
Rere terbangun dari tidurnya dan tidak melihat Elang di sampingnya.Rere turun dari kasurnya dan menoleh ke pintu balkon yang masih terbuka.Rere berjalan menuju balkon dan melihat Elang tertidur sambil duduk bersandar di dinding.
"Sayang bangun,kenapa tidur disini" kata Rere sambil mengguncangkan tubuh Elang.
Elang tidak kunjung membuka matanya.Rere melihat banyak puntung rokok berserakan di sekitar tubuh Elang.
"Sejak kapan Elang merokok" gumam Rere.
"Sayang bangun...kalo gak bangun juga aku akan pergi saja dari rumah ini bersama Baby twins"ancam Rere sambil berjalan masuk ke dalam kamar.
"Jangan pergi...Aku mohon" ucap Elang lirih.
Rere menghentikan langkahnya lalu kembali mendekati Elang.Rere memperhatikan wajah Elang dan dia baru sadar kalo wajah Elang terlihat pucat,Rere menyentuh kening Elang.
"Sayang kamu demam,kenapa tidur di luar sih?" tanya Rere.
Elang hanya menatap Rere dengan pandangan sayu,lalu memejamkan matanya lagi.
"Ayo pindah ke dalam"Ajak Rere.
Elang tidak bergerak sedikitpun,tubuhnya terasa sangat lemah sekali.Rere mau memapah tubuh Elang tapi tidak kuat lagipula dia takut bekas operasinya bermasalah nanti.
"Elang bangun,aku gak kuat gendong kamu" kata Rere.
"Papa,iya aku harus minta tolong Papa" gumam Rere sambil berlari keluar dari kamarnya.
"Rere jangan lari begitu,bahaya" kata Mama yang melihat Rere berlari mendekatinya.
"Tolong Elang Pa,Elang demam.Dia tidur di balkon malam tadi" ucap Rere.
Papa bangkit dari duduknya langsung berjalan menuju kamar Rere Mama mengikuti Papa dari belakang.
"Awh..."
Rere merintih sambil memegangi perutnya.Sari yang melihat Rere langsung berlari mendekatinya.
"Ada apa Nona?" tanya Sari.
"Perutku Sari...awh..."Rere membungkukkan tubuhnya karena tak sanggup menahan sakit.
"Sari Elang selingkuh..." ucap Rere lirih.
Keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya,pandangannya mulai berkunang-kunang.Dan...
Brukkk!!!
Rere jatuh pingsan,Sari menangkap tubuh Rere.
"Nona...Non bangun,Nona..." kata Sari sambil menepuk pipi Rere.
Sari melihat darah di baju Rere pada bagian perut.
Sari membopong tubuh Rere dan merebahkannya di sofa.Sari berlari menuju kamar Rere bermaksud memanggil Elang.
Ceklek
Sari membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Papa dan Mama terkejut melihat Sari masuk ke dalam kamar.
"Maaf Tuan dan Nyonya kalo saya sudah tidak sopan,tapi Nona Rere pingsan dan ada noda darah di baju Nona" tutur Sari.
Elang yang mendengar penuturan Sari langsung turun dari kasurnya.
"Lang kamu mau kemana,istirahatlah.Rere biar Mama yang urus" kata Mama sambil mengejar langkah Elang.
Elang tidak mempedulikan perkataan Mamanya,dia terus berjalan menuju ruang tamu.
"Sayang kamu kenapa...? Ujang cepat siapkan mobil" teriak Elang.
"Papa bantu Lang" ucap Papa sambil mengangkat tubuh Rere dan membawanya masuk ke mobil.
Elang masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang sambil memangku Rere.Papa duduk d kursi depan bersama supir.
"Ma titip Baby twins" kata Elang lewat jendela mobil.
Ujang langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit,keahliannya dalam menyetir tidak perlu di ragukan lagi.Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah sakit.
"Ujang tolong ambilkan kursi roda" perintah Papa.
Ujang masuk ke dalam rumah sakit untuk mengambil kursi roda,sedangkan Papa danu menghubungi Om Irfan.
"Ini kursinya Tuan" kata Ujang sambil menyerahkan kursi pada Papa Danu.
Papa danu mendudukan Rere di kursi roda dan langsung mendorongnya.
"Ujang kamu bantu Elang"perintah Papa.
Papa langsung membawa Rere ke ruangan dokter yang kemarin menangani Persalinan Rere.
"Rere kenapa Tuan?" tanya dokter ketika Papa sudah masuk keruangannya.
"Dia tadi tiba-tiba pingsan dan aku lihat ada bercak darah di bajunya" jawab Papa.
Dokter meminta Papa membaringkan tubuh Rere di brankar pasien.Setelah Rere berbaring Dokter langsung memeriksanya.
"Luka bekas jahitannya berdarah,apa Nona melakukan kerja yang Berat?" tanya Dokter.
"Dia tadi berlari dari kamar ke ruang tamu" jawab Papa.
Ceklek
Elang baru datang dan langsung masuