Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Eps 85


__ADS_3

Rere dan Elang sedang duduk di sofa yang ada dikamarnya,Rere menyandarkan kepalanya di bahu Elang.


"Apa kamu belum mengantuk sayang?" tanya Elang sambil membelai rambut Rere.


"Belum sayang" jawab Rere.


"Biasanya kalo perut kenyang kamu langsung tertidur" seloroh Elang.


"Itukan waktu aku hamil" sahut Rere.


Cup


Elang mengecup kening Rere.


"Terima kasih sayang telah memberiku dua malaikat kecil" ucap Elang.


"Kamu bahagia?" tanya Rere.


"Tentu saja aku sangat bahagia sayang,punya istri cantik,rajin shalat,rajin menabung dan tidak sombong" seloroh Elang.


"Apaan sih,aku serius" kata Rere dengan nada manja.


"Laki-laki mana yang tidak bahagia memiliki istri seperti kamu dan kebahagiaan itu bertambah sekarang.Tuhan sangat baik padaku,aku meminta satu kebahagiaan tapi Tuhan memberiku lebih" tutur Elang sambil membelai rambut Rere.


"Terima kasih sudah memilihku jadi pendamping hidupmu,walau niat di awal hanya ingin melindungimu tapi sekarang aku benar-benar mencintaimu" ucap Elang lagi.


"Apa ini belum berakhir?" tanya Rere.


"Sinta kabur dari penjara dan Silvy juga masih tetap berniat merebut Revan dari kita,bukan demi harta ayah kandung Revan tapi kali ini dia ingin kembali lagi padaku" jawab Elang.


"Kau masih mencintainya Elang Danuarta Alberto?"tanya Rere lagi.


"Bodoh jika aku mau menerimanya kembali,untuk apa butiran debu bagiku jika aku sudah memiliki sebongkah berlian" jawab Elang.


"So sweet...ih jadi gemes deh" kata Rere sambil mencubit pipi Elang.


"Jangan menggodaku sayang...sekarang cepatlah tidur sudah larut malam" kata Elang.


"Aku mau lihat duo utun dulu"Kata Rere.


"Kiandra dan Queenara sayang,Baby twins bukan Duo utun" protes Elang.


"Bodo ah" kata Rere sambil melangkah keluar dari kamarnya menuju kamar Baby Twins.


"Nona belum tidur?" tanya Sari yang sedang memberi Baby Kiandra susu dari dotnya.


"Mau lihat Baby twins dulu baru setelah itu tidur" jawab Rere.


Baby Queen tertidur di boxnya sedangkan Baby Kiandra lagi di pangku oleh Sari.Rere mencium kening kedua anaknya.


"Selamat malam sayang,selamat beristirahat" ucap Rere.


"Sayang ayo,kamu juga harus istirahat" kata Elang yang menyusul Rere kekamar anaknya.


Rere keluar dari kamar anaknya lalu menuju kamar miliknya.


"Istirahatlah,aku ke ruang kerja sebentar" kata Elang sambil membenahkan selimut Rere.


"Hemmmmm..."Rere cuma mendehem.


Cup


Elang mengecup kening Rere.


"Selamat malam sayang" kata Elang.


Rere mulai memejamkan matanya,Elang membelai rambut Rere sampai Istrinya itu benar-benar tertidur.Elang berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang kerja.Sesampai di ruang kerja Elang langsung membuka laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Hoaammmm


Elang menguap,matanya sangat mengantuk.


"Mataku sudah mengantuk tapi pekerjaanku masih menumpuk" gumam Elang.


Ceklek


Pintu ruang kerja terbuka dan Mama Sofia masuk ke ruangan itu.


"Kamu belum tidur Lang?" tanya Mama.


"Pekerjaanku banyak yang tertunda jadinya menumpuk Ma" jawab Elang.


Mama menghampiri Elang lalu membelai rambut anaknya itu.


"Mama kenapa belum tidur?" tanya Elang.


"Mama habis menengok kedua cucu Mama tadi di kamarnya dan melihat lampu di ruangan ini masih menyala,jadi Mama kesini deh" jawab Mama.


"Apa Baby twins rewel Ma?" tanya Elang.


"Mereka anak yang baik,mereka tidak rewel" jawab Mama.

__ADS_1


"Kamu sangat lelah tapi Mama tidak melihat ada beban sama sekali di raut wajahmu,apa sekarang kamu benar-benar bahagia nak?" tanya Mama.


Elang menghentikan kegiatannya lalu mendongakkan kepalanya menghadap wajah Mama sambil tersenyum


"Beribu-ribu kali sangat bahagia Ma,Rere sudah merubah hidupku,Rere juga sudah menyeretku dari tempat yang gelap menuju tempat yang terang,Rere menyadarkanku dari lamunan yang panjang" jawab Elang.


"Mama tau itu,setelah sekian lama yang Mama lihat hanyalah sifat diam dan dinginmu saja.Tapi sekarang kebahagiaan selalu terpancar dari wajahmu,kamu kembali hangat dan ceria seperti dulu lagi" tutur Mama.


