
Rere membuka matanya lalu turun dari kasurnya secara perlahan agar dia tidak membangunkan Revan yang masih tertidur.Rere masuk ke kamar mandi untuk berwudhu karena sudah masuk waktu shalat subuh.Saat keluar kamar mandi Rere di kejutkan oleh Revan yang sudah terbangun dan duduk di kasur.
"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Rere.
"Mommy darimana?" Revan malah balik bertanya.
"Mommy habis berwudhu di kamar mandi sayang,mommy mau shalat subuh" jawab Rere.
"Revan juga mau shalat" ucap Revan sambil turun dari kasurnya.
Revan masuk ke kamar mandi dan berwudhu seperti yang sudah di ajarkan Rere padanya.Setelah berwudhu Revan mengambil peci dan sarung milik Elang kamudian memakainya.
"Revan pinjam ya Daddy" kata Revan.
Rere tersenyum melihat penampilan Revan yang lucu.
"Ayo mommy kita shalat" ucap Revan.
"Revan mau jadi imam?" tanya Rere sambil menahan tawanya.
"Revan belum bisa mommy,besok saja kalo Revan sudah besar baru Revan jadi imam" jawab Revan.
"Ya sudah kalo begitu ayo kita shalat" kata Rere.
Mereka shalat subuh dengan khusyuk,selesai shalat mereka mengemasi alat shalatnya.
"Mommy tolong Revan nggak bisa lipat" kata Revan sambil menyerahkan sarung pada Rere.
"Lihat mommy ya,mommy akan tunjukkan bagaimana cara melipat sarung" tutur Rere.
Revan memperhatikan cara Rere melipat sarung.
"Punya Revan sarungnya sama seperti punya mommy,tapi kenapa punya Daddy berbeda?" tanya Revan.
"Punya Revan sarung instan artinya tinggal pake aja,kalo punya daddy sarung biasa" jawab Rere lembut.
"Ayo kita ke kamar Baby twins" ajak Rere.
"Adik kok nggak shalat sama kita mommy?" tanya Revan.
"Adik masih kecil sayang,mereka belum bisa shalat" jawab Rere.
Rere membuka pintu kamar Baby twins,ternyata mereka masih tertidur.
"Mereka belum bangun mommy" ucap Revan lesu.
"Mereka masih mengantuk jadi belum bangun.Revan bantu mommy masak aja yuk di dapur" kata Rere.
"Masak nasi goreng ya" pinta Revan.
"Oke deh"
Rere dan Revan keluar dari kamar Baby twins dan berjalan menuju dapur.Revan duduk di kursi yang ada di dapur sedangkan Rere mulai memasak.
"Mommy nasi gorengnya pake telur sama sosis sama sayur sama sambal sama kerupuk ya" pinta Revan lagi.
"Baiklah anak mommy yang tampan,mommy akan buatkan nasi goreng spesial untuk Revan"kata Rere sambil mencolek hidung Revan.
Dengan cekatan Rere mulai memasak,kebetulan persediaan bahan makanan lengkap di dapur.Rere mulai menumis bumbu dan memasukkan bahan pelengkap,kemudian mengaduknya agar tidak gosong.
"Mommy jangan lupa pakai kecap" kata Revan.
"Oke bos" ucap Rere.
Revan terkekeh mendengar Rere menyebut dirinya bos.
Tidak lama kemudian nasi goreng buatan Rerepun sudah matang,Rere membagi nasi goreng menjadi tiga bagian,satu untuk Revan,satu untuk Sari dan satu lagi untuk dia sendiri.
"Kita mandi dulu ya,baru setelah itu kita sarapan" kata Rere sambil menaruh nasi goreng buatannya di atas meja.
"Yaaa...kirain mau langsung makan" ucap Revan tidak semangat.
"Mandi dulu baru makan" ucap Rere tegas.
"Baiklah mommy yang cantik,ayo" kata Revan lalu turun dari kursinya dan berjalan menuju kamarnya,Rere mengikutinya dari belakang.
