Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Raisa Hamil 2


__ADS_3

Ceritanya othor lompat ya😁


Supaya cepet selesai dan babnya tidak terlalu panjang,takutnya jadi membosankan🤭


❤❤❤selamat membaca❤❤❤


—————


Edo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, Yuna dan Yura sedang membaca bukunya di bangku belakang. Hari ini adalah hari pertama diadakannya ujian sekolah kenaikan kelas. Yuna dan Yura serius belajar agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Edo tersenyum bangga melihat kedua putrinya.


"Ayo turun,kita sudah sampai" seru Edo.


Yuna dan Yura bergantian mencium pipi Edo baru kemudian turun dari mobil.


"Terima kasih Ayah" ucap mereka berdua.


"Ayah,nanti jemputnya jangan telat lagi" kata Yura.


"Iya Ayah,hari ini kami pulang cepat" kata Yuna.


"Kan ada Kenzi dan Satria,kenapa masih Ayah yang harus jemput sih" goda Edo.


"Kak Kenzi sudah tidak sekolah Ayah,dia sudah lulus" Yuna menunduk lesu.


"Kalo Satria?" tanya Edo pada Yura.


"Yura gak tau,udah beberapa hari Kak Satria gak telpon atau chating Adek.Mungkin dia sibuk" jawab Yura santai.


" Apa Raisa masih sekolah?" tanya Edo.


Yura menggelengkan kepalanya," Menurut info Raisa pindah sekolah Ayah?" jawab Yura.


Bel tanda masuk telah berbunyi,semua siswa berhamburan untuk masuk ke kelasnya masing-masing.Yuna dan Yura melambaikan tangan pada Edo lalu masuk ke dalam sekolah.


" Berarti Satria juga Raisa merahasiakan kejadian yang terjadi" gumam Edo.


Edo mengemudikan mobilnya menuju ke arah kantor.Sesampainya di kantor Edo langsung masuk ke dalam ruang kerjanya.

__ADS_1


...----------------...


Satria memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, sudah seminggu dia tidak bertemu dengan Yura. Dia sangat merindukan kekasih kecilnya itu. Satria menunggu di dalam mobil tanpa berniat untuk keluar dari mobilnya.


Dari kejauhan dia melihat Yura keluar dari area sekolah dengan wajah murung. Satria membuka pintu mobilnya lalu keluar" Hai Adik manis cemberut aja nih" seru Satria pada Yura.


Yura menoleh ke arah Satria tapi kemudian dia kembali meneruskan langkahnya, Satria mengerutkan keningnya,dia bingung kenapa Yura mengacuhkannya. Dengan langkah cepat Satria mengejar Yura," Yura tunggu" kata Satria sambil memegang tangan Yura.


Yura pun menghentikan langkahnya kemudian memandang wajah Satria dengan mata berkaca-kaca. Satria menarik tangan Yura lalu membawanya masuk ke dalam mobil setelah itu Satria melajukan mobilnya keluar dari area sekolah.


Sambil melajukan mobilnya sesekali Satria melirik ke arah Yura," Adik kenapa sih? Kok cemberut itu.Emang Adik nggak kangen ya sama kakak?" tanya Satria.


Yura menghela nafasnya kemudian menoleh kearah Satria," Kenapa Kakak tidak bilang ke Yura bahwa ternyata Raisa tidak pindah sekolah melainkan Raisa sedang hamil?" bukannya menjawab pertanyaan Satria Yura malah balik melemparkan pertanyaan.


Satria menepikan mobilnya lalu mengubah posisi duduknya," Kakak tidak mungkin mengatakan aib yang ada di keluarga kakak" jawab Satria.


" Berarti Kakak tidak menganggap Yura...." kata-kata Yura terpotong oleh Satria.


" Kakak sama sekali tidak bermaksud begitu, lagipula Ayah Edo yang melarang kakak untuk mengatakan hal ini" tutur Satria.


Yura menundukkan kepalanya," Kenapa Raisa bisa melangkah sejauh itu" gumam Yura.


" nanti malam Raisa dan Betrand akan menikah, Kakak akan menjemputmu.Maka Bersiaplah" kata Satria setelah mereka sampai di rumah Yura.


Yura mengangguk lalu turun dari mobil Satria, setelah Yura turun Satria pun kembali mengemudikan mobilnya.


