
Pagi yang cerah,secerah hati Revan hari ini.Sambil menunggu Pak Harun selesai membersihkan mobil Revan ngobrol dengan Elang di kursi teras.
"Siapa nama teman Revan yang orang tuanya sakit?" tanya Elang.
"Andre Daddy" jawab Revan.
"Siapa yang sakit,Ayahnya atau Ibunya?" tanya Elang lagi.
"Andre gak punya Ayah,dia hanya punya Ibu" jawab Revan.
"Maaf Tuan,mobilnya sudah siap" kata Harun.
Elang dan Revan bangkit dari duduknya lalu masuk ke mobil.Harun langsung mengemudikan mobilnya.
"Darimana Revan tau kalo Andre tidak punya ayah" tanya Elang.
"Andre yang bilang sama Revan kalo dia tidak punya Ayah" jawab Revan.
"Nanti Revan bilang sama Andre ya,kalo Daddy sama Opa Irfan mau berkunjung ke rumah Andre" kata Elang.
"Revan ikut ya?" tanya Revan.
Elang mengangguk.
Pagi tadi David menghubungi Elang dan memberi informasi tentang keluarga Andre dan Elang pun berencana mengajak Om Irfan berkunjung ke rumahnya untuk memeriksa penyakit yang di derita oleh ibunya Andre.
"Nak Revan sudah sampe nih" kata Pak Harun sambil menghentikan mobilnya lalu turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Revan.
"Revan jangan lupa bilang sama Andre ya pesan Daddy tadi" kata Elang mengingatkan.
"Iya Daddy" jawab Revan.
"Dan jangan lupa nanti amplopnya berikan pada Andre" kata Elang lagi.
"Amplopnya kasih ke Ibu Guru saja ya Daddy,gabung sama teman-teman yang lain" kata Revan.
Elang mengangguk.
Revan mencium punggung tangan Elang lalu turun dari mobilnya.
"Pak Harun Revan sekolah dulu ya" kata Revan sambil mencium punggung tangan Pak Harun.
"Iya nak,sekolah yang rajin dan belajar yang tekun ya" kata Pak Harun sambil mengacak rambut Revan.
"Siap Boss" jawab Revan sambil melambaikan tangannya lalu masuk ke dalam sekolah.
"Dia anak yang pintar ya Tuan" kata Harun sambil mengemudikan mobilnya ke arah kantor Elang.
"Semoga saja sifat ayah dan ibu kandungnya tidak menurun pada Revan" ucap Elang sambil bersandar di bangkunya.
Harun manggut-manggut saja,mobil terus melaju membelah jalanan kota yang mulai padat oleh kendaraan.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di kantor.
"Harun nanti tolong siapkan sesuatu yang akan kita bawa ke rumah Andre" kata Elang lalu turun dari mobilnya.
"Baik Tuan" jawab Harun.
"Nanti tidak perlu menjemputku,aku nanti pulang bersama David" kata Elang lagi.
Harun mengangguk.
"Bagaimana harta kekayaanmu akan habis Tuan,sedangkan anda selalu memupuk pohon rezekimu dengan sedekah" gumam Harun.
"Suatu hari pasti akan habis Harun,harta tidak kekal.Kenapa aku banyak membantu orang-orang di luar sana,karena aku tidak sanggup menanggung pertanggung jawabannya sendiri di akhirat nanti.Kelihatannya saja yang indah tapi sebenarnya itu beban yang sangat berat" tutur Elang yang mendengar gumaman Harun.
Elang melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantornya,karyawan yang berpapasan dengan Elang pun menyapanya.Semenjak kejadian tempo hari,kejadian saat Rere dan Rima membuat keributan di kantor tidak ada lagi yang berani mengganggu Elang.
__ADS_1
"Lang,tunggu" kata Neti sambil berlari mengejar Elang.
"Kenapa harus lari begitu,ntar makin kurus tu badan" kata Elang.
