Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Hari Perpisahan


__ADS_3

Setahun kemudian,


Di sekolah sudah ramai,tidak hanya siswa tapi para orang tua juga hadir di sana.Hari ini adalah acara perpisahan anak-anak kelas tiga yang baru saja lulus.


"Satria gak datang Dek?" tanya Rima.


"Adek gak tau" jawab Yura sambil memainkan game di ponselnya.


Yura duduk di kursi yang sudah disediakan oleh panitia,sedangkan Yuna bergabung dengan teman-temannya yang lain yang menjadi panitia pelaksana acara perpisahan hari ini.


Acara di mulai,


Sambutan demi sambutan disampaikan oleh orang-orang penting dari sekolah ini.Selesai acara sambutan,kini giliran acara hiburan.Berbagai jenis tari dipersembahkan,ada yang membaca puisi dan ada juga drama yang diperankan oleh para siswa.


"Lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yang sangat spesial dalam hidup saya" ujar seseorang dengan suara lantang.


Yura yang sedang asyik bermain game pun melihat kearah pentas,dia sangat mengenal suara itu.


Satria memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu sempurna milik Andra and The Backbone.Satria sangat menghayati lagu yang sedang dinyanyikannya.


Prok...prok...prok...


Suara tepuk tangan terdengar riuh saat Satria mengakhiri nyanyiannya.


"Wah...luar biasa.Saya jadi penasaran nih sebenarnya lagu ini dipersembahkan oleh Kak Satria untuk siapa ya" goda MC.


"Ada yang pengen tau gak,siapa wanita yang sudah berhasil menaklukan idola sekolah kita ini?" tanya MC kepada para hadirin.


"Mauuuu" teriak para siswa.


Satria merupakan salah satu alumni dari sekolah ini juga,dulunya dia merupakan idola di sekolah ini.


"Kasih tau gak ya" seru Satria.


Para hadirin mendesak Satria untuk memberitahu siapa kekasihnya.


"Wanita yang hebat,lugu tapi penuh cinta.Cintanya membawaku ke dalam bahagia,senyumnya mampu memabukan siapa saja yang melihatnya.Sorot mata yang tajam menusuk hingga ke jantung.Dia wanita yang istimewa dan dia juga wanita yang saya cintai kemarin,saat ini,esok dan selamanya.Dialah wanitaku satu-satunya" tutur Satria.


"Duh romantisnya" seru MC.


"Boleh dong kita tau namanya,inisialnya aja deh" kata MC itu lagi.


Satria melihat kearah Edo yang juga sedang menatapnya,Edo menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Dia....." Satria menggantung kata-katanya.


"Cepetan dong,jangan bikin penasaran" teriak salah satu siswa.


"Dia ada di sana,duduk dengan manis" ujar Satria sambil menunjuk ke deretan kursi yang ada di hadapannya.


"Siapa? yang mana?" pertanyaan dilontarkan oleh para siswa.


"Jangan bikin kita mati penasaran donk" teriak Yuna dari arah kursi khusus panitia.


Satria tersenyum lalu membawa micnya dan dia pun melangkah menuju kursi Yura.Dia mengulurkan tangannya pada Yura dan tepuk tangan kembali terdengar.


"Oh so sweet" kata-kata itu keluar dari mulut para siswa.


"Saya gak tau sebenarnya ini acara apa,yang saya tau hari ini hari perpisahan pelepasan murid yang baru saja lulus.Tapi harapan saya hari ini adalah saya tidak ingin hari ini jadi hari perpisahan,yang saya ingin hari ini jadi hari menyatunya cinta kita" ujar Satria sambil menggenggam tangan Yura.


Tepuk tangan kembali terdengar.


Satria mengembalikan micnya pada Mc lalu dia duduk di kursi berdampingan dengan Yura.


"Adek kira kakak gak datang" kata Yura.


"Gak ada alasan kakak untuk tidak datang" ujar Satria.


Acara demi acara telah dilewati dan telah usai.Semua siswa bersorak gembira karena mereka semua lulus dengan hasil yang memuaskan.


"Kak Kenzi di belakang,bantu pihak panitia" jawab Yura.


