Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 167


__ADS_3

Waktu terus bergulir,haripun terus berganti.Tidak terasa kehamilan Sari sudah memasuki usia sembilan bulan dan tinggal menunggu waktu melahirkan saja.


"Mas gak kerja hari ini?" tanya Sari lalu duduk di samping David.


"Mas kerja dari rumah sayang" jawab David.


"Perutmu seperti balon yang siap meledak.Semakin hari semakin besar" kata David sambil mengusap perut Sari.


"Bagaimana tidak semakin bertambah besar,kalo Mas tiap hari memompanya" kata Sari.


Hahaha


"Kamu bisa saja sayang.Oya apa masih ada yang kurang perlengkapan untuk bayi kita?" tanya David sambil membungkukkan kepalanya untuk mencium perut Sari.


"Sudah lengkap semua Mas" jawab Sari.


"Nanti setelah bayinya lahir Mas gak mau ya Sari masih memanggil dengan sebutan Mas" kata David.


"Jadi Sari harus panggil apa Mas?" tanya Sari.


"Apa saja boleh asal jangan Mas" jawab David.


"Baiklah Tuan Raja,apapun yang kamu mau akan aku turuti" kata Sari sambil mencubit mesra pipi David.


"Oh permaisuriku sayang,aku semakin cinta padamu" kata David sambil mencubit hidung Sari.


"Apakah aku sudah mulai berpuasa?" tanya David.


"Hemmm" Sari mendehem sambil mengangguk.


"Benarkah?" David tidak percaya.


"Suer deh" kata Sari sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.


Sari bangkit dari duduknya hendak ke dapur mengambil minum.


"Awh..." rintih Sari sambil memegangi sofa.


"Kenapa sayang?" tanya David.


"Tidak apa-apa Mas,mungkin kelamaan duduk jadi pinggangku sakit" jawab Sari.


"Sari mau kemana?" tanya David lagi.


"Mau ke dapur,Sari haus Mas pengen minum" jawab Sari.


"Duduk di sini,biar Mas yang ambil air minumnya" kata David.


David ke dapur untuk mengambil air minum lalu setelah itu kembali menemui Sari.


"Ini minumnya" kata David sambil menyodorkan segelas air.


"Terima kasih Mas" ucap Sari.


David berlari ke bawah tangga untuk mengambil sesuatu di kotak obat setelah itu baru duduk di samping Sari.


"Minyak angin untuk apa Mas?" tanya Sari.


"Untuk memijat pinggangmu yang sakit" jawab David.


Sari berbalik lalu duduk membelakangi David.Dengan lembut dan penuh kasih sayang David memijat pinggang Sari.


"Enak Mas" kata Sari.


"Apa sudah tidak sakit lagi?" tanya David.


"Sudah lebih baik" jawab Sari.


"Naikkan kakimu" perintah David.


"Untuk apa Mas?" tanya Sari bingung.


David tidak menjawab pertanyaan Sari,David membungkuk lalu mengangkat kaki Sari dan menaruh di pangkuannya.


"Pasti kakimu juga capekkan?" tanya David.


Kali ini Sari yang diam tidak menjawab pertanyaan David.


"Kata Umi kalo lagi hamil apalagi hamil tua begini biasanya kaki suka pegal-pegal dan tubuh juga jadi cepet capek,apa itu benar?" tanya David sambil memijat kaki Sari.


"Iya Mas" jawab Sari.


"Kenapa Sari gak bilang sama Mas,kan Mas bisa carikan pembantu untuk membantu pekerjaan Sari" kata David.


"Sari lebih suka mengerjakan pekerjaan Sari sendiri Mas" kata Sari.


David terus memijat kaki Sari sampai Sari pun tertidur.


"Wanita yang hebat,tidak pernah mengeluh capek sedikit pun" kata David sambil menyibakkan rambut Sari.


