
Rere,Revan dan Mama sedang di ruang keluarga menunggu Sari yang masih berkemas.Elang dan Baby twins sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.
"Revan mau ikut Mommy pulang,gak nginep aja disini ama Oma?" tanya Mama.
"Revan pulang aja Oma sama Mommy.Revan mau jaga Adik Kembar" jawab Revan.
"Kami pulang dulu ya Ma,itu Sari udah selesai" kata Rere.
"Iya sayang.Jangan lupa besok pergi ke dokter" kata Mama mengingatkan.
"Iya Ma" ucap Rere.
Mama mengantar Rere dan Revan sampai ke mobil.
Elang mulai mengemudikkan mobilnya setelah Rere dan Revan masuk ke dalam mobil.Mobil melaju dengan kecepatan sedang,hari sudah mulai gelap.
"Kamu mau mampir dulu gak sayang,kemana gitu?" tanya Elang.
"Ke mini market aja sayang ada yang mau ku beli" jawab Rere.
"Baik Tuan Putri" kata Elang.
Elang melajukan mobilnya sambil menyetel musik,Revan komat-kamit mengikuti lagu yang di setel Elang.Tidak lama kemudian Elang berhenti di depan sebuah mini market.
"Aku temani ya" kata Elang.
"Hemmm" Rere mendehem sambil mengangguk.
Rere dan Elang turun dari mobil lalu mereka berdua masuk ke dalam mini market.Rere langsung menuju rak khusus pembalut dan mengambil beberapa bungkus pembalut kemudian memasukkannya ke dalam keranjang.
"Kamu datang bulan sayang?" tanya Elang.
"Iya sayang,mungkin sakit pinggang yang kurasakan karena mau datang bulan" jawab Rere.
"Libur panjang dong" gumam Elang.
Rere tersenyum mendengar gumaman Elang.
"Jangan lupa beli cemilan untuk kamu sama Revan juga Sari.Trus beli juga untuk orang-orang di rumah belakang" kata Elang sambil mengambil keranjang dari tangan Rere.
Rere dan Elang menuju rak tempat berbagai macam jajanan lalu mengambil lumayan banyak dan memasukkan ke dalam keranjang.
"Ambil kacang kulit juga sayang untuk main catur sama Ujang" pinta Elang.
"Oke sayang,kuaci mau gak?" tanya Rere.
"Boleh deh" jawab Elang.
Setelah selesai merekapun langsung menuju kasir dan membayar barang belanjaan mereka.
"Sayang tunggu bentar,aku lupa sesuatu" kata Rere.
Rere kembali menuju rak makanan,kemudian dia mengambil beberapa bungkus mie instan dan langsung membawanya ke kasir.
Elang geleng kepala melihat Rere membawa mie instan yang cukup banyak.
"Kasian mereka Daddy sayang kalo malam suka kelaparan dan bingung mau makan apa" tutur Rere.
"Besok siang kamu ajak mereka pergi berbelanja,agar mereka bisa memilih sendiri apa yang mereka suka" kata Elang.
Setelah selesai membayar barang belanjaanya Rere dan Elang kembali ke mobil.Elang menaruh barang belanjaan mereka di bagasi mobil.Setelah itu Elang masuk ke mobil dan langsung mengemudikannya.
"Kayaknya sebentar lagi mau turun hujan" tutur Rere sambil melihat keluar jendela.
"Bukan mau turun hujan tapi emang sekarang udah mau malam dan matahari sudah terbenam" kata Elang.
"Mendung sayang,tu lihat tu gelap begitu" kata Rere sambil menunjuk keluar jendela.
"Janganlah hujan" ucap Elang.
"Emang kenapa kalo hujan?" tanya Rere.
"Kasian aku kalo hujan,gak ada yang menghangatkan" jawab Elang sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah,Elang turun dari mobilnya lalu membuka bagasi dan mengeluarkan barang belanjaannya.
"Loh Rianti kok sudah sampe sini?" tanya Elang saat melihat Rianti menghampiri mereka.
