
Waktu terus bergulir,semenjak hamil Yuna memilih tinggal di kampung orang tua Kenzi.Yuna dan Kenzi membangun sebuah rumah yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil.Demi Yuna,Kenzi rela bolak-balik kantor dan rumah,walau jarak tempuh yang lumayan jauh.Yuna yang menginginkan tinggal di kampung itu.
Hari ini adalah panen pertamanya semenjak sawah itu menjadi milik mereka.Perut Yuna sudah membesar,seiring bertambahnya usia kandungannya yang sudah hampir memasuki usia lima bulan.
Hasil panen kali ini cukup memuaskan,melimpah ruah.Panen yang biasanya menghasilkan sedikit,kali ini lumayan banyak bahkan berkali-kali lipat.
Hasil panen sebagian di giling dan berasnya Yuna bagikan ke keluarganya,sebagian lagi dia jual dan uangnya untuk modal tanam bibit baru dan ditabung.
Duduk di bawah naungan pohon yang rindang di sore hari sambil memberi makan ikan-ikan di kolam,sudah menjadi kebiasaan Yuna setiap hari.Perut yang semakin membesar tidak menghalanginya untuk beraktifitas.
" Sayang,makan dulu ni cemilannya" seru Kenzi dari tempat duduk yang terbuat dari bambu,berukuran lumayan besar dan lebar.
" Sebentar lagi kak,tanggung nih" sahut Yuna.
Kenzi hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah istrinya.
Yuna menghampiri Kenzi,lalu duduk di sampingnya," Kak kolam yang di ujung kayaknya udah bisa di panen deh,udah besar-besar ikannya" tutur Yuna.
" Benarkah?" kalo gitu nanti kakak minta tolong sama Mang Kosim untuk panen dan membawanya ke pasar" ujar Kenzi.
Yuna menyeruput teh hangatnya serta kue yang dibawa oleh Kenzi sepulang kerja tadi.Hari ini Kenzi hanya kerja setengah hari saja,karena harus mengantar Yuna kontrol kehamilannya ke rumah sakit.Sebenarnya,di kampung ini ada seorang bidan.Tapi,bidan di kampung ini tidak punya alat yang lengkap,bidan menyarankan Kenzi membawa Yuna ke rumah sakit besar yang ada di kota.
" Buruan mandi,ntar keburu malem" kata Kenzi.
" Kakak udah ngomong belum sama Jaka,kalo kita mau pergi?" tanya Yuna.
Jaka adalah anak dari mang Kosim.Jaka bertugas menjaga rumah mereka saat mereka pergi.
" Sudah,habis magrib nanti dia baru datang" jawab Kenzi.
Yuna menghabiskan teh di gelasnya,lalu membawa gelas kotor itu ke dapur dan mencucinya.Setelah itu barulah Yuna mandi.
" Ken" panggil Abah dari arah samping rumah Kenzi.
" Kenzi di belakang,Abah" sahut Kenzi.
__ADS_1
Abah berjalan mendekat," Jadi pergi?" tanya Abah.
" Jadi Bah" jawab Kenzi.
" Ini titipan Ambu untuk mertua sama adik ipar kamu" kata Abah sambil menaruh kardus berukuran sedang di dekat Kenzi.
" Hampir aja Kenzi lupa" seru Kenzi sambil menepuk keningnya.
Abah mengerutkan keningnya," Lupa apa?" tanya Abah.
" Bunda minta dibawain nangka muda,daun ubi sama daun melinjo" jawab Kenzi.
" Ih kamu mah,bikin kaget aja.Udah disiapin semua tuh sama Ambu.Tadi pagi Bunda telpon Ambu" ujar Abah.
" Oh...untunglah" ujar Kenzi sambil bernafas lega.
Yuna sudah selesai mandi dan berkemas.Mereka pun langsung berangkat menuju ke rumah sakit yang berada di dekat rumah lamanya.Kenzi dan Yuna sengaja memilih rumah sakit itu,bukan karena rumah sakit itu milik keluarga besar Alberto.Tapi,karena saat hendak melahirkan nanti,mereka akan kembali tinggal di rumah lama.Rumah pemberian Edo saat mereka menikah.
