
Suasana pesta sangat meriah,Papa Danu,Elang dan kawan-kawan juga hadir disana.Tuan Guntur sebagai Tuan rumah datang menghampiri Papa dan anak-anaknya.Dengan ramah Tuan Guntur menyapa Papa dan Elang juga yang lainnya.
"Selamat malam Tuan Danu,terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir di acara pernikahan anak saya Jatmiko" ujar Tuan Guntur.
"Suatu kehormatan bagi kami mendapat undangan ini Tuan Guntur" balas Papa sopan.
"Mari silahkan dinikmati hidangan yang ada" kata Tuan Guntur.
Papa berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya yang lain,begitu juga Elang dan teman-temannya.Mereka semua terkenal di dunia bisnis jadi tidak heran jika banyak orang-orang yang mendekatinya.
Acara demi acara terus berlangsung,sampai tidak terasa kini mereka sudah di penghujung acara.Papa Danu mengajak anak-anaknya untuk kembali ke hotel.
"Tuan Guntur karena acara sudah selesai kami pamit undur diri,terima kasih atas undangan dan jamuannya" ucap Papa.
"Terima kasih kembali Tuan Danu" jawab Tuan Guntur.
Setelah bersalaman dan mengucapkan selamat pada Jatmiko dan Gina...Papa,Elang dan yang lainnya pun langsung kembali ke hotel.Malam ini mereka menginap di kota tersebut baru esok harinya mereka kembali ke kota asalnya.
"Aku lihat ada kesombongan dari wajah Jatmiko,wajahnya terlihat sinis melihat kita" tutur Edo.
"Aku pikir hanya aku saja yang merasa begitu,ternyata kamu juga menyadarinya Do" kata Elang.
"Tuan Guntur dan Jatmiko anaknya memang memiliki sifat yang berbeda.Tuan Guntur selalu jujur dalam berbisnis tapi tidak dengan Jatmiko,dia selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan walau cara yang dilakukkannya salah dia tidak peduli" Papa menimpali.
"Jadi jika suatu saat kalian bekerja sama dengan Jatmiko,berhati-hatilah dan selalu waspada" pesan Papa.
"Oya David,usia Revan sudah memasuki tujuh tahun.Apa dia sudah bisa mempelajari bakat sepertimu?" tanya Elang.
"Nanti saja kalo dia sudah sekolah menengah baru akan aku ajarkan,kalo sekarang kasihan otaknya.Aku takut dia malah kewalahan dan jadi stres" jawab David.
"Baiklah kalo begitu" ucap Elang.
Mobil terus melaju membelah keramaian,meskipun sudah malam jalanan masih sangat ramai.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di hotel,mereka turun dari mobil lalu menuju kamar masing-masing.Karena merasa lelah akhirnya mereka semua tertidur.
Di tempat lain,
"Kita harus bisa bergabung dengan perusahaan Elang,bagaimana pun caranya aku tidak mau tahu" kata Jatmiko pada bawahannya.
Selesai acara Gina langsung pergi ke kamarnya sedangkan Jatmiko masih berada di ruang kerjanya bersama beberapa bawahannya.
"Tapi yang saya dengar,tidak mudah untuk masuk ke perusahaan mereka Tuan" jawab salah satu bawahan Jatmiko.
"Ah peduli setan,aku tidak mau tahu pokoknya kalian harus bisa masuk ke perusahaan itu" kata Jatmiko gusar.
"Ba...baik Tuan" jawab semua bawahan Jatmiko yang ada di situ.
"Pergilah,kalian mengganggu malam pengantinku saja" usir Jatmiko.
Semua bawahannya pun keluar dari situ,setelah itu barulah Jatmiko keluar dan saat hendak masuk ke kamarnya Papanya memanggilnya.
"Jatmiko,apa kamu belum sadar juga kalo setiap perbuatanmu itu sering membahayakanmu bahkan kamu hampir bangkrut karena ulahmu" kata Tuan Guntur.
"Papa tenang saja,aku akan bermain halus" jawab Jatmiko.
"Perusahaan lain bisa kamu tipu,tapi tidak dengan perusahaan milik Elang.Papa sudah mengingatkanmu,jadi jangan salahkan Papa jika suatu saat terjadi apa-apa pada perusahaanmu" tutur Papa.
Jatmiko hanya mengangkat sebelah tangannya lalu masuk ke dalam kamar.Gina sudah tertidur dengan pulas.Jatmiko gusar melihat itu,lalu dia menarik selimut yang menutupi tubuh Gina.
"Ada apa Tuan?" tanya Gina.
"Kenapa kamu tidur,bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menungguku" kata Jatmiko dengan kasar.
"Maaf saya lelah dan sangat mengantuk Tuan" ucap Gina.
__ADS_1
"Alah gak usah banyak alasan,kamu tidak mau menungguku karena kamu masih memikirkan mantan kekasihmu itu kan" tuduh Jatmiko.
Jatmiko berjalan keluar dari kamarnya,dia menghindari Gina agar tidak terjadi kekerasan.Sebenarnya Jatmiko bukan lelaki yang kasar terhadap wanita,tapi karena dia sedang terbakar api cemburu dia tidak bisa menahan emosinya.
Jatmiko masuk ke ruang kerjanya lalu bersandar di sofa,kata-kata David masih tergiang di telinganya.
"Selamat menempuh hidup baru ya Gina,akhirnya kamu bisa mendapatkan pengganti Haris" ucap David sambil cengengesan.Kata-kata itu terus berputar diingatan Jatmiko.
Ceklek
Pintu ruangan itu terbuka,Gina memberanikan diri masuk keruangan itu.
