
Cukup lama Satria merampungkan pekerjaannya,hingga butuh waktu sebulan lebih untuk menyelesaikan semua tugasnya.Hari ini,dia dan Yura kembali ke kota asalnya.
" Alhamdulillah,kita sampai di rumah dengan selamat" ucap Satria sambil menurunkan koper-kopernya dari mobil lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
" Kak,tas yang berisi oleh-oleh untuk Chika dan Chiko mana?" tanya Yura.
" Ada di mobil,sengaja gak Kakak turunin" jawab Satria.
" Ya udah kalo gitu,Yura mau mandi dulu setelah itu kita ke rumah sakit" ujar Yura.
" Iya sayang,kakak mandi di kamar sebelah ya.Biar cepet" kata Satria dan dibalas anggukan kepala oleh Yura.
Setelah selesai mandi dan bersiap,Yura dan Satria langsung meluncur ke rumah sakit.
" Bagaimana Dokter?" tanya Satria setelah Dokter selesai memeriksa Yura.
" Semua bagus,kita hanya tinggal menunggu waktunya saja" jawab Dokter.
" Saya sudah gak sabar Dok" kata Satria.
Dokter hanya tersenyum menanggapi perkataan Yura.
Satria menggandeng tangan Yura keluar dari ruang Dokter,mereka berjalan beriringan sampai ke mobil.
" Kita langsung pergi ke rumah ayah sama Bunda ya" ajak Satria.
" Iya kak" kata Yura patuh.
Satria mengemudikan mobilnya menuju ke rumah mertuanya.Yura duduk bersandar di kursinya,tubuhnya terasa lelah walaupun perjalanan yang ditempuhnya cuma memakan waktu beberapa jam saja.Satria mengusap perut Yura menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang kemudi.
" Kalo adek capek,kita langsung pulang aja ya.Besok baru kita ke rumah Bunda" saran Satria.
" Sekarang aja Kak,besok belum tentu kita bisa ke rumah Bunda" kata Yura.
Satria mengurangi kecepatan laju mobilnya,"Adek kok ngomongnya gitu sih" kata Satria.
" Kakak denger sendiri kan apa yang dibilang Dokter tadi,Yura bisa melahirkan kapan saja.Bisa besok atau bahkan malam ini" tutur Yura.
" Iya juga sih,ya sudah kalo gitu.Kita sebentar aja ya,adek harus istirahat" kata Satria,Yura pun mengangguk.
Tidak butuh waktu lama,mereka pun sudah sampai di kediaman Edo dan Rima.Yura dan Satria langsung turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah orang tuanya.
" Jam berapa mendarat?" tanya Edo.
" Sekitar jam tujuh tadi Yah" jawab Satria.
Mereka pun terlibat pembicaraan ringan.Setelah puas melepas rindu,Satria dan Yura pun berpamitan untuk pulang.
...****************...
Satria menggendong Yura hingga ke kamarnya,Yura tertidur di mobil sepanjang perjalanan pulang tadi.
" Udah sampe ya kak?" tanya Yura sambil mengucek matanya.
" Jangan dikucek Yank,nanti bisa iritasi" cegah Satria sambil menahan tangan Yura.
Yura turun dari kasur lalu meminta Satria untuk menuntunnya ke kamar mandi."Bantuin dong kak" pinta Yura.
" Ya sudah,ayo" Satria memapah tubuh Yura hingga ke kamar mandi.
" Kak"
__ADS_1
" Hemmm..."
" Gimana ya ngomongnya" gumam Yura.
" Mau ngomong apaan sih?" tanya Satria.
" Kayaknya Yura mau melahirkan deh,air seni Yura campur darah" jawab Yura.
Satria yang memang ikut masuk ke dalam kamar mandi pun langsung melihat ke arah kloset yang belum disiram oleh Yura.
" Sakit perutnya?" tanya Satria dan Yura menggeleng.
" Sakit sih enggak,cuma dibagian sini kayak ada yang mengganjal trus seperti ada yang mau keluar" jawab Yura sambil menunjuk bagian intinya.
" Kita ke rumah sakit sekarang ya" ajak Satria dengan tenang.Dia sudah berlatih dari jauh-jauh hari,supaya tidak panik.
Yura bersih-bersih baru setelah itu Satria membawanya ke mobil.
" Kak,jangan ngebut" Yura mengingatkan.
Huft
Satria mengatur nafasnya,"Iya,maaf" ucapnya.
Dokter dan beberapa perawat sudah menunggu kedatangan Yura dan Satria.Sebelum pergi tadi,Satria sudah menelpon Dokter agar menunggu kedatangannya.
" Gak mules sama sekali ya?" tanya Dokter.
" Mules Dok,tapi gak terlalu sakit" jawab Yura.
Dokter melakukan pemeriksaan," Sudah waktunya" ujar Dokter sambil tersenyum.
" Baik Dok"
Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.Di kamar bersalin ini Yura sedang berjuang,mempertaruhkan nyawa demi kelahiran putra pertamanya.Satria dengan setia menemaninya,sambil memberikan semangat padanya.
" Alhamdulillah ya Allah" puji syukur Satria panjatkan saat putranya sudah lahir dengan selamat.
" Terima kasih...Terima kasih" ucap Satria sambil menghujani wajah Yura dengan senyuman.
Selesai dibersihkan,Yura dan putranya dipindahkan ke ruang perawatan.
