
Revan sudah rapi dengan seragam sekolahnya,setelah sarapan Revan duduk di teras untuk menunggu Rere.
"Mommy cepetan nanti Revan terlambat nih" teriak Revan sambil menoleh ke dalam rumah.
"Sabar sayang,Mommy harus membujuk adik kembar dulu supaya gak nangis.Berangkat sekolahnya sama Daddy aja ya?" tanya Elang.
"Gak mau...Revan mau sama Mommy.Teman-teman Revan semuanya Mommynya yang antar" jawab Revan.
"Daddy...." Rere berteriak.
"Kenapa tu Mommy ampe kayak tarzan begitu?" kata Elang sambil masuk ke dalam rumah.
"Ehmm..." Elang mendehem saat melihat Kiandra dan Winara tidak mau diam.
"Ada apa?" tanya Elang dengan nada tegas.
"Kiandra sama Winara gak mau pake baju nih nanti Abang Revan bisa terlambat sekolah" jawab Rere.
"Twins pake bajunya" kata Elang sambil membulatkan matanya.
Hahaha...
Kiandra dan Winara bukannya takut malah tertawa sambil terus lompat-lompat di atas kasur.
"Hu...hu...hu..."Rere pura-pura menangis sambil memeluk Elang,sesekali Rere mengintip kedua anaknya.
Kiandra dan Winara langsung terdiam saat melihat Mommynya menangis.Keduanya turun dari kasur lalu mengambil bajunya masing-masing dan menghampiri Rere dan Elang.Kasur Kiandra dan Winara tidak tinggi hanya setinggi lutut anak kecil saja.
"Mom...mom...." kata keduanya sambil menarik baju Rere.
"Lihatlah sayang mereka merayumu" bisik Elang.
"Mi...tek ju (Mi pake baju)" kata Winara,bibirnya monyong kedepan saat bilang kata baju.
"Duh seksinya tu bibir,kalo tu bibir Mommy udah Daddy sosor" celoteh Elang.
"Daddy ah pagi-pagi udah mesum aja" kata Rere sambil memukul dada Elang.
"Pergilah antar Revan,dia sudah terlambat.Daritadi dia ngomel melulu udah kayak petasan aja" kata Elang.
Rere menoleh ke arah Kiandra dan Winara yang sedang berdiri memegang bajunya masing-masing sambil memegangi baju Rere.Rere menjongkokkan badannya di depan kedua anaknya.
"Pake baju sama Daddy ya,Mommy mau antar Abang Revan pergi sekolah" kata Rere lembut.
"A...bang..." kata Kiandra.
"Iya Abang se...ko...lah" kata Rere.
Rere mencium kening kedua anaknya lalu pergi keluar kamar.
"Abang" teriak Rere memanggil Revan.
"Revan sudah pergi sama Diah Nona" jawab Nia.
"Ngambek gak Revan tadi?" tanya Nia.
"Enggak Non,Revan tadi buru-buru pergi karena hari ini hari perpisahan dengan gurunya di sekolah" jawab Nia.
"Kok Revan gak bilang...berarti hari perpisahan dengan Restu juga dong ya" kata Rere.
Rere kembali ke kamar anaknya lalu menemui Elang.
"Loh kok belum berangkat Mom?" tanya Elang yang sedang merapikan rambut Winara.
Romlah sedang merapikan tempat tidur yang berantakan akibat ulah Kiandra dan Winara.
"Revan sudah pergi ke sekolah,dia minta Diah untuk mengantarkannya" jawab Rere.
"Tumben mau pergi sama Diah,tadi Daddy ajak pergi sama Daddy dia gak mau" kata Elang.
"Hari ini di sekolah ada acara perpisahan,Bu Susi akan pindah keluar kota" kata Rere.
"Bu Susi gurunya Revan?" tanya Elang.
"Iya,selain gurunya Revan Bu Susi juga ibu dari temannya yang bernama Restu" jawab Rere.
"Beuuuhh....bakalan galau tu anak di tinggalin ceweknya" kata Elang.
"Apaan sih,lebay amat.Baru kelas satu SD udah main cewek aja" oceh Rere.