"Yeee lagian kamu jalannya ngebut banget" kata Neti sambil mengatur nafasnya.
"Ada apa?" tanya Elang.
"Teman-teman satu angkatan kita ngajak patungan untuk beli rumah layak huni,salah satu teman kita ada yang kesusahan dan kabarnya dia sedang sakit sekarang dan dia di usir dari rumah kontrakannya" tutur Neti.
"Siapa?" tanya Elang.
"Arumi,kamu ingat gak dulu dia yang sering ngerjain tugas kalo kamu lagi pacaran sama Alya" kata Neti.
"Temen kita waktu SMP?" tanya Elang.
"Iya,dih kalo denger Alya aja langsung inget.Awas lo ketauan Rere bisa jadi peyek kamu Lang" kata Neti lalu pergi ke mejanya.
Elang tersenyum saja lalu berdiri di depan meja Neti.
"Alya masa laluku,lagi pula sekarang aku sudah punya Rere.Tidak ada yang bisa menggeser apalagi menggantikan posisi Rere di hati dan hidupku...Ciee...ternyata aku bisa lebay juga ya.Lebay gak sih,lebay kan? Lebay dong" kata Elang dengan gaya tengilnya.
Neti menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat sekaligus bosnya itu.
"Kenapa masih disini,sana masuk ke ruangamu" usir Neti.
"Ajari aku kata-kata rayuan yang romantis dong Net" pinta Elang sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Untuk apa Lang? jangan bilang kamu selingkuh di belakang Rere" kata Neti penuh selidik.
"Ye...selingkuh pala lu.Aku mau merayu Rere,kasian dia karena aku terlalu sibuk hingga aku melewatkan hari ulang tahun pernikahan kami yang kedua,bahkan sekarang sudah hampir yang ketiga" kata Elang.
"Kasihan amat Rere punya laki sibuk mulu" kata Neti.
"Tapi Rere tidak seperti yang lain Net,dia tidak banyak menuntut" kata Elang.
"Eh Do udah dapat kabar belum dari grup alumni sekolah kita dulu,kita dipinta untuk mengumpulkan dana dan nanti uangnya akan dibelikan rumah layak huni untuk Arumi" kata Neti.
"Sudah dan aku sudah mentransfer uangnya ke ketua grup" kata Edo.
"Eh aku dengar anak Arumi satu sekolah dengan Revan Lang,tapi aku tidak tau mereka satu angkatan atau enggak.Secara ya kan Arumi lebih dulu menikah dari kita semua" tutur Edo.
"Aku tidak tau Do" jawab Elang.
"David belum datang?" tanya Edo.
"Dia datang terlambat hari ini,soalnya David harus mengantarkan Sari ke Dokter terlebih dahulu" jawab Elang.
Edo mengkerutkan keningnya melihat reaksi Neti saat Edo dan Elang membahas soal David.
"Kenapa lo Net,jelek amat tu muka" kata Edo.
"Kalian ngomongin David yang mana nih.Yang matanya sipit trus pake anting ya?" tanya Neti.
"Iya" jawab Edo dan Elang bersamaan.
"Trus Sari siapa?" tanya Sari.
Elang dan Edo saling pandang,mereka lupa kalo teman-teman yang lain belum tau kalo David sudah menikah.
"Istrinya" jawab Elang dan Edo bersamaan lalu masuk ke ruang kerjanya masing-masing.
"Istrinya? kapan David menikah? atau dia mengghamili anak gadis orang trus dituntut untuk menikahi gadis itu,makanya dia nikah secara diam-diam" Neti bermonolog.
"Ah...dasar brandalan tengil,selalu saja bikin ulah" kata Neti.
__ADS_1
Neti mulai menghidupkan komputernya dan mulai bekerja.
***
Rere sudah berada di depan sekolah Revan,dia tidak keluar dari mobilnya karena Kiandra dan Winara ikut bersamanya.
