Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Kejutan


__ADS_3

Karena Yuna adalah kakak,maka Yuna yang mengadakan acara tujuh bulanan terlebih dahulu.Acara dibuat sesempurna mungkin oleh Edo dan Rima,semua keluarga hadir.Edo bekerja sama dengan kedua orang tua Satria,Keluarga besar Alberto dan keluarga besar Edo sendiri mempersiapkan acara ini semeriah mungkin.


" Kenapa murung?" Tanya Elang sambil membelai rambut Yuna.


" Kakak kangen sama Abang" jawab Yuna lirih.


Elang duduk di samping Yuna lalu menyilangkan kakinya.


" Kan Abang udah janji,sebelum Yuna dan Yura melahirkan,Abang akan pulang" ujar Elang.


" Apa Abang juga bilang sama Daddy?" tanya Yuna dan Elang mengangguk.


" Udah yuk sedihnya,kita temui para tamu.Kasihan nungguin kakak dari tadi" ajak Elang.


Elang menggandeng tangan Yuna,lalu mereka menuju ke halaman depan tempat diadakannya acara.Tiba-tiba Yuna menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang berdiri membelakanginya.Yura bergelayut manja di tangan orang itu.


" Kenapa berhenti?" tanya Elang.


" Siapa yang sedang di peluk adek,itu Abang kan?" Yuna malah balik bertanya.


" Bukan,itu Satria" jawab Elang.


" Tidak,Kakak yakin itu Abang" kekeh Yuna.


" Abang" panggil Yuna sedikit berteriak.


Orang itu bergeming,tidak merespon sama sekali.


" Tu kan,apa Daddy bilang.Itu bukan Abang" kata Elang.


Yuna mempercepat langkahnya menuju laki-laki itu,matanya sudah berkaca-kaca.


" Abang" panggil Yuna sambil menarik tangan orang itu.


Senyum itu,senyum yang selama ini dirindukan oleh Yuna,kini ada di hadapannya.Yuna langsung menghambur ke dalam pelukan Revan.


" Ternyata adek Abang masih cengeng.Abang kira setelah menikah cengengnya hilang" ujar Revan.


" Apaan sih" kata Yuna sambil menghapus air matanya.


Yuna celingukan kesana kemari," Bang Andre sama Bang Thomas mana Bang?" tanya Yuna.


" Mereka tidak bisa pulang,karena masih banyak pekerjaan" jawab Revan.


" Terima kasih Bang" ucap Yuna.


" Terima kasih karena sudah meluangkan waktu hanya untuk acara ini" sambungnya.

__ADS_1


" Sama-sama sayang.Semoga sehat selalu,lancar sampai melahirkan nanti,jadilah ibu dan istri yang baik" kata Revan dan Yuna mengangguk.


" Bun,Abah sama Ambu mau pamit pulang tuh,Ayah mana?" tanya Kenzi.


Rima menoleh kearah tempat Edo duduk,tapi Edo tidak ada.


" Tadi sih di situ" kata Rima sambil mengarahkan jari telunjuknya kearah sebuah kursi.


Rima menghampiri besannya," Abah sama Ambu udah mau pulang?" tanya Rima.


" Iya Bunda,takut kemalaman di jalan" jawab Ambu.


" Kenapa tidak menginap saja?" tanya Rima lagi.


" Maaf Bun,bukannya gak mau menginap.Tapi,gimana ayam sama yang lainnya,gak ada yang urus" jawab Abah.


" Edo gak tau kemana,mungkin ada penting makanya pergi" tutur Rima.


" Tidak apa-apa Bunda,tadi Abah sama Ambu sudah berpamitan pada Ayah" kata Abah.


Rima mengantarkan Abah dan Ambu sampai ke mobilnya.Mobil bak terbuka yang baru dibeli oleh Abah beberapa hari yang lalu,hasil penjualan ayam dan hasil panen yang melimpah.Setelah Ambu dan Abah pergi,Rima kembali ke tempat acara.


" Re,si kembar mana,kok gak ikut?" tanya Rima pada Rere.


" Kiandra liburan ke rumah Antynya,dia tidak tahu kalo Yuna mau ngadain acara tujuh bulanan.Sedangkan Winara,kamu tahu sendirilah,dia paling gak suka acara-acara beginian.Dia cuma nitip kado aja untuk Yuna dan Yura" jawab Rere panjang lebar.


