Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Rujak Mangga


__ADS_3

Satria terbangun saat merasa ada percikan air di wajahnya.Dengan perlahan Satria membuka matanya dan melihat siapa yang sudah berani membangunkannya dengan cara yang tidak sopan.


" Oh...Pa Mer ( Papa Mertua)" ucap Satria lalu kembali tertidur.


" Dasar Bang Sat,ayo bangun" seru Edo sambil menguncangkan tubuh Satria.


" Kalian berdua ya kalo sudah bertemu gak ada satu pun yang bisa jaga lisan.Pamer bang sat,apa maksudnya coba" celoteh Rima.


" Ayah tu Bun yang duluan ngatain Satria bang sat" adu Satria.


Rima menghela nafasnya," Kamu sudah sarapan nak?" tanya Rima pada Yura.


" Sudah Bun,tadi Yura sarapan bubur" jawab Yura.


" Bubur rumah sakit?" tanya Edo.


Yura menggeleng lalu mengerutkan keningnya saat melihat tingkah aneh Satria yang berada di belakang Edo.Edo menoleh ke belakang,Satria sedang menggaruk tengkuknya.


" Kakak kenapa?" tanya Yura,merasa aneh dengan tingkah suaminya.


Belum sempat Satria menjawab,pintu kamar terbuka.Yuna dan Kenzi masuk ke dalam kamar itu.


" Huhh...selamat" Satria bernafas lega sambil mengurut dadanya.


" Gimana dek,udah baikan?" tanya Yuna sambil menggenggam tangan Yura.


" Yura baik-baik saja kok kak,suami Yura aja tu yang lebaynya kebangetan" jawab Yura.


" Salah lagi" gumam Satria.


" Rasain tu" ujar Edo.


" Kakak mau kemana,kok bawa tas?" tanya Yura.


" Mau ke rumah Abah,ada urusan sedikit" jawab Yuna.


" Kok bawa tas?" tanya Yura lagi.


" Oh itu tas isinya pakaian ganti,kakak mau nginep disana" jawab Yuna.


" Kakak sering banget ke rumah Abah,padahal kan jauh" ujar Yura.


" Habisnya di rumah Abah enak,udaranya sejuk,terasa banget suasana kampungnya" tutur Yuna.


" Mau berapa lama nginep di sana Kak?" tanya Edo.


" Belum tau Yah" jawab Yuna.


" Jangan lama-lama kak,kasian Kenzi bolak-balik kesana.Capek lo" kata Edo.


" Iya Ayah" kata Yuna.


Setelah puas mengobrol Yuna dan Kenzi pun pamit,karena harus pulang ke rumah orang tua Kenzi.

__ADS_1


" Kak Yuna sekarang gendut ya semenjak menikah" ujar Yura.


" Iya sayang,kamu benar" kata Rima.


...----------------...


Kenzi mengendarai mobilnya dengan perlahan saat melalui jalanan yang berlubang.Jalan menuju rumah Abahnya sudah banyak yang rusak.


" Kamu beneran mau tinggal di rumah Abah?" tanya Kenzi.


" Yuna mau cari udara segar kak dan di sini adalah tempat yang tepat" jawab Yuna.


Kenzi memarkirkan mobilnya di depan rumah Abah,rumah terlihat sangat sepi.Siang hari begini biasanya Abah dan Ambu sedang di belakang.


Yuna langsung menuju ke kandang lewat samping rumah.


" Ambu" panggil Yuna saat melihat Ambu sedang menyapu halaman belakang menggunakan sapu lidi.


" Yuna,sini" seru Ambu.


Ambu melihat ke arah belakang Yuna," Sendiri? Kenzi mana?" tanya Ambu.


" Mungkin masuk ke rumah" jawab Yuna.


Ambu meletakkan sapu lidinya di samping pintu dapur lalu mengajak Yuna duduk santai di bawah pohon mangga.


Glek


Yuna menelan ludah kasarnya saat melihat buah mangga yang bergelantungan.Ambu memperhatikan tingkah Yuna yang sedang melihat ke atas pohon.


" Emang boleh Ambu?" tanya Yuna.


Ambu langsung mengambil galah," Boleh atuh" jawab Ambu.


" Ambu mau ngapain,itu galah kan panjang banget?" tanya Kenzi yang muncul dari pintu dapur.


" Mau petik mangga untuk Yuna" jawab Ambu.


