
Acara demi acara telah berlangsung,kini keluarga rombongan yang mengantar Haris pun akan pulang.
"Ini kunci mobilnya,kami pulang dulu" kata Elang sambil menyerahkan kunci mobil pada Haris.
"Kunci mobil milik siapa ini Lang?" tanya Haris.
"Milikmu,hadiah pernikahan dariku untukmu" jawab Elang.
"Hadiah dari Papa kamu jemput ke rumah besok,karena Papa tidak sanggup harus membawanya kemari" Papa menimpali.
"Ini untuk Rianti...Dari Mama,Bunda dan Rere" kata Mama sambil menyerahkan sekotak perhiasan pada Rianti.
"Apa ini tidak berlebihan Nyonya?" tanya Rianti.
"Panggil aku Mama,kamu menantuku sekarang" kata Mama.
"Ayo kita pulang,malam sudah semakin larut" kata Elang.
"Hati-hati di jalan,pelan-pelan saja bawa mobilnya" pesan Haris.
Rombongan Papa Danu satu persatu meninggalkan lokasi pesta.Setelah semua sudah pergi barulah Haris dan Rianti masuk ke dalam rumah.
"Sudah pulang keluarga besar kamu Haris?" tanya Kang Rian.
"Sudah Kang" jawab Haris.
"Ya sudah kalo gitu,kalian cepetan istirahat.Ini sudah malam,pasti kalian lelah" kata Kang Rian.
"Iya Kang,kami ke kamar dulu ya Kang" kata Haris.
Kang Rian mengangguk.
Haris dan Rianti masuk ke kamar mereka.
"Ini baju gantimu Mas" kata Rianti sambil menyodorkan baju pada Haris.
"Gak usah repot-repot,aku bisa mengambilnya sendiri.Terima kasih ya" ucap Haris.
Rianti mengangguk.
Rianti mengambil baju piyamanya di lemari lalu dia hendak pergi keluar kamar.
"Mau kemana?" tanya Haris.
"Mau ke kamar mandi Mas,mau ganti baju" jawab Rianti.
"Kenapa harus ke kamar mandi? Kamu bisa ganti baju di sini kan" kata Haris.
"Kalo ganti di sini nanti Mas lihat,Rianti kan malu Mas" kata Rianti.
Haris menghampiri Rianti lalu tersenyum.
"Apa yang kamu sembunyikan? Cepat atau lambat dari ujung kaki sampai ujung kepala aku nanti akan melihatnya" kata Haris.
Blush
Wajah Rianti merona karena malu mendengar perkataan Haris.
"Ya sudah ganti baju di sini saja,biar Mas yang keluar.Mas sekalian mau ambil minum" kata Haris lalu keluar dari kamar.
Rianti cepat-cepat mengganti pakaiannya.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dan Haris masuk ke dalam kamar.
"Mas ganti baju di mana?" tanya Rianti saat melihat Haris sudah berganti pakaian.
"Di kamar mandi" jawab Haris lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
Rianti masih berdiri tegak di tempatnya,Haris menoleh kearah Rianti.
"Kenapa berdiri di situ,apa kamu tidak lelah dan mengantuk?" tanya Haris.
"Apa kita tidur berdua di kamar ini?" Rianti balik bertanya.
"Kita sudah menikah sayang,kalopun warga memergoki kita itu tidak masalah" jawab Haris.
"Ayo kita tidur,karena besok pagi kita harus sudah kembali ke rumah kita" kata Haris lagi.
Mau tidak mau Rianti merebahkan tubuhnya di samping Haris,walau bagaimana pun dia sekarang sudah sah menjadi istri Haris.
"Jangan takut,aku tidak akan macam-macam malam ini" kata Haris sambil memeluk tubuh Rianti.
Haris dan Rianti pun langsung tidur karena tubuh mereka sangat lelah setelah seharian penuh berdiri untuk menyambut tamunya.
__ADS_1
***
Elang masih di perjalanan,Elang meminta Harun agar mengemudikan mobilnya secara perlahan.
"Pelan-pelan saja Harun,kasian anak-anak kalo kita ngebut" kata Elang.
"Baik Tuan" jawab Harun.
Rere dan ketiga anaknya sudah tertidur,Sedangkan Elang,David dan Harun mengobrol di sepanjang perjalanan.
"Aku tidak melihat Rendi dan Edo tadi,apa dia tidak ikut?" tanya David pada Elang.
"Rendi menemani istrinya yang sedang sakit,jadi dia tidak bisa ikut sedangkan Edo tidak bisa ikut karena Rima belum sehat betul" jawab Elang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam akhirnya mereka sampai ke rumah.Harun lebih dulu turun dari mobil lalu mengeluarkan kereta dorong milik Baby twins.Elang memindahkan Baby twins ke kereta dorongnya.