Jatmiko menoleh ke arahnya dan menyuruhnya mendekat.
"Kemarilah" kata Jatmiko.
Gina berjalan mendekati Jatmiko lalu duduk di sampingnya.
"Maafkan aku,tadi sudah kasar padamu" ucap Jatmiko.
Gina mengangguk.
Huft
Jatmiko menghela nafasnya.
"Apa anak-anak sudah tidur?" tanya Jatmiko.
"Sudah Tuan" jawab Gina.
Jatmiko memandang wajah Gina dengan tatapan mata yang tajam.
"Ayo kita tidur,pasti kamu lelah" ajak Jatmiko.
***
Papa,Elang dan yang lainnya sudah berada di bandara,hari ini mereka akan pulang ke rumahnya masing-masing.
Elang dan Edo pulang menggunakan mobil Elang,Harun yang mengemudikan mobilnya.Sedangkan yang lainnya pulang mengendarai mobilnya masing-masing.
"Do bukankah AA Group itu perusahaan milik Jatmiko anak dari Tuan Guntur?" tanya Elang.
"Iya Lang,dan mereka mengajukan permohonan kerja sama dengan perusahaan kita" jawab Edo.
"Kita harus bagaimana,bukankah Jatmiko terkenal dengan otak liciknya?" tanya Elang lagi.
"Kita ikuti saja apa maunya dia,setelah kita dapatkan bukti fatal kelicikannya baru kita jatuhkan dia" jawab Edo.
Elang duduk bersandar di kursinya dan Harun mengemudikan mobilnya menuju ke kantor dengan kecepatan sedang.
"Apa hari ini kita ada jadwal meeting?" tanya Elang.
"Kata Neti sih gak ada" jawab Edo.
"Kalo gitu kita pulang saja,aku rindu anak-anakku" ucap Elang.
"Baiklah,tapi antar dulu aku ke kantor.Mobilku disana" kata Edo.
Harun menepikan mobilnya di depan kantor,setelah Edo turun Harun kembali mengemudikan mobilnya.
"Bagaimana keadaan rumah,apa semua aman?" tanya Elang pada Harun.
"Aman Tuan,hanya Rere sepertinya kewalahan mengejar Twins kesana kemari" jawab Harun.
__ADS_1
"Kedua anak itu memang super aktif,aku sendiri juga kewalahan menghadapinya" tutur Elang.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah,Elang turun dari mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.Rumah sangat sepi,mungkin Rere dan lainnya sedang tidur siang.
Elang menaiki tangga tapi baru hendak masuk ke kamarnya Revan memanggilnya dari arah dapur.
"Daddy kami di belakang" teriak Revan.
Tubuhnya basah oleh keringat.
"Kalian main kejar-kejaran?" tanya Elang saat melihat baju Revan yang basah.
"Bukan kejar-kejaran Daddy,tapi kami sedang latihan" jawab Revan.
Elang mengerutkan keningnya.
"Latihan apa?" tanya Elang.
"Latihan silat,Mommy yang jadi guru silatnya" jawab Revan.
Elang berjalan menuju halaman belakang,dari kejauhan Elang melihat Rere sedang melatih Thomas.
Semenjak Ayah Thomas bekerja menjadi supir di keluarga Elang,sepulang sekolah Thomas akan mampir ke rumah Elang dan ketika Ayahnya pulang baru dia pun pulang ke rumahnya.
"Hai Mom" sapa Elang pada Rere.
"Eh Daddy sudah pulang" kata Rere,dia mengakhiri latihan hari ini.
"Sejak kapan Mommy melatih mereka?" tanya Elang.
"Sudah lama,dua hari sekali mereka berlatih" jawab Rere.
"Revan anak laki-laki tertua di rumah ini,dia harus jadi pria yang kuat.Bagaimana dia bisa menjaga dan melindungi dirinya juga adik-adiknya jika dia lemah dan tidak punya keahlian" tutur Rere.
"Aku tidak berfikir ke arah sana" ucap Elang.
Rere mengemasi alat-alat latihannya,lalu memasukkannya ke dalam tas berukuran sedang.
"Apa Mommy juga akan melatihnya tembak-menembak?" tanya Elang.
Rere medongakkan kepalanya melihat ke arah Elang.
"Itu Daddy saja yang melatihnya,atau kita bisa meminta Bunda untuk melatih Revan.Revan juga bisa belajar yang lain pada Bunda" jawab Rere.
Elang manggut-manggut saja mendengar jawaban Rere.
Elang membantu Rere membawa tasnya lalu mereka pun masuk ke dalam rumah.Elang meletakkan tas di ruangan yang ada di samping dapur setelah itu dia pergi ke kamarnya.
"Kiandra dan Winara gak kelihatan,mereka kemana Mom?" tanya Elang.
"Mbak Siska tadi menjemputnya,katanya Mama yang suruh" jawab Rere.
"Dulu Revan sekarang si kembar" gumam Elang.
"Sebenarnya mereka bertiga yang di jemput tapi karena hari ini jadwal Revan latihan jadi Revan gak ikut.Mbak Siska sudah membujuk Revan tapi Revan tetap kekeh untuk latihan" tutur Rere.
Elang merebahkan tubuhnya di kasur,kedua tangannya di rentangkan dan matanya terpejam.
"Aku tidur sebentar,bangunkan saat sudah tiba waktu shalat" kata Elang.
Rere menganggukkan kepalanya.
Rere masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya Rere keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk membuat jus.Rere membawa jus buatannya ke kamar Revan dan memberikan jus itu pada Revan dan Thomas,setelah itu Rere kembali ke kamarnya.
__ADS_1