
Rere membuka matanya,pertempurannya dengan Elang malam tadi membuat tubuhnya lelah.Rere melihat jam yang ada di ponselnya sudah pukul lima pagi.
"Sayang bangun sudah pagi" kata Rere sambil mengguncang tubuh Elang.
"Apa sepagi ini surat izinnya sudah keluar lagi?" tanya Elang tanpa membuka matanya.
"Sudah jam lima sayang,shalat subuh yuk" ajak Rere.
Elang membuka matanya dan menyunggingkan senyum manisnya.
"Hemmm...Ayo, mandi berdua ya biar cepat" kata Elang.
"Terserahlah" ucap Rere.
Rere turun dari kasurnya dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun,dia sudah tidak malu lagi.Elang tersenyum melihat tingkah istrinya lalu dia menyusul Rere kekamar mandi.Mereka berdua mandi junub,setelah selesai mereka langsung melaksanakan shalat subuh yang waktunya sudah hampir habis.
"Sayang,apa kabar junior pagi ini ya?" tanya Elang sambil mencium perut Rere.
Mereka duduk di lantai yang beralaskan karpet tebal.
"Bukankah malam tadi kalian sudah bertemu, bahkan sebanyak tiga kali" jawab Rere.
" Itukan tadi malam sayang,keadaan seseorang kan bisa berubah dalam waktu singkat" kata Elang sambil merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di pangkuan Rere.
"Banyak alasan,surat izin gak bisa keluar pagi ini karena kamu harus bekerja sayang" ucap Rere.
" Libur sehari atau seminggu tidak akan membuatku bangkrut sayang" ujar Elang.
"Jangan sombong anak muda,harta hanya titipan Tuhan.Lagipula kamu harus mencari uang yang banyak untuk menggajiku" kata Rere.
Elang mendongakkan kepalanya dan memandang wajah Rere.
"Berapapun yang kau minta,aku akan memberinya"ucap Elang.
"Baiklah nanti akan kutulis rincian yang harus kamu bayar Tuan Muda" seloroh Rere.
"Ternyata Istriku mulai matre" ucap Elang sambil tersenyum.
"Tentu saja aku harus matre, beli bedak,lipstik,daster dan susu si utun harus pake duit sayang.Semua itu tidak di tanggung kartu asuransi kesehatan" tutur Rere.
"Baiklah,coba sebutkan apa dan berapa yang harus ku bayar.Aku pasti sanggup membayarnya" kata Elang sambil menaik turunkan alisnya.
"Seorang perempuan yang sudah menikah itu punya banyak profesi sayang.Seorang istri bisa jadi koki,bisa jadi tukang laundry,bisa jadi tukang kebun,jadi guru,jadi,dokter,jadi perawat,jadi perempuan pemuas nafsumu,dan jadi apa saja dia bisa.Coba kamu hitung berapa gaji untuk profesi yang aku sebutkan tadi,itu belum semuanya?" tanya Rere.
Elang terdiam mendengar penuturan Rere.
"Meski dunia ini milikku dan aku menjualnya,uangku tidak akan sanggup menggajimu istriku" jawab Elang lirih.
"Makanya jangan sombong,tidak semua bisa kamu bayar dengan uangmu cintaku,sayangku,manisku" kata Rere sambil mencubit pipi Elang.
"Kamu benar sayang,kalo gitu aku harus bagaimana sekarang.Uangku tidak cukup untuk membayarmu" Seloroh Elang.
"Gendong aku sampai ke ruang makan,Si Utun sudah lapar dan dia minta sarapan" ucap Rere.
"Huh...kenapa harus Utun sih namanya" keluh Elang.
Rere tersenyum mendengarkan keluhan Elang.Dia sangat senang bisa menggoda suaminya.
"Mau gendong atau tidak,kalo tidak mau ya sudah tidak apa-apa,tapi surat izin tidak akan keluar selama satu minggu" tutur Rere sambil berdiri.
Elang bangkit dari duduknya dan langsung menggendong Rere menuju ruang makan.Edo dan Rima sudah ada di sana.
