Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 138


__ADS_3

Elang dan Edo beserta Haris sedang berada di lapangan pembangunan mall yang baru.Mereka memberi nama mall itu "Empat Sekawan" karena memang mall itu di dirikan oleh mereka berempat Elang,Edo,Haris juga David.


"Kira-kira berapa lama lagi mall ini selesai?" tanya Elang pada mandor.


"Kalo tidak ada halangan sekitar dua atau tiga bulan lagi Pak" jawab Mandor.


"Bagus! bekerjalah dengan baik aku tidak mau ada kecurangan dari segi apapun.Kamu tau resikonya jika bermain-main denganku" kata Elang.


"Baik Pak,kami akan bekerja semaksimal mungkin" jawab Mandor itu.


Elang,Edo dan Haris berjalan menuju mobilnya.Hari sudah mulai sore mereka pun berniat untuk pulang.


"Lang kapan kita ada waktu? Sudah lama kita tidak mengunjungi kampung kecil kita" kata Edo.


"Iya juga ya,terakhir kita kesana waktu Rere hamil muda" kata Elang.


"Kita atur waktu lagi nanti" sambung Elang lagi.


"Aku pulang duluan ya,Rianti mengirim pesan singkat padaku dia minta di bawakan ayam geprek" kata Haris.


"Ya pulanglah,apapun yang istrimu minta kamu harus mendapatkannya dan kamu juga harus menurutinya" kata Elang.


Haris mengangguk lalu masuk ke dalam mobilnya kemudian dia pergi dari sana.


"Kamu datang sendiri kesini Lang,Pak Harun mana?" tanya Edo.


"Pak Harun menemani ketiga pegawai di rumahku jalan-jalan" jawab Elang.


"Tumben gak pergi keluar kota?" tanya Edo lagi.


"Aku sibuk Do,kamu tau itu" jawab Elang.


"Berarti sekarang Rere sendirian yang menjaga ketiga anakmu di rumah" kata Edo.


"Iya" jawab Elang santai.


"Eh apa? Astaga aku lupa Do kalo aku harus cepat pulang.Aku duluan Do" kata Elang yang buru-buru masuk ke mobilnya.


"Kenapa aku bisa lupa kalo Rere hanya sendirian yang menjaga Anak-anak hari ini" gumam Elang.


Elang melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,tidak peduli jalanan yang sedikit ramai dan banyak orang yang mengumpatnya.


"Persetan dengan mereka,yang penting aku cepat sampai di rumah" gumam Elang.


Beberapa menit kemudian dia sudah sampai di rumahnya.Elang turun dari mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" Elang mengucapkan salam.


Tidak ada jawaban dari dalam rumah.


Elang menaiki tangga menuju lantai dua,lalu dia pergi ke kamar anak-anaknya.


Ceklek


Elang membuka pintu kamar dan melihat ke dalam.


"Kosong...kemana perginya istri dan anak-anakku" gumam Elang.


"Tuan" teriak seseorang dari lantai bawah.


"Eh Eko kamu tau kemana perginya istri dan anak-anakku?" tanya Elang.


"Tadi Nona membawa anak-anak ke rumah lama Tuan,Nona meminta saya mengantarkannya ke rumah lama" jawab Eko.


"Kenapa tiba-tiba Rere mengajak anak-anak pergi kesana?" tanya Elang lagi.


"Tadi Kiandra rewel Tuan,sepertinya Nona kewalahan dan tidak biasa mengatasinya jadi Nona membawa anak-anak ke rumah lama,karena di sana ada Rita yang bisa membantunya" tutur Eko.


"Kebiasaan kamu sayang,setiap ada apa-apa kamu tidak pernah menelponku.Kamu selalu bertindak sendiri" gumam Elang.


Elang berjalan menuju kamarnya lalu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah mandi Elang berwudhu karena sudah waktunya shalat maghrib.Setelah itu Elang langsung melaksanakan shalat maghrib.


"Aku harus jemput Rere dan anak-anak sebelum terlalu malam" kata Elang.