"Mommy nggak mandi?" tanya Revan saat melihat Rere masuk ke kamarnya.
"Setelah Revan mandi baru mommy akan mandi" jawab Rere.
"Revan sudah besar mommy,Revan bisa mandi sendiri" kata Revan.
"Nanti Revan mandinya nggak bersih" ucap Rere.
"Bersih mommy,gosok badan pake spon gosok telinga,ketek, leher dan kaki trus gosok gigi,pakai sampo trus di gosok-gosok kepalanya"Revan mempraktekan cara Dia mandi.
"Baiklah kalo begitu,mommy pergi kekamar mommy ya" akhirnya Rere mengalah.
Rere keluar dari kamar Revan lalu berjalan menuju kamarnya dan langsung mandi.Selesai mandi Rere memakai bajunya dan memakai pelembab wajah yang biasa dia pakai.
"Pakai ininya nanti saja setelah Mbak Neti mengajariku cara pakainya,aku takut salah" gumam Rere sambil menyusun alat make up yang kemarin di belinya.
Kriing...
Ponsel Rere berdering,Rere langsung mengangkatnya setelah melihat nama yang menelpon dirinya.
__ADS_1
📞""Hallo Rima,ada apa?" tanya Rere.
📞"Apa hari ini kamu sibuk Re?" Rima balik bertanya.
📞"Nggak,emangnya ada apa?" tanya Rere lagi.
📞"Antar aku ke rumah sakit Re,bisa?" ucap Rima.
📞"Kamu sakit Rima,sakit apa?" tanya Rere panik.
📞"Aku nggak sakit Re,nanti aku jelaskan setelah kita bertemu di rumah sakit"jawab Rima sambil memutuskan panggilannya.
"Rima sakit apa ya,kenapa tiba-tiba mau ke rumah sakit atau jangan-jangan dia hamil" gumam Rere.
Rere keluar dari kamarnya dan langsung turun ke bawah,dia melihat Revan sudah duduk manis di ruang makan.
"Revan, nanti Revan di rumah sama Mbak Sari ya,mommy mau pergi sama tante Rima" ucap Rere.
"Iya mommy,apa Revan sudah boleh makan?" tanya Revan.
"Astaga Mommy sampai lupa kalo anak mommy sudah lapar.Makanlah sayang" kata Rere.
Revan berdoa kemudian mulai menyantap nasi goreng miliknya.
"Enak?" tanya Rere disela-sela makannya.
"Hemmm..."Revan hanya mendehem sambil terus mengunyah nasi goreng di mulutnya sampai habis tak bersisa.
Rere cepat-cepat menghabiskan makanannya,setelah habis Rere langsung membawa piring kotor ke dapur dan langsung mencucinya.
"Mommy ke kamar adikmu dulu ya sayang" kata Rere.
"Iya" jawab Revan singkat.
Rere berjalan menuju kamar Baby twins kemudian masuk ke dalam.
"Sari titip kembar ya,aku mau kerumah sakit sebentar setelah itu aku mau ke kantor Elang" tutur Rere.
"Kamu sakit Re?" tanya Sari.
"Rima memintaku untuk menemaninya ke rumah sakit,aku juga belum tau dia sakit apa.Tapi kalo di dengar dari suaranya sepertinya dia baik-baik saja"tutur Rere.
"Pergilah kalo begitu,Revan dan kembar biar saya yang jaga" ucap Sari.
Rere mencium kening kedua anaknya lalu keluar dari kamar itu.Rere melihat Revan masih terduduk di kursi yang berada di meja makan.Rere buru-buru mengambil tas dan alat make upnya kemudian keluar lagi.Rere menuruni tangga dan menghampiri Revan.
"Revan masih disini?" tanya Rere.
"Revan kekenyangan Mommy" jawab Revan sambil mengelus perutnya.