Kenzi menoleh ke arah Yuna," Untuk apaan Yang,ini mangganya masih muda lo dan rasanya pasti asam?" tanya Kenzi.


" Dasar laki-laki gak peka" celetuk Ambu.


Bluk...


Dua buah mangga jatuh ke tanah.Ambu memungut mangga itu lalu membawanya masuk ke dalam dapur.Tidak lama Ambu datang lagi sambil membawa pisau.


" Mau Ambu bikinin sambel rujaknya gak?" tanya Ambu.


Yuna mengangguk," Boleh Ambu,biar lebih mantap" jawab Yuna.


Ambu kembali ke dapur untuk membuat bumbu rujak.Abah yang baru datang menelan ludah saat melihat Yuna dengan santai mengunyah mangga.


" Emang gak asem ya Neng mangganya?" tanya Abah.

__ADS_1


" Enggak Bah,enak kok seger.Abah mau?" tawar Yuna.


" Enggak ah,Abah mah udah bosen Neng" jawab Abah.


Abah masuk ke dapur," Itu si Eneng gak takut sakit perut makan mangga asem.Ambu kenapa dibiarin Yuna makan mangga asem" celoteh Abah.


" Eleuh si Abah,gak tau apa tanda-tanda orang kalo lagi ngidam teh seperti apa.Pasti mangga muda menu andalan,ni sama sambel rujak bikinan Ambu" kata Ambu.


" Yuna hamil?" tanya Abah.


" Kalo dilihat dari tanda-tandanya mah iya Bah.Badan makin montok,pengen makan yang asem-asem.Ambu juga dulu gitu waktu hamil Kenzi,masa Abah lupa.Itu teh kenangan Abah,gak boleh dilupakan begitu saja" oceh Ambu sambil berjalan keluar dari dapur.


" Dasar nini nini rombeng,Abah nanyanya cuma satu eh dia jawabnya banyak,panjang banget" gumam Abah.


"Neng nanti sore ikut Ambu ke rumah bu Bidan ya" ujar Ambu.


" Ambu mau ngapain ke rumah Bu Bidan?" tanya Kenzi.


" Obat rematik Abah udah habis,kasian kalo gak minum obat malam gak bisa tidur" jawab Ambu.


Yuna yang sedang asyik memakan rujak mangganya hanya mendengarkan perbincangan antara suami dan ibu mertuanya.


" Dek udah ih makan rujaknya,tar sakit perut lo" ujar Kenzi.


" Iya Kak,ini juga udah selesai" jawab Yuna.


Yuna turun dari ranjang bambu lalu menuju kran air yang ada di samping dapur,Yuna mencuci tangan dan mulutnya.Setelah itu dia kembali duduk di samping Kenzi.


" Ambu,kunci motor mana?" teriak Abah dari dalam rumah.


" Kebiasaan si Abah,suka lupa narok kunci.Untung si maun nempel,kalo kagak mungkin udah ketinggalan di kandang ayam" Ambu ngedumel sambil masuk ke dapur.


" Maun siapa Kak?" tanya Yura yang tidak mengerti maksud perkataan Ambu yang absurd.


" Junior" jawab Kenzi santai.


" Nanti Kakak mau lihat sawah sama Abah,Adek nemenin Ambu ke rumah Bu Bidan ya" kata Kenzi.


" Iya" ujar Yuna.


Yuna merebahkan tubuhnya di pangkuan Kenzi,sambil menatap langit yang cerah.


" Mudah-mudahan bisa turun sedikit harganya ya kak" ujar Yuna.


" Iya,nanti Kakak minta tolong sama Abah untuk nawar" ujar Kenzi.


" Yuna sama Yura kan kembar,kok Yura sakit Yuna gak ngerasain apa-apa ya.Biasanya kalo Yura sakit Yuna pasti ngerasain sakitnya dan begitu juga sebaliknya.Kok kali ini beda" tutur Yuna.


" Yura sakit karena bawaan hamil sayang,makanya kamu gak bisa ngerasain sakit yang sedang dia alami" terang Kenzi.


" Kalo Yuna hamil nanti,Yuna bakal muntah-muntah gak ya Kak?" tanya Yuna.


" Semoga saja tidak,soalnya kakak pasti gak tega lihat adek muntah dan sakit" jawab Kenzi.

__ADS_1


Yuna tersenyum pada Kenzi,Kenzi menundukan kepalanya dan langsung menyesap bibir Yuna sekilas.


__ADS_2