Elang berjalan menuju mobilnya yang dia parkirkan di depan rumah,setelah itu dia langsung mengemudikan mobilnya ke rumah lamanya untuk menjemput istri dan anak-anaknya.


Kriiing


Ponsel milik Elang berdering.


Elang mengambil ponselnya dari saku celana.


📞"Hallo sayang" Elang menjawab panggilan dari Rere di ponselnya.


📞"Apa kamu sudah pulang sayang?" tanya Rere dari seberang telpon.


📞"Aku sedang di jalan yang menuju ke rumah lama,sebentar lagi aku sampai" jawab Elang.


📞"Baiklah kalo begitu,aku menunggumu.I love you" ucap Rere dari seberang telpon lalu panggilan terputus.


Elang tersenyum saat mendengar Rere mengatakan cintanya.


"Bisa-bisanya dia menggombaliku di telpon,awas saja nanti aku tidak akan membiarkannya istirahat malam ini" gumam Elang.


Tidak lama kemudian dia sudah sampai di rumah lamanya.Elang turun dari mobilnya,Rere dan Revan menyambut kedatangannya.


"Daddy" seru Revan sambil menghampiri Elang lalu menggandeng tangan Elang masuk ke dalam rumah.


"Kalian bikin Daddy khawatir saja" kata Elang sambil mengusap rambut Revan.

__ADS_1


"Maaf sayang,aku tadi kewalahan menjaga Kiandra dan Winara,mereka sudah super aktif sekarang.Jadi aku minta tolong sama Mang Eko untuk mengantarkanku kemari" tutur Rere.


"Aku juga minta maaf sayang,hari ini aku sibuk bekerja sampai aku lupa kalo kamu sendiri di rumah" kata Elang.


"Tidak apa-apa sayang,aku mengerti.Lagipula disini ada Mbak Rita yang membantuku menjaga Si Kembar" kata Rere.


"Trus Si Kembar mana?" tanya Elang.


"Sudah tidur" jawab Rere.


"Apa kita pindah lagi ke rumah ini sayang?" tanya Elang.


"Tidak perlu sayang,besokkan Romlah dan yang lainnya sudah kembali bekerja.Kalo kita pindah aku takut mereka bertiga tersinggung sayang"kata Rere.


"Ayo kita pulang sebelum hari semakin larut" ajak Elang.


Rere berjalan masuk ke dalam kamar yang dulu pernah dia tempati bersama Elang,Kiandra dan Winara tidur di kamar itu.Elang dan Revan mengikutinya dari belakang.


"Mereka tidur dengan nyenyak,kita menginap saja di sini malam ini,aku takut mereka bangun saat kita menggendongnya" kata Elang saat melihat Kiandra dan Winara tertidur dengan nyenyak di lantai yang hanya beralaskan kasur tipis.


"Kita bobok sini saja malam ini ya sayang" Elang merebahkan tubuhnya di samping Winara.


"Mommy Revan bobok sama Mbak Rita ya malam ini" kata Revan.


"Kenapa harus sama Mbak Rita sayang?" tanya Rere.


"Revan kangen tidur bareng sama Mbak Rita" jawab Revan sambil keluar dari kamar.


"Kamu sudah makan sayang?" tanya Rere.


"Belum,sepulang kerja tadi aku langsung mandi dan shalat trus pergi kesini" jawab Elang.


"Aku ambilkan makanan ya?" tanya Rere.


"Tidak usah sayang,aku masih kenyang.Kalo lapar nanti aku bisa ambil sendiri" jawab Elang.


Rere merebahkan tubuhnya di samping Kiandra lalu mulai terpejam.


"Kamu sudah shalat isya sayang?" tanya Elang.


"Belum sayang,nanti saja" jawab Rere.


"Kalo makan boleh di tunda tapi tidak untuk shalat.Ayo shalat dulu" ajak Elang.