"Terima kasih Ma,sudah memaksaku menikah dengan Rere.Kalo saja Mama dan Papa tidak membujuku untuk menikahinya,mungkin sampai sekarang aku masih di selimuti rasa dendam dan masih bersikap dingin.Maafkan Elang Ma"ujar Elang.


"Lanjutkanlah pekerjaanmu,Mama buatkan kopi ya" kata Mama.


Elang mengangguk dan mulai mengerjakan pekerjaannya lagi,Mama keluar dari ruangan itu menuju dapur.Mama membuatkan kopi untuk Elang setelah itu membawanya ke ruang kerja Elang.


"Ini kopimu" kata Mama sambil meletakkan kopi di meja Elang.


"Terima kasih ma" ucap Elang.


"Mama istirahatlah ini sudah larut malam"ucap Elang sambil melihat ke arah jam,sudah pukul satu dini hari.


"Baiklah Mama keluar dulu,kamu jangan terlalu memporsir tenagamu.Setelah selesai cepatlah istirahat" pesan Mama.


"Iya Ma" sahut Elang.


Mama meninggalkan Elang di ruang kerjanya dan Elang kembali bekerja.


Elang terus menatap layar laptonya sambil sesekali tangannya mengetik sesuatu di keyboardnya,Elang bekerja hingga subuh.


Hoaammm


Elang menguap lagi,kali ini matanya benar-benar sangat mengantuk.Elang merentangkan kedua tangannya sambil menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


"Hemmm...sudah jam empat pagi,untung saja pekerjaanku sudah selesai" gumam Elang.


Elang mengambil ponsel dari saku celananya lalu mengirim pesan pada Neti.


πŸ“¨Elang


"Tunda pertemuan pagi ini sampai jam makan siang"


Elang beranjak dari duduknya dan keluar dari ruang kerja.Sebelum ke kamarnya Elang lebih dulu melihat kedua bayinya.


"Mereka tertidur sangat nyenyak..." gumam Elang lalu mencium kening Kiandra dan Queenara.


Elang keluar dari kamar Baby twins dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.Elang merebahkan tubuhnya di samping Rere yang sedang tertidur pulas.


***


"Apakah dia belum tumbuh disini?" tanya Edo sambil mengelus perut Rima.


"Bagaimana jika aku mandul atau tidak bisa memberimu keturunan?" Rima balik bertanya.


"Kalau masih bisa di obatkan aku akan membawamu berobat walau harus keliling dunia,tapi jika memang Tuhan menghendaki kita untuk tidak mempunyai keturunan aku dengan lapang dada menerimanya" jawab Edo.


"Kamu sekarang berkata seperti itu tapi tidak tau kedepannya" kata Rima.


"Bisa atau tidak kamu memberikan keturunan aku akan tetap mencintaimu,anak bukanlah ketentuan wajib dalam kebahagiaan berumah tangga.Lihat di luar sana banyak yang punya anak tapi tetap berselingkuh bahkan bercerai.Lagipula anak itu titipan dari Tuhan,jika kita tidak dikaruniai anak berarti itu semua sudah kehendak-Nya.Kita tidak bisa saling menyalahkan" kata Edo panjang lebar.


"Aku bersyukur memilikimu Kak" ucap Rima sambil memeluk Edo.


"Jangan menggodaku dengan tubuh polosmu itu sayang" kata Edo sambil melihat tubuh Rima yang tidak memakai apapun.


"Astaga..." kata Rima yang baru menyadari tubuh polosnya dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Aku sudah terlanjur melihatnya sayang" Edo menyeringai.


Tangan Edo mulai bermain di tubuh Rima dengan lincah.


"Apa kamu tidak lelah sayang,kita baru saja selesai tadi" kata Rima sambil mengerucutkan bibirnya.


Edo langsung ******* bibir itu dengan ganas tanpa persetujuan dari empunya yang punya bibir.


"Ahh...sayang" desah Rima saat Edo mempermainkan tangannya di dada Rima.


Edo semakin bersemangat melancarkan aksinya dan terus bermain di atas tubuh Rima.Saat mereka berdua sedang berada di atas puncak kenikmatan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Shit...mengganggu saja" gerutu Edo.


"Buka pintunya dan lihat siapa yang datang,siapa tau saja penting" kata Rima.


Edo menarik selimut dan menutupi tubuh Rima sampai sebatas leher,Edo cepat-cepat memakai celananya lalu berjalan kearah pintu tanpa memakai baju.


Ceklek


Edo membuka pintu dan melihat orang sedang berdiri di depannya.


"Ada apa?" tanya Edo ketus.


"Maaf Tuan saya hanya mengingatkan kalo satu jam lagi anda harus sudah berada di bandara" kata orang itu.


"Astaga aku lupa" kata Edo sambil menepuk keningnya dan langsung menutup pintu.

__ADS_1


"Sayang ayo bersiap,pagi ini kita harus pulang" kata Edo sambil masuk ke kamar mandi.


