Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 89


__ADS_3

Di sebuah rumah kontrakan kecil,Silvy sedang tertawa bersama seorang lelaki yang selama ini menjadi suruhannya.Dia merasa puas setelah mendapat laporan dari orang suruhannya itu pagi ini.


"Bagus,akhirnya Elang dan gadis kampungan itu berpisah juga dan sebentar lagi aku pastikan Elang akan kembali kedalam pelukanku" kata Silvy.


"Anda benar Nona,saya melihat sendiri kalo istri Tuan Elang di bawa pergi oleh ibunya" tutur


"Ternyata cukup mudah menggoyah hati perempuan kecil itu,hahaha..." kata Silvy sambil tertawa.


"Untuk selanjutnya kita harus bagaimana Nona?" tanya orang itu.


"kita lihat saja dulu perkembangan ke depannya,baru setelah itu kita atur siasat lagi" jawab Silvy.


"Baik Nona,kalau begitu saya pergi dulu" pamit orang suruhan Silvy.


"Pergilah dan jangan pernah menemuiku jika aku tidak memintamu" ucap Silvy.


"Eh tunggu dulu,sudah dua hari Mamaku tidak pulang,apa kamu tau dia pergi kemana?"tanya Silvy.


"Kemaren Nyonya mengirim pesan singkat padaku,katanya dia sedang liburan keluar kota" jawab orang itu.


"Ya sudah kalo begitu,sekarang kamu boleh pergi" kata Silvy.


Laki-laki itu keluar dari rumah kontrakan Silvy dan pergi entah kemana.


Kriing...


Ponsel Silvy berdering,Silvy mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan betapa terkejutnya dia setelah melihat siapa yang menelponnya.


"Mama Sofia,untuk apa dia menghubungiku" ucap Silvy.Lalu dia menjawab panggilan di ponselnya.


πŸ“ž"Hallo Ma" kata Silvy.


πŸ“ž"Bagaimana kabarmu nak,sudah lama kita tidak bertemu?" tanya Mama dari sebrang telpon.


πŸ“ž"Silvy baik Ma,Mama sendiri bagaimana kabarnya?"tanya Silvy.


πŸ“ž" Mama sehat nak,oya nak apa kamu ada waktu nanti sore? Mama ingin bertemu denganmu" ucap Mama.


πŸ“ž"Tentu saja bisa Ma,Mama tentukan saja tempat dan waktunya" jawab Silvy.


πŸ“ž"Oke kalau begitu,nanti Mama kirim alamatnya melalui pesan singkat" ucap Mama sambil memutuskan panggilannya.


Drrtt


Tidak lama kemudian masuk pesan singkat di ponsel Silvy dan dia langsung membacanya.


πŸ“₯Mama Sofia


"Taman bermain di jln.xx jam lima sore ini,Mama tunggu"


πŸ“€Silvy


"Baik Ma"


Silvy tersenyum bahagia.


"Akhirnya rencanaku berjalan dengan mulus"Gumam Silvy.


Dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya lalu dia merebahkan tubuhnya di kasur kecil yang hanya cukup untuk dia sendiri.Perlahan dia memejamkan matanya yang masih mengantuk,akibat semalam begadang.


***


Elang sedang dalam perjalanan menuju ke green cafe,tempat yang telah di janjikan Bunda untuk bertemu dengannya.Jarak cafe tidak terlalu jauh dari rumah Elang,hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk sampai ke cafe itu.


"Kita sudah sampai Tuan" kata Ujang saat mereka sudah sampai di depan cafe.


"Tunggu sebentar ya Jang,aku masuk ke falam dulu" kata Elang.


Elang turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam cafe.Dia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut cafe untuk mencari Bunda tapi dia tidak melihat ada Bunda di sana.


Drttt


Ponsel milik Elang bergetar,satu pesan singkat masuk ke ponselnya.Elang langsung membaca pesan itu.


πŸ“₯Bunda Sintya


"Masuklah ke pintu no.2,Bunda ada di dalam"


Elang melangkah ke arah pintu sesuai petunjuk dari Bunda dan dia langsung membuka pintu itu,Bunda Sintya sudah berada disana dan didepannya sudah ada hidangan yang tersusun rapi.


