
Edo dan Rima telah sampai ke kota J,mereka langsung meluncur ke rumah Elang.Edo harus melaporkan hasil kerja sekaligus mau melihat Baby twins.
"Kak apa gak sebaiknya kita pulang ke rumah kita dulu,baru nanti malam kita berkunjung ke Rumah Rere dan Elang" saran Rima.
"Apa kamu lelah sayang,kalo begitu baiklah kita pulang ke rumah dulu" kata Edo.
"Pak Iwan kita putar arah" perintah Edo pada supir pribadinya.
"Baik Tuan" ucap Pak Iwan.
Pak Iwan memutar arah mobilnya dan mengambil jalur yang menuju rumah Edo.
Kriing...
Ponsel Edo berdering,Papa Ferdian yang menelponnya.
📞"Hallo Pa" Edo menjawab panggilan di ponselnya.
📞"Kamu sudah sampai mana Do?"tanya Papanya Edo.
📞"Masih dalam perjalanan menuju kerumah Pa,ada apa?"tanya Edo.
📞"Papa menunggumu di rumah,cepatlah Papa dan Mama sudah tidak sabar mau bertemu dengan sang menantu"tutur Papa dari seberang telpon.
Edo memutuskan panggilan secara sepihak.
"Pak Iwan tolong lebih cepat sedikit,drakula dan singa sudah menunggu di rumah" kata Edo.
Rima dan Pak Iwan bingung dengan perkataan Edo.
"Siapa drakula dan siapa singa?" tanya Rima pada Edo.
"Papa dan Mamaku" jawab Edo sambil tersenyum.
"Anak kurang ajar kamu Kak,orang tua sendiri kok di bilang drakula dan singa" kata Rima.
"Lihat saja nanti kamu akan tau kenapa aku memanggil mereka seperti itu" jawab Edo santai.
Mobil yang di tumpangi mereka sudah sampai di rumah Edo.Papa dan Mama Edo sudah berdiri di depan pintu menyambut mereka.Rima turun terlebih dulu dari mobil baru kemudian Edo.
"Hai...cantiknya menantuku...Pa lihatlah anak tengil itu ternyata pintar memilih istri" Mamanya Edo menyambut Rima.
"Mama dan Papa sudah lama menunggu?" tanya Edo.
"Dasar anak kurang ajar,menikah gak bilang-bilang" kata Papa Ferdian sambil meninju bahu Edo.
"Bukannya kalian sudah tau ya?" tanya Rima.
"Dia cuma bilang mau menikah denganmu Rima tapi tidak bilang kapan nikahnya,dasar anak gak tau di untung" jawab Mama sambil memukuli Edo.
"Aduh Ma sakit..awh...sayang to dong" pinta Edo sambil berusaha menghindari pukulan Mamanya.
Rima tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah Edo dan Mama mertuanya.
"Awh..."
Tiba-tiba Rima merintih sambil memegangi perutnya.Mama menghentikan aksinya dan mendekati Rima.
"Kamu kenapa Nak?" tanya Mama.
"Kamu sakit sayang,mana yang sakit?" tanya Edo panik.
"Tidak apa-apa kok Ma,Kak Edo...perutku hanya keram saja mungkin mau datang bulan" jawab Rima.
"Apa selalu begitu nak?" tanya Mama lagi.
Rima menganggukkan kepalanya.
"Syukurin tu Edo,libur panjang" ucap Papa sambil masuk ke dalam rumah.
Edo menggendong tubuh Rima menuju kamarnya dan merebahkan Rima di atas kasur.Mama mengikuti mereka sambil membawa koper milik Edo dan Rima.
"Dih udah kayak pembantu aja Mama bawain koper kita" seloroh Edo.
Plakkk!!!
Mama menampar Edo.
"Anak kurang ajar,seenaknya kalo ngomong" kata Mama.
"Aku dari tadi tidak melihat ada siapa-siapa di rumah ini,apa kamu tidak memakai jasa asisten di rumah ini Do?" tanya Mama.
Edo menggeleng.
"Kamu mau menjadikan menantuku ini sebagai pembantumu Do?" ranya Mama dengan nada tinggi.
"Enggak gitu Ma,Edo belum sempat cari asisten untuk rumah ini.Kemaren habis pindahan langsung pergi bulan madu" jawab Edo.
"Awas saja kalo kamu bohong,Mama sikat kamu" ucap Mama.
Melihat tingkah suami dan mertuanya Rima akhirnya tau kenapa Edo memanggilnya singa dan serigala.
__ADS_1
"Udah cepetan sana ambil air hangat untuk Rima minum juga air hangat dan handuk kecil untuk kompres perut Rima" perintah Mama.
"Iya singa" jawab Edo sambil keluar dari kamarnya.
"Kalo dia macam-macam padamu,lapor sama Mama biar Mama hajar dia" ucap Mama pada Rima.
"Betul tu Rima,kalo dia bersikap kurang ajar padamu bilang sama Papa biar Papa bejek-bejek tu dia" kata Papa yang baru masuk ke kamar itu.