Kenzi memarkirkan mobilnya di parkiran,baru kemudian Kenzi dan Yuna masuk ke rumah sakit itu dan langsung menuju ke ruang Dokter kandungan yang biasa menangani Yuna.Seharusnya,Dokter sudah pulang sedari tadi,tapi karena Yuna ada jadwal kontrol hari ini,Dokter menunda kepulangannya.
" Maaf Dok,kalo kami datangnya terlambat" ucap Yuna.
Seperti biasa,Dokter menyuruh Yuna untuk berbaring di brankar dan Dokter pun mulai melakukan tugasnya.
" Wah...sepertinya kalian akan menerima dua bayi sekaligus.Lihatlah" kata Dokter itu.
Kenzi melihat kearah layar monitor yang ada disitu dan benar saja yang dikatakan oleh Dokter,ada dua bayi di sana.
" Tapi,kita belum bisa melihat laki-laki atau perempuan.Posisi mereka menyulitkan kita untuk melihatnya,sepertinya mereka ingin memberi kita kejutan" tambah Dokter itu.
" Yura sudah datang kemari belum ,Dok?" tanya Yuna sambil turun dari brankar,Kenzi membantunya.
" Sudah,sekitar tiga atau empat hari yang lalu.Bayi yang dikandung Yuna cuma satu dan itu laki-laki" jawab Dokter.
Dokter menjelaskan lebih detail lagi tentang kehamilan Yuna dan Dokter menyarankan Yuna untuk melakukan operasi sesar saat melahirkan nanti.Setelah selesai periksa dan menebus vitamin milik Yuna,Yuna dan Kenzi pun langsung meluncur ke rumah Edo.
__ADS_1
Rima menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan penuh suka cita.
" Kalian terlambat,Yura baru saja pulang" ujar Rima.
" Padahal ada titipan dari Ambu untuk Adek" kata Yuna lesu.
" Besok saja kakak berikan titipan ambu ke Yura,kakak nginep kan?" tanya Rima dan Yuna mengangguk.
" Ayah belum pulang Bun?" tanya Kenzi sambil membawa kardus titipan Abah dan Ambu ke dapur.
" Tadi udah pulang,tapi pergi lagi.Ayah bilang sih mau ke rumah Daddy,ada urusan mendesak katanya" jawab Rima sambil membongkar kardus itu.
" Wah,Ambu bawain rengginang dan emping juga,si Ambu mah memang top lah" seru Rima.
Ambu tidak hanya mengirim pesanan Rima,tapi Ambu juga mengirim berbagai macam cemilan,ayam dan ikan yang sudah dibumbui.
" Kata Abah,bagi dua sama Yura Bun" ujar Kenzi.
" Ini mah gak cuma berdua ama Yura,bertiga ama Mommy juga bisa" kata Rima.
" Assalamualaikum" terdengar suara orang mengucapkan salam dari arah depan.
" Waalaikum salam" jawab Rima,Yuna dan Kenzi bersamaan.
" Bunda di dapur" teriak Rima.
Ternyata Satria yang datang.
" Kok balik lagi,ada yang ketinggalan?" tanya Rima pada Satria.
" Ponsel Yura ketinggalan Bun" jawab Satria.
" Trus sekarang Yuranya mana?" tanya Yuna.
" Di rumah kak,sampe rumah dia baru inget kalo ponselnya tertinggal" jawab Satria.
__ADS_1
" Sekalian bawa nih,titipan dari Ambu" kata Rima dan Satria pun mengangguk.
Sambil menunggu Rima membungkus titipan Ambu untuk Yura,Satria dan Kenzi pun mengobrol.Semenjak Kenzi dan Yuna memutuskan untuk pindah ke kampung Kenzi,mereka sudah jarang bertemu.Bertemu kalo ada meeting bulanan saja,itu pun tidak sempet ngobrol.