"Bunda"sapa Elang.


"Duduklah Lang" perintah Bunda sambil menatapnya tajam.


Elang duduk di kursi yang berhadapan dengan Bunda,Elang tidak berani menatap wajah Mertuanya itu.


"Maafkan Elang Bunda" ucap Elang lirih.


"Benarkah ini Elang menantuku,sungguh miris sekali,LEMAH!!!" cibir Bunda Sintya sambil menekankan kata lemah pada Elang.


Elang mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap mata ibu mertuanya itu.


"Dengar Elang Bunda mememuimu disini karena ada hal penting yang harus Bunda katakan padamu" tutur Bunda.


"Katakan saja Bunda,Elang akan mendengarnya" kata Elang.


"Bunda harap kamu tidak pernah menemui Rere dan Baby twins lagi" ucap Bunda dengan tegas.


"Tapi Bunda..."Kata Elang.

__ADS_1


"Ini demi kebaikan putriku dan kedua cucuku Lang" ucap Bunda.


"Bunda...Rere sudah salah paham,Elang sama sekali tidak selingkuh" Elang mencoba memberi penjelasan.


"Bunda tau itu nak,bahkan Bunda tau semuanya" kata Bunda.


"Kalo Bunda tau kenapa Bunda membawa istri dan anakku pergi dan kenapa Bunda juga melarang Elang menemui Rere dan Baby twins?" tanya Elang bingung.


Bunda menarik nafasnya lalu mengeluarkannya lagi.Lalu Bunda menjelaskan alasannya pada Elang.Elang sangat serius mendengar penjelasan Bunda istrinya itu.


"Tapi Elang tidak bisa jauh dari Rere Bunda,Elang tidak bisa berpisah dengan Rere atau juga Baby twins"ucap Elang.


"Kamu pasti bisa Lang dan jalankan semua ini dengan baik...Bunda pergi dulu.Bunda takut ada yang melihat kita bertemu disini" kata Bunda lalu keluar dari ruangan itu.


Elang termenung didalam ruangan itu,tidak lama dia juga keluar dari ruangan itu dan langsung menuju kasir.


"Berapa total seluruhnya mbak?" tanya Elang.


"Untuk tagihan meja nomer berapa Tuan?" tanya kasir cafe.


"Ruangan vip nomer dua" jawab Elang.


"Sudah di bayar oleh Nyonya yang bersama anda tadi Tuan" jawab Kasir.


"Kalo begitu terima kasih Mbak" ucap Elang.


Elang keluar dari cafe dan langsung masuk kedalam mobilnya.


"Kita kemana Tuan?" tanya Ujang.


"Antarkan aku ke kantor saja Jang" jawab Elang.


Elang memijit keningnya,dia merasa pusing dengan masalah yang sedang dihadapinya.Ujang mulai mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran cafe.Ujang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di kantor.


"Kamu pulang saja Jang,tidak usah menungguku" perintah Elang lalu turun dari mobilnya.


"Baik Tuan" ucap Ujang.


Ujang kembali mengemudikan mobilnya meninggalkan gedung kantor sedangkan Elang masuk ke dalam kantor.


"Selamat siang tuan" sapa karyawan.


Elang terus berjalan tanpa menghiraukan sapaan karyawannya.Dia masuk kedalam lift khusus yang langsung menuju ke lantai tempat ruang kerjanya berada.


"Tumben Tuan Elang tidak menjawab sapaan kita" kata karyawan itu pada teman di sampingnya.


"Mungkin dia lagi ada masalah,sudahlah biarkan saja dia lebih baik kita kembali bekerja saja" ajak karyawan yang lain.


Elang masuk ke dalam ruangan kerjanya dan langsung menuju ke kamar pribadinya lalu dia merebahkan tubuhnya di kasur.


Ceklek


Edo membuka pintu ruang kerja Elang lalu masuk ke dalam.


Lalu Edo mendekati pintu kamar pribadi Elang dan mengetuknya.


Tok tok tok


"Lang apa kamu di dalam?" teriak Edo.


"Masuklah" perintah Elang.


Ceklek Edo membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya.


"Baru juga jam sebelas udah mau tidur aja bro" kata Edo.