"Restu itu teman pertama Revan lo Mom,pasti dia sedih di tinggalin sama Restu.Kita ke sekolah Revan yuk kasih dia semangat sekalian kasih bingkisan untuk gurunya Revan yang pindah" kata Elang.
__ADS_1
"Ya sudah ayo" kata Rere.
Rere menggendong Kiandra dan Elang menggendong Winara sedangkan Romlah membawa tas perlengkapan milik Kiandra dan Winara.Mereka masuk ke mobil dan Elang langsung mengemudikan mobilnya menuju sekolah Revan.
"Twins jangan nakal ya,kalo nakal nanti Daddy turunin di pinggir jalan" ancam Elang.
Kiandra dan Winara mengangguk.
Elang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Tidak lama mereka sudah sampai di sekolah Revan.Elang,Rere,Romlah dan Twins turun dari mobil lalu masuk ke area sekolah,satpam sekolah yang kenal siapa Elang pun langsung mempersilahkan keluarga Elang untuk masuk.
"Dimana Revan?" tanya Elang.
"Mungkin di kelasnya" jawab Rere.
Mereka menuju kelas Revan dan benar saja semua sedang berkumpul disana.Banyak juga orang tua yang hadir untuk menghadiri perpisahan salah satu guru di sekolah itu.
"Daddy tu Abang duduk paling depan" kata Rere sambil menunjuk ke arah Revan.
Elang melihat Revan yang duduk tanpa ekspresi,hanya kesedihan yang terlihat di wajahnya.Setelah acara perpisahan selesai semua orang yang ada di situpun bersalaman dengan Bu Susi.
"Abang" Rere memanggil Revan setelah anaknya selesai bersalaman dengan gurunya.
"Mommy sama Daddy kesini juga?" tanya Revan.
"Mana Restu?" tanya Elang.
Rere menyikut Elang.
"Dia sudah pergi kemarin" jawab Revan.
Rere menghampiri Revan lalu mengusap rambutnya.
"Jangan sedih,lain waktu kalian masih bisa bertemu" kata Rere memberi semangat pada anaknya.
"Tunggu sebentar sayang,aku mau ketemu Bu Susi dulu" kata Elang.
Rere mengangguk dan Elang pun langsung menghampiri Bu Susi.
"Apa hari ini Revan tetap belajar di sekolah?" tanya Rere.
"Tidak Mom,hari ini semua siswa di pulangkan cepat" jawab Revan lesu.
Elang kembali menghampiri keluarganya.
Rere,Revan dan yang lainnya pun kembali ke mobil.
Revan duduk di kursi depan sambil menatap keluar jendela.
"Diah sama Pak Harun mana?" tanya Rere.
"Sudah pulang" jawab Revan.
"Bu Susi pindah kemana?" tanya Elang.
"Ke Palembang" jawab Revan.
"Dekat kok gak jauh" kata Rere.
"Kita main ke rumah Yuna sama Yura aja yuk" ajak Rere mencoba menghibur Revan.
Revan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa gak mau?" tanya Elang.
"Revan banyak tugas sekolah Daddy,dan besok harus di kumpulkan" jawab Revan.
"Kalo gitu kita ke rumah Oma aja ya,ngerjain tugasnya di sana aja gimana?" tanya Rere.
Revan mengangguk.
Elang mengemudikan mobilnya ke rumah orang tuanya,tidak lama kemudian mereka sudah sampai.
"Turunkan kembar dan biarkan dia berjalan sendiri" perintah Elang pada Romlah.
"Tapi Daddy nanti Kiandra sama Winara bikin rusuh" kata Rere.
"Biarkan saja,biar Opa dan Omanya tau bagaimana tingkah cucunya" kata Elang.
Romlah menurunkan Kiandra dan Winara dari mobil dan benar saja kedua bayi itu langsung melancarkan aksinya.Semua yang bisa di gapainya di ambil lalu di buang begitu saja.
"Opa...lihatlah preman datang" teriak Mama Sofia saat melihat kedua cucunya datang dan sudah menyerakkan benda-benda yang ada di teras.
__ADS_1
"Hancurkan semua Twins,biar Opa sama Oma beli yang baru" kata Elang sambil masuk ke dalam rumah.