" Sudah kakak adzani putra kita kak?" tanya Yura.
" Sudah,sewaktu adek sedang dibersihkan tadi" jawab Satria sambil menimang putranya.
" Baru pukul tiga,Adek tidurlah.Adek harus banyak istirahat,supaya cepat pulih" kata Satria.
" Yura gak ngantuk kak" kata Yura.
" Walau begitu,adek harus istirahat.Mumpung Samudra sedang tidur" tutur Satria.
" Samudra?" tanya Yura.
" Samudra Gema Pramuja" jawab Satria.
" Nama yang bagus kak" ujar Yura.
" Tentu saja,dia akan mewarisi sifat tegas Satria dan penuh kasih sayang seperti Laura" kata Satria.
Satria meletakkan Samudra di samping Yura," Tidur sama Bunda ya,Ayah tidur di sofa" katanya.
__ADS_1
Yura mengelus pipi berwarna merah milik anaknya,"Terima kasih sayang,sudah hadir di kehidupan Bunda sama Ayah" ucap Yura lirih.
" Kak" panggil Yura.
" Ada apa?" tanya Satria yang sedang merapikan barang-barang milik Yura yang berantakan karena ulahnya.
" Kakak udah kasih tau orang tua kita belum?" Yura balik bertanya.
" Belum,lagipula ini masih terlalu dini untuk membangunkan mereka.Pagi saja kita telpon Ayah,Daddy juga Papa" jawab Satria.
" Baiklah kalo begitu,jangan lupa kabari juga Bang Revan" pinta Yura.
" Siap Bunda" kata Satria sambil menaruh tangannya di pelipisnya.
...****************...
Pagi harinya,kamar rawat Yura sudah ramai.Rima dan Rere saling berebut ingin menggendong Samudra,sedangkan Mama Satria lebih fokus pada Yura.
" Lihatlah sayang,betapa bahagianya mereka atas kelahiran Samudra" tutur Mama Satria pada Yura.
" Mama benar,apalagi Mommy tuh,paling heboh" balas Yura.
" Ma,Mama gak mau rebutan Samudra juga?" tanya Satria.
" Mama nanti aja,kalo mereka berdua dah capek baru Mama gendong Samudra.Biar bisa puas" jawab Mama.
Satria geleng kepala melihat tingkah ketiga ibu-ibu di depannya.
Elang,Edo juga yang lainnya ada di ruangan itu.Papa Danu mendekati Yura,lalu mengecup kening cucunya itu.
" Dulu,opa kira kamu tidak akan berubah.Kamu tetap manja dan kekanak-kanakkan.Ternyata Opa salah,Yura yang sekarang berbanding terbalik dari Yura yang dulu,lebih dewasa dan matang.Selamat ya sayang,Opa turut berbahagia atas kelahiran putra pertamamu" tutur Papa Danu.
" Daddy turut bahagia,semoga Samudra bisa menambah kebahagiaan dalam keluarga kita.Daddy bangga padamu" ujar Elang.
Edo,David,dan yang lainnya bergantian mengucapkan selamat pada Yura dan tidak ada satu pun yang mengindahkan Satria.
" Semua ngucapin selamat pada Yura,kalian pikir kalo gak ada aku tu Samudra bisa ada" celetuk Satria.
" Cemburu ni ye" seru David.
Hahaha...semua yang berada di dalam ruangan itu pun tertawa.Rianti dan Haris masuk ke ruangan itu sambil membawa makanan.Kali ini,Rianti yang mendapat jatah masak memasak untuk menyambut kelahiran baby Samudra.
Papa Danu memimpin doa:
" Ya Allah,terima kasih atas kebahagiaan yang tidak terhingga ini.Tiada harta yang bisa membuat pemiliknya berbahagia,kecuali hati yang selalu bersyukur dan berlapang dada dalam menerima takdir hidup yang sudah Engkau gariskan.Tuntunlah kami semua agar selalu berada dijalanMu,agar kami selalu bersyukur dan jauh dari kufur.Jadikanlah semua keturunan kami menjadi anak yang soleh dan soleha.Dan jadikan kami orang tua yang bisa membimbing anak-anak kami menuju jalan yang benar"
" AAMIIN"
Semua yang hadir mengaminkan doa Papa Danu.Setelah itu,barulah mereka menyantap makanan yang tadi dibawa oleh Rianti dan Haris.
Satria merangkul bahu Yura," Terima kasih sayang,karena kamu sudah menambah kebahagiaan dalam hidupku" ujar Satria.
" Aku bahagia karena kakak yang selalu membahagiakanku" balas Yura lalu mereka pun berpelukan.
Semua nampak bahagia melihat sepasang suami istri yang ada di hadapan mereka.Sungguh keluarga yang luar biasa,suami istri saling mendukung dan saling melengkapi.Tidak ada yang namanya ini tugas suami dan ini tugas istri.Semua bekerja sama,saling membantu.
Sudah sepatutnya,memang sudah seharusnya seperti itu.Jika,tugas itu terbagi maka akan ada hati yang terbebani dan ada orang yang merasa lebih hebat dan berkuasa.Tapi,jika semua dikerjakan secara bersama-sama dan saling bantu,maka hubungan erat akan terjalin dan kasih sayang akan berlimpah.
WASALAM,
...**************SELESAI***************...
__ADS_1