Hahaha
"Mommy pergi dulu ya sayang,baik-baik di rumah.Mommy titip adik kembar ya" ucap Rere.
"Iya Mommy,hati-hati di jalan" ucap Revan.
Rere mencium kening Revan lalu pergi meninggalkannya.
"I love you Mommy" teriak Revan.
Rere menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan kearah Revan.
"I love you too" ucap Rere sambil tersenyum,kemudian dia kembali melanjutkan langkahnya.
"Pak Harun bisa antar Rere ke rumah sakit,Rima memintaku datang kesana" ucap Rere.
Harun membuka pintu untuk Rere dan setelah Rere masuk dia menutupnya kembali.Pak Harun langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
***
Rima berjalan mondar-mandir di depan rumah sakit,sesekali dia melihat kearah jalan.Tidak lama mobil Rere berhenti di depannya.Rere turun dari mobilnya dan langsung di sambut Rima.
"Lama banget sih Re,ntar keburu panjang antriannya" oceh Rima.
"Sabar kenapa sih,aku kan harus makan dulu"jawab Rere.
"Kamu ya makan di banyakin tapi badan tetap saja kecil" kata Rima.
"Kecil-kecil tapi cabe rawit" ucap Rere.
Rima dan Rere langsung masuk ke dalam rumah sakit dan Rima mengambil nomor antrian khusus dokter spesialis kandungan.
"Kamu hamil Rima?" tanya Rere.
Rima menggelengkan kepalanya lalu duduk di kursi tunggu.
"Aku datang kesini untuk periksa Re,melihat rahimku sehat atau nggak.Aku kepikiran terus kenapa sampai saat ini aku belum hamil juga" tutur Rima.
"Kamu baru menikah tiga bulan sama Edo kok udah pusing masalah hamil sih,apa Edo atau keluarganya mendesakmu agar cepat hamil Rima?"tanya Rere.
"Tidak Re,mereka tidak mendesak.Tapi aku kurang nyaman ketika mereka bertanya dan membahas soal anak" jawab Rima lirih.
"Kamu yang sabar ya,semoga saja hasilnya nanti baik-baik saja" ucap Rere.
Setelah cukup lama mengantri akhirnya Rima di panggil oleh perawat yang mendampingi dokter.
__ADS_1
Rima dan Rere masuk kedalam ruangan dokter dan langsung menjelaskan tujuan mereka.
"Nona Rima tolong berbaring,biar saya periksa dulu" pinta dokter.
Rima menuruti perintah dokter lalu berbaring di kasur khusus pasien.Dokter mengambil alat lalu mengoleskan sesuatu berupa gel ke perut Rima dan mulai memeriksanya.
"Sudah selesai Nona,silahkan kembali duduk biar saya jelaskan" ucap dokter.
Rima duduk di samping Rere menunggu dokter menjelaskan.
"Apa sebelumnya Nona pernah mengkonsumsi pil penunda kehamilan?" tanya Dokter.
Rima mengangguk.
"Rahim Nona tidak ada masalah,semuanya sehat.Ini hanya pengaruh pil yang pernah Nona minum.Saya akan memberi resep untuk Nona dan tolong semua di minum sampai habis" kata dokter.
Dokter menulis resep pada sebuah kertas lalu menyerahkannya pada Rima,setelah itu Rima dan Rerepun pamit undur diri.
"Habis ini kamu mau kemana Re?" tanya Rima.
"Mau ketemu Mbak Neti sekertarisnya Elang di kantor,kamu mau ikut?" tanya Rere.
"Mau ngapain,mau ngelabrak dia? Apa dia ada main sama Elang?" Rima mencecar Rere.
"Kamu ya lucu deh,aku mau belajar pake make up sama Mbak Neti" jawab Rere.
"Kalo gitu aku ikut,aku juga mau belajar pakai make up" kata Rima.
Rere mengajak Rima naik kemobilnya,lalu meminta Pak Harun untuk mengantarnya ke kantor.
