
Kenzi mendekati Yuna yang sedang kewalahan membakar sate kambing juga membakar ayam.Teman-teman yang lain ada yang bermain gitar,ada yang meracik bumbu-bumbu untuk sambal dan ada juga yang hanya duduk sambil bercerita.
"Lihat Bun,cara Kenzi mendekati Yuna.Sweet banget kan?" tanya Edo.
"Ayah gak masalah Kakak menjalin hubungan sama Kenji,dia hanya anak dari seorang peternak lo Yah?" tanya Rima.
"Tidak masalah,selagi Kakak nyaman dan bahagia dengannya" jawab Edo sambil terus menatap lurus ke arah anak-anak yang ada di taman belakang.
"Ayo masuk,nanti mereka jadi tidak nyaman kalo tau sedang kita awasi" kata Rima.
Edo masuk ke kamarnya lalu menutup pintu balkon,setelah itu dia naik ke kasurnya.
"Apa yang sedang dilakukan Adek ya Bun?" tanya Edo sambil menatap langit-langit di kamarnya.Kedua tangannya dilipat dan diletakkan di belakang kepala.
"Mana Bunda tau,Bunda bukan peramal" jawab Rima.
Tok tok tok...
Ada yang mengetuk pintu kamar.
"Siapa?" tanya Edo.
"Kakak" jawab Yuna.
Edo menahan Rima yang hendak turun dari kasurnya,"Biar Ayah saja yang menemuinya" kata Edo.
Edo turun dari kasur lalu melangkah menuju pintu.
Ceklek
Pintu terbuka.
"Ada apa Kak?" tanya Edo.
"Sate dan Ayam bakarnya sudah masak,teman-teman mengajak Ayah dan bunda untuk bergabung" jawab Yuna.
"Kalian saja ya,Ayah sama Bunda udah ngantuk nih" tolak Edo dengan halus.
"Oh ya udah kalo gitu" kata Yuna.
Yuna kembali lagi ke taman belakang.
"Mana Ayah sama Bunda Dek?" tanya Kenzi.
"Kata Ayah lanjut aja,Ayah sama Bunda sudah ngantuk" jawab Yuna.
Mereka yang ada di situ langsung menyantap sate kambing dan Ayam bakar,sambal kecap yang jadi pelengkapnya.
"Setelah lulus,Kakak mau melanjutkan kuliah ke Bandung.Apa Adek mau menunggu Kakak sampai lulus kuliah?" tanya Kenzi sambil mengunyah sate dalam mulutnya.
"Gak bisa kuliah di sini saja ya Kak?"Yuna balik bertanya.
Kenzi tersenyum mendengar pertanyaan Yuna,"Kebiasaan ya Dek,kalo di tanya bukannya menjawab tapi malah balik nanya" kata Kenzi.
"Kakak kuliah di Bandung karena paman Kakak yang akan membiayai Kakak kuliah,kalo Abah mana sanggup membiayai kuliah Kakak"tutur Kenzi.
"Kakak kan bisa kuliah sambil kerja" kata Yuna.
__ADS_1
"Karena itulah Kakak kuliah di sana Dek,Paman Kakak punya sebuah bengkel dan Kakak bisa kerja disana sambil kuliah"kata Kenzi.
Yuna tidak melanjutkan lagi obrolannya,dia memilih diam sambil memakan ayam bakarnya.
Teman-teman yang lain sudah selesai,mereka langsung mengemasi bekas mereka makan,sebagian ada yang mencuci piring dan alat-alat yang kotor,sebagian lagi meletakkan panggangan ke tempat semula dan ada juga yang memungut sampah lalu memasukkannya ke dalam plastik.Setelah semua beres,satu persatu dari mereka pun pamit pulang.
"Kakak pulang dulu ya,sampai ketemu besok di sekolah" ujar Kenzi.
Yuna mengangguk lalu mengantar teman-temannya sampai ke depan rumah.Satu persatu motor milik temannya meninggalkan rumahnya,sebagian ada juga yang membawa mobil.
"Yun kami pulang dulu ya" teriak mereka.
Setelah semua temannya pulang Yuna kembali masuk ke rumah.
"Kenapa lesu Kak,harusnya semangat dong habis ketemu kekasih" goda Edo.
"Ayah belum tidur?" tanya Yuna.
"Suara motor temanmu berisik,jadi Ayah terbangun" alasan Edo.
Yuna berdiri di samping Edo lalu bersandar di pagar pembatas.
"Kak Kenzi mau kuliah di Bandung" curhat Yuna.
"Kenapa harus di Bandung,emang di sini gak ada kampus yang oke?" tanya Edo.