"Ada apa kau mencariku?" tanya Elang.


"Pertama aku minta maaf karena belum sempat kerumahmu untuk melihat kedua keponakanku dan yang kedua aku mau menyerahkan berkas-berkas hasil kerja kita kemaren" tutur Edo.


"Rere dan Baby twins sudah pergi meninggalkanku Do,kamu tidak perlu ke rumah untuk melihatnya" tutur Elang.


"Maksudmu apa Lang?" tanya Edo tak mengerti.


Elang menceritakan semua masalahnya dari awal hingga akhir dan juga menceritakan rencana Papa dan Bunda Sintya.


"Kalo begitu cepat kamu jalankan rencananya,biar Rere dan Baby twins kembali lagi kepadamu" kata Edo.


"Sangat berat untukku melakukannya Do" ucap Elang.


"Aku tau itu tapi semakin lama kamu menundanya semakin lama juga Rere kembali padamu" tutur Edo.


"Lihat saja nanti Do,pergilah aku pengen istirahat" kata Elang.


Edo menggelengkan kepalanya lalu keluar dari kamar pribadi Elang.Edo meletakkan berkas yang tadi di bawanya di meja lalu keluar dari ruang kerja Elang.


"Net nanti belikan Bosmu makan siang,kasian dia lagi patah hati" kata Edo pada Neti.


"Yaelah Do cuma patah hati doang mah gampang,tinggal beli aja lem trus kamu sambung tuh hati bosmu" tutur Neti.


"Eeeaaa...bisa aja lu saodah,udah ah aku pergi dulu.Jangan lupa makan siang untuk tu beruang" kata Edo mengingatkan.


Neti hanya mencibirkan bibirnya saja menanggapi perkataan Edo.


Jam sudah menunjukan pukul dua belas siang,Neti menghentikan aktivitasnya lalu berjalan menuju kantin.Kantin sudah mulai ramai oleh karyawan yang hendak makan siang.Neti mendekati pemilik kantin dan memesankan makanan untuk Elang.


"Buk ayam geprek 1 porsi cabenya yang banyak trus minumnya jus jeruk,tolong antarkan ke ruang kerja tuan Elang" pinta Neti.


"Baik Mbak Neti,trus Mbak Neti sendiri mau makan apa?" tanya pemilik kantin.

__ADS_1


"Soto daging plus nasi aja buk trus minumnya es teh manis,Neti tunggu di meja sana ya bu" jawab Neti sambil menunjuk salah satu meja yang ada di kantin itu.


Pesanan untuk Elang sudah siap dan segera di antar oleh pelayan kantin.


"Ini makanannya Mbak Neti,silahkan di nikmati"


"Terima kasih" ucap Neti.


"Net punya Elang sudah kamu antar?"tanya Edo yang tiba-tiba duduk di depan.


"Sudah" jawab Neti singkat sambil menyantap makanannya.


"Kamu gak makan Do?" tanya Neti.


" Lihat cara kamu makan aja aku udah kenyang" seloroh Edo.


"Wah enak dong ya besok yang jadi istrimu,gak perlu keluar biaya untuk masak" celoteh Neti yang belum mengetahui kalo sebenarnya Edo sudah menikah.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Edo.


"Iya istrimu gak perlu masak,kalo kamu lapar tinggal datang saja menemuiku nanti aku akan makan di depanmu" jawab Neti.


"Sialan lu,gak gitu juga kali" balas Edo sambil beranjak dari duduknya dan keluar dari kantin.


Jam makan siang sudah habis,semua karyawan sudah kembali bekerja begitu juga dengan Neti setelah perutnya kenyang diapun kembali ke mejanya.Tapi sebelum kembali bekerja dia lebih dulu masuk keruangan Edo.


"Do nanti jam tiga kita ada meeting,Lu bangunin tu si bos" kata Neti.


"Dasar gak sopan,main masuk aja ke ruangan orang" oceh Edo.


"Bodo ah" kata Neti lalu keluar dari ruangan Edo.


"Gini ni kalo punya sekertaris temen sendiri gak cuma makan hati dan jantung,kepala Bos juga bisa di makannya" gumam Edo.