"Udah Tuan,siang tadi saya sampai sini.Ngapain saya lama-lama di kampung" jawab Rianti.
"Haris mana?" tanya Elang sambil menyerahkan barang belanjaan pada Rianti.
"Abis nganterin saya dia langsung pergi" jawab Rianti.
"Itu orang normal gak sih?" gumam Elang.
Elang kembali masuk ke dalam mobil lalu memasukkan mobil ke garasi,setelah itu Elang masuk ke dalam rumah melalui pintu samping.
"Sayang" Rere memanggil Elang.
"Ada apa?" tanya Elang sambil berjalan menghampiri Rere yang sedang membongkar barang belanjaannya.
"Tu kacang kulit sama kuacinya,pisahin gih.Karena yang ini mau aku kasih ke Romlah,biar Romlah yang bawa ke belakang" tutur Sari.
Elang membawa kacang kulit miliknya dan meletakkannya begitu saja di atas meja yang ada di teras.
Elang kembali lagi ke dapur untuk menemui Rere
"Kamu kenapa sayang?" tanya Elang saat melihat Rere membungkuk sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Es krim aku jatuh" jawab Rere.
Elang melihat ke bawah lalu mengambil es krim itu.
"Aku kira kamu sakit perut" kata Elang.
"Kamu gak shalat,sebentar lagi udah mau habis waktu shalat maghribnya lho" kata Rere.
"Iya ini juga mau shalat" kata Elang lalu dia melangkah menuju kamarnya.
Rere membawa beberapa bungkus cemilan ke kamarnya dan meletakan di tempat khusus cemilan.Rere duduk di sofa kamarnya sambil menunggu Elang selesai shalat.
"Kamu masih sakit pinggang sayang?" tanya Elang menghampiri Rere di sofa.
"Udah nggak lagi sayang,kan udah aku bilang tadi mungkin sakit pinggangku tanda aku mau datang bulan" jawab Rere.
"Emang dulu selalu begitu kalo mau datang bulan?" tanya Elang lagi.
"Kalo dulu cuma kram perut sama sakit melilit aja dibagian perut" jawab Rere.
"Tetap saja besok kamu harus memeriksakannya ke Dokter" kata Elang.
"Baiklah Pak Bos kalo itu bisa membuatmu senang" kata Rere sambil bersandar di dada Elang.
"Sepertinya Haris tidak tertarik pada Rianti" kata Rere.
"Aku juga berfikiran begitu sayang,tapi kita tunggu saja dia datang dan kita dengar langsung jawabannya dari Haris" tutur Elang.
"Haris mau datang kemari?" tanya Rere.
"Iya tapi habis jam makan malam,karena dia ada urusan di luar" jawab Elang.
"Aku ngantuk sayang,apa aku boleh tidur sekarang?" tanya Rere.
"Baru pukul tujuh udah ngantuk,lagipula kamu belum makan malam" kata Elang.
"Tapi mataku sangat ngantuk sekali sayang,ini sudah biasa kalo aku lagi datang bulang bawaannya mau tidur terus" tutur Rere.
"Ya sudah kalo gitu,tapi makan dulu baru tidur" kata Elang.
Tidak ada jawaban dari Rere.
Elang menundukkan kepalanya untuk melihat Rere dan ternyata Rere sudah tertidur.
"Banyak sekali keluhan wanita kalo lagi datang bulan dan itu berbeda-beda.Mama kalo lagi datang bulan sukanya makan,istri Harun ngomel dan sekarang bidadariku sukanya tidur.Wanita memang unik" gumam Elang sambil mengangkat tubuh Rere dan memindahkannya ke kasur.
Elang merebahkan tubuhnya di samping Rere dan kemudian dia ikut tertidur.
Tok tok tok
Suara ketukan di pintu kamar Elang.
Perlahan Elang membuka matanya lalu dia menoleh ke arah jam yang ada di dinding sudah pukul sepuluh malam.Elang turun dari kasurnya lalu berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Oh...Kamu Haris,kirain siapa.Ayo kita ke ruang kerjaku saja" ajak Elang.
