
Elang duduk bersama Rere di kursi belakang,sedangkan Edo menjadi supirnya.Wajahnya terlihat tidak semangat dan sedikit masam.
"Kamu kenapa Do? seperti orang yang sedang putus cinta saja" tanya Rere.
"Gimana gak cemberut,dia gagal bertemu pujaan hatinya hari ini" ledek Elang sambil tersenyum.
"Edo punya pacar? siapa?" tanya Rere.
"Nanti kamu juga akan tau sayang" jawab Elang.
ciiiitt...
Tiba-tiba Edo menginjak rem mobilnya secara mendadak.
"Kalian berdua bisa diem gak,kalo gak aku turunin nih" kata Edo kesal.
Bukannya takut Elang malah tertawa lepas.Rere mengkerutkan keningnya,dia bingung melihat dua orang yang ada di hadapannya.
"Kalian kenapa sih, sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Rere.
"tidak ada apa-apa sayang,edo hanya sedang pusing saja" jawab Elang santai.
Edo kembali menjalankan mobilnya tapi dia tidak tau kemana tujuannya kali ini.
"Sayang,emangnya om Irfan sama Rima pergi kemana?" tanya elang.
"Ke sel tempat juragan Eman di tahan.Rima membawa surat permohonan cerai" jawab Rere.
"Kalo juragan Eman menandatangani surat itu,berati Rima janda dong?" tanya Elang lagi.
"lebih baik begitu sayang,daripada dia tersiksa.lagipula dia masih muda,usianya sama denganku.Dia masih bisa mendapatkan pria yang lebih baik di luar sana" tutur rere.
"Ya mudah-mudahan saja ada yang mau menerima Rima apa adanya" kata Elang sambil melirik Edo.
"Re masih jam tiga sore nih,gimana kalo kita belanja dulu atau cari makan yang enak-enak" ajak Edo.
"Tumben baik,ada apa nih?" tanya Rere curiga.
"dih...orang baik salah,apalagi jahat.payah kalo berurusan ama perempuan,salah melulu" celetuk Edo.
"Oya sayang,bener kata Edo.Gimana kalo kita mulai mempersiapkan kebutuhan untuk anak kita dari sekarang.mumpung kita lagi di luar dan gak jauh di depan sana ada mall,kita bisa mampir sebentar" kata Elang.
"Tapikan kehamilanku baru lima bulan sayang,melahirkan masih lama" jawab Rere.
"Ya gak apa-apa sayang,kan gak ada yang larang" jawab Elang.
"Ya udah deh kalo gitu,ayo...Habis belanja Edo harus traktir aku makan,nanti aku kasih Edo bonus" tutur Rere.
"Bonus apa sayang,aku saja suamimu gak pernah kamu kasih bonus?" tanya Elang pura-pura cemburu.
"Nanti aku comblangin ama Rima...hahaha" jawab Rere sambil tertawa.
Edo tersenyum tipis mendengar jawaban Rere,wajah yang semula cemberut kini berseri lagi.
Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di tempat tujuan.Edo memarkirkan mobilnya di basement mall itu.
"ayo turun" ajak Elang sambil mengulurkan tangannya.
Rere menyambut uluran tangan Elang dan merekapun berjalan masuk ke dalam mall sambil bergandengan tangan,Edo mengikuti mereka dari belakang.
"kita beli peralatan bayi dulu ya,baru setelah itu kita cari makan" kata Elang.
Mereka naik ke lantai atas dan langsung menuju toko yang menjual kebutuhan bayi.
__ADS_1
"Selamat sore,ada yang bisa kami bantu" sapa pelayan toko.
"Kami mau membeli beberapa peralatan untuk bayi" jawab Elang.
"silahkan Tuan dan Nona pilih,kebetulan toko kami menyediakan perlengkapan bayi secara lengkap.Dari mulai boks bayi,pakaian juga sepatu dan aksesoris lainnya" jawab pelayan toko sambil memperlihatkan koleksi toko mereka.
"Sekalian aja beli semua Lang,kan lengkap semua disini" saran Edo.
"Boleh juga"
Elang dan Rere melihat-lihat barang yang akan di belinya.
"kita beli warna yang netral aja sayang, warna yang bisa di pakai oleh bayi laki-laki juga perempuan" kata Rere.
" Lang coba deh lihat ini,boks bayinya lucu" kata Edo.
Elang dan Rere menghampiri Edo yang sedang melihat-lihat boks bayi.
"boleh juga,gimana menurutmu sayang?" tanya Elang pada Rere.
" Ini terlalu sempit sayang,memang bentuknya lucu tapi ini tidak akan terpakai lama" jawab Rere.
"Kalo yang ini bagaimana,ini sedikit luas dan juga bisa kita jadikan ayunan" kata Edo lagi.
"nah kalo ini baru cocok,lagi pula aku bisa ikut masuk" kata Rere.
Elang dan Edo saling pandang mendengar perkataan rere.Bagaimana bisa seorang ibu ikut tidur di dalam boks bayi pikirnya.
Setelah mendapat boks bayi yang cocok,mereka berjalan menuju tempat pakaian dan sepatu di pajang.Rere semangat memilih baju untuk bayinya,Elang hanya geleng-geleng kepala.