Cup

__ADS_1


David mencium kening Sari lalu mengangkat tubuh Sari dan membawanya ke kamar.Setelah merebahkan tubuh Sari di kasur David keluar dari kamar lalu pergi ke dapur.David berniat untuk masak makanan untuk makan siang.


David berkutat di dapur cukup lama,entah apa yang diolahnya.


"Mas lagi ngapain?" tanya Sari.


"Eh sudah bangun sayang,Mas lagi masak nih.Duduklah,sebentar lagi sudah selesai kok" jawab David.


Sari duduk di kursi dan David pun mematikan kompornya.


"Sup jamur dan ayam asam manisnya sudah siap" kata David sambil membawa hasil masakannya ke meja makan.


"Ini semua Mas yang masak?" tanya Sari.


"Mas di bantu mbah jin tadi masaknya" jawab David sambil tersenyum.


"Makanlah" kata David sambil menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan lauknya.


"Terima kasih Mas" ucap Sari.


Sari menggelung rambutnya lalu mulai menyantap hidangan di depannya.


"Enak Mas" kata Sari.


"Habiskan ya,kamu harus makan yang banyak biar ada tenaga saat melahirkan" kata David.


Sari hanya mengangguk saja walau sebenarnya dari tadi dia sudah merasakan mules.Tapi itu dia tutupi agar David tidak panik.


"Kok gak dihabiskan sayang,tadi katanya enak?" tanya David.


"Sari sudah kenyang Mas" jawab Sari sambil menahan mules di perutnya yang masih hilang timbul.


"Mas suapi ya" kata David.


"Awh..." rintih Sari sambil menunduk dan memegangi perutnya.


"Kenapa sayang,perutmu sakit?" tanya David sambil menghampiri Sari.


"Sakitnya sudah dari tadi Mas tapi Sari tahan" jawab Sari sambil meringis.


"Kita ke rumah sakit sekarang" kata David.


Sari menggeleng.


"Kenapa,apa Sari mau melahirkan di rumah?" tanya David.


"Mulesnya masih hilang timbul Mas dan masih jarang,nanti kalo mulesnya makin sering dan sakitnya makin bertambah baru kita pergi" kata Sari.


David menghela nafasnya.


Di jongkok di hadapan Sari lalu mencium perut Sari.


"Jangan menyusahkan ibumu ya nak,keluarlah dengan mudah dan cepat.Ayah menunggumu"kata David.


Cup


David kembali mencium perut Sari lalu bangkit.


Sari mengangkat kedua tangannya meminta David untuk mengangkatnya.


"Mau kemana? Mas gendong ya" kata David.


"Mau jalan-jalan di taman belakang" kata Sari.


"Nanti kamu lelah sayang" kata David.


Sari tersenyum saja.


David memilih ikut berjalan mendampingi Sari.


Setelah berjalan cukup lama,Sari kembali merintih.David yang melihat itu jadi panik dan langsung menggendong tubuh Sari ke mobil.


David langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit,di dalam perjalanan David menelpon Umi untuk memberitahu Umi kalo Sari mau melahirkan.David juga menelpon Elang,minta Elang supaya menunda pekerjaannya dalam beberapa hari kedepan.


***


Elang keluar dari ruang kerjanya lalu berjalan menuju kamarnya.


Ceklek


Elang membuka pintu kamar lalu masuk.


"Mom,Daddy mau ke rumah sakit.Mommy ikut gak?" tanya Elang pada Rere yang sedang menonton tivi.


"Mau ngapain Daddy ke rumah sakit,Daddy sakit?" tanya Rere.


"Bukan Daddy yang sakit,tapi Sari yang mau melahirkan" jawab Elang.


"Mommy ikut" kata Rere yang langsung beranjak dari duduknya.


Elang dan Rere pun keluar dari kamarnya,setelah berpamitan pada Revan dan adik kembarnya Elang dan Rere pun langsung meluncur ke rumah sakit.Dalam perjalanan Elang meminta Rere untuk menelpon Mama dan Papa.