"Tumben jam segini sudah tidur?" tanya Haris sambil berjalan menuju ruang kerja beriringan dengan Elang.
"Aku ketiduran tadi sehabis mengobrol dengan Rere" jawab Elang sambil membuka pintu ruang kerjanya.
"Duduklah Ris" perintah Elang.
Haris mendudukan tubuhnya di sofa ,begitu juga dengan Elang.
"Ada apa?" tanya Haris.
"Kenapa kamu sudah kembali? Kamu tidak tertarik pada Rianti?" tanya Elang.
"Dia sangat manis dan imut Lang" jawab Haris lalu dia menceritakan kejadian kemaren saat di rumah Rianti.
Flashback on
Rianti membuka matanya,dia merasa berat di bagian perutnya.Dia melihat ke arah perutnya ada tangan kekar yang sedang memeluknya.
"Tangan siapa ini?" tanta Rianti.
Rianti menoleh ke arah samping.
"Aaaa...."Rianti berteriak.
Ssttt...
"Jangan berteriak,teriakanmu bisa membangunkan orang satu kampung" kata Haris sambil membekap mulut Rianti.
Rianti menganggukkan kepalanya.
Haris membuka bekapannya saat melihat Rianti mulai tenang.
"Mas kenapa tidur disini?" tanya Rianti sambil memelankan suaranya sepelan mungkin.
"Di luar dingin dan juga banyak nyamuk" alasan Haris.
"Tapi gak harus tidur disini juga kan Mas,kita bukan muhrim" kata Rianti.
"Kalo begitu aku akan segera menghalalkanmu"ucap Haris santai lalu kembali memejamkan matanya.
"Mas bangun,pindah keluar sana.Nanti kalo Kang Rian melihatmu disini bisa gawat" tutur Rianti.
"Gawat kenapa?" tanya Haris tanpa membuka matanya.
__ADS_1
"Dia akan memintamu untuk menikah denganku,dia pikir kita telah melakukan hal yang tidak benar" jawab Rianti.
"Kenapa gak bilang dari tadi,tau mau dinikahin gitu aku biarkan saja kamu tadi berteriak biar satu kampung datang dan kita langsung disahkan"tutur Haris.
"Mas aku mohon,keluarlah dari kamarku" pinta Rianti.
"Sudah kamu tidurlah,jangan khawatir.Sebelum subuh aku sudah keluar dari sini" kata Haris lalu kembali tidur.
Rianti menoleh ke arah jam yang ada di dinding kamarnya,baru pukul tiga dini hari.Karena di rumah rianti hanya ada dua kamar dan kamar Rianti juga ukurannya cukup kecil dan tidak memungkinkan Rianti untuk tidur di lantai,akhirnya Rianti mengalah dan dia kembali tertidur dengan menaruh bantal guling pemisah antara dia dan Haris.
Pagi harinya...
"Neng bangun...Neng" Kang Rian mengguncangkan tubuh Rianti dengan suara pelan.
Rianti membuka matanya lalu melihat kearah Kang Rian yang sedang berdiri menatapnya tajam,seolah memergoki seseorang yang tertangkap basah sedang mencuri.
"Ini kenapa Mas Haris bisa tidur sama kamu di kamar?" tanya Kang Rian.
Rianti pura-pura kaget mendengar pertanyaan Kang Rian.
"Eh iya,kenapa ada Mas Haris disini Kang?" Rianti pura-pura bertanya.
"Mungkin dia ngelindur Neng" jawab Kang Rian.
"Bisa jadi Kang" ucap Rianti polos sambil turun dari kasurnya.
"Ya sudah,kamu shalat dulu sana habis itu bantu Teh Ira masak" kata Kang Rian.
"Trus Mas Haris gimana ini Kang,nanti kalo orang kampung lihat bagaimana?" tanya Rianti.
"Sudah kamu keluarlah,Orang kampung biar jadi urusan Akang" jawab Kang Rian.
Rianti dan Kang Rian pun keluar dari kamar dan membiarkan Haris tetap tidur.
Setelah Rianti dan Kang Rian keluar Haris pun membuka matanya sambil tersenyum.
"Gadis yang pintar"gumam Haris.
Hari sudah pukul tujuh pagi,anak buah Haris yang tidur di ruang tengah sudah bangun dari tidurnya.Rianti membantu Teh Ira membuat sarapan,setelah selesai Rianti menghidangkannya di ruang tengah yang hanya beralas tikar.
"Neng itu Mas Haris di bangunin trus ajak sarapan" kata Kang Rian.
"Akang saja yang bangunin,kok Rianti sih" tolak Rianti.
"Masa Akang gak pantes atuh,Kamu saja yang bangunin sana" perintah Kang Rian.
Rianti memasang muka cemberutnya lalu masuk ke dalam kamar.
"Mas bangun Mas,udah siang" kata Rianti.
"Mas..."Rianti mengguncangkan tubuh Haris.
Haris tak kunjung membuka matanya.
"Mas bangun gak,kalo gak bangun Rianti siram nih" ancam Rianti.
"Kasar amat sih jadi cewek,lembutan dikit ngapa" oceh Haris.
"Habisnya Mas gak mau bangun" balas Rianti.
"Bangunin orang tu yang lembut,apalagi kamu perempuan.Mas Haris sayang bangun donk udah siang nih,gitukan enak dengernya" tutur Haris.
"Sayang sayang pala lu peyang.Udah cepetan bangun.Kang Rian dan yang lainnya udah nungguin tuh,mereka ngajak sarapan bareng" tutur Rianti.
Haris turun dari kasur lalu berjalan keluar kamar.Kang Rian,Teh Ira dan yang lainnya sudah duduk bersila di ruang tengah.Haris berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka setelah itu dia bergabung dengan yang lainnya.
"Maaf Kang,Saya kesiangan bangunnya" ucap Haris.
"Gak apa-apa Mas,ayo sarapan"kata Kang Rian.
Merekapun mulai sarapan,hari ini Rianti dan Teh Ira hanya buat nasi goreng kemangi dan teri saja.
"Kang setelah sarapan Kami mau langsung balik lagi ketempat Rianti kerja" tutur Rianti disela-sela makan mereka.
"Loh kok buru-buru Neng" kata Kang Rian.
"Lagian mau ngapain disini lama-lama Kang,di kampung kita gak ada tempat yang indah untuk piknik" kata Rianti.
"Kamu kan bisa ajak Mas Haris ke sawah" kata Kang Rian.
"Wah seru tuh Kang ke sawah,Haris mau dong di ajak ke sawah" ucap Haris menimpali.
"Oh ya udah kalo Mas haris mau ke sawah,pergi aja sama Kang Rian.Rianti bisa naik bus ke rumah Pak Elang"tutur Rianti.
Akhirnya Haris mengalah,setelah mereka selesai sarapan merekapun langsung kembali ke rumah Elang.
Flashback off
Elang mendengarkan cerita Haris sambil geleng-geleng.
"Jadi kamu gak di grebek sama orang sana?" tanya Elang.
"Ya gak lah.Enak aja main grebek orang sembarangan" jawab Haris.
"Kamu yang sembarangan,main masuk kamar anak gadis orang sembarangan.Untung Kakak Rianti orang baik,kalo enggak kamu udah di habisi sama dia" tutur Elang.
Haris hanya senyum-senyum saja.
"Sepertinya aku mulai menyukainya Lang" kata Haris.
__ADS_1
"Berjuang lah untuk mendapatkannya,aku ngantuk aku mau tidur" kata Elang sambil keluar dari ruang kerjanya.
Elang berjalan menuju kamarnya dan membiarkan Haris sendiri di ruang kerja.Elang membuka pintu kamarnya dan langsung berjalan menuju kasur,Elang naik ke kasurnya lalu diapun mulai memejamkan matanya dan tertidur.