
Sintya duduk bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.Polisi mulai berdatangan dan menangkap orang-orang yang menyerang rumah Elang.
"Tunggu Pak" Bunda Sintya menahan polisi yang akan membawa Silvy.
"Ada apa Nona?" tanya Polisi.
"Dia bagian dari keluarga ini,Bapak tidak perlu membawanya" kata Bunda Sintya.
"Tapi Nona" kata Polisi ragu.
"Aku jamin dia tidak akan berbuat macam-macam.Jika dia melakukan kejahatan lagi aku sendiri yang akan menghukumnya" tutur Bunda Sintya.
Elang memberi kode pada Polisi itu.Polisi melepaskan Silvy dan keluar dari rumah Elang.Rumah sudah sepi,hanya tinggal beberapa orang saja.
"Duduklah Silvy" perintah Bunda Sintya.
Tidak hanya Silvy,tapi Elang,Edo,Rendi dan Wildan pun ikut duduk.
"Dimana ayahmu sekarang?" tanya Sintya pada Silvy.
"Apa tante mengenal Ayah saya?" Silvy balik bertanya.
Brakk
Bunda Sintya menggebrak meja di hadapannya.
"Jawab pertanyaanku"
Wajah Bunda Sintya memerah karena menahan amarah.
"Papa ada di negri jiran" jawab Silvy gemetaran.
"Apa ayahmu sudah menikah?" tanya Sintya.
"Apa maksud Tante,jelas saja Papa menikah dengan Mamaku" jawab Silvy,dia belum mengerti maksud Bunda Sintya.
"Hahaha...tawa Bunda menggema di seluruh ruangan.
"Apa kamu tidak tau,jika ibumu adalah Sinta saudara tiriku?" tanya Bunda Sintya.
Silvy mengkerutkan keningnya.Dia masih belum mengerti maksud dari wanita yang ada di hadapannya.
"Bunda,bagaimana Bunda yakin kalo Silvy anaknya Sinta?" tanya Elang.
"Melihat wajahnya saja aku sudah yakin dia anak dari Surya" jawab Bunda Sintya.
"Tante kenal Ayahku?" tanya Silvy.
"Tentu saja aku mengenalnya" jawab Sintya.
"Bisa saja Silvy anak Om Surya dengan Tante Ratih" kata Elang.
"Tidak mungkin Surya memiliki anak bersama wanita lain" jawab Bunda Sintya.
Orang yang berada di situ semakin penasaran dengan perkataan Bunda Sintya.
"Pulanglah nak,sampaikan salamku pada Ayahmu. jangan bertindak macam-macam,kau berada dalam pengawasanku" kata Bunda Sintya.
"Aku tidak bisa pulang jika aku tidak membawa Revan" kata Silvy.
Wildan mendekati Silvy lalu menyentuh bahu Silvy.
"Pulanglah ke tempatku,kau akan aman" kata Wildan.
"Tapi Wil,apartemen kita bersebelahan.Dia pasti akan menemukanku" kata Silvy.
"Apartemen itu sebenarnya milikku" jawab Edo.
__ADS_1
"Aku meminta Wildan untuk mengawasimu dan mencari info tentang suamimu" kata Elang.
Silvy menundukkan kepalanya lalu menangis,Bunda Sintya memeluk tubuh Silvy.
"Maafkan aku Lang,aku terpaksa melakukannya.Uang kantor yang aku gelapkan masih utuh di rekeningku,aku akan mengembalikannya padamu.Itu semua atas perintah lelaki brengsek itu" kata Silvy.
"Atas alasan apa dia memaksamu?" tanya Rdo.
"Kalau aku tidak mau menuruti keinginannya,dia akan menghancurkan perusahaan Papa yang berada di bawah kekuasaannya" tutur Silvy.
"Lalu,bagaimana dengan Revan? bukankah dia dulu tidak menginginkan Revan,kenapa tiba-tiba sekarang dia akan merebut Revan dariku?" tanya Elang.
"Aku hanya istri sirinya Lang,dia telah menipuku dulu.Setelah dia tau istri sahnya tidak bisa memberinya keturunan dia datang lagi padaku dan berjanji akan menikahiku secara sah tapi dengan syarat Revan harus ada bersamaku.Aku menolaknya Lang,tapi dia mengancamku" Silvy menjelaskan.
"Sebenarnya aku masih mencintaimu Lang,sangat mencintaimu.Tapi saat aku melihatmu bersama wanita yang di supermarket waktu itu dan aku melihat cinta di matamu untuknya begitu besar,aku berusaha membuang cintaku dan memilih kembali pada tua bangka itu" tambah Silvy lagi.
"Apa dia menyiksamu nak?" tanya Bunda Sintya.
Silvy menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kau tidak meminta cerai nak,apalagi kalian hanya nikah siri" kata Bunda Sintya lagi.
"Pernah aku meminta cerai Tante,tapi dia semakin menyiksaku dan mengurungku di suatu tempat.Dia membebaskan aku setelah aku menyetujui permintaannya untuk membalas dendam pada Papa Danu melalui Elang" jawab Silvy.
"Iya Tante,Tante tadi bilang kalo Papa tidak mungkin mempunyai anak lagi,apa maksudnya?" tanya Silvy.
Bunda Sintya menarik nafasnya lalu mengeluarkannya lagi.
"Surya sangat mencintai Sinta,tapi Sinta hanya memanfaatkan kekayaan Surya.Demi mendapatkan keinginannya Sinta rela menyerahkan tubuhnya pada Surya hingga Sinta hamil dan melahirkan.Tidak ada yang tau kejadian ini kecuali keluarga Surya.karena kejadian ini terjadi saat kami masih di bangku SMA,mereka menutupinya.Tapi entah apa yang terjadi,Surya terpaksa harus pindah dan dia membawamu pergi.Sejak saat itu aku tidak pernah melihatnya lagi dan kabar terakhir yang kudengar,Surya kecelakaan dan itu berpengaruh pada alat kejantanannya" jawab Bunda Sintya panjang lebar.
