Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 156


__ADS_3

Malam ini sesudah makan malam keluarga kecil Elang sedang berkumpul di ruang keluarga.Revan sedang mengerjakan tugas sekolahnya,Elang sedang mengerjakan tugas kantornya sedangkan Rere dan Romlah bertugas menjaga Kiandra dan Winara.


"Romlah kemana Diah dan Nia,tumben gak ikut kumpul?" tanya Elang.


"Sudah tidur Tuan,mungkin kelelahan" jawab Romlah.


"Kelelahan? Apa perlu aku tambah orang lagi?" tanya Elang.


Rere dan Romlah hanya menggelengkan kepala saja mendengar pertanyaan Elang dan sama sekali tidak berniat untuk menjawab pertanyaan itu.


"Ah....akhirnya selesai juga tugas sekolahnya" kata Revan sambil merentangkan kedua tangannya.


"Belum selesai...masih ada yang harus Revan lakukan" kata Elang.


"Lakukan apa lagi Daddy? udah selesai semua kok.Ni lihat kalo Daddy gak percaya" tanya Revan bingung,karena semua tugas sekolahnya sudah selesai di kerjakannya semua.


"Jelaskan pada Daddy kenapa Revan berbohong sama Nenek yang berjualan keripik pedas dan kenapa Revan bilang sama Nenek itu kalo Daddynya Revan cuma tukang becak?" Elang mencecar Revan dengan pertanyaan.


"Oh soal itu...Begini Daddy Nenek itu gak mau jual keripik pedasnya sama kita kalo Nenek tau kita orang kaya,alasannya karena Nenek tidak mau dikasihani.Setau nenek orang kaya yang beli dagangannya hanya karena kasihan bukan karena rasa keripik yang di jualnya.Gak mungkinkan Revan bilang sama Nenek kalo kita orang kaya dan Daddy ternyata seorang CEO dengan banyak perusahaan.Bisa-bisa Nenek gak mau berteman lagi dengan Revan" tutur Revan.


"Kenapa harus tukang becak,kenapa gak tukang odong-odong atau pedagang asongan aja" kata Rere menimpali.


"Mommy lupa ya,Daddy kan tukang parkir kendaraan mini market yang ada di depan sana" kata Elang.


Hahaha


Akhirnya mereka semua tertawa.


"Tapi lain kali apapun alasannya Revan harus jujur ya,karena apa...karena sekali berbohong Revan akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan yang Revan buat.Mengerti?" kata Elang.


"Iya Daddy Revan ngerti" kata Revan.


"Bobok yuk Bang,lihat tuh Adik kembar udah ngantuk" ajak Rere.


Revan mengangguk lalu mengemasi peralatan sekolahnya,setelah itu Revan pergi ke kamarnya sambil membawa tas sekolahnya.


"Mom apa besok Revan boleh minta uang?" tanya Revan pada Rere sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


Rere menyelimuti Revan lalu duduk di tepi kasur,tangan Rere membelai rambut Revan dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Revan butuh uang untuk apa?" tanya Rere.


"Teman satu kelas Revan orang tuanya sakit dan tidak bisa bekerja.Dia juga tidak punya uang untuk beli buku pelajaran yang baru.Kasihan Mom teman Revan hanya makan sekali sehari itupun makan bekal milik Revan" tutur Revan.


Tik...


Air mata Rere menetes,dia sangat terharu melihat sifat Revan yang dermawan.


"Nanti Mommy bilang Daddy ya,siapa tau aja Daddy mau ikutan bantu temennya Revan" kata Rere.


"Ini Mbak Romlah punya lima puluh ribu,Mbak Romlah titip ama Abang aja ya" kata Romlah sambil memberikan selembar uang lima puluh ribuan pada Revan.


Revan mendudukkan tubuhnya lalu mengangguk.Revan mengambil uang itu lalu memasukkannya ke dalam tas sekolahnya.


"Terima kasih Mbak" ucap Revan.


"Ya sudah sekarang Revan tidur ya,lihat tu Adik kembar udah tidur" kata Rere sambil menunjuk ke arah Kiandra dan Winara.


Revan kembali merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.Rere mencium kening Revan lalu keluar dari kamar itu.

__ADS_1


"Anak-anak sudah tidur?" tanya Elang.


"Astaga Daddy,bikin kaget aja.Kenapa harus berdiri di situ sih" kata Rere sambil memegangi dadanya.Bagaimana tidak kaget tiba-tiba Elang sudah berdiri di samping pintu kamar anak-anaknya.


"Daddy nguping ya?" tanya Rere.


"Ssttt....jangan berisik.Nih masukkan ke dalam tas sekolah Revan" kata Elang sambil memberikan sebuah amplop pada Rere.


Rere mengambil amplop itu lalu masuk lagi ke kamar anaknya dan memasukkan amplop itu ke dalam tas sekolah Revan.Setelah itu Rere keluar lagi dan langsung menuju kamarnya.


"Aku bangga pada Revan,anak sekecil itu sudah paham artinya berbagi dan saling tolong menolong" kata Rere sambil naik ke kasurnya.


"Siapa dulu dong Daddy sama Mommynya" kata Elang dengan gaya sombong sambil tersenyum.


"Tukang becak" jawab Rere.


Hahaha


Elang tertawa mendengar jawaban Rere.