"Si kembar biar saya yang antar ke kamar Tuan,dan Tuan David bisa menggendong Revan jadi Tuan bisa membawa Rere ke dalam kamar" tutur Harun.
"Bagus juga idemu,sini Revan biar aku yang gendong" pinta David.
David dan Harun membawa anak-anak ke kamarnya,sedangkan Elang menggendong Rere menuju kamar tidurnya.Setelah merebahkan tubuh Rere di kasurnya Elang kembali keluar dari kamar untuk menemui David.
"Tuan saya permisi pulang dulu" pamit Harun.
"Baiklah Harun,terima kasih" ucap Elang.
Harun pun langsung pergi meninggalkan rumah Elang.
"Kita ngobrol di ruang kerja saja" kata Elang pada David.
Elang dan David berjalan menuju ruang kerja.
Ceklek
Elang membuka pintu dan terkejut saat melihat ada seseorang menggunakan jilbab yang sedang tertidur di sofa dengan posisi membelakangi mereka.
"Siapa dia Lang,beraninya masuk ke ruang kerjamu tanpa izin" kata David.
"Aku juga gak tau,kita bangunkan saja dia" kata Elang.
"Hei...Bangun" kata Elang sambil mengguncankan tubuh orang itu.
Orang itupun terbangun dari tidurnya lalu melihat kearah Elang dan David.
"Sari" seru Elang dan David bersamaan.
"Kamu kemana aja selama ini,kamu membuat kami semua khawatir?" tanya David.
Sari menatap sendu kearah David.
Elang duduk di sofa yang ada di depan Sari sedangkan David duduk di samping Sari.
"Orang yang mengaku sebagai pamanku ternyata masih bersaudara dengan Ujang,mereka bersekongkol menipuku" tutur Sari.
"Kamu tahu kalo Ujang calon suamimu?" tanya David.
Sari menggeleng"Aku baru tau saat berada dalam perjalanan menuju ke kampung orang yang mengaku sebagai pamanku.Saat mereka kehabisan bahan bakar dan mengisinya aku berpura-pura sakit perut dan meminta izin ke toilet.Kesempatan itu aku gunakan untuk kabur dan aku sempat menelpon Bunda tapi saat panggilanku belum di jawab Bunda,seseorang menjambret ponselku" tutur Sari.
"Kenapa kamu kabur?" tanya David.
"Karena saya tidak mencintai Ujang Tuan,saya menyayanginya selayaknya adik pada kakaknya,karena dari awal yang saya tau dia kakak kandung saya dan saya juga tidak mungkin mengingkari janji saya pada Tuan,bukankah saya sudah berjanji akan menikah dengan Tuan.Saya bukan tipe orang yang mudah ingkar janji kecuali Tuan yang meminta dan membatalkan rencana pernikahan kita" tutur Sari.
"Selama ini kamu tinggal dimana?" tanya Elang.
"Aku tinggal di mushola yang tidak jauh dari tempat pengisian bahan bakar,kebetulan pengurus mushola mempunyai anak yang sebaya denganku dan Dia mengizinkanku menumpang di rumahnya yang berada di belakang mushala" jawab Sari.
"Lalu bagaimana kamu bisa masuk ke rumah ini?" tanya Elang lagi.
"Aku lewat pintu belakang,karena aku tau saat maghrib pintu belakang tidak ada yang jaga,aku menyelinap masuk dan langsung menuju keruangan ini" jawab Sari.
"Kamu tidak boleh disini Sari,aku takut Ujang akan kembali bekerja disini" kata Elang.
"Tuan tidak usah khawatir karena dia tidak mungkin kembali kesini lagi" kata Sari.
"Kenapa begitu?" tanya David.
"Dia mencariku sampai kesini itu mungkin tapi untuk kembali bekerja itu mustahil.Dan aku sempat mendengar percakapan mereka jika aku berhasil kabur dan kembali ke rumah ini mereka tidak mungkin bisa merebutku kembali karena mereka tau kekuasaan Tuan Elang" jawab Sari.
"Tapi tetap saja kamu tidak bisa tinggal disini Sari,aku takut mereka melakukan hal yang nekat dan membahayakan" tutur Elang.
"Saya akan pergi Tuan,saya datang kemari karena ingin memberi tau Tuan kalo saya baik-baik saja dan tolong sampaikan pada Bunda jangan mengkhawatirkanku" kata Sari.