"Pantesan si kakak santai gak uring-uringan" kata Rima.


Edo dan Rima pulang lebih dulu,sedangkan Satria dan Yura pergi ke suatu tempat.


" Apa rencana Adek setelah ini?" tanya Satria.


Kini mereka sedang duduk di sebuah taman.Duduk beralaskan rumput di bawah pohon yang rindang.


"Kalo menurut kakak baiknya Yura kuliah atau kita menikah?" Yura mengajukan pilihan.


Satria memandang wajah kekasih kecilnya itu dengan dalam,seolah menyelami setiap kata-kata yang keluar dari mulut Yura.


"Apa Adek udah siap untuk menikah?" tanya Satria.


Yura meluruskan kakinya ke depan lalu bersandar di pohon," Kata Ayah kak Satria sudah dewasa dan Yura juga sudah lulus sekolah.Tidak ada alasan Yura lagi untuk menolak kak Satria,lagipula setelah menikah Yura masih bisa melanjutkan kuliah,itupun kalo Yura mau kuliah" tutur Yura.

__ADS_1


Satria membaringkan tubuhnya dihamparan rumput nan hijau dengan tangan yang menjadi bantalan kepala.


"Kalo kak Yuna bagaimana?" tanya Satria.


"Tanggal pernikahan kak Yuna sudah di tentukan oleh Ayah.Kak Kenzi ayah tugaskan untuk mengurus kantor cabang yang ada di luar kota,jadi mereka akan secepatnya menikah" jawab Yura.


Satria menolehkan kepalanya kearah Yura," Adek tidak menyesal menikah muda?" tanya Satria.


"Ayah dan Bunda tidak melarang kami menikah muda,dari pada melakukan hubungan diluar batas" kata Yura.


"Besok Kakak akan membicarakan ini sama Ayah" ujar Satria.


...----------------...


Yuna dan yang lainnya membersihkan sisa-sisa acara.Setelah semua sudah bersih dan rapi mereka pun beristirahat sejenak sebelum akhirnya pulang ke rumah masing-masing.


"Mau makan dulu gak dek?" tanya Kenzi sambil memakaikan helm milik Yuna.


"Boleh" jawab Yuna.


Kenzi mengendarai motornya dengan santai menuju cafe muda-mudi.


Kenzi memesan beberapa makanan dan minuman.


"Sehabis makan sekalian mampir ya ambil kartu undangan" ujar Kenzi.


"Oh iya,kata Ayah sekalian ambil baju yang sudah dipesan Bunda di butik langganan" kata Yuna.


Pihak keluarga Edo dan keluarga Kenzi memutuskan Yuna dan Kenzi akan menikah seminggu setelah kelulusan.


Walau usia mereka masih terbilang muda,tapi Edo percaya mereka bisa menjalani biduk rumah tangga dengan baik.Tentu saja Edo tidak lepas tangan begitu saja.


"Semua sudah lengkapkan?" tanya Kenzi sambil menyantap makanannya.


"Udah,semua udah di urus Ayah dan Daddy" jawab Yuna.


Setelah selesai makan,Kenzi mengendarai motornya ke arah toko percetakan.Dia mengambil kartu undangan yang mereka pesan.


Setelah itu mereka pergi ke butik.


"Tadi Bunda udah jemput bajunya sayang,emang Bunda gak bilang ya" kata pemilik butik.


"Mungkin Bunda lupa" ujar Yuna.

__ADS_1


Akhirnya Kenzi dan Yuna pun memutuskan untuk pulang,karena hari pun sudah mulai malam.Kenzi mengendarai motornya dengan kecepatan sedang,sepanjang jalan keduanya mengobrol dan saling bercerita.Kadang terdengar suara tawa dari mereka.


Sesampainya di rumah,Yuna langsung berlari masuk ke dalam sedangkan Kenzi duduk di teras bersama Edo.Kenzi menyerahkan kartu undangan pada Edo,setelah itu Kenzi pamit pulang.Sepanjang perjalanan Kenzi tersenyum sendiri,belum percaya bahwa sebentar lagi dia akan menikah.


__ADS_2