Rere membuka matanya dengan malas,tubuhnya terasa lelah sekali setelah seharian menjaga ketiga anaknya sendiri.Elang bangkit lalu mendekati Rere,kemudian Elang menggendong tubuh Rere dan membawanya ke kamar mandi untuk berwudhu.Setelah itu mereka langsung melaksanakan shalat isya berjamaah.


"Hai kamu bangun sayang" kata Elang saat melihat Winara sudah terduduk di atas kasur.


Elang mendekati Winara lalu menggendongnya,Elang mengusap-usap punggung Winara agar dia kembali tertidur.Rere membuatkan susu untuk Winara.


"Ini susunya" kata Rere sambil memberikan susu yang baru saja di buatnya.


Elang memberikan susu pada Winara dan Winara langsung menyedot susu dari botolnya.


"Bagaimana tubuhmu tidak gendut sayang,susu sebotol sekali sedot langsung habis" oceh Elang.


"Winara sudah tidur sayang,baringkan lagi dia di kasurnya" kata Rere.


"Iya sayang" kata Elang.


Rere mengambil botol susu milik Winara lalu meletakkan botol itu di atas meja.


"Tidurlah sayang,kamu pasti lelah setelah seharian menjaga mereka"kata Elang pada Rere.


"Iya sayang" jawab Rere lalu duduk di sofa.


"Katanya iya tapi kok malah duduk di sofa" kata Elang sambil mendekati istrinya lalu duduk di sampingnya.


"Sepertinya aku harus menambah uang gaji untuk Romlah sayang" kata Rere.


"Tenang saja sayang,aku sudah melakukannya.Bukan cuma Romlah saja tapi Diah dan Nia juga"kata Elang.


"Benarkah?" tanya Rere.


"Iya sayang,aku sudah melakukannya semenjak Sari tidak lagi bekerja di rumah kita.Pekerjaan mereka cukup berat dan melelahkan,tidak ada salahnya kan kita memberi mereka lebih agar mereka lebih bersemangat lagi dalam bekerja.Kalo di nilai dengan uang aku tidak akan sanggup membayar keringat mereka" tutur Elang.


"Terima kasih sayang" ucap Rere.


"Sama-sama sayang,ayo tidur.Mataku juga sudah sangat mengantuk" kata Elang.


"Kamu gak makan malam dulu sayang?" tanya Rere.


"Kan sudah aku bilang tadi,aku masih kenyang sayang" jawab Elang.


"Kalo nanti tiba-tiba kamu lapar dan mau makan,bangunkan aku ya" pinta Rere.


"Kenapa harus membangunkanmu sayang?" tanya Elang.


"Ya siapa tau aja kamu butuh di temani atau bisa saja tiba-tiba perutku lapar" jawab Rere.


"Iya nanti kalo aku mau makan aku akan membangunkanmu" kata Elang.


Rere beranjak dari sofa lalu berbaring di samping Kiandra,sedangkan Elang tidur di samping Winara.


"Eh sayang aku hampir saja lupa" tiba-tiba Elang berbicara.


"Ada apa?" tanya Rere dengan suara pelan,dia takut Kiandra dan Winara terbangun.


"Besok coba telpon Bunda dan tanyakan masalah Sari,apa benar Sari mandul" jawab Elang.

__ADS_1


"Baiklah sayang,besok aku akan telpon Bunda" kata Rere.


Elang dan Rere pun kembali memejamkan matanya dan mulai tertidur.


***


Di rumah Haris,


Haris dan Rianti sedang duduk di balkon sambil menikmati angin malam.Rianti bersandar di dada suaminya.


"Apa kamu sudah tidak mual lagi sayang?" tanya Haris sambil membelai rambut Rianti.


"Iya Mas,sekarang Rianti sudah tidak mual-mual lagi.Benar kata Dokter mual dan muntah hanya tiga bulan di awal kehamilan saja" jawab Rianti.


"Baguslah kalo begitu,Mas takut kalau mualmu berkepanjangan" kata Haris.


"Besok Rianti ikut ke toko ya Mas" pinta Rianti.


