
setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah bunda sintya.rumah yang cukup sederhana dengan halaman yang luas.bunga warna-warni menghiasi halaman rumah.
rere berdiri mematung di tempatnya.entah mengapa dia sangat gugup kali ini.padahal dia sudah beberapa kali bertemu dengan bunda sintya sebelumnya.
"ayo" ajak elak sambil menggenggam tangan rere.
rere mengikuti elang menuju pintu rumah bunda sintya.elang mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
"assalamualaikum"
ceklek
"wa'alaikum salam...elang,rere kalian datang nak.ayo masuk ke dalam"ajak bunda sintya.
"terima kasih"kata elang.
"re,kenapa diam.ayo sini nak duduk"ajak bunda sintya.
rere sudah tidak sanggup lagi membendung air mata yang sejak tadi di tahannya.dia mendekati bunda sintya dan langsung memeluknya.
"ada apa re,apa kamu ada masalah?"tanya bunda sintya sambil mengusap punggung anaknya itu.
"bunda..hiks...kenapa bunda gak bilang sama rere..hiks kalo sebenarnya bunda adalah ibu kandung rere..huaaa......
rere menangis di pelukan bunda sintya.perlahan air mata bunda sintya mulai mengalir di pipinya.
"maafkan bunda nak,maafkan kesalahan bunda" kata bunda sambil memelai rambut rere.
rere memberanikan diri membuka cadar yang menutupi wajah bunda sintya.setelah cadar terbuka rere menutup mulutnya pakai kedua tangannya.
wajah yang cantik dengan senyum yang manis.wajah yang sama persis dengan wajahnya.
rere mengelus wajah yang masih nampak segar dan terawat itu.
"bunda sangat cantik"kata rere.
"kamu juga cantik sayang"bunda sintya kembali memeluk anaknya.
elang keluar dari ruangan itu,memberi ruang untuk istri dan mertuanya agar leluasa bercerita.
elang duduk di teras sambil memandang taman bunga milik bunda sintya.jiwa berkebunnya pun meronta.walau laki-laki elang sangat suka menanam bunga.dia berjalan mendekati bunga-bunga yang ada di situ.
"hemmm segarnya wangi bunga melati ini...gumam elang.
elang berjalan-jalan di sekitar rumah bunda sintya.saat tiba di halaman belakang elang terpukau dengan apa yang di lihatnya.berbagai macam jenis anggrek ada di sana.dengan bermacam-macam aneka warna.
"kamu suka bunga lang" tiba-tiba bunda sintya dan rere sudah berada di situ.
"iya bunda,rumah akan terasa nyaman dan sejuk kalau ada bunga"jawab elang.
"di rumahku banyak bunga anggrek,aku dan ayah dulu yang menanamnya"kata rere.
__ADS_1
"dulu kami selalu menanam bunga bersama,aku dan johan sama-sama menyukai bunga anggrek" kata bunda sintya sambil berjalan mengitari kebun bunga anggreknya.
"kalo kamu mau,kamu bisa membawanya lang.kebetulan bunda sudah memisahkan antara induk dengan anaknya"
"bolehkah bunda,wah senangnya.aku akan membawanya dan meletakkan di taman belakang"kata elang bersemangat.
"awh...."
tiba-tiba rere merintih sambil memegangi perutnya.
elang dan bunda mendekati rere dengan panik.
"ada apa sayang?tanya elang.
"perutku keram"jawab rere sambil meringis.
"duduk dulu nak,mungkin karena kalian menempuh perjalanan jauh tadi,sehingga rere kelelahan" kata bunda sintya sambil memberikan air putih yang tadi di ambilnya.
"minumlah air hangat ini re,ini bisa membantu mengurangi keramnya"
"terima kasih bunda"
rere meminum air yang di berikan oleh bunda sintya.
"oya bunda,apa bunda tinggal sendiri di sini?"tanya elang.
"tidak nak,bunda tinggal dengan beberapa pegawai yang bekerja di perkebunan milik bunda"jawab bunda.