"apa sudah selesai?" tanya Elang saat melihat Rere berhenti memasukkan barang ke dalam keranjang.
"sudah,sepertinya sudah cukup" jawab Rere.
Elang membawa keranjang belanjaannya ke kasir lalu membayarnya.
"Baik tuan,terima kadih sudah berbelanja di tempat kami" kata pelayan toko.
Elang,Rere dan Edo keluar dari toko itu.
"Kita kemana lagi?" tanya Elang.
Rere tidak menjawab pertanyaan elang,dia malah menarik tangan Elang dan melihat jam yang sedang di pakai suaminya itu,sudah jam tujuh malam.
"kita cari makan dulu,baru setelah itu kita pulang.kakiku sangat pegal dan tubuhku juga lelah" kata Rere.
"gimana gak pegal belanja hampir empat jam,itupun cuma satu toko" celetuk edo.
"hehe...itung-itung kamu latihan Do,besok kalo nganterin istrimu belanja kamu sudah gak kaget lagi" kata Rere sambil nyengir.
Mereka masuk ke sebuah cafe khas italy yang ada di mall itu,lalu duduk di tempat yang masih kosong.
"kamu mau pesan apa sayang?" tanya Elang.
Rere melihat menu yang ada di depannya,dia mengkerutkan keningnya tanda tidak mengerti.
"ini makanan apa sayang, aku gak ngerti bahasanya" jawab Rere polos.
"kamu tunjuk saja mana yang mau kamu pesan,trus bilang ama pelayan" kata Edo.
"kalo ini ada udangnya gimana?" tanya Rere.
Edo tidak menjawab pertanyaan Rere,tapi dia malah memanggil pelayan cafe.
__ADS_1
"selamat malam tuan,mau pesan apa?" tanya pelayan itu.
"Saya pesan yang ada di menu ini,tapi jangan ada yang berbahan udang" jawab Edo.
"baik tuan" jawab pelayan itu sambil pergi.
cukup lama mereka menunggu akhirnya makanan pesanan mereka pun datang.pelayan menghidangkan makanan di atas meja.
"silahkan dinikmati hidangannya Tuan dan Nona" kata pelayan cafe.
Elang dan Edo mengambil makanan yang mereka suka,sedangkan Rere hanya memandanginya saja.
"kenapa sayang kok diem,coba deh enak kok.kamu pasti suka" kata Elang.
"Aku diem bukan gak suka,tapi bingung mau makan yang mana dulu.semua terlihat menggoda" jawab Rere
Elang dan Edo tersenyum mendengar jawaban Rere.
Rere mangambil mie dengan saus yang kental serta ada taburan daging di atasnya,dia mulai memakannya.
"emmm....enak.apa namanya ini sayang?" tanya Rere.
"oh itu namanya spaghetti bolognese sauce" jawab Elang.
"Ribet amat namanya" kata Rere.
"kalo yang ini?" tanya Rere sambil menunjuk makanan yang berbahan pangsit yang dibentuk dengan berbagai bentuk.
"yang ini namanya Gnocchi,makannya di cocol ke saus yang itu" tunjuk Elang.
"dan kalo yang ini namanya...Edo belum selesai ngomong tapi Rere memotongnya.
"Aku tau yang itu namanya pizza" kata Rere.
Mereka makan dengan lahap sampe makanan yang di meja habis.
Tidak lama pelayan datang menghidangkan hidangan penutup.
"kalo yang ini namanya Gelato,ini rasanya seperti es krim tapi lebih enak.coba deh" kata Elang sambil menyuapkan es krim ke mulut Rere.
"besok aku akan membawamu ke restoran khas negara-negara yang lain yang ada di kota ini" janji Edo.
"Benarkah, apa aku boleh mengajak Rima?" tanya Rere.
"Tentu saja boleh" jawab Edo.
mereka sudah menyelesaikan makanannya,kemudian Edo pergi ke kasir untuk membayar tagihan makanannya.Setelah itu dia menghampiri Elang dan Rere.
"Ayo pulang,sudah jam sembilan malam" ajak Edo.
mereka keluar dari cafe itu,kemudian masuk ke dalam lift.Edo menekan tombol nomor yang langsung membawa mereka ke tempat mobil terparkir.
ting...Pintu lift terbuka
Mereka langsung masuk ke dalam mobil,kebetulan Edo memarkirkan mobilnya di dekat lift.Agar Rere tidak terlalu jauh berjalan.
"Kamu menginap di rumah Do?" tanya Elang ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aku pulang ke apartement Lang,kasian Rendi sendiri" jawab Edo.
"oya,bagaimana dengan pengobatan ibunya?" tanya Elang lagi.
" Semua berjalan lancar dan ibunya pun sudah sehat?" jawab Edo.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu,tetap kirimkan uang bulanan pada keluarganya.Rendi sudah banyak membantu kita" perintah Elang.
Edo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,jalanan sedikit ramai tapi tidak terlalu macet.Rere sudah tertidur di bahu Elang dengan nyenyak,Elang membelai rambut Rere kemudian mengecup kening perempuan yang sudah setengah tahun ini hidup bersamanya.