
elang sampai di kantornya.karyawan yang sedang melintas menyapa bosnya itu.
"selamat pagi tuan"
"selamat pagi,apa edo sudah datang"
"tuan edo ada di ruang meeting bersama dengan orang dari kota B,tuan"
"ternyata mereka sudah datang",gumam elang.
elang berjalan menuju lift khusus dirinya.dia memencet tombol nomor lantai ruangan meeting.tidak berapa lama dia sudah sampai di sana.elang membuka pintu ruang meeting,sudah ada edo,papa danu dan juga tamunya dari kota B,yaitu juragan eman.
"maaf saya terlambat"
kata elang.
"tidak masalah tuan elang,kami juga baru saja datang"
kata juragan eman sambil mengulurkan tangan.
mereka langsung membahas kepentingan mereka.papa danu mengamati kedua belah pihak.bondan juga ada di sana.
setelah beberapa jam,akhirnya urusan mereka pun selesai.
"terima kasih tuan,semoga tanah yang tuan beli bisa membawa keberuntungan"
kata juragan eman.
"sama-sama juragan,terima kasih karena juragan sudah mau menjual tanah itu kepada saya"
juragan eman tersenyum sambil melintir kumis tebalnya.
"maaf tuan-tuan sebelumya,selain ada urusan bisnis sebenarnya saya juga ada urusan pribadi.saya sedang mencari kedua ponakan saya yang kabur dari rumah"
kata juragan eman sambil memberikan dua lembar foto pada elang,edo dan juga papa danu.
papa danu mengambil foto itu,kemudian dia terkejut.
"bukankah ini rere",kata papa danu.
elang dan edo pun ikut kaget.
"bukankah ini rima,anak dari tuan ardi"
kata edo dan elang bersamaan.
__ADS_1
"apa tuan-tuan mengenalnya",tanya juragan eman.
"tentu saja,aku bernah bertemu rima sekitar tiga bulan yang lalu.saat itu dia datang bersama tuan ardi ke kantor ini untuk mengantarkan rere"
"lalu apa tuan tau di mana rere sekarang",tanya juragan eman dengan antusias.
mereka bertiga menggelengkan kepalanya.
"kami memecat rere dari pekerjaannya",kata papa danu.
"maaf tuan kalau saya boleh tau,apa alasannya hingga tuan memecat rere.apa dia membuat kesalahan"
kata juragan eman lagi.
"dia tidak pantas menjadi pengasuh cucuku,lagi pula dia sudah mencuri sesuatu dari kami",jawab papa danu.
"mewakili kedua orang tua rere,saya minta maaf tuan.jika rere sudah bersikap kurang ajar.jika suatu hari tuan bertemu mereka tolong hubungi saya, kata juragan eman sambil mengundurkan diri lalu pergi dari ruangan itu.
"bagaimana bondan,apa kamu percaya omongan mereka",tanya juragan eman sambil berjalan ke arah mobilnya.
"bahas nanti saja juragan,ini masih kawasan mereka.aku takut pembicaraan kita tertangkap oleh mereka",jawab bondan.
mereka masuk ke dalam mobil lalu pergi dari kantor elang menuju ke penginapan yang mereka sewa.
sedangkan di kantor elang,edo dan papa danu tertawa.
"aku tidak bersandiwara,aku mengatakan yang sejujurnya.bukankah rere memang tidak pantas jadi pengasuh revan,dia lebih pantas jadi mommynya.aku memecat rere jadi pengasuh kemudian menjadikannya menantuku"
"hahaa papa memang terbaik",kata edo.
"oya do,apa sudah beres semua",tanya elang.
"tenang saja lang,anak buah kita sudah memasang kamera di kamar juragan eman.lagipula rendi ada bersama mereka"
"bagus",kata elang.
"katamu om irfan mengenal orang yang bernama syntia,kalo begitu ayo kita pergi menemui om irfan",ajak edo.
"tunggu sebentar,apa maksud kalian.kenapa irfan juga terlibat? tanya papa danu.
"bukan terlibat pa,sebenarnya yang menjadi target orang itu bukanlah rere melainkan orang yang bernama syntia.kebetulan om irfan mengenal syntia",jelas elang.
"kalo gitu tunggu apalagi,ayo kita temui irfan sekarang",kata papa danu.
"tidak bisa pa,elang harus pulang.rere sedang sakit di rumah"
__ADS_1
"menantuku sakit lang,sakit apa?
"maagnya kambuh,kata om irfan bukan karena salah makan saja.tapi pemicu utamanya adalah stres.mungkin rere terlalu memikirkan masalah ini"
"kasian menantuku,kalo begitu cepat pulanglah.kantor biar papa dan edo yang urus.
"baik pa,terima kasih.elang pulang dulu"
elang keluar dari ruangan meeting.dia masuk ke dalam lift lalu turun ke lantai tempat mobilnya terparkir.elang masuk kedalam mobilnya dan pergi dari situ.
kriiing....
ponsel elang berdering.mbok surti yang menghubunginya.
"hallo mbok ada apa?
"maaf nak,mbok sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit,rere pingsan",jawab mbok surti dari seberang sana.
"baiklah mbok,elang langsung ke rumah sakit sekarang"
elang melaju dengan kecepatan penuh.tidak lama dia sudah sampai di rumah sakit.dia langsung menuju ruang kerja om irfan.
elang membuka pintu,rere tidak ada disana.hanya ada om irfan sendiri.
"mana rere om",tanya elang.
"aku menyuruh surti membawa rere ke dokter lain",jawab dokter irfan santai.
"kenapa om,apa om tidak sanggup dengan penyakit rere?"tanya elang cemas.
"bukan begitu lang,kita tunggu saja sebentar.nanti surti akan kembali kesini bersama rere setelah pemeriksaan dengan dokter itu selesai"
benar saja tidak lama mbok surti kembali keruangan itu.tapi tidak bersama rere.
"mana rere mbok,kenapa tidak bersama mbok surti? tanya elang.
"kata dokter yang memeriksa tadi,rere harus di rawat nak.tubuh rere lemas karena kehilangan banyak cairan akibat muntah"
"trus sekarang rere dimana mbok?
"rere sudah berada di kamar khusus keluarga alberto,tapi dia masih belum siuman.mbok kesini mau mengambil barang milik rere"
"rere sakit apa mbok"
elang terduduk lemas di sofa yang ada di ruangan dokter irfan.
__ADS_1
mbok surti mendekati elang sambil tersenyum.