Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Unyil


__ADS_3

Satria mempercepat ritual mandinya saat mendengar suara tangisan dari arah kamar.Satria keluar dari kamar mandi dan terkejut saat melihat Yura sedang menangis tersedu di kasurnya.Dengan butiran air yang masih menetes di tubuhnya,Satria menghampiri Yura.


" Adek kenapa nangis?" tanya Satria.


Yura memandang wajah Satria dengan wajah yang basah karena air mata.


" Itu Adek sakit,Adek gak bisa berjalan...hiks..." jawab Yura.


Pfttt....


Ha...ha...ha...


Satria sudah tidak sanggup lagi menahan tawanya.


" Jadi gara-gara serabinya sakit,Adek nangis begini" ujar Satria dan Yura pun mengangguk.


Satria menggendong Yura lalu membawanya ke kamar mandi.Satria mengisi bathub dengan air hangat,agar Yura merasa nyaman.


" Awh...." Yura meringis saat merasakan perih saat air mengenai benda keramatnya.


" Berendamlah sebentar,nanti rasa sakitnya akan berkurang" kata Satria.


Satria jongkok di samping bathub tempat Yura berendam.


" Berarti setelah ini kita tidak usah melakukannya lagi" goda Satria.


" Kenapa?" tanya Yura sambil menoleh ke arah Satria.


" Karena kakak gak tega melihat adek kesakitan" jawab Satria.


" Pas main kan gak sakit,malah enak" tutur Yura,wajahnya sudah merona karena malu daat mengatakan itu.


" Beneran gak kapok nih?" tanya Satria.


" Tapi pelan- pelan mainnya seperti tadi" pinta Yura.


" Iya" ujar Satria.


Setelah Yura selesai mandi,Satria kembali menggendongnya.Satria mendudukan Yura di atas kasur kemudian Satria mengambilkan pakaian ganti untuk Yura.


Setelah selesai berpakaian Yura lebih banyak diam,dia tidak bergerak sama sekali karena takut itunya kembali sakit.


...----------------...


Yuna yang baru sampai ke rumah yang sudah disiapkan oleh Edo pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur.Perjalanan yang panjang membuat tubuhnya lelah.Kenzi yang melihat Yuna terbaring pun menindihnya.


" Capek ya Yang?" tanya Kenzi.


" Hemmm..." jawab Yuna.

__ADS_1


Kenzi merebahkan tubuhnya di samping Yuna," Kamu dan Yura saudara kembar,tapi kenapa tingkat kedewasaan kalian cukup jauh berbeda.Yura terlihat sekali seperti anak kecil" tutur Kenzi.


" Itu karena Ayah dan Bunda yang terlalu memanjakannya,ditambah lagi dia berteman dengan Raisa yang sama manjanya dengan Yura" jawab Yuna.


" Tapi Raisa bisa hamil saat masih sekolah" ujar Kenzi.


" Itu karena kak Betrand mencampurkan minuman milik Raisa dengan obat saat pertama kali mereka melakukannya dan selanjutnya Raisa ketagihan" jawab Yuna.


" Sama seperti kamu yang minta tambah terus kan" goda Kenzi


" Tapi kamu suka kan Kak" balas Yuna.


" Tentu saja,siapa sih yang gak suka.Enak....halal lagi" ujar Kenzi.


Cup


Kenzi mengecup puncak kepala Yuna.


" Semoga pernikahan kita langgeng dan bahagia selamanya.Kita sama-sama belajar mengarungi rumah tangga kita.Jika aku salah tolong ingatkan,jangan sampai karena masalah kecil kita jadi bercerai berai.Jangan sampai perkataan orang-orang tentang kita terbukti,menikah diusia muda tidak akan bertahan lama dan tidak akan bahagia" tutur Kenzi.


" Aamiin" ucap Yuna.


Karena lelah setelah perjalanan jauh,mereka pun akhirnya tertidur.


...----------------...


Selesai makan malam,Rima dan Edo duduk di ruang keluarga.Rima memandang wajah Edo tanpa berpaling sedikit pun.Rima terlihat sangat jengkel karena Edo sudah mengirim Kenzi dan Yuna ke tempat yang begitu jauh.


" Bunda tenang saja,Ayah cuma bermain-main saja" ujar Edo.