"O tidak bisa...." kata Mama sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya.
"Romlah bawa mereka ke kamar tamu yang ada di depan" perintah Mama sambil menyeringai.
"Emangnya di kamar depan ada apaan Ma?" tanya Rere.
"Kamu lihat saja sendiri" jawab Mama.
Rere pergi ke kamar yang di maksud Mama.
Ceklek
Rere membuka pintu lalu menutup mulutnya pakai kedua tangan.
"Ini Mama yang buat?" tanya Rere saat melihat di dalam kamar itu sudah seperti arena bermain.
"Iya Re,ini untuk Kiandra dan Winara biar betah kalo main kesini dan juga gak hancurin barang-barang Mama" jawab Mama.
Rere manggut-manggut.
"Terima kasih ya Ma" ucap Rere.
"Sama-sama sayang.Maaf ya bukan Mama gak boleh Kiandra dan Winara hancurin semua barang-barang Mama,kalo barang-barang bisa Mama beli lagi tapi coba kamu lihat isi rumah ini semua barang yang mudah pecah.Mama takut kalo nanti salah satu dari mereka tertimpa atau tertusuk pecahan guci-guci itu"tutur Mama.
"Iya Ma Rere ngerti,makanya di rumah kami tidak ada lagi barang-barang yang mudah pecah.Semua Elang pindahkan kegudang" kata Rere.
"Mommy Revan laper" tiba-tiba Revan datang dan memegang tangan Rere.
"Kasihan Cucu Oma,laper ya.Yuk kita ke ruang makan,mungkin Mbok Yuni sama Mbak Siska udah selesai massk" kata Mama.
Revan mengikuti Mama ke ruang makan lalu duduk di kursi.Ternyata Mbok Yuni dan Mbak Siska belum selesai masak,masih ada beberapa lagi yang belum matang.
"Tunggu bentar ya sayang,sebentar lagi mateng kok" kata Mama.
Revan mengangguk.
Tidak lama Mbok Yuni dan Mbak Siska menghidangkan makanan di atas meja.Papa,Elang dan Rere duduk di kursi masing-masing lalu mereka mulai menyantap makanannya.
"Lang gimana kabar bayinya Edo,Papa belum sempat nengokin mereka" kata Papa.
"Sehat Pa,bayinya lucu-lucu.Sama kayak Kiandra dan Winara tubuhnya gempal dan pipinya juga tembem" jawab Elang.
"Iya semenjak Mama pulang dari rumah Cindra Mama belum pergi kemana-mana,jadi gak enak sama Edo dan Rima" kata Mama.
"Mereka pasti mengerti Ma,nanti kalo ada waktu Mama dan Papa kan bisa berkunjung ke rumah mereka" kata Elang.
"Revan...kamu kenapa nak? Dari tadi Oma lihat wajah kamu murung" tanya Mama.
Semua menoleh ke arah Revan.
"Revan kenapa sayang,gak suka sama lauknya?" tanya Elang.
"Suka Daddy" jawab Revan.
"Trus kenapa makanannya gak kamu makan,mau Daddy suapin?" tanya Elang lagi.
Revan menggeleng.
Rere menyentuh kening Revan,tapi suhunya normal.
"Revan sakit?" tanya Rere.
"Revan gak sakit kok Mom" jawab Revan.
"Lagi mikirin Restu ya?" tanya Elang.
"Restu tega sama Revan,dia pergi tanpa pamit" jawab Revan.
"Siapa Restu?" tanya Mama dan Papa bersamaan.
"Teman Revan di sekolah Oma" jawab Rere.
"Trus kenapa Revan murung?" tanya Mama lagi.
"Yang bernama Restu pindah keluar kota Oma,jadi Revan merasa kehilangan" jawab Rere.
"Restu perempuan atau laki-laki?" tanya Papa.
"Perempuan Pa" jawab Elang.
__ADS_1
Merekapun melanjutkan lagi makannya ,setelah makan siang selesai mereka menuju kamar masing-masing untuk melaksanakan shalat dzuhur.Kiandra dan Winara sudah tidur di kamar khusus mereka.Setelah selesai shalat Rere dan Elang pun tidur siang di rumah orang tuanya.