"Lama amat sih keluarnya,gak tau apa kalo kami sudah lapar" celetuk Edo.
__ADS_1
"Kayak gak tau aja" ucap Elang.
"Tau apa?" tanya Edo.
"Lah emang belum main bola?" Elang balik bertanya.
"Main bola apaan sih,kalian ngomongin apa sih?" tanya Rere bingung.
"Ayo makan,nanti keburu dingin makanannya" kata Rima menyela perdebatan orang di depannya.
Semua terdiam mendengar perkataan Rima,dan mulai memakan sarapannya.
"Hari ini kita tidak perlu ke kantor Do,aku mau mengajak Rere berkeliling dan nanti sore kami mau pulang" kata Elang di sela makannya.
"Tapi sayang aku masih mau disini" ucap Rere.
"Tapi besok kamu harus cek kandungan sayang,apa kamu lupa?" tanya Elang.
"Oh iya ya,kamu mengingatnya"kata Rere sambil nyengir.
"Tentu saja aku ingat,diakan anakku" jawab Elang.
Mereka sudah menghabisan sarapannya,Elang dan Rere keluar dari rumah menuju pantai dan mereka berjalan di sepanjang pantai.
"Sayang bulan inikan kehamilanmu masuk usia enam bulan berarti kita sudah bisa melihat jenis kelaminnya" kata Elang.
"Sebenarnya sih sudah bisa,tapi aku tidak ingin mengetahuinya sekarang.Aku ingin ini jadi kejutan sayang" tutur Rere.
"Ya sudah kalau itu maumu,aku ikut saja" kata Elang.
Elang dan Rere duduk di pondok santai yang ada di pantai.Pondok milik salah satu pedagang yang ada di sekitar situ.
"Bu kelapa muda dua ya" pinta Elang.
"Ada apa aja Bu?" tanya Rere.
"Ada bakso kuah,bakso bakar,tapi baksonya bakso ikan Neng" jawab Ibu pemilik lapak.
"Buatkan saja bakso kuah dua porsi dan bakso bakarnya biar Istri saya yang pilih Bu" Kata Elang.
Rere mengikuti pemilik lapak dan mengambil beberapa tusuk bakso,kemudian menyerahkannya pada ibu pemilik lapak.
"Tunggu sebentar ya Neng,Ibu bakar dulu baksonya" kata Ibu itu.
Rere kembali ke pondok dan duduk bersandar di bahu Elang.
"Aku dulu pernah bermimpi memiliki rumah kecil di tepi pantai,bisa bermain ombak dan tertawa bahagia bersama keluarga kecilku" celoteh Rere.
"Aku akan mewujudkan mimpimu sayang" Kata Elang.
"Permisi,ini pesanannya" kata Ibu sambil menghidangkan bakso dan kelapa muda pesanan Elang dan Rere lalu pergi dari sana.
"Sayang kamu pesan sebanyak ini,apa kamu sanggup menghabiskannya?" tanya Elang.
"Hehehe...aku kalap sayang,habis keliatannya semua enak" jawab Rere nyengir.
"Ya sudah ayo cepat di makan"
Rere menikmati baksonya dan dalam waktu sekejap dia sudah menghabiskan makanannya,satu porsi bakso ikan kuah dan dua puluh tusuk bakso bakar.
"Alhamdulillah kita sudah kenyang ya nak" kata Rere sambil mengusap perutnya.
"Apa anak daddy tadi ikut makan juga atau itu hanya alasan mommy saja" ucap Elang sambil mengelus perut buncit Rere.
__ADS_1
"Sayang kamu seperti orang busung lapar saja,badan kecil tapi perut buncit" seloroh Elang.
"Kamu penyebab semua ini sayang, kamu jangan lupakan itu" ucap Rere sambil tersenyum.
"Benar juga,hehe...Balik ke rumah yuk udah siang nih,udah jam sebelas.Kita harus membereskan barang-barang kita" Elang mengajak Rere pulang.
"Yuk...tapi jangan lupa bayar dulu makanan yang kita makan,kasihan nanti si ibu bangkrut kalo kita gak bayar" kata Rere sambil berbisik.