Rima meneteskan air mata harunya,dia bersyukur memiliki mertua yang baik.Dia fikir mertuanya akan membenci dan menghinanya karena status janda yang pernah di sandangnya.
***
Sudah jam delapan malam,tapi Elang belum juga pulang dari kantor.Rere cemas karena tidak biasanya Elang pulang telat tanpa memberitahunya.Rere berdiri di depan pintu untuk menunggu Elang.
"Elang belum juga pulang Re?" tanya Mama yang hendak ke kamar Baby twins tapi melihat Rere di pintu.
"Belum Ma,tumben pulang telat gak kasih kabar ke Rere" jawab Rere.
"Mungkin dia lembur Re,kamu masuklah sepertinya sebentar lagi mau hujan" kata Mama.
Rere melihat langit malam ini,hitam kelam.Rere semakin gelisah,berulang kali dia mencoba menghubungi Elang tapi tidak bisa.Mau bertanya pada Edo gak mungkin,karena yang Rere tau Edo masih di luar kota.
"Ayo masuk Re" ajak Mama.
Dengan langkah gontai Rere menuruti ajakan Mama Sofia.
Mama mengajak Rere duduk di sofa sambil menunggu Elang pulang.
"Re Mama berencana mau buat acara syukuran untuk menyambut Baby twins dan yang diundang juga gak terlalu banyak kok cuma teman-teman arisan Mama dan relasi bisnis Elang juga Papa" kata Mama.
"Emmmm...tapi kata Elang untuk sementara ini tidak perlu Ma,melihat situasi yang belum aman.Lagipula Elang dan Rita kemaren sudah ke panti" jawab Rere.
"Benarkah? Kok Mama gak tau ya. Ya sudah kalo begitu,kita ambil jalan aman saja" tutur Mama.
Tidak berapa lama mobil yang biasa di pakai Elang pun memasuki pintu gerbang dan berhenti tepat di pintu masuk.Rere yang mendengar suara mobilpun langsung berjalan ke arah pintu.
"Hai...kenapa belum tidur?" tanya Elang saat keluar dari mobilnya.
"Aku menunggumu.Kenapa tidak kasih kabar kalo pulang telat aku kan jadi khawatir" ucap Rere sambil cemberut.
Elang tersenyum mendengar ocehan istrinya.Elang menggandeng tangan Rere masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa bersama Mama.
"Mama juga belum tidur?" tanya Elang.
"Mama menemani Rere yang sedang menunggumu,lain kali kasih kabar Lang kalo pulang telat.Kan kasihan Rere harus menunggumu" tutur Mama.
"Iya Ma..." jawab Elang.
"Maaf ya sayang,aku tadi keasyikan bekerja sampai lupa waktu,lagipula batrei ponselku habis aku lupa membawa chargernya" ucap Elang
"Aku sudah makan tadi,karena sebelum pulang aku tadi ada pertemuan dengan rekan kerja di cafe.Jadi aku sekalian makan malam disana" tutur Elang.
"Re sudah malam,sebaiknya kamu tidur" kata
Mama.
"Baik Ma,selamat malam Ma" ucap Rere.
Elang dan Rere masuk ke kamar Baby twins untuk melihat apakah Baby twins sudah tidur atau belum.
"Mereka belum tidur Sari?" tanya Elang yang melihat Baby twins masih terjaga.
"Belum Tuan,mungkin mereka masih ingin bermain" jawab Sari.
Elang mengambil Baby Kiandra lalu menggendongnya.
"Sayang kok belum tidur sih,tungguin Daddy ya" kata Elang.
"Mungkin mereka mengkhawatirkanmu juga sayang,karena biasanya menjelang maghrib kamu sudah ada di rumah dan bermain sama mereka" tutur Rere.
"Mulai besok aku akan cepat pulang,kalaupun telat aku akan menghubungimu" kata Elang.
Baby Queen tidur dalam dekapan Rere begitu juga dengan Kiandra,dia mulai memejamkan matanya.
"Sayang apa tadi Edo datang kemari?" tanya Elang.
"Emangnya Edo sama Rima sudah kembali ke kota ini?" Rere balik bertanya.
"Eh maemunah di tanya malah balik nanya" oceh Elang.
Hahaha...Rere tertawa keras mendengar ocehan suaminya,membuat Baby Queen yang berada dalam dekapannya kaget dan menangis.
Oek...oek...
"Maaf sayang,Mommy membuatmu menangis ya" kata Rere sambil mengusap punggung Baby Queen.
"Ketawa gak pake nada ya gitu jadinya,anak kecil aja ampe nangis histeris" kata Elang sambil meletakkan Baby Kiandra yang sudah tidur ke dalam box bayinya.
"Emang ketawa harus pake tangga nada juga,kayak lagu aja" ucap Rere.
Rere meletakkan Baby Queen di samping Baby Kiandra,kedua bayinya sudah tertidur dengan pulas.
__ADS_1
"Ayo kita istirahat,ini sudah malam"ajak Elang.
Rere mengikuti Elang menuju kamarnya,sesampainya di kamar Elang langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Rere mengambilkan celana pendek untuk Elang dan meletakkannya di atas kasur.
