
Edo mengecup puncak kepala Yuna,yang mulai detik ini sudah menjadi istri sah dari laki-laki yang bernama Kenzi.Edo juga melakukan hal sama pada Kenzi,dia mencium puncak kepala Kenzi dengan penuh harapan agar Kenzi bisa menjadi laki-laki yang baik dan membimbing Yuna.Walaupun anak dan menantunya masih berusia muda,tapi Edo percaya mereka bisa menjalani biduk rumah tangga dengan rukun dan penuh kasih sayang.
Setelah Yuna dan Kenzi,kini giliran Yura dan Satria yang sungkem pada kedua orang tuanya.Setelah melalui perdebatan yang panjang kemarin akhirnya Yura bersedia menikah di hari yang sama dengan Yuna,saudara kembarnya.
Ijab kabul dilaksanakan di rumah dan dihadiri oleh keluarga besar saja,dilanjutkan pengajian setelahnya.Acara resepsi tetap akan dilaksanakan nanti malam tapi hanya untuk Yuna dan Kenzi saja,sedangkan Yura dan Satria sepakat untuk tidak mengadakan pesta.
Yura dan Satria masuk ke dalam kamar setelah acara pengajian selesai.Mereka beristirahat karena malam nanti mereka harus menghadiri resepsi pernikahan Yuna dan Kenzi.Yura tidak canggung lagi saat berdua dengan Satria di kamar.Edo dan Rima sudah menasehatinya dan juga memberitahunya apa saja yang harus dilakukannya setelah Yura menikah dengan Satria.
" Dek mandi dulu gih,setelah itu baru tidur" kata Satria.
" Yura ngantuk kak,Yura capek" ujar Yura.
Satria duduk di tepi kasur tepat disamping tubuh Yura yang sedang terbaring.Satria mencondongkan tubuhnya lalu mencium bibir Yura sekilas.
Cup
Dan ciuman itupun berhasil membuat Yura membuka matanya.
" Kakak jorok" kata Yura sambil mengelap bibir yang tadi dicium oleh Satria.
" Mandi sendiri atau Kakak yang mandikan?" tanya Satria sambil tersenyum geli saat melihat Yura mengelap bibirnya.
" Iya iya Yura mandi" ujar Yura.
Yura turun dari kasurnya lalu berjalan masuk ke kamar mandi.
" Istri kecilku memang unik,aku beruntung bisa memilikinya" ujar Satria sambil menatap pintu kamar mandi yang tertutup.
Yura menyembulkan kepalanya," Kak,tolong ambilin handuk.Yura lupa gak bawa handuk tadi" kata Yura.
Satria yang sedang rebahan pun langsung bangun dan berjalan menuju tempat biasa Yura menggantung handuknya.
" Nih" kata Satria dambil menyerahkan handuk pada Yura.
Setelah itu Yura pun keluar dengan santainya dan hanya handuk yang menutupi sebagian tubuhnya.
Glek
Satria menelan ludah kasarnya,sambil menatap Yura yang sedang berganti pakaian.
" Kakak gak mandi?" tanya Yura.
" Nanti saja,kakak tadi lupa bawa pakaian ganti" jawab Satria.
__ADS_1
Yura mengambil ponselnya lalu duduk bersila di atas kasur.
" Gak jadi tidur?" tanya Satria.
" Udah gak ngantuk,lagian sebentar lagi kita berangkat ke hotel juga kan" jawab Yura.
Tok tok tok
Terdengar bunyi ketukan,Satria berjalan kearah pintu lalu membukanya.
" Ini pakaian kakak" kata Raisa sambil menyerahkan paper bag pada Satria.
Satria mengambil paper bag itu lalu menutup pintu.Satria membawa paper bag itu ke dalam kamar mandi,agar sehabis mandi dia bisa langsung berganti pakaian.
" Kakak cuma bawa baju segitu doang?" tanya Yura.
" Iya" jawab Satria sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
Satria naik ke kasur lalu merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.Yura yang melihat Satria tertidur dengan nyenyak pun mendadak ngantuk dan akhirnya dia pun tertidur.
Tok...tok...tok...
" Dek,yang lain udah pada nungguin lo di bawah" seru Rima dari luar kamar.