"Hahaha...Kamu bisa aja sayang.Bukan cuma bangkrut tapi kita juga dosa" kata Elang sambil berjalan mendekati lapak jualan Ibu itu.
"Berapa semuanya yang harus saya bayar Bu?" tanya Elang.
"Semuanya enam puluh ribu den" jawab Ibu itu.
Elang memberikan selembar uang seratus ribuan kepada Ibu itu.
"Kembaliannya ambil saja Bu" kata Elang.
"Terima kasih Den"
Elang menghampiri Rere yang sudah menunggunya,lalu mereka berdua berjalan bergandengan tangan kembali ke rumah Edo.
"Sayang apa menurut kamu pernikahan yang dilakukan Edo itu sah?" tanya Rere.
"Tentu saja Sah sayang,syarat sahnya sebuah ijab kabul adalah dengan adanya wali dari pihak perempuan,dua saksi dan juga mempelai prianya sendiri Dan Edo memenuhi semua syarat itu" jawab Elang.
"Apa itu namanya tidak menipu Rima?" tanya Rere lagi.
"Sekarang tergantung pada diri Rima sendiri,Dia menerima pernikahan ini atau tidak.Lagipula aku tidak terlalu mengerti masalah ini,tapi setauku sih pernikahan mereka sah walau dengan cara seperti itu" jawab Elang.
"Aku yakin Om Irfan punya alasan untuk itu,kenapa Dia meminta Edo untuk menikahi Rima secara diam-diam.Kita tidak bisa terlalu jauh ikut campur urusan pribadi mereka" tutur Elang lagi.
Elang dan Rere sudah sampai di rumah,mereka langsung masuk ke dalam kamarnya.Rere merebahkan tubuhnya di kasur,tubuhnya terasa sangat lelah setelah berjalan cukup jauh.
"Mandi dulu sayang baru setelah itu tidur" saran Elang.
"Aku lelah sayang dan kakiku rasanya pegal sekali" kata Rere sambil memejamkan matanya.
"Jangan jorok gitu ah,nanti junior lahir banyak kotorannya lho" kata Elang.
"Hai Ceo muda yang tampan itu hanya mitos,zaman canggih begini masih percaya aja ama yang begituan" ucap Rere.
Elang gemes melihat tingkah istrinya,dia langsung menggendong tubuh Rere dan memasukkannya ke dalam bathup.Elang mengisi bathup dengan air kemudian meneteskan beberapa tetes minyak aroma terapi.
"Sayang,Aku ngantuk" rengek Rere.
Elang tersenyum melihat Rere yang tetap menutup matanya,tiba-tiba Elang mencium bibir Rere dan Rere pun terkejut hingga dia membuka matanya.
Elang menggosok tubuh Rere dengan sabun,setelah selesai dia mengangkat tubuh Rere keluar dari bathup dan membilasnya dengan air.
"Sudah selesai,Mommy sudah bersih dan harum sekarang" kata Elang sambil menirukan gaya bicara anak kecil.
"Benarkah,kalo begitu aku sudah boleh tidur dong?" tanya Rere.
"Tentu saja boleh,tapi setelah kita shalat.Tunggu aku ya,aku mau mandi dulu" kata Elang sambil mencubit pipi Rere.
Rere keluar dari kamar mandi dan langsung memakai bajunya,Dia juga mengambil baju untuk Elang dan meletakkannya di atas kasur.Rere memakai mukenanya dan duduk di sofa.Tidak lama Elang keluar dari kamar mandi lalu dia memakai baju yang sudah di siapkan Rere.
"Ayo kita shalat"
Rere berdiri di belakang bagian kanan dari Elang.Lalu mereka mulai melaksanakan shalat.
Setelai selesai shalat Rere langsung tertidur di atas sejadahnya.Elang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terkadang dia terlihat sangat dewasa tapi juga kadang dia bertingkah seperti anak kecil" gumam Elang sambil melepas mukena Rere dan memindahkan Rere ke atas kasur.Elang membiarkan peralatan shalat mereka berserakan di lantai,dia memilih tidur bersama istri mungilnya.