"Makanya punya otak isinya jangan cuma pasir doang,ngeres" gumam Rima.


Edo keluar dari kamar mandi dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun.


"Kak kenapa gak pake handuk?" tanya Rima.


"Aku tadi buru-buru dan lupa membawanya" jawab Edo santai.


Rima menutup tubuhnya pake selimut dan berjalan menuju kamar mandi,tidak lupa dia mengambil handuk dan baju ganti miliknya lalu masuk kedalam kamar mandi.Edo memakai bajunya,setelah selesai dia membawa koper ke dekat pintu.Sambil menunggu Rima selesai mandi Edo duduk di sofa.


Rima keluar kamar mandi dan sudah rapi.


"Apa sudah siap?" tanya Edo.


Rima mengangguk.


"Kalo begitu ayo,kita sudah telat" ajak Edo.


Rima mengambil tas selempangnya dan memasukan ponselnya ke dalam tas.Setelah memeriksa dan tidak ada lagi yang tertinggal merekapun keluar kamar dan langsung menuju mobil yang akan mengantar mereka ke bandara.


"Kak rumah mas Elang banyak juga ya,dimana-mana ada" kata Rima ketika mereka dalam perjalanan menuju bandara.


"Elang tipe orang yang malas menginap di hotel,walaupun dia punya beberapa hotel yang tersebar di setiap kota.Dia lebih nyaman di rumah,makanya di setiap kota pasti ada rumah milik Elang" tutur Edo.


Tidak lama mereka sudah sampai di bandara,Edo dan Rima langsung menuju jet pribadi milik Elang yang sudah menunggunya.


"Apa kita sudah terlambat?" tanya Edo pada pramugari yang menyambut mereka di pintu masuk.


"Belum tuan,masih ada waktu sepuluh menit lagi" jawab pramugari itu.


Edo menggandeng tangan Rima naik keatas jet pribadi Elang,kemudian duduk di kursi yang ukurannya cukup besar hampir menyerupai tempat tidur.


"Istirahatlah,aku tau kamu lelah" ucap Edo sambil membelai rambut Rima.


Rima merebahkan tubuhnya di kursi dan meletakkan kepalanya di pangkuan Edo.


"I Love You" ucap Rima dengan suara pelan.


Edo menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan cinta dari Rima.


"I Love You Too" balas Edo lalu mengecup kening Rima.


Perlahan jet mulai mengudara,terbang menembus awan.


Rima memejamkan matanya tapi tangannya sibuk mengusap punggung tangan Edo yang melingkar di perutnya.


***


Elang membuka mata dan melihat kesampingnya,Rere sudah tidak ada di kasurnya.Elang melihat jam yang ada di dinding,sudah pukul sepuluh pagi.


"Kemana perginya bidadariku?" tanya Elang.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan Rere masuk sambil menggendong Baby Kiandra.


"Selamat pagi Daddy" ucap Rere sambil menirukan gaya bicara anak kecil.


"Pagi sayangnya Daddy,sini sama Daddy" kata Elang sambil mengambil alih Baby Kiandra dari gendongan Rere.


"Anak Daddy sudah wangi dan tampan" ucap Elang sambil mencium tubuh Kiandra.


"Tadi Neti menghubungiku,katanya pertemuan hari ini ditunda dan akan di atur ulang waktu pertemuannya" tutur Rere.


"Kenapa begitu,apa mereka menolak kerja sama?" tanya Elang.


"Aku kurang tau pasti,Neti cuma bilang begitu padaku" jawab Rere.


Elang meletakkan Kiandra di sampingnya lalu dia mengambil ponselnya di atas meja.Elang menekan nama Neti di ponselnya.


Tut tut tut


Panggilan tersambung.


πŸ“ž"Hallo" jawab Neti di seberang telpon.


πŸ“ž"Apa mereka membatalkan kerja sama dengan kita?" Elang langsung bertanya.


πŸ“ž" Tidak Tuan,Mereka hanya menundanya saja karena istri dari Ceo mereka melahirkan" jawab Neti.


πŸ“ž"Oh...baiklah kalo begitu" kata Elang sambil memutuskan panggilan di ponselnya.


Elang kembali meletakkan ponselnya di atas meja lalu bermain dengan Kiandra.Rere merebahkan tubuhnya di samping Kiandra.


"Kok Baby Kiandra gak mau ketawa ya?" tanya Elang.


"Yaelah Bangbang baru juga ni anak berumur dua minggu,ntar kalo udah dua atau tiga bulan baru dia bisa ketawa" jawab Rere.


"Sembarangan Bangbang,aku bukan Bangbang tapi paijo" kata Elang sambil tetap mengajak Kiandra ngobrol.

__ADS_1


Rere terharu melihat interaksi Elang dengan Baby Kiandra,karena Rere tau dulu Elang tidak bersikap begitu pada Revan saat Revan masih bayi,Mama bilang Elang lebih terkesan cuek dan tidak peduli.Dia hanya memenuhi kebutuhan materi Revan saja dan menyerahkan segala urusan Revan pada Mika.


__ADS_2