"Kamu di rumah saja sayang,duduk manis sambil menunggu Mas pulang kerja" kata Haris.


"Tapi Rianti suntuk Mas,tidak ada kegiatan.Semua pekerjaan rumah sudah di kerjakan oleh Atik" kata Rianti.


"Kamu suntuk sayang,bagaimana kalo minggu besok kita jalan-jalan" kata Haris.


"Jalan-jalan kemana Mas,Rianti kan belum boleh bepergian jauh Mas.Mas lupa apa kata Dokter kalo kandunganku lemah"tutur Rianti.


"Mas ingat sayang,karena itulah Mas melarangmu ikut ke toko" kata Haris.


Huft...


Rianti menghela nafasnya.


"Sabar sayang,nanti kalo kandunganmu sudah kuat Mas akan membawamu jalan-jalan" kata Haris.


"Janji ya Mas" kata Rianti.


"Iya sayang,Mas janji"jawab Haris.


"Masuk yuk Mas,udaranya semakin dingin di luar" ajak Rianti.


"Ayo" kata Haris.


Rianti beranjak dari duduknya,belum sempat dia melangkah Haris sudah menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar.Setelah merebahkan tubuh Rianti di kasur Haris menutup pintu balkon baru setelah itu dia berbaring di samping Rianti.


"Baik-baik di perut Bunda ya sayang,nanti setelah kamu mulai tumbuh besar Ayah ajak kamu jalan-jalan" Haris mengoceh di depan perut Rianti.


"Iya Ayah" kata Rianti sambil menirukan gaya anak kecil bicara.


Cup


Haris mencium perut Rianti.


"Terima kasih sayang sudah mau menjadi istriku,jadi ibu dari anak-anakku" ucap Haris.


"Sama-sama Mas" jawab Rianti.


Haris tersenyum memandang wajah Rianti sambil menopang dagunya pakai tangannya.


"Kenapa Mas senyum-senyum begitu,ada yang salah ya di wajah Rianti?" tanya Rianti.


"Tidak ada yang salah sayang,aku hanya mengagumi wajah yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya" jawab Haris.


"Oya Mas boleh tanya sesuatu gak?" tanya Rianti.


"Boleh sayang,mau tanya apa?" Haris balik bertanya.


"Waktu pertama Mas makan nasi goreng buatan Rianti kenapa Mas menangis?" tanya Rianti.


Haris memandang wajah Rianti sambil terdiam,dia takut jawabannya nanti membuat Rianti salah paham.


"Kalo Mas jawab dengan jujur apa kamu tidak akan marah?" tanya Haris.


"Jawab saja Mas,apapun jawaban Mas Rianti akan menerimanya" jawab Rianti.


"Nasi goreng buatanmu dan semua yang kamu masak rasanya sama persis dengan masakan ibuku" jawab Haris sambil terus memandang Rianti.


Rianti terkejut lalu mendudukkan tubuhnya.


"Tapi bukan karena itu Mas mau menikah denganmu sayang,percaya lah Mas sungguh sangat mencintaimu dari pertama kita bertemu saat Elang memintaku untuk menjadi kekasih pura-puramu" kata Haris.


"Benarkah Mas?" tanya Rianti.


"Mas serius sayang" jawab Haris.


Rianti tersenyum mendengar jawaban Haris.


"Kamu gak marah sayang?" tanya Haris.


Rianti menggeleng.


"Rianti malah senang Mas,dengan begitu Mas akan terus mengingat ibu.Jadi saat Mas berniat mengkhianati pernikahan kita,Rianti akan paksa Mas makan masakan Rianti biar Mas ingat sama ibu" tutur Rianti.


"Mas tidak pernah ada niat untuk mengkhianati pernikahan kita sayang.Pernikahan bagi Mas hanya sekali seumur hidup,itu yang diajarkan ibu pada Mas" kata Haris.


Rianti kembali merebahkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya.


Cup


Haris mengecup kening Rianti kemudian Haris juga tidur sambil memeluk tubuh Rianti.

__ADS_1


__ADS_2