"Kak Kenzi gak punya biaya kalo kuliah di sini,Abahnya hanya peternak kecil.Kalo di Bandung,dia bisa membantu Pamannya di bengkel" jawab Yuna.
"Bagaimana prestasi Kenzi di sekolah?" tanya Edo.
"Bagus Yah,dia selalu juara kelas.Dia juga aktiv di berbagai bidang di sekolah" jawab Yuna.
"Iya Ayah...ya sudah Kakak masuk kamar dulu ya" kata Yuna.
Hemmm...Edo mengangguk.
"Sudah jam sembilan malam,putri tidurku belum pulang juga" gumam Edo.
Di rumah Satria...
Yura sedang tiduran di kamar Raisa sambil memainkan ponselnya.Selepas makan malam tadi Papa dan Mama Raisa langsung pergi keluar kota,sedangkan anggota keluarga yang lain sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
"Raisa mana sih,kok gak nongol-nongol" gumam Yura.
Ceklek
Satria membuka pintu kamar Adiknya lalu menghampiri Yura yang sedang tengkurep di kasur Raisa.
"Nginep di sini atau pulang Dek?" tanya Satria lalu merebahkan tubuhnya di samping Yura.
"Pulang aja deh,pasti Ayah sudah nungguin Yura sekarang" jawab Yura.
"Tunggu Raisa pulang ya" kata Satria.
"Loh emangnya Raisa kemana?" tanya Yura.
"Jalan sama temennya" jawab Satria.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Yura lagi.
"Ih cerewet ya,nanya mulu.Mana Kakak tau nama cowok itu siapa" jawab Satria sambil mencubit hidung Yura.
"Cowok,Yogi maksud Kakak?" tanya Yura lagi.
Satria memiringkan tubuhnya lalu menopang kepalanya menggunakan satu tangannya.
"Kakak gak tau namanya siapa,kakak belum kenalan" jawab Satria.
Yura kembali memainkan ponselnya dan fokus menatap ponselnya.Satria yang melihat ekspresi wajah Yura pun jadi gemes.
Cup
Satria mencium pipi Yura untuk yang pertama kalinya.
Yura mengerutkan keningnya lalu menoleh ke arah Satria yang sedang tersenyum kearahnya.
"Kenapa Kakak cium Yura?" tanya Yura.
"Emang gak boleh Kakak cium pacar sendiri?" Satria balik bertanya.
"Gak" jawab Yura.
"Revan bisa bebas peluk dan cium Adek,kenapa Kakak gak boleh?" tanya Satria.Ada rasa cemburu dalam hatinya.
"Bang Revankan sepupu Yura,jelas bolehlah" jawab Yura.
Yura tidak sadar kalo jawabannya semakin membuat Satria merasa cemburu.Satria turun dari kasur Adiknya lalu melangkah keluar kamar.
"Kakak mau kemana?" tanya Yura.
"Sudah pukul sepuluh malam,apa kamu gak mau pulang?" tanya Satria dingin.
Yura turun dari kasur lalu mengikuti Satria ke lantai bawah.
Satria langsung masuk ke dalam mobilnya tanpa membukakan pintu untuk Yura.Yura mengetuk jendela mobil Satria tapi Satria tidak membukanya.
"Aku kan cuma mau pamit saja,ya sudah deh kalo gak mau dipamitin" gumam Yura lalu menghampiri mobil Ayahnya yang sudah berada di sana dan karena sedang diliputi rasa cemburu Satria tidak menyadarinya.
Setelah Yura masuk Edo langsung mengemudikan mobilnya.
"Kenapa Satria? seperti orang yang sedang menahan emosi gitu?" tanya Edo.
"Adek gak tau,Adek cuma marah sama dia gara-gara dia tadi cium pipi Adek" jawab Yura.
Edo tersenyum mendengar kepolosan putri tidurnya itu.
"Gak mungkin Satria marah hanya karena itu,Adek ada ngomong apa sama dia" sambung Edo.
"Dia tanya kenapa Adek marah saat Satria cium Adek,sedangkan Bang Revan bisa dengan bebas memeluk Adek" kata Yura dengan jujur.
"Trus Adek jawab Apa?" tanya Edo.
"Ya Adek jawab aja karena Bang Revan sepupunya Adek" jawab Yura.
"Adek dengerin Ayah.Memang belum waktunya Adek tau apa yang biasa orang dewasa lakukan kalo pacaran.Tapi sekarang Adek udah punya Satria,kalo bisa Adek jaga jarak dengan laki-laki lain karena itu bisa membuat Satria cemburu.Walaupun itu Bang Revan sekali pun" tutur Edo.
__ADS_1
"Orang dewasa bikin sakit kepala" celetuk Yura.
Edo hanya tertawa melihat tingkah polos putrinya.