
Elang,Haris,Edo dan Wildan sedang berada di cafe,mereka sengaja berkumpul untuk sekedar mengobrol saja.
"David kok belum datang" kata Edo.
"Tunggu aja sebentar lagi,nanti juga dia datang" kata Wildan.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya David pun datang.
"Sorry bro telat" ucap David.
"Gak masalah,kita semua ngerti kok.Ya kan guys" kata Haris.
"Iya lah,secara ya kan dia baru buka puasa" Elang menimpali.
Hahaha...
Mereka pun semua tertawa.
Begitu lah mereka kalo sudah bertemu,selalu saja ada bahan yang di jadikan lelucon.
"Apa kalian akan memenuhi undangan Tuan Guntur?" tanya Elang pada teman-temannya.
"Kalo aku si yes,tapi mungkin Sari gak bisa ikut karena Abian masih terlalu kecil untuk di bawa pergi jarak jauh" jawab David.
"Aku juga tidak mungkin membawa Arumi,kehamilannya masih sangat muda dan masih sangat rentan" kata Wildan.
"Bagaimana kalo kita para bapak-bapak aja yang pergi,para emak-emak biar di rumah saja" usul Haris.
"Boleh juga...kalo gitu kita saja yang pergi bersama Papa" kata Elang.
Mereka terus mengobrol,cerita kesana kemari.Bukan masalah pekerjaan tapi masalah yang konyol yang mereka bahas.
Kriing...
Telpon Edo berdering.
"Tunggu sebentar ya,Rima menelponku" kata Edo.
Edo mengangkat telpon dari istrinya.
📞"Hallo Bunda,ada apa?" tanya Edo.
📞"Ayah masih lama pulangnya,Launa rewel ni Yah.Udah Bunda kasih susu tapi masih nangis terus" jawab Rima dari seberang telpon.Terdengar suara tangisan dari arah belakang Rima.
📞"Baiklah,Ayah pulang sekarang.Tunggu sebentar ya" kata Edo.
Edo mematikan ponselnya dan memasukkan ponselnya ke saku jasnya.
"Sorry nih,aku harus pulang.Launa rewel" kata Edo.
Elang dan yang lainnya pun mengangguk.
Edo keluar dari cafe dan langsung menuju mobilnya.Setelah itu Edo langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.
***
__ADS_1
Rima menggendong Launa sambil berusaha menenangkan Launa.Sejak tadi dia menangis terus,padahal Rima sudah memberinya ASI,susu formula dan juga makanan.
"Masih nangis Bun?" tanya Edo yang baru saja datang.
Pipi Rima sudah basah karena dari tadi dia juga menangis.
Edo mengambil alih Launa dari gendongan Rima,kemudian Edo menarik Rima ke dalam pelukan Edo.
"Maaf" ucap Edo.
"Bunda bingung harus ngapain,si kakak nangis terus gak mau diem" kata Rima di sela-sela tangisnya.
"Iya,Ayah tau.Ayah minta maaf ya gak bisa bantuin Bunda" ucap Edo.
Launa terdiam dalam dekapan Edo,dia terus menatap ke arah wajah Edo.
"Kenapa menatap ayah seperti itu,apa ada yang salah?" tanya Edo pada anaknya.
Hahaha
Launa malah tertawa.
"Dasar anak Ayah" kata Rima dengan wajah cemberut.
"Karena aku penyalur saham sayang dan dia tau itu" bisik Edo di telinga Rima.
"Oya,Laura mana Bun?" tanya Edo.
"Tidur di kamar" jawab Rima.
"Di belakang,sedang menyetrika pakaian" jawab Rima.
Edo membawa Launa ke kamar,Rima mengikutinya dari belakang.Sesampainya di kamar Edo mendudukkan Launa di kasur tipis di atas lantai.
"Ayah ngantuk nih,Ayah mau bobok" kata Edo sambil merebahkan tubuhnya di samping Launa.Biasanya cara itu sangat efektif untuk memancing Launa agar dia ikut tidur.
Benar saja Launa langsung berbaring di samping Edo,kakinya di taruh di atas perut Edo.
"Bun,susunya mana?" tanya Edo.
Rima mendekati anak dan juga suaminya setelah itu Rima memberi Launa ASI dan Launa pun langsung menyedotnya dengan lahap.
Tangan Launa memainkan hidung Edo,itu kebiasan Launa setiap mau tidur atau ketika sedang meminum susunya.
Laura masih tertidur dengan nyenyak di boks bayinya.
