
langit mulai gelap,sebentar lagi malam akan datang.elang mengajak rere untuk pulang.
"ayo sayang,kita pulang.hari sudah mulai gelap"ajak elang.
"gendong ya"pinta rere dengan manja.
elang menggendong rere sampai ke dekat mobil.kantor sudah sepi karena memang sudah lewat jam pulang kantor.
elang mendudukan rere di kursi belakang dan elangpun duduk di samping rere.
"harun ayo jalan"perintah elang.
perlahan mobil yang mereka tumpangi keluar dari area perkantoran.
"kamu mau makan apa malam ini sayang?"tanya elang sambil mencium pipi istrinya.
"terserah kamu saja sayang"jawab rere.
"emmmm...bagaimana kalo kita makan tongseng kambing.aku tau tempat yang enak" kata elang.
"maaf tuan,bukannya orang yang sedang hamil muda tidak boleh makan daging kambing ya.katanya bisa mengakibatkan keguguran" kata harun.
"benarkah,aku tidak tau"kata elang.
"kalo makan bebek panggang saja bagaimana?" tanya elang lagi.
"boleh deh,sepertinya enak" jawab rere.
harun mengarahkan mobilnya menuju restoran yang menyediakan menu bebek panggang.
"kita sudah sampai tuan" kata harun.
"ayo kita turun"ajak elang.
mereka turun lalu masuk kedalam restoran itu.mereka duduk di kursi yang ada di pojok.pelayan mendatangi meja mereka.
"mau pesan apa tuan dan nona?" tanya pelayan itu ramah.
"seperti biasa aja mbak,bebek panggang tiga porsi minumnya jus jeruk.harun kamu mau minum apa?"tanya elang pada harun.
"es teh manis saja tuan"jawab harun.
pelayan mencatat pesanan mereka lalu pergi untuk menyiapkan pesanan pelanggannya itu.tidak lama beberapa pelayan datang dan menghidangkan makanan di atas meja.
"hemmm...kayaknya enak sayang"kata rere.
"tentu saja sayang,dulu aku bersama jono sering makan disini" kata elang.
"sama jono apa sama jono" sindir rere.
"ya sama jono lah sayang,trus mau sama siapa?" tanya elang.
"siapa tau aja ama yang lain"hawab rere sambil memakan bebek panggang miliknya.
"apa kamu cemburu sayang?"tanya elang sambil berbisik.
"untuk apa aku cemburu,itu masa lalumu.dan sekarang kamu adalah milikku" jawab rere santai sambil terus mengunyah makanannya.
"gadis pintar" kata elang sambil mengusap rambut rere.
elang dan harun mulai makan,sedangkan rere sudah dari tadi.bahkan makanan miliknya sudah hampir habis.
"Alhamdulillah..."kata rere setelah dia menghabiskan makanannya.
"kalo begini terus aku bisa gendut" celoteh rere.
__ADS_1
"kamu gendut atau tidak,aku akan tetap mencintaimu sayang"kata elang.
"apa kamu masih mau nambah sayang?" tanya elang.
"aku sudah kenyang,sayang aku ke toilet dulu ya" kata rere.
"perlu aku temani sayang?" tanya elang.
"tidak perlu,aku bisa sendiri" jawab rere sambil berjalan kearah toilet.
harun sudah menghabiskan makanannya,lalu pergi ke tempat mobilnya parkir.sedangkan elang masih menunggu rere yang sedang ke toilet.
tidak lama rere pun menghampiri elang.
"ayo sayang,kita pulang"ajak rere.
elang pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka lalu menggandeng rere keluar restoran menuju mobil.
harun mengemudikan mobilnya keluar area restoran.rere duduk bersandar di bahu elang.
"sayang,aku ingin memeluk revan" kata rere.
"untuk sementara kamu peluk revan senior dulu ya,nanti kalo kandunganmu sudah kuat kita pergi menyusul revan"kata elang.
"benarkah,tapi aku tidak punya paspor" kata rere.
"itu urusan gampang"
harun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,langit malam ini cukup cerah.
drtt...
ponsel elang bergetar,elang mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
📨edo
📨elang
"urus saja dia,besok aku kesana"
elang kembali memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya.
"sayang,besok pagi-pagi sekali aku harus keluar kota mungkin akan pulang malam" kata elang.
"apa ada urusan kerja disana?"tanya rere.
"iya sayang,dan aku sendiri yang harus kesana" jawab elang.
dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada rere.elang takut rere akan mencemaskan dirinya.
mobil mulai masuk ke pekarangan rumah elang.mbok surti berdiri di depan pintu.seperti orang yang sedang khawatir.