"maaf sayang,untuk sekarang bunda belum bisa.masih banyak yang harus bunda kerjakan di sini.lagipula bunda sangat suka dengan suasana di kampung ini.nanti bunda akan sering berkunjung kerumah kalian"
"benar ya bunda,jangan bohong"kata rere sambil mengerucutkan bibirnya.
"hari sudah mau maghrib,ayo kita masuk.tidak baik wanita hamil berada di luar rumah maghrib-maghrib"ajak bunda sintya.
rere dan elang mengikuti bunda masuk ke dalam rumah.elang mengamati isi rumah bunda sintya.dia menghentikan langkahnya sambil memandangi foto yang berderet di dinding.
" bunda,apakah ini foto-foto rere sewaktu kecil?"tanya elang.
rere menoleh ke foto yang di tunjuk elang.dia baru menyadari kalau dinding rumah bunda sintya banyak foto dirinya.
"iya nak elang,ini semua foto-foto rere.foto dari rere kecil,sampai dia mulai bisa berjalan.dan yang disana itu foto rere saat usianya tiga tahun.dan itu foto terakhir yang bunda ambil.karena pada saat mengambil foto itu,sinta memergoki bunda"jawab bunda sintya.
rere memeluk bunda sintya.dia sangat terharu dengan perjuangan bundanya.
"sejak saat itukah bunda memakai cadar?"tanya rere.
"bunda memakai cadar hanya saat keluar dari kampung ini saja re,karena bunda tau orang-orang suruhan sinta masih berkeliaran"jawab bunda.
"sudah adzan,kalian shalatlah di kamar depan.bunda sedang datang bulan"kata bunda lagi.
elang dan rere menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu,setelah itu pergi ke kamar depan untuk shalat.
__ADS_1
bunda menyiapkan makan malam di ruang makan.setelah itu duduk di sofa yang ada di ruang tamu, menunggu elang dan rere.
elang dan rere sudah selesai shalat dan keluar dari kamar.
"sudah selesai nak,kalo begitu ayo kita makan malam.bunda sudah menyiapkannya"ajak bunda.
"iya bunda"
jawab elang dan rere bersamaan.lalu mengikuti bunda ke ruang makan.di meja sudah terhidang ikan bakar,sambel pecak,daun singkong rebus dan berbagai macam lalapan mentah.
"hemmm....harumnya membuat perutku keroncongan"kata rere.
bunda dan elang tertawa mendengar perkataan rere.
mereka mulai makan,tiba-tiba elang menepuk keningnya
"ada apa sayang?"
"ada apa lang?"
tanya rere dan bunda bersamaan.
"aku lupa kalo harun ikut kita"kata elang.
dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi harun.
tut.....
panggilan tersambung.
"hallo tuan"jawab harun di seberang telpon.
"harun,kamu dimana?"tanya elang.
"saya lagi di tambak yang ada di kampung sini tuan"jawab harun.
"kemari lah,kita makan malam setelah itu kita kembali ke kota"kata elang sambil mematikkan ponselnya.
"bunda,tambak apa yang ada di kampung sini?"tanya elang sambil melanjutkan makannya.
"tambak udang ada,ikan nila,gurame,ikan mas dan mujair juga ada,kenapa lang?"tanya bunda.
"tadi harun mengatakan sedang berada di tambak"jawab elang.
"apa malam ini kalian akan pulang kekota,apa tidak sebaiknya menginap di sini saja?"kata bunda sintya.
"maaf bunda,besok pagi elang ada janji bertemu klien penting.mungkin lain kali kami akan menginap"jawab elang.
"baiklah kalo begitu,hati-hati di jalan.bilang sama harun jangan ngebut-ngebut.berbahaya untuk rere dan janinnya"tutur bunda.
mereka sudah selesai makan,lalu menuju teras.beberapa orang pegawai perkebunan mulai pulang ke rumah.bunda mengenalkan rere dan elang pada mereka.
__ADS_1
tidak lama harun sampai di rumah bunda.elang dan rere pun langsung pamit untuk pulang,tidak lupa bunda memberikan beberapa bunga anggrek untuk elang.elang menerimanya dengan senang hati.lalu elang dan rere masuk ke mobilnya.perlahan mobil meninggalkan rumah itu.rere melambaikan tangan pada bunda sintya yang berdiri di depan rumahnya.