Perlahan Edo bergerak menjauh dari kasur lalu Edo mendekati boks tempat Laura yang sedang tidur.
"Sepertinya mereka berdua sudah tidak bisa lagi kita tidurkan di boks Bun,lihatlah Laura kalo tidur boks ini di kuasainya.Tidak ada tempat lagi untuk Launa" tutur Edo pelan sambil berdiri di samping boks Laura.
"Kalo begitu kita tidurkan di bawah sini saja Yah,kasurnya juga tidak terlalu tinggi jadi kita tidak perlu khawatir mereka akan terjatuh" kata Rima.
"Nanti kita beli satu kasur lagi jadi kita bisa tidur bersama mereka di bawah" kata Edo.
Rima mengangguk.
__ADS_1
Launa sudah tertidur,Rima menghampiri Edo.
"Maafkan Bunda ya Yah,tadi sudah mengganggu pekerjaan Ayah" ucap Rima.
"Tadi Ayah sedang tidak bekerja,pekerjaan di kantor sudah selesai semua dan Ayah tadi sedang kumpul-kumpul di cafe milik David" tutur Edo.
"Tetap saja Bunda mengganggu waktu Ayah" kata Rima.
"Waktu Ayah untuk kalian,bukan untuk yang lain" kata Edo.
Edo memeluk tubuh Istrinya.
"Apa kamu lelah,lihatlah tubuhmu semakin kurus" kata Edo.
"Ibu yang sedang menyusui memiliki badan kurus itu wajar Ayah,apalagi yang nyedot ada tiga" kata Rima.
"Bisa aja Bun ngomongnya" kata Edo.
"Tapi benarkan?" tanya Rima.
"Iya sih,tapi semenjak Mereka lahir Ayahkan sudah berhenti Bun.Bisa habis kalo Ayah ikutan,bisa-bisa terlantar kedua anak Ayah" jawab Edo sambil mencolek hidung Rima.
"Tidurlah selagi mereka tidur,kamu juga butuh istirahat atau mau seperti Launa juga tidurnya harus Ayah nina boboin?" goda Edo.
"Mau bangeeeettt" jawab Rima dengan nada manja.
Edo menggendong tubuh Rima dan membawanya ke atas kasur.Edo merebahkan tubuh Rima di kasur lalu dia berbaring di sampingnya.Setelah itu mereka berdua pun tidur sambil berpelukan.
***
Elang sedang mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya,semenjak Ujang berhenti bekerja Elang lebih sering mengemudikan mobilnya sendiri.Sesekali ketika dia benar-benar lelah barulah Pak Harun yang mengemudikan mobilnya.
Sudah pukul sebelas malam Elang baru sampai di rumahnya.Suasana rumah sudah sepi,karena penghuninya sudah tertidur.Elang melangkahkan kaki menuju ke kamarnya,setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah Edo pulang tadi Elang mengajak David dan Haris ke perkampungan kecil tempat para anak buahnya tinggal.Mereka melihat pembangunan klinik yang sedang di bangun di sana,klinik khusus untuk mereka jika suatu saat diantara mereka ada yang tiba-tiba jatuh sakit.Karena perkampungan itu jauh dari kota dan juga jauh dari rumah sakit Elang berinisiatif mendirikan sebuah klinik kecil di sana.
"Baru pulang Dad?" tanya Rere yang terbangun dari tidurnya.
"Iya Mom" jawab Elang.
Elang berbaring di kasurnya tepat di samping Rere.
"Apa anak-anak rewel hari ini?" tanya Elang sambil menarik tubuh Rere ke dalam pelukannya.
"Tidak,Kiandra dan Winara tidak rewel begitu juga dengan Revan.Apalagi tadi siang Thomas datang berkunjung kemari,Revan sangat senang sekali" jawab Rere.
"Thomas yang Ayahnya supir bajai?" tanya Elang.
"Sekarang bukan supir bajai lagi.Menurut cerita Thomas bajai ayahnya rusak dan untuk sementara ayahnya menganggur dan hanya membantu ibunya berjualan pecel di depan rumahnya" jawab Rere.
"Kira-kira Ayah Thomas mau gak bekerja jadi supir di rumah kita,kebetulan kita kekurangan supir?" tanya Elang.
"Besok Mommy coba tanya sama Thomas ya Dad,semoga saja Ayah Thomas mau" kata Rere.
Elang mengangguk.
__ADS_1
Rere mengajak Elang untuk tidur karena Rere sudah sangat mengantuk.Elang pun mengiyakan Rere kemudian mereka pun tertidur.