembantu,semua sama malam ini.
Selesai makan Papa kembali mengucapkan syukur karena kebahagiaan malam ini semakin lengkap saat mereka mengetahui kalo Arumi sedang hamil.Papa berdoa untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan bayinya.Semua yang berada di situ pun mengucapkan selamat pada Wildan dan Arumi.
__ADS_1
~TAMAT~