"Kamu memang tidak bisa tinggal disini tapi kamu bisa tinggal bersama David,menikahlah kalian dengan begitu Ujang tidak akan bisa mengganggumu" kata Elang.
Sari terdiam dan menunduk.
__ADS_1
"Kita menikah secara diam-diam setelah itu kamu ikut aku ke AS" kata David.
"Ide yang bagus,besok aku akan mempersiapkan semuanya dan malam ini bawalah Sari ke tempatmu,disini tidak aman untuk Sari" perintah Elang.
"Bagaimana Sari,apa kamu mau?" tanya David.
Sari menganggukan kepalanya.
"Pergilah dan turun pakai lift yang langsung menuju garasi agar tidak ada yang melihat Sari" perintah Elang.
Sari dan David keluar dari ruang kerja Elang dan langsung menuju lift yang membawa mereka ke garasi.Sesampainya di garasi Sari dan David langsung masuk ke mobil.
"Menunduklah,jangan sampai satpam di gerbang depan melihatmu bersamaku" kata David sambil mengemudikan mobilnya secara perlahan.
Sari mengikuti perkataan David dan setelah mereka melewati gerbang barulah Sari kembali duduk di bangkunya.David mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.Jalanan cukup sepi karena memang hari sudah larut malam,semua orang sudah terlelap di rumahnya masing-masing.
"Ayo turun,kita sudah sampai" kata David.
"Kita dimana,ini bukan apartemenmu?" tanya Sari.
"Aku tidak mungkin membawamu ke apartemen,aku takut ada mata-mata Ujang disana" jawab David.
"Lalu ini rumah siapa?" tanya Sari.
"Rumah orang tua angkatku" jawab David.
Sari dan David turun dari mobil,lalu David mengetuk pintu rumah itu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum Abi, ini Hasan" kata David.
"Hasan?" kata Sari bingung.
Ceklek
Pintu terbuka dan seorang perempuan paruh baya berdiri di pintu.
"Waalaikum salam,Abi sedang shalat.Masuklah nak" kata Perempuan itu.
David mengajak Sari untuk masuk ke dalam rumah lalu duduk di sofa.
"Siapa dia nak?"ranya perempuan itu.
"Dia Sari Umi" jawab David.
"Apakah dia Sari yang kamu ceritakan waktu itu Hasan?" tanya perempuan yang di panggil umi oleh David.
"Iya Umi" jawab David.
"Assalamualaikum" seseorang mengucap salam dari arah belakang.
"Waalaikumsalam,Abi" kata David lalu mencium punggung tangan orang yang di panggilnya Abi.
"Sari" sapa Abi.
"Abi sudah kenal dengan Sari?" tanya Umi.
"Hasan pernah menunjukkan fotonya pada Abi dan kalo dilihat dari wajahnya Abi yakin kalo ini Sari.Abi kenal betul Hasan orang seperti apa,Hasan tidak mungkin sembarangan membawa perempuan ke rumah ini kalo dia tidak serius dengan perempuan itu" tutur Abi.
Sari bingung mengapa orang tua di hadapannya memanggil David dengan sebutan Hasan.
"Kamu kenapa Sari,seperti yang sedang bingung begitu?" tanya Umi.
"Kenapa Umi dan Abi memanggil David dengan sebutan Hasan?" Sari akhirnya bertanya.
Abi tersenyum mendengarnya.
"Abi yang memberinya nama Hasan,kalo Abi bercerita apa kamu tidak akan marah?" tanya Abi pada Sari.
"Marah kenapa?" Sari balik bertanya.
Abi melihat kearah David dan David menganggukkan kepalanya.
"Sebenarnya Hasan atau David dulu adalah calon menantu Abi dan Umi.Tapi sebelum David menikah dengan putri kami,putri kami meninggal karena penyakit kanker yang di deritanya.Karena Abi sudah tidak punya anak lagi,akhirnya kami mengangkat David menjadi anak kami dan kami mengganti namanya menjadi Hasan" tutur Abi.
"Apa itu berarti " kata-kata Sari di potong Umi.
"Ya kamu benar nak,Hasan atau David sama dengan kita" kata Umi.
Mata Sari berkaca-kaca sambil melihat kearah David.
"Sudah malam,kalian tidurlah" kata Abi.
"Umi antar Sari ke kamarnya,masih ada yang mau Abi bicarakan dengan Hasan" kata Abi.
__ADS_1
"Baik Abi" jawab Umi lalu mengajak Sari ke kamar bekas putrinya dulu.
Setelah menunjukkak kamar untuk Sari,Umi pun keluar dan membiarkan Sari untuk tidur.Karena sudah sangat mengantuk Sari pun langsung tertidur di atas kasur.