" Belum,tapi dia terus berusaha.Aku kasihan melihatnya" jawab Rere.


Rima dan Rere menatap kearah Revan yang sedang duduk bersama Yuna,Yura,Kenzi dan Satria.


" Mom,pulang yuk.Ada tamu di rumah" ajak Elang.


" Udah pamit sama Edo belum?" tanya Rere.


" Sudah" jawab Elang singkat.


Melihat kedua orang tuanya hendak pulang,Revan pun berpamitan.


" Yura,abang minta maaf ya,mungkin abang gak bisa datang di acara Yura besok.Soalnya Abang harus kembali lagi kesana.Kerjaan Abang disana menumpuk,Abang bisa datang hari ini karena izin dari atasan.Untuk kalian berdua,Abang juga mungkin tidak bisa datang saat kalian melahirkan nanti.Maafin Abang ya" ucap Revan dengan penuh rasa bersalah.


" Abang sudah menyempatkan waktu untuk datang ke acara ini saja,Yuna dan Yura sudah seneng banget.Harusnya kami yang minta maaf karena sudah mengganggu kegiatan Abang disana" balas Yuna.


Mereka pun secara bergantian memeluk Revan.Revan mengecup puncak kepala kedua adik sepupunya itu dengan penuh kasih sayang.


" Kenzi,Bang Sat, Revan pamit dulu ya.Titip mereka" kata Revan.


" Hati-hati di jalan,semoga sukses" kata Satria.

__ADS_1


Revan melangkahkan kakinya menuju mobil Daddynya.


Setelah satu persatu tamunya pulang,kini rumah kembali sepi.Keluarga besar Edo pun langsung pulang,karena disibukan oleh kerjaan masing-masing.


" Bun,adek sama kak Satria pulang dulu ya" pamit Yura.


" Loh,gak nginep aja di sini?" tanya Rima.


" Kita pulang aja Bun,karena besok pagi Satria harus nemenin Papa pergi" jawab Satria.


" Kalian pulang ke rumah Papa?" tanya Rima lagi dan Satria pun mengangguk.


" Ayah mana ya,kok tiba-tiba ilang?" tanya Rima.


" Ayah tadi bilang sama Satria mau pergi sebentar,ada urusan yang tidak bisa ditunda" jawab Satria.


" Oh ya sudah kalo begitu,hati-hati di jalan ya" pesan Rima,Satria dan Yura pun mengangguk.


Rima mengantar Yura dan Satria sampai ke mobilnya.


" Bye Bunda" Yura melambaikan tangannya saat mobil yang dikemudikan oleh Satria perlahan keluar dari area rumah Orang tuanya.


" Besok Kakak sama Papa mau kemana?" tanya Yura.


" Papa ada pertemuan dengan klien barunya dan kakak dimintai tolong untuk menemaninya karena asisten Papa sedang cuti" jawab Satria.


" Berarti besok kita gak jadi pergi dong" ujar Yura.


Satria mengurangi kecepatannya,lalu menoleh,"Emangnya kita mau kemana?" tanya Satria.


" Beli bahan-bahan untuk acara besok lusa" jawab Yura.


" Oh soal itu,semua sudah diurus oleh orang suruhan Mama" kata Satria.


Satria dan Yura turun dari mobilnya,kemudian masuk ke rumah secara bersamaan.Mata Yura membulat saat melihat seseorang yang sedang tersenyum padanya sambil merentangkan kedua tangannya.


" Raisa" seru Yura.


" Aku kangen" kata Raisa,lalu mereka pun berpelukan.


" Katanya besok baru sampe,kok udah ada di sini sekarang?" tanya Satria.


" Emang gak boleh kami datang sekarang?" Dasar kakak ipar yang aneh" celetuk Betrand dari arah sofa.


" Hei Bung,siapa yang mengizinkan anda duduk di situ?" tanya Satria yang langsung menghampiri teman yang kini menjadi adik iparnya itu.


" Aku tidak butuh izinmu,kisanak" sahut Betrand dan mereka pun berpelukan.

__ADS_1


Yura mengajak Raisa ke kamarnya,sedangkan Satria dan Betrand memilih berbincang-bincang di ruang tengah.Anak Raisa sudah dibawa oleh Mama dan Papa entah kemana.


__ADS_2