Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 151


__ADS_3

Elang menghempaskan tubuhnya di sofa,matanya terpejam dan tangannya memijit keningnya.Rere berjalan menghampiri Elang lalu duduk disampingnya.


"Capek ya Daddy?" tanya Rere.


Elang membuka matanya lalu menoleh pada Rere kemudian tersenyum.


"Setiap pekerjaan pasti capek sayang...tapi capekku hilang saat melihat senyummu dan anak-anak" jawab Elang.


"Emang ada yang begitu,capek bisa hilang seketika hanya karena melihat istri dan anak-anak?" tanya Rere.


"Kalian obat yang paling mujarab untuk menghilangkan rasa capek dan lelah setelah seharian bekerja" jawab Elang sambil mencolek hidung Rere.


"Mandi dulu sana,nanti Mommy bikinin kopi" kata Rere.


"Gendong" kata Elang sambil mengangkat kedua tangannya.


Hahaha


Rere tertawa dengan sangat keras.


"Mana Mommy kuat gendong badan Daddy yang segede gaban" kata Rere sambil terus tertawa.


Elang beranjak dari duduknya lalu menggendong tubuh Rere ala bridal style menuju kamarnya.


"Sayang lepasin dong...Mommy mau bikin kopi nih" kata Rere sambil memukuli dada bidang Elang.


"Enak aja minta lepasin setelah bilang Daddy segede gaban,tidak akan terjadi maemunah" kata Elang sambil menyeringai.


"Oh tidak...ini akan jadi celaka dua belas" kata Rere saat tubuhnya sudah berada di atas kasur dan Elang mengungkung tubuhnya dari atas.


Elang menyeringai dan Rere menutup wajahnya menggunakan telapak tangan sambil terus tertawa.


"Ampun Daddy,Mommy janji gak ngulangi lagi" ucap Rere sambil mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya.


"Terlambat sudah sayang,nasi sudah menjadi bubur dan akan terasa nikmat kalo di tambah kuah dan suiran ayam" kata Elang.


Rere membuka tutup wajahnya.


"Enak tuh,bubur ayam ya?" tanya Rere.


"Iya sayang" jawab Elang yang langsung memagut bibir Rere.


"Umphh....." Rere membulatkan matanya terkejut mendapat serangan mendadak dari Elang.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu kamar Elang.


Elang melepas pagutannya lalu mendesah dengan kesal.


"Siapa?" teriak Elang.


"Diah Tuan.Dibawah ada yang datang mencari Tuan" jawab Diah dari luar kamar.


"Tunggu disini,jangan kemana-mana" kata Elang pada Rere.


"Tapi Mommy mau lihat anak-anak di kamarnya" kata Rere.


"Baiklah kalo begitu.Ayo kita keluar" ajak Elang.


Mereka berdua pun keluar dari kamar,Elang menemui tamunya di ruang tamu dan Rere pergi ke kamar anak-anaknya.


"Selamat malam Pak Elang.Maaf kami mengganggu waktu istirahat Bapak dan keluarga" kata kedua orang tamu Elang.


"Silahkan duduk" kata Elang.

__ADS_1


Elang dan tamunya pun duduk di sofa.


"Kalian siapa dan dari mana?" tanya Elang.


"Kami berdua dari pihak kepolisian Pak Elang,mau memberi kabar kepada Bapak dan keluarga bahwa salah satu tahanan kami yang bernama Silvi sedang sakit dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit" tutur salah satu tamu Elang.


"Setahu kami Bu Silvi adalah mantan istri Bapak dan kami juga tidak tahu keluarga Ibu Silvi dimana,jadi kami memutuskan untuk datang kemari" tutur yang satunya lagi.


"Silvi sakit? Sungguh tidak masuk akal.Aku akan memperketat penjagaan di sekitar kamar dan sekitar rumah sakit dan aku juga akan membawa Dokter keluarga untuk memastikan dia benar-benar sakit atau hanya sandiwara belaka" kata Elang.


"Baiklah Pak,kalo begitu kami pamit undur diri" kata kedua tamu Elang.


Setelah kedua orang itu pergi,Elang menelpon seseorang.


"Sudah pulang tamunya?" tanya Rere.


"Astaga....kamu bikin aku kaget saja" kata Elang sambil mengusap dadanya.


"Emangnya ada apa sih?" tanya Rere lagi.


"Tadi yang datang kemari itu orang dari kepolisian,mereka bilang kalo Silvi sakit dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit.Tapi aku tidak yakin kalo dia benar-benar sakit,aku takut ini hanya akal bulusnya saja untuk mengelabui kita dan saat kita lengah dia pun akan kabur" tutur Elang.


"Jangan suudzon dulu Daddy sayang,bisa jadikan Mbak Silvi itu sakit beneran.Udah lebih satu tahun lo dia di penjara dan kita juga tidak pernah membesuknya" kata Rere.


"Aku akan pergi ke rumah sakit,Papa dan David juga sedang dalam perjalanan menuju kesana" kata Elang.


"Papa dan David sudah tau kalo Mbak Silvi sakit?" tanya Rere.


"Aku tadi yang menelpon mereka dan memberitahu mereka" jawab Elang.


"Kalo begitu cepatlah pergi,kasihan kalo mereka harus menunggu" kata Rere.


"Baikkah,mungkin aku pulang larut malam.Jangan menungguku" kata Elang.


Rere mengangguk.


Elang mengecup kening Rere lalu pergi ke rumah sakit tempat Silvi di rawat.Sesampainya di rumah sakit Elang langsung pergi ke kamar rawat Silvi,Papa,David dan Om Irfan sudah ada disana.


"Udah lama Pa datangnya?" tanya Elang.


"Baru saja sampe Lang" jawab Papa.