" Sepandai-pandainya seseorang menyembunyikan bangkai dan menyimpannya di tempat tersembunyi sekalipun, cepat atau lambat orang lain pasti akan mencium baunya" gumam Satria.


Satria mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia harus cepat pulang ke rumahnya karena harus membantu orang tuanya mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan sederhana Raisa nanti malam.


...----------------...


Setelah acara Ijab Kabulnya selesai, Raisa mengajak Yura duduk di taman belakang.Mungkin malam ini adalah malam terakhir dia bertemu sahabatnya itu. Karena selesai acara malam ini Betrand berniat membawa Raisa pindah ke apartemennya.


" Jadi kamu sekarang tidak sekolah lagi Raisa, tanggung kan sebentar lagi kenaikan kelas dan tidak lama lagi kita juga akan lulus sekolah" tutur Yura pada sahabatnya itu.


" Aku tidak mungkin melanjutkan sekolahku dalam keadaan hamil begini Yura, dan Betrand pun tidak mengizinkan Aku sekolah lagi" ungkap Raisa dengan sedih.

__ADS_1


Raisa dan Yura saling melepaskan uneg-uneg yang ada dalam pikiran masing-masing. Cukup lama mereka mengobrol di taman belakang, mereka mengobrol hingga larut malam dan lupa waktu. Suara Satria menyadarkan mereka.


" Dek diajak ayah pulang tuh" seru Satria pada Yura.


Yura dan Raisa pun berpelukan," Aku pasti akan merindukanmu" ujar Yura.


" Aku juga" balas Raisa.


Setelah kepulangan Yura, Betrand pun mengajak Raisa untuk pulang ke apartemennya. Dengan berat hati kedua orang tua Raisa melepaskan kepergian anaknya.


Di dalam mobil Raisa lebih banyak diam tidak seperti biasa saat mereka masih pacaran dulu. Betrand menepikan mobilnya lalu mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Raisa.


" Kenapa kamu terlihat sangat sedih sayang, Bukankah Seharusnya kamu bahagia karena sekarang kita sudah menikah" kata Betrand.


Raisa memutar kepalanya lalu memandang wajah laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya.


" Apakah kakak benar-benar mencintaiku? atau karena Kakak ingin bebas menikmatiku,makanya Kakak bersedia menikahiku?" pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Raisa.


" Hei pertanyaan konyol macam apa itu, aku menikahimu karena aku benar-benar mencintaimu. Aku melakukan semua ini agar keluargamu merestui hubunganku denganmu. Aku tahu Satria tidak pernah merestui aku jika aku tidak membuatmu hamil" jawab Betrand.


" Maafkan Aku jika aku sudah menghancurkan masa depanmu. Hanya dengan cara inilah aku bisa mendapatkanmu" kata Betrand dengan penuh ketulusan.


Betrand kembali mengemudikan mobilnya, tidak lama kemudian mereka sudah sampai di apartemen milik Betrand.


" Tidurlah,ibu hamil tidak boleh banyak begadang" kata Betrand sambil mengelus rambut Raisa lalu mengecup keningnya.


" Apa kita akan tidur satu kamar?" tanya Raisa.


" Tentu saja kita akan tidur satu kamar" jawab Betrand.


" Kenapa? Apa kamu takut aku akan menggempur mu?" tanya Betrand, pertanyaan Betrand dijawab dengan anggukan oleh Raisa.


Betran tersenyum geli melihat Raisa menganggukkan kepalanya," Aku tidak akan menggempurmu, Dokter bilang ibu yang sedang hamil muda tidak boleh sering-sering digempur bisa membahayakan calon bayi katanya dan aku tidak mungkin menyakiti calon anak kita" ungkap Betrand.


Betrand berbaring di samping Raisa kemudian dia melingkarkan tangannya di atas perut Raisa," Sehat terus nak, Walaupun kamu dihasilkan dari cara yang salah"ucap Betrand.


Betrand menarik selimut lalu menyelimuti tubuh Raisa hingga sebatas perutnya," Setelah dia lahir aku akan membawamu pulang ke rumah orang tuaku" tutur Betrand.

__ADS_1


Betrand mengecup kening Raisa kemudian mereka berdua pun tertidur. Malam yang sangat berbahagia bagi Betrand, karena pada akhirnya dia bisa memiliki gadis pujaan hatinya walaupun cara yang yang dia lakukan untuk mendapatkan gadisnya adalah cara yang salah.


__ADS_2