" Maksud Ayah apa?" tanya Rima.


" Yuna dulu sangat ingin berlibur ke Raja Ampat,makanya Ayah menyuruh Kenzi membawa Yuna ke sana" jawab Edo.


" Jadi,setelah mereka pergi kesana mereka akan kembali?" tanya Rima.


" Iya Bunda" jawab Edo.


Rima memasang wajah cemberutnya sambil menatap Edo," Suka ya ngerjain anak bini" ujar Rima.


" Karena kalo gak gitu,gak seru Bunda" ujar Edo sambil mencolek hidung Rima.


" Ah...Ayah" kata Rima lalu bergelayut dilengan Edo dengan manja.


" Apa kita perlu pergi berbulan madu seperti kedua anak kita?" tanya Edo.


" Kemana?" Rima balik bertanya.


Edo memandang wajah Rima sambil tersenyum," Mau gak?" tanya Edo.

__ADS_1


" Iya mau,tapi kemana.Bunda gak mau ya ke puncak,Bunda maunya ke pantai" tutur Rima.


" Pas banget dengan keinginan Bunda,karena Ayah memang berniat membawa Bunda ke pulau" ujar Edo.


" Serius Yah,pulau mana?" tanya Rima dengan wajah berbinar.


" Kita berlayar di pulau kapuk" jawab Edo lalu menggendong Rima ala bridal style menuju kamarnya.


" Itu mah tiduran di kasur" ujar Rima.


" Sama aja,dimana-mana tetap satu tujuan.Goyang geboy juga" tutur Edo.


Edo merebahkan Rima di kasur," Sepertinya kita harus bikin Edo junior ni Bun" kata Edo.


Edo mulai menyesap bibir Rima yang sudah menjadi candu baginya selama bertahun-tahun.Tangannya berkeliaran meremas,meraba apa yang ada pada istrinya.Cukup lama dia mencumbu rayu Rima hingga Rima terbuai dan terbang melayang.


" Ay...ahh" desah Rima.


" Kamu lupa menyebut namaku sayang" ujar Edo yang perlahan mulai bermain di intinya,bergoyang keatas kebawah.Semakin lama gerakannya semakin cepat.


" Ahh...mphh" Edo membungkam mulut Rima dengan bibirnya.Edo menelusupkan lidahnya dan terjadilah perang lidah.


Tangannya meremas dua gundukan indah milik istrinya.


" Cepat Yah,Bunda udah gak tahan" ujar Rima.


Edo mempercepat goyangannya dan pada akhirnya mereka pun sampai di puncak kenikmatan.


" Edoooo...."


Edo pun tersenyum saat melihat tubuh istrinya menegang,


Cup


Edo mengecup kening Rima yang berkeringat.


" Udah ah,turun" kata Rima pada Edo yang masih berada di atasnya.


" Unyil gak mau keluar,dia masih betah di dalam goa" ujar Edo.


" Oh ayolah sayangku,ingat umur.Sudah ya" bujuk Rima.


" Umurku saja yang tua sayang,tapi unyilku masih muda.Apa kamu gak bisa merasakan jika dia sudah bangun kembali dan minta bergoyang lagi.Dia masih sanggup bergoyang tiga kali putaran lagi" tutur Edo.


Rima merasakan penuh di bagian bawahnya,Edo pun menyeringai dan mulai bergoyang lagi.Goyang basah-basah yang bisa bikin Rima terlena.Sesapan,jilatan dan remasan mengiringi goyangannya.


" Ahhh...." lagi-lagi Rima mengeluarkan suara seksinya.Suara yang dikeluarkan saat-saat tertentu saja dan hanya Edo yang bisa mendengar suara itu.


" Sudah Yah,sudah tiga kali lo.Lihat tu jam di dinding,ini sudah hampir pagi" kata Rima.

__ADS_1


" Aku hanya mau membuktikan kalau aku belum tua" ujar Edo lalu mencabut benda pusakanya dari liang yang sudah menjadi sangkarnya selama bertahun-tahun.


Edo menggendong Rima dan membawanya ke kamar mandi.Edo tidak memberikan waktu sedikit pun untuk Rima beristirahat malam ini,karena lagi dan lagi Edo mengajaknya bergoyang.Kali ini mereka bergoyang di bawah guyuran shower.


__ADS_2