"ada apa mbok?" tanya rere dan elang bersamaan.
"rere,mbok pikir kamu kemana,kamu menghilang begitu saja.mbok telpon tapi ponsel kamu tidak aktif"kata mbok surti.
"hehee...rere tadi pergi ke kantor elang mbok,dan ponsel rere sengaja rere matikan" kata rere sambil nyengir.
"ya sudah kalian mandi dulu,habis itu makan malam.biar mbok siapkan"kata mbok surti.
"tidak usah mbok,kami sudah makan tadi.maaf elang lupa mengabari mbok surti" kata elang.
elang menggandeng tangan rere menuju kamarnya.
"sayang,aku mandi dulu ya"kata rere.
__ADS_1
"mandi sama-sama ya,biar cepat"kata elang sambil menaik turunkan alisnya.
"nggak mau,yang ada nanti malah nggak selesai-selesai mandinya"jawab rere sambil masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu.
elang tertawa melihat tingkah istrinya.
"sungguh Allah begitu baik,memberi aku seorang istri yang menggemaskan" gumam elang.
tidak lama rere keluar dari kamar mandi dan sudah memakai piyamanya.
"sayang,apa kamu tidak kegerahan nanti pakai baju panjang bagini?" tanya elang.
"kalau aku pake baju pendek,yang ada nanti kamu yang akan kegerahan"jawab rere santai.
"istri pintar"
elang mengacak rambut rere kemudian masuk ke dalam kamar mandi.tidak lama dia keluar memakai celana pendeknya.
"lagi apa sayang?"tanya elang yang melihat rere sedang memainkan ponsel miliknya.
"lagi chating sama rima,cuma tanya kapan dia mau ketemu sama dokter irfan" jawab rere.
"apa rima sedang sakit,sehingga harus bertemu dengan om irfan?" tanya elang yang belum mengerti maksud rere.
"oh iya aku lupa cerita sama kamu,kalo sebenarnya rima itu anak dokter irfan yang hilang" jawab rere.
"benarkah? bertahun-tahun aku membantu om irfan mencarinya tapi tidak ketemu" kata elang.
"kehadiranmu membawa keberuntungan untuk semua orang sayang"sambung elang lagi.
"bukankah kedatanganku hanya menambah masalah saja" kata rere mengingat kejadian yang menimpa dirinya dan mengharuskan dia menikah dengan elang.
"setiap orang pasti punya masalah,tapi kalau kamu tidak ada masalah aku yakin kamu pasti tidak akan mau menikah denganku"kata elang.
"kamu benar sayang,coba bayangkan gadis mana yang rela melepas masa mudanya hanya untuk menikah dengan pria yang usianya jauh lebih tua" kata rere menggoda suaminya.
"berarti kamu terpaksa menikah denganku re?"tanya elang.
"iya,tapi itu dulu" jawab rere sambil tetap memainkan ponselnya.
"kalo sekarang bagaimana?" bisik elang sambil meremas gunung kembar milik rere yang sudah jadi tempat kesukaannya.
"umph...sayang,aku belum selesai chating dengan rima"kata rere.
"kamu belum menjawab pertanyaanku sayang"kata elang yang mulai menciumi leher rere.
"hhhh...sekarang aku mencintaimu,sangat-sangat mencintaimu" jawab rere sambil meletakkan ponselnya di atas meja.
"benarkah?" tanya elang menghentikan aksinya.
rere menganggukkan kepalanya.elang menatap mata rere dengan tatapan penuh cinta.dia mendekati wajah rere dan mulai mencium bibir rere yang terasa sangat manis baginya.rere membalas ciuman elang.elang meremas dada milik rere sambil terus ******* bibir istrinya itu.
"sa...yang..."desah rere.
"aku mencintaimu re" kata elang sambil terus mencumbu rere.
rere terbuai dalam permainan elang yang sangat dahsyat.elang terus memainkan bagian intim rere memakai jarinya.rere menggelinjang merasakan kenikmatan yang di berikan elang.elang mulai memasukan prajurit perangnya kedalam lubang buaya rere.
"pelan-pelan sayang"kata rere sambil terengah-engah.
elang mulai menaik turunkan pinggulnya secara perlahan tapi pasti.semakin lama elang semakin mempercepat genjotannya.
"umphhh...."elang ambruk di atas tubuh rere.
"terima kasih sayang"ucap elang sambil mencium rere.
__ADS_1
elang menarik selimut untuk menutup tubuhnya dan juga tubuh rere.lalu mereka tidur dalam keadaan polos,tanpa sehelai benangpun melekat di tubuhnya.