Silvy mengelap kotoran di wajahnya sampe bersih kemudian dia mengeluarkan ponselnya lalu melakukan panggilan video.
📱Papa Surya
" Hallo sayang,apa kamu baik-baik saja disana?"
"Silvy baik-baik saja Pa,oya pa ada yang ingin berbicara dengan Papa"
Silvy menggeser layar ponselnya kearah Bunda Sintya.Surya terkejut melihat wajah Sintya di layar ponselnya.
📱Papa Surya
"Sintya,kamu masih hidup.Aku mendengar berita kalo Sinta membunuhmu?"
📱 Bunda Sintya
"Aku masih hidup dan sehat Mas,apa kabar Mas?"
📱Papa Surya
"Aku baik,kapan-kapan kita harus bertemu Sintya.banyak yang harus kita bicarakan dan tolong jaga anakku selama dia berada disana"
Papa Surya mematikan ponselnya secara sepihak.
"Wildan,bawa Silvy ke tempatmu.Bawa beberapa orang untuk menjaga kalian" perintah Edo.
"Pergilah nak,urusan suamimu biar Tante dan Elang yang mengurusnya" kata Bunda Sintya.
Wildan dan Silvy keluar dari rumah Elang dan langsung pergi meninggalkan kediaman Elang.
"Do,dimana Rere?" tanya Elang.
"Rere bersama Dokter Irfan, rumah Dokter Irfan yang baru belum di ketahui oleh musuh jadi aku membawanya kesana" jawab Edo.
" Bunda ke kamar dulu Lang,mau membersihkan luka Bunda" kata Bunda Sintya.
"Perlu bantuan Bunda" tanya Elang.
__ADS_1
"Tidak perlu nak,Bunda sudah biasa melakukannya sendiri"tolak Bunda Sintya.diapun langsung pergi ke kamarnya.
"Gila,aku tidak menyangka kalo Bunda Sintya adalah ketua ninja bertopeng dari wilayah barat" celetuk Edo.
"Aku juga terkejut saat dia merubah penampilannya tadi" kata Elang.
Elang beranjak dari duduknya lalu menuju ke kamarnya.Saat berada di tangga Elang menoleh ke arah Edo.
"Istirahatlah,karena setelah ini kita harus memikirkan cara untuk menaklukan Suami Silvy" perintah Elang lalu melangkah kembali.
"Ayo Ren,cabut" ajak Edo.
Edo dan Rendi pergi dari situ,rumahpun menjadi sepi.Anak buah Bunda Sintya sudah pergi sejak tadi.
Elang masuk ke kamar mandinya untuk membersihkan diri.Setelah selesai dia memakai pakaiannya lalu pergi keluar kamar.
"Loh Bunda mau kemana?" tanya Elang saat melihat Bunda Sintya sudah bersiap hendak pergi.
"Bunda harus pulang nak,Bunda harus mengobati anak buah Bunda yang terluka" jawab Bunda Sintya.
"Biar Harun yang mengantar Bunda" kata Elang.
"Tidak perlu nak,supir Bunda sudah menunggu di depan.Bunda pergi dulu Lang jaga Rere baik-baik,Bunda percaya padamu" pesan Bunda Sintya.
"Aku akan menjaganya dengan nyawaku Bunda"jawab Elang.
Bunda Sintya menepuk bahu Elang lalu masuk ke dalam mobilnya,kemudian mobil itu pergi dari rumah Elang.
Elang mengeluarkan ponselnya lalu menelpon seseorang.
📱 "Datang ke alamat yang kukirim padamu,aku tunggu" kata Elang lalu mematikan ponselnya.
Elang duduk bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.tangannya memijit keningnya.
" Sari" teriak Elang memanggil Sari.
"Iya Tuan"
"Apa kamu punya saudara di sekitar sini?" tanya Elang.
"Ada Tuan,kebetulan kontrakkannya tidak jauh dari sini" jawab Sari.
"Ambillah uang ini untuk ongkos.Pergilah ke rumah saudaramu itu" perintah Elang.
"Tuan memecat saya?" tanya Sari.
"Bukan itu maksudnya,ada sedikit kerjaan nanti di rumah ini dan rumah ini harus kosong,setelah selesai aku akan menghubungimu" kata Elang.
" Baik tuan"
Sari pergi ke kamarnya untuk mengambil tasnya lalu keluar dari rumah Elang.
Tidak lama orang yang di telpon Elang tadi pun datang.
"Ada apa kamu memanggilku bro?" tanya orang itu setelah duduk di sofa.
"Aku butuh bantuanmu saat ini" jawab Elang.
Elang menceritakan masalahnya,orang itu mengangguk-angguk saja.
"Kamu tenang saja,ini masalah kecil.Aku akan bekerja secara halus bahkan tidak ada satu orangpun yang akan mengetahuinya"
"Aku percaya padamu" kata Elang.
Elang menekan tombol remot yang ada di tangannya.Semua pintu dan jendela yang ada di ruangan bawah itupun terkunci secara otomatis.
Elang menekan tombol yang lainnya lalu muncul layar monitor dari dinding.
__ADS_1
Orang suruhan Elang mengeluarkan laptop miliknya dan menyambungkan ke layar monitor milik Elang,diapun mulai bekerja.Elang hanya memperhatikan cara kerja orang itu sambil duduk bersandar di sofa.