"Pak Harun antar Rere ke kantor ya,Rere mau ketemu sama Mbak Neti"pinta Rere.
Harun mulai mengemudikan mobilnya untuk mengantar Rere dan Rima ke kantor,setelah beberapa menit merekapun sampai.Harun menghentikan mobilnya di depan kantor,lalu Rere dan Rima masuk kedalam kantor.
"Maaf Nona anda siapa,kenapa masuk sembarangan" tegur seorang wanita.
Rere menoleh kearah wanita tersebut.
"Kamu karyawan baru?" tanya Rere.
"Iya dan kalian siapa,keluar.Bos kami sedang tidak ada di tempat"wanita itu mengusir Rere dan Rima.
Rere menyeringai kemudian menarik tangan Rima berjalan menuju lift khusus ke ruang kerja Elang.
"Hei kalian berdua nggak punya telinga ya,keluar aku bilang.Kalian berdua hanya jalang yang akan merayu bos pemilik kantor ini kan" kata wanita itu.
Wajah Rima memerah mendengar kata-kata wanita itu,dia hendak melayangkan tangannya kearah wanita itu tapi Rere menahannya.
"Biarkan saja dia,jangan mengotori tanganmu.Kita keluar saja"ajak Rere sambil kembali keluar dari kantor.
"Kita harus kasih dia pelajaran Re,seenaknya saja dia bilang kita jalang" Rima emosi.
"Biarkan saja Rima,nanti juga dia akan kena batunya" ucap Rere.
"Tumben ketemu Neti cuma sebentar,biasanya kalo udah ngobrol suka lupa waktu" oceh Pak Harun.
"Mbak Neti lagi sibuk Pak Harun,Rere nggak mau ngganggu"jawab Rere berbohong.
Rima terlihat sangat kesal,ingin rasanya dia mencabik-cabik mulut wanita itu.
"Kita mau kemana?"tanya Pak Harun setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Pulang saja Pak Harun,Rima kangen sama si kembar" jawab Rima.
Pak Harun mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan area kantor,Rima dan Rere bercerita di dalam mobil,sesekali terdengar tawa dari mereka bertiga.
"Pak Harun berhenti sebentar di toko roti ya,Rere mau beli kue untuk Revan" pinta Rere.
"Wih kebetulan,aku juga udah lama nggak makan kue kesukaanku" celoteh Rima.
Pak Harun menepikan mobilnya di depan toko roti,Rere dan Rima turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam toko roti.Setelah membeli beberapa macam kue Rere dan Rimapun kembali ke mobil.
"Ini untuk Pak Harun dan yang lainnya di rumah" kata Rere sambil menaruh kantong berisi kue di kursi yang ada di samping Pak Harun.
Pak Harun kembali melajukan mobilnya dan langsung menuju kearah rumah majikannya.Tidak lama kemudian merekapun sampai di rumah.Rere mengajak Rima turun.
"Mommy" teriak Revan sambil berlari menyambut Rere.
"Anak mommy lagi ngapain nih sama Pak Ujang?"tanya Rere.
"Habis kasih makan ikan" jawab Revan.
"Hai Revan,masih inget sama tante nggak"Rima menyapa Revan.
Revan mengkerutkan keningnya mencoba mengingat Rima.
"Tante yang waktu itu ada di ulang tahun mommy ya?" tanya Revan.
"Daya ingat anak-anak memang tajam"ucap Rima.
"Mommy bawa apa?"tanya Revan yang melihat bungkusan di tangan Rere.
"Ini kue untuk Revan,yuk kita makan sama-sama"
"Kita duduk di ruang tengah saja ya,biasanya jam segini kembar disana", Rere mengajak Rima.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju ruang keluarga dan benar saja Baby twins ada disana sedang bermain bersama Sari.
Rima menghampiri Baby twins dan mengajaknya ngobrol,sedangkan Rere,Sari dan Revan sibuk membuka kuenya lalu memakannya dengan lahap.