Satria membuka matanya dan tersenyum saat melihat Yura tertidur sambil memeluknya.Dengan perlahan Satria melepaskan diri dari pelukan Yura lalu turun dari kasur dan membuka pintu.
" Nanti Satria akan bangunkan Yura Bun" kata Satria.
Semenjak dia menikah tadi pagi Edo memintanya untuk merubah panggilannya pada Edo juga Rima.
" Itulah mengapa dia tidak suka pesta,dia pasti lelah karena acara tadi" kata Rima.
"Ya sudah,kalian nanti menyusul saja.Gak usah dibangunin" tambah Rima.
Satria menutup kembali pintunya setelah Rima pergi dari sana.
" Adek belum bangun Bun?" tanya Edo.
" Iya,dia sepertinya kelelahan" jawab Rima.
" Kita berangkat duluan saja,biar nanti Satria dan Yura menyusul.Lagi pula yang mengadakan resepsikan cuma Yuna dan Kenzi" ujar Edo.
Semua yang ada disitu pun mengangguk setuju.
__ADS_1
Mereka pun membubarkan diri dan berangkat ke hotel menggunakan mobil masing-masing.Kini tinggalah Yura dan Satria yang ada di rumah.
Secara perlahan Yura membuka matanya dan dihadapannya sudah ada Satria yang sedang tersenyum sambil menatapnya.Yura melihat Satria sudah rapi.
" Kakak sudah rapi,apa sudah mau berangkat?" tanya Yura.
" Iya,yang lain juga sudah berangkat dari tadi" jawab Satria.
Yura melihat jam yang ada di dinding,sudah pukul tujuh malam.Yura mendudukkan tubuhnya,bukannya bersiap Yura malah memeluk Satria.Hal yang biasa dia lakukan setiap bangun tidur,dia selalu memeluk Edo yang setiap pagi membangunkan tidurnya.
" Adek masih ngantuk" gumamnya.
" Kalo begitu kita di rumah saja,tidak usah pergi ke hotel" goda Satria.
" Nanti Kak Yuna kecewa" ujar Yura.
Yura melepaskan pelukannya lalu turun dari kasur lalu masuk ke kamar mandi.Tidak lama kemudian dia keluar lagi.
" Gak mandi?" tanya Satria.
" Dingin" jawab Yura singkat.
Setelah selesai bersiap, mereka pun langsung berangkat ko hotel tempat Yuna dan Kenzi mengadakan resepsi pernikahan.
Suasana hotel sudah ramai di padati oleh tamu undangan,kebanyakan dari mereka adalah rekan kerja Edo juga teman sekolah Yuna dan Kenzi.
Yura melingkarkan tangannya ke tangan Satria saat dia melihat Karin berjalan kearahnya.Karin tidak tahu kalau Yura dan Satria sudah menikah.
" Kamu datang juga Satria?" tanya Karin,dia tidak peduli pada Yura yang ada di samping Satria.
Belum sempat Satria menjawab,ada seseorang yang menghampiri mereka.
" Tuan Satria...selamat atas pernikahan kalian.Semoga berbahagia" ucap rekan bisnis Satria.
" Terima kasih sudah hadir di acara sederhana kami pagi tadi" ucap Satria.
Karin tercengang mendengar Satria sudah menikah dengan Yura.Apalagi setiap tamu yang hadir juga memberi ucapan selamat pada mereka berdua.Yura yang melihat Karin kikuk pun hanya tersenyum.
" Kak,Yura gabung sama Bunda dan Mommy ya" kata Yura.
Satria melihat Rima dan Rere beserta yang lainnya sedang mengobrol,Satria pun mengangguk sebagai tanda kalau dia mengizinkan Yura.
" Kenapa kamu tega Sat?" tanya Karin.
__ADS_1
" Tega dalam hal apa Karin,bukankah sejak dulu aku sudah pernah katakan aku tidak mencintai kamu.Sikapmu saja yang murahan terus mengejarku dan berkoar kesana kemari mengatakan kalo kita punya hubungan.Jangan mempermalukan dirimu dengan hal yang tidak akan pernah terjadi" jawab Satria lalu merapikan jasnya dan berlalu pergi.
" Awas kamu Satria"