"Sayang besok pagi aku akan pergi keluar kota dan mungkin pulang telat" tutur Elang setelah selesai mandi dan memakai celananya.
"Apakah sama Edo?" tanya Rere.
"Aku pergi sama Harun saja" jawab Elang sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
Rere masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan cuci muka,gak sengaja Rere melihat baju yang tadi di pakai Elang,ada noda lipstik di bagian bahunya.
"Noda lipstik siapa ini,atau jangan-jangan Elang ada main di belakangku.Karena hampir dua bulan dia berpuasa" gumam Rere.
Hatinya terasa sakit melihat noda lipstik itu,tapi dia tidak mau bertanya biar Elang saja nanti yang berbicara sendiri.
"Lama amat di kamar mandinya"kata Elang.
"Aku bersemedi dulu" ucap Rere lirih.
Elang mengkerutkan keningnya melihat perubahan sikap Rere.
"Kamu kenapa sayang kok seperti hilang semangat gitu,kesambet di kamar mandi?" tanya Elang.
Rere naik ke kasurnya lalu tidur membelakangi Elang.Elang jadi bingung melihat sikap Rere.
"Ada apa sayang,jangan diam begitu" kata Elang sambil memeluk tubuh Rere dari belakang.
"Aku hanya lelah saja,tidurlah bukankah besok kamu harus pergi" kata Rere.
Elang melepas pelukannya lalu berjalan keluar kamar.Rere meneteskan air matanya dan menangis tanpa suara.
Tok...tok...tok
Elang mengetuk pintu kamar Mamanya.
"Ma buka dong ini Elang" kata Elang sambil terus mengetuk pintu.
Ceklek
Pintu terbuka,Bukan Mama yang membuka pintu tapi Papa.
"Ada apa Lang tengah malam begini,lihat tu udah jam sebelas ganggu orang tidur aja"Papa mengomel.
Elang langsung nyelonong masuk dan menghampiri mamanya yang duduk di kasur.
"Ma emang tadi di rumah Rere kerja apa,kok katanya dia kecapekan?" tanya Elang pada Mama.
"Setau Nama Rere gak ngapa-ngapain tuh,cuma memang sih sehari ini Baby Queen agak rewel semenjak kamu pergi ke kantor siang tadi dan Revan juga selalu mencari perhatian dari Rere" tutur Mama.
"Emangnya ada apa Lang,apa Rere tiba-tiba sakit?" tanya Papa.
"Bukan sakit Pa tapi tiba-tiba diam dan Elang dicuekin" jawab Elang.
"Mungkin ada hal lain Lang,coba besok Mama tanya sama Rere.Sudah malam kembalilah kekamarmu" kata Mama.
Elang keluar dari kamar Mama dan kembali ke kamarnya.Elang merebahkan tubuhnya di samping Rere yang sudah tertidur.
"Kamu kenapa sayang,kenapa tiba-tiba diam?" tanya Elang sambil membelai rambut Rere.
"Jangan membuatku khawatir" ucap Elang lagi.
"Bagaimana aku bisa tau apa masalahmu kalo kamu gak cerita"
Elang terus bergumam walau dia tau Rere tidak mungkin mendengarnya.
"Kamu selingkuh di belakangku Lang" kata Rere dalam hati,ternyata dia hanya berpura-pura tidur saja.
Elang mengecup belakang kepala Rere.
"Beritahu aku jika aku bersalah,aku gak sanggup kamu diamkan seperti ini sayang" gumam Elang lagi.
"Aku memang bukan suami yang peka dengan perasaan istrinya,aku memang terlalu bodoh" Elang merutuki dirinya.
Elang turun dari kasurnya lalu mengambil ponsel miliknya yang masih berada di dalam tas kerjanya.Elang menghubungi Harun.
Tut...tut...tut...
Panggilan terhubung.
📞"Hallo Tuan"jawab Harun dari seberang telpon.
📞"Maaf Harun besok pagi aku tidak bisa ikut denganmu ke kampungmu,aku ada masalah di rumah"kata Elang.
📞"Ada apa Tuan,apa orang-orang itu mau menyerang rumah lagi?" tanya Harun.
📞"Bukan itu Harun,Rere sedang tidak enak badan.Sekali lagi aku minta maaf mungkin lain kali aku ikut bersamamu" jawab Elang.
📞"Baiklah Tuan saya mengerti,semoga Nona cepet sembuh" ucap Harun.
Elang memutuskan panggilannya dan kembali berbaring di samping Rere.Elang gak bisa tidur,hatinya sangat gelisah.Dia terus bergerak ke kanan dan ke kiri tapi tidak menemukan posisi yang nyaman.Elang turun dari kasurnya lalu mengambil rokok yang ada di dalam laci.Elang membuka pintu balkon dan duduk di lantai sambil bersandar di dinding.
__ADS_1
"Apa salahku Tuhan" kata Elang frustasi dan Rere bisa mendengarnya.
Elang menghisap rokoknya yang sudah lama tidak disentuhnya sama sekali.Dia merokok hanya ketika sedang stres saja.