"Pak Harun gak jemput Elang?" tanya Rere.
"Tadi Elang bilang ke Bapak kalo dia pulang sama David dan sore ini rencananya dia mau mengunjungi rumah orang tua Andre" jawab Pak Harun.
"Andre siapa Pak?" tanya Rere.
"Teman Revan yang orang tuanya sakit Re" jawab Pak Harun.
"Bang....Bang..." oceh Kiandra sambil menunjuk keluar jendela.
Kiandra dan Winara rebutan posisi agar lebih dekat dengan jendela dan bisa melihat Revan dengan jelas.
"Abang masuk depan aja ya,adik kembar ni rusuh" kata Rere dari jendela mobil.
Revan tersenyum lalu masuk ke bangku depan.
"Mommy ini dari Ibu Guru" kata Revan sambil memberikan sehelai kertas pada Rere.
"Kwitansi? ini untuk apa Bang?" tanya Rere.
"Gak tau Mom,kata Ibu guru ini untuk Mommy sama Daddy" jawab Revan.
Pak Harun mengemudikan mobilnya menuju ke rumah.
"Amplop tadi Revan kasih sama siapa?" tanya Rere.
"Revan kasih ke Ibu Guru Mom,gabung sama teman-teman yang lain.Ibu Guru kemarin bilang kalo hari ini seluruh siswa di suruh menyisihkan uang jajannya dan uang itu dikumpulkan ke Ibu Guru dan hasilnya mau di serahkan ke keluarga Andre" tutur Revan.
Rere pun manggut-manggut dan mengerti apa maksud Ibu Guru memberi Revan kwitansi.
Tidak lama mereka sudah sampai ke rumah.Rere turun dari mobil lalu menurunkan Kiandra dan Winara satu persatu.
"Mom Revan ganti baju dulu ya" kata Revan sambil masuk ke dalam rumah.Tapi langkahnya terhenti saat Kiandra dan Winara memegangi celana Revan.
"Bang...Bang" oceh Kiandra dan Winara sambil berusaha menggapai tas sekolah milik Revan.
Revan jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kedua adiknya.
"Abang gak beli makanan atau mainan hari ini sayang,besok Abang belikan ya" kata Revan sambil mengusap rambut kedua adiknya.
"Kiandra...Winara sama Mommy yuk,Abang mau ganti baju.Habis itu baru main sama Kiandra dan Winara ya" kata Rere.
Romlah menghampiri Kiandra dan Winara lalu membujuk kedua anak itu.Setelah berhasil merayu adik kembarnya Revan pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian lalu setelah itu Revan kembali menemui kedua adiknya.
"Mom Revan lapar nih" kata Revan sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa.
"Mommy ambilkan makanan ya?" kata Rere.
Revan mengangguk.
Kiandra dan Winara berlari menghampiri Revan dan keduanya saling berlomba untuk merebut perhatian Revan.Revan yang merasa lucu melihat tingkah kedua adiknya pun tertawa.Rere pun tersenyum bahagia melihat kebersamaan ketiga anaknya.
"Mommy suapin ya Bang,kalo Abang makan sendiri nanti di gangguin adik kembar" kata Rere.
"Iya Mom" jawab Revan
"Mam...mam" kata Winara.
"Winara mau mamam juga,sini Mommy suapin.Tapi Kiandra sama Winara harus duduk diam" kata Rere.
__ADS_1
Kiandra dan Winara pun langsung duduk diam, Kiandra di sisi kanan Revan dan Winara di sebelah kiri Revan.
Kebetulan lauk dan sayur hari ini tidak pedas,jadi Rere pun menyuapi Kiandra dan Winara makanan yang sama dengan Revan.Setelah makanan habis Rere membiarkan Revan bermain bersama kedua adiknya.Rere membawa piring kotor ke dapur dan langsung mencucinya,setelah itu Rere kembali ke ruang keluarga bergabung bersama ketiga anaknya.