Waktu terus berjalan,tidak terasa hari sudah sore.Elang membuka matanya lalu menoleh ke jam yang ada di dinding,sudah jam empat sore.Elang turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk cuci muka,setelah itu di keluar menuju ruang kerjanya.


"Siapa yang mengantar makanan ini?" tanya Elang saat melihat ada makanan terhidang di meja.


Karena merasa lapar Elangpun langsung menyantap makanan itu,setelah kenyang Elang meletakkan piring kotor di samping pintu.


"Edo kenapa tidak membangunkanku,apa hari ini tidak ada jadwal meeting" gumam Elang.


Elang mengambil berkas-berkas yang menumpuk di mejanya lalu membukanya satu persatu.Kemudian Elang mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Neti.


πŸ“ž"Hallo Bos" jawab Neti di sebrang telpon.


πŸ“ž"kenapa kamu bicara sambil berbisik Neti?" tanya Elang.


πŸ“ž"Kami sedang meeting di luar Bos" jawab Neti yang langsung memutuskan panggilan Elang.


"Punya asisten dan sekertaris gak ada sopan-sopannya" gumam Elang sambil meletakkan ponselnya lalu mulai mengerjakan berkas yang ada di hadapannya.


***


Mama dan Revan sudah berada di taman bermain,Mereka sedang duduk di bangku taman sambil melihat aktivitas orang-orang di sekitarnya.


"Maaf Ma Silvy telat,jalanan macet" kata Silvy yang baru datang.


"Tidak apa-apa nak,Kami juga baru datang" sahut Mama dingin.


"Ini Revan Ma?" tanya Silvy.


"Hemmm...Mama hanya mendehem saja.


"Revan anak Mami sini nak,Mami rindu"ucap Silvy sambil memeluk Revan.


"Mami? siapa Mami? Tante bukan Maminya Revan" kata Revan sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Silvy.


"Ini Mami nak,Mami yang melahirkan kamu" kata Silvy sambil meneteskan airmatanya.


"Cih...pandai sekali dia bersandiwara,kalo tidak karena Papa aku tidak sudi menemui wanita iblis ini" gumam Mama dalam hati.


"Jangan memaksanya Silvy,dia butuh waktu untuk mengenalmu" kata Mama.


"Baiklah Ma,Silvy mengerti" jawab Silvy lalu dudukdi samping Mama Sofia.


"Hari semakin sore dan Mama tidak mau membuang-buang waktu....Silvy jawab pertanyaan Mama,apa kamu masih mencintai Elang?" tanya Mama.


"Tentu saja Silvy masih mencintainya Ma" jawab Silvy.


"Apa kamu mau jika Elang mengajakmu rujuk kembali?" tanya Mama lagi.


"Itu tidak mungkin Ma,Elang sudah menikah dan Silvy tidak mau merusak rumah tangganya" jawab Silvy.


"Mereka sudah berpisah" kata Mama singkat.


"Kenapa bisa Ma,Silvy turut prihatin" ucap Silvy.


"Kembalilah pada Elang demi kebahagiaan Revan" pinta Mama.


"Baiklah Ma kalau begitu,tapi bagaimana dengan Elang.Benarkah dia mau rujuk denganku seperti yang Mama bilang?" tanya Silvy.


"Mama kasih kamu waktu satu bulan untuk merebut hati Elang kembali dan jufa hatinya Revan,sering-seringlah menemuinya" saran Mama.


"Mama dan Revan pulang dulu,hari sudah mulai malam.Kamu pikirkan bagaimana cara untuk merebut hati Elang lagi" ucap Mama lalu mengajak Revan pergi dari sana.


Silvy masih duduk di bangku taman sambil tersenyum puas.


"Tidak kusangka semudah itu aku bisa kembali masuk ke keluarga Alberto" ucap Silvy sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Tunggu aku Lang,aku akan membuatmu takluk padaku kembali" seringai Silvy lalu melangkah pergi dari taman.


Hari mulai gelap,lampu jalanan mulai dinyalakan.Kendaraan ramai berlalu lalang di jalan,Silvy menyetop taksi yang melintas lalu masuk kedalam taksi dan pergi dari sana.


__ADS_2