"Semoga sifatnya begitu terus sampai dia besar nanti dan Revan juga bisa jadi panutan yang baik untuk kedua adiknya" kata Elang sambil membelai rambut Rere.


Rere mulai memejamkan matanya,entah karena sudah mengantuk atau karena lembutnya belaian Elang,Rere pun tertidur.Elang turun dari kasurnya lalu keluar dari kamarnya menuju ruang kerja.Sesampainya di ruang kerja Elang mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu menghubungi seseorang.


📞"Cari tahu tentang keluarga teman Revan yang orang tuanya sedang sakit dan butuh bantuan dari kita" perintah Elang pada seseorang yang ada di sebrang telpon.


Huft


Elang duduk bersandar di kursinya lalu tersenyum.


"Apakah aku sedang bermimpi,semua terasa begitu indah.Terima kasih Tuhan atas semua rezeki yang Kau berikan padaku.Istri yang soleha dan cantik,berhati baik,Anak-anak yang sehat dan pintar.Semoga aku bisa bersama mereka sampai aku tua nanti" ucap Elang.


Elang keluar dari ruang kerjanya lalu pergi ke kamarnya,sesampainya di kamar Elang pun naik ke kasurnya dan langsung tertidur.


David masih berkutat di depan laptopnya,baru saja dia mendapat tugas dari Elang.


"Kopinya Mas,nanti keburu dingin" kata Sari.


"Terima kasih sayang" ucap David lalu menyeruput kopinya.


David merentangkan kedua tangannya lalu menghentikan sejenak pekerjaannya.David menyandarkan kepalanya di bahu Sari dan tangannya mengelus perut Sari yang sudah mulai kelihatan membesar.


"Apa dia membuatmu lelah hari ini sayang?" tanya David.


"Tidak Mas,dia anak yang baik" jawab Sari.


"Berapa bulan lagi,masih lama ya?" tanya David lalu mencium perut Sari.


Sari mengangguk.


"Sayang perutmu bergerak" seru David sedikit panik.


Hihihi...


Sari tertawa melihat tingkah David yang panik dan bertingkah seperti orang ketakutan.


"Bukan perut Sari yang bergerak tapi anakmu yang ada di dalam perutku Mas yang bergerak" tutur Sari.


David mengkerutkan keningnya lalu menatap wajah Sari.

__ADS_1


"Apa tidak sakit sayang?" tanya David.


"Rasanya wow banget Mas,nikmat" jawab Sari sambil sedikit berbisik.


"Sayang jangan menggodaku" kata David sambil menyeringai.


"Siapa yang menggoda,emang rasanya nikmat" kata Sari.


"Apa nikmatnya melebihi kenikmatan yang kuberikan padamu sayang?"tanya David sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Sari.


"Tentu saja" jawab Sari.


"Akan kutunjukkan padamu mana yang lebih nikmat" kata David sambil menyeringai.Tidak sengaja tangannya menyentuh perut Sari dan perut Sari kembali bergerak.


David melihat kearah perut lalu memperhatikannya secara seksama.


"Lihatlah dia terus bergerak sayang" kata David lalu turun dari kursi dan berjongkok di depan Sari.


Cup


David mencium perut Sari lalu mendongakkan kepalanya," Apa dia sering bergerak seperti ini sayang?" tanya David.


Sari mengangguk sambil tersenyum.


David bangkit dari jongkoknya lalu menggendong tubuh Sari menuju kamarnya.


"Mau apa Mas?" tanya Sari.


"Mau mengajak anakku bermain golf,sepertinya akan seru.Apalagi di luar langit mendung disertai gerimis" jawab David.


David merebahkan tubuh Sari di kasur.


"Mana ada orang main golf di atas kasur" gerutu Sari.


"Ada,sini aku tunjukkan" kata David yang langsung mempraktekkan cara main golf dari awal pemasan sampai ke inti permainan.


"Itu bukan main golf Mas namanya" kata Sari dengan nafas yang tersengal.


David menunjukkan cara bermain golf dengan liar sampai-sampai Sari kewalahan mengimbanginya.


"Sama aja sayang,tujuannya tetap satu lubang" jawab David sambil menyeringai.


Cup


David mencium kening Sari.


"Terima kasih sayang" ucap David.


"Terima kasih untuk apa Mas?" tanya Sari.


"Untuk semuanya sayang,semua kebahagian yang Sari berikan untuk Mas" jawab David.


"Mas bahagia?" tanya Sari sambil membelai pipi David yang berada di atasnya.


"Tentu saja Mas bahagia sayang...apa Sari tidak bahagia menikah dengan Mas?" tanya David.


"Tentu saja Sari bahagia Mas.Lebih bahagia lagi kalo Mas turun dari atas Sari trus gendong Sari ke kamar mandi" kata Sari sambil tersenyum.


"Baiklah Tuan Putri,apa sih yang enggak untuk Tuan Putri,semua akan David laksanakan" ucap David lalu turun dari kasur dan menggendong Sari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Selesai membersihkan tubuhnya,Sari dan David kembali ke kamarnya.Setelah memakai bajunya Sari dan David pun langsung tidur.


Hujan mulai turun dengan deras,angin berhembus sangat kencang.Membuat setiap orang memilih menarik selimut dan tidur bersama dengan orang terkasihnya.


__ADS_2