__ADS_1


"David" kata Elang saat mereka sudah sampai di ruang bersalin.


"Kamu datang ke sini Lang?" tanya David.


"Aku tidak mungkin membiarkanmu sendiri disaat-saat seperti ini" jawab Elang.


"Bagaimana Sari?" tanya Rere.


"Masih di periksa Dokter di dalam Re" jawab


David.


"Elang...David" kata Papa dan Mama yang baru sampai.


"Pa...Ma" kata David sambil mencium tangan kedua orang tua dari sahabatnya itu.


"Bagaimana,apa belum juga melahirkan?" tanya Mama.


"Dokter masih memeriksanya Ma" jawab David.


Ceklek


Pintu terbuka dan Dokter keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana Dokter,apa sudah mau melahirkan?" tanya Mama.


"Tunggu beberapa saat lagi ya Nyonya,pembukaannya belum sempurna" jawab Dokter.


"Apa kami boleh menemuinya Dokter?" tanya Papa.


"Silahkan Tuan Danu" kata Dokter mengizinkan mereka masuk.


Semua masuk ke dalam ruangan dan kalian pasti tau siapa yang paling heboh.


"Sari bagaimana,sakit ya?" tanya Mama.


"Namanya mau melahirkan sakit lah Ma" kata Elang.


"Tau nih Mama,kayak gak pernah melahirkan aja" celetuk Papa.


Sari tersenyum melihat orang di depannya,hatinya bahagia.Orang yang awalnya adalah majikan sekarang menjadi seperti keluarganya sendiri.


Rere dan Mama menggandeng Sari berjalan-jalan di kamar itu,sedangkan David,Elang dan Papa ngobrol di sofa.


"Ma...Sari udah gak tahan.Sepertinya sudah mau keluar" rintih Sari perlahan agar David tidak mendengarnya.


Bukan Mama Sofia namanya kalo gak heboh.


"David panggil Dokter,bayinya udah mau keluar" teriak Mama.


Ketiga lelaki yang ada di ruangan itu malah bengong dan bingung harus melakukan apa.


Sedangkan Sari semakin merintih kesakitan sambil meremas bahu Rere dan Mama.


"David cepetan,nanti baju baru Mama rusak" teriak Mama lagi.


David langsung keluar untuk memanggil Dokter,sedangkan Rere,Mama,Elang dan Papa mencoba memberi kekuatan pada Sari.


Tidak lama David pun datang bersama Dokter dan beberapa orang perawat.


"Maaf Tuan Danu,mohon keluar sebentar.Sepertinya bayinya sudah tidak sabar untuk melihat keindahan dunia ini" kata Dokter.


Papa mengajak istri dan anaknya keluar dan David tetap di dalam mendampingi Sari.


"Assalamualaikum" Umi dan Abi mengucapkan salam.


"Waalaikum salam" jawab keluarga Alberto serempak.


"Maaf kami baru datang,apa belum juga lahir?" tanya Umi.


"Masih proses Umi,kita semua disini sedang menunggu" jawab Mama.


Semua menunggu sambil berdoa untuk keselamatan Sari dan bayinya.


Oek...oek...


Terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan.


"Alhamdulillah" puji syukur di ucapkan oleh semua yang sedang menunggu di ruang tunggu.


Papa dan yang lainnya saling bersalaman.


Ceklek


Pintu terbuka dan David keluar dari sana.


"Pa...Abi...semuanya...anakku sudah lahir...David junior sudah lahir" kata David dengan wajah bahagia.


"Selamat ya nak,Papa turut berbahagia" ucap Papa sambil memeluk David.


"Selamat ya Hasan,Abi dan Umi turut berbahagia" kata Abi dan Umi bersamaan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian perawat keluar sambil mendorong brankar Sari dan bayinya,mereka membawa Sari ke ruang perawatan.Wajah-wajah bahagia terlihat pada wajah mereka.Senyum manis tidak lepas dari bibir David.


__ADS_2