"Trus kenapa malah berdiri disini bukannya masuk ke dalam?" tanya Elang.


"Kami masih menunggu Dokter Spesialis kanker dari rumah sakit kita Lang.Dokter yang memeriksa Silvi mengatakan kalo Silvi terkena kanker rahim.Jadi untuk memastikannya Papa meminta Dokter rumah sakit kita untuk datang kesini.Papa gak mau kita kecolongan dan tertipu oleh taktik Silvi" tutur Papa.


Tidak lama kemudian akhirnya Dokter yang di tunggu pun datang dan mereka pun masuk ke dalam kamar tempat Silvi di rawat.


"Wajahnya beneran pucat Pa dan diapun terlihat sangat kurus" bisik Elang di telinga Papa.


"Iya...sepertinya dia benar-benar sakit" balas Papa dengan suara pelan.


Dokter melakukan tugasnya dan setelah selesai dokterpun undur diri.


"Besok pagi saya anak kirim hasil labnya pada kalian" kata Dokter itu.


Papa mengangguk lalu Dokter itu pun keluar dari sana.


"Sudah selesai belum David?" tanya Papa.


"Sudah Pa" jawab David.


"Kalo gitu ayo kita pulang.Lagian Silvi juga sudah tertidur" kata Papa.


Akhirnya Papa,David,Elang dan Om Irfan pun keluar dari ruangan itu.Beberapa anak buah Elang sudah berjaga di tempat itu.

__ADS_1


"Bagaimana istrimu David,Papa dengar dia sedang hamil?" tanya Papa.


"Keadaan Sari baik-baik saja Pa,cuma keinginannya saja yang kadang terdengar sedikit gila" jawab David.


"Turuti saja apa maunya,dia sedang mengandung darah dagingmu.Hamil itu tidak mudah David,kamu harus sabar dalam menghadapi istri yang sedang hamil" kata Papa.


"Iya Pa,sebisa mungkin David mengabulkan semua permintaannya" kata David.


"Pulanglah,istrimu menunggumu.Papa masih ada urusan dengan Elang" kata Papa sambil menepuk bahu David.


David masuk ke dalam mobilnya lalu pergi dari sana.Om Irfan sudah lebih dulu pulang ke rumahnya.


"Ada urusan apa Pa?" tanya Elang.


"Mengenai Revan Lang,Papa takut kalau Silvi benar-benar sakit.Cepat atau lambat kita harus memberitahu yang sebenarnya" jawab Papa.


"Apa Revan akan mengerti Pa,aku takut dia syok.Belum lama ini dia kehilangan temannya dan sekarang harus menerima kenyataan yang lain.Elang takut Revan terguncang Pa" tutur Elang.


"Tapi kita tidak ada cara lain Lang,sebelum semuanya terlambat"kata Papa.


"Pikirkan lagi Lang....Papa pulang dulu ya" kata Papa sambil menepuk bahu Elang lalu masuk ke dalam mobilnya.


Elang berdiri mematung di tempatnya,dia bingung dengan apa yang harus di lakukannya.Elang pun masuk ke mobilnya lalu mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.Jalanan mulai sepi,hanya ada beberapa mobil yang melintas.Elang melirik ke jam yang ada di tangannya,jarum jam menunjukkan pukul satu dini hari.Tidak lama kemudian Elang sampai di rumahnya,Elang pun keluar dari mobilnya dan langsung berhalan menuju kamar anak-anaknya.


Ceklek


Elang membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar.


"Kiandra rewel Romlah?" tanya Elang saat melihat Romlah berusaha menenangkan Kiandra.


"Tidak Tuan,Kiandra tadi terbangun lalu menangis" jawab Romlah.


"Berikan padaku" pinta Elang.


Elang mengambil Kiandra dari dekapan Romlah.


"Revan mana,tumben gak tidur di sini?" tanya Elang saat melihat Revan tidak ada di kasurnya.


"Revan tadi tidak bisa tidur Tuan,dia kelihatan sangat gelisah lalu Nona Rere membawa Revan ke kamar anda Tuan" jawab Romlah.


Elang meletakkan tubuh Kiandra di atas kasur,lalu dia pergi ke kamarnya.


Tivi kamar masih menyala dan Revan sedang duduk menonton tivi.


"Daddy sudah pulang?" kata Rere sambil menguap.


"Kenapa belum tidur?" tanya Elang.


Elang menghampiri Revan lalu duduk bersila di samping Revan.


"Revan besok gak sekolah?" tanya Elang.


"Besok tanggal merah Daddy,sekolah libur" jawab Revan.


"Jadi kalo libur dan tidak sekolah boleh begadang?" tanya Elang lagi.


"Tadi Revan sudah tidur Dad,tapi Revan bermimpi serem.Jadi Revan bangun dan gak berani tidur lagi" jawab Revan.


"Mimpi apa?" tanya Elang.


"Revan mimpi ada perempuan datang,badannya kurus,rambutnya panjang trus pake baju warna putih.Dia bilang Revan anaknya dan dia juga bilang dia mau pergi jauh" tutur Revan.


Elang menoleh ke arah Rere,Rere hanya mengangkat bahunya.


"Revan bobok ya,Daddy temenin" kata Elang.

__ADS_1


"Iya" Revan mematikan tivinya lalu naik ke atas kasur.


Revan merebahkan tubuhnya di tengah-tengah antara Rere dan Elang.Elang mengusap punggung Revan dan tidak lama Revan pun tertidur,begitu juga dengan Rere karena sudah sangat mengantuk akhirnya dia pun langsung tertidur nyenyak.Elang turun dari kasur lalu masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi,baru setelah itu dia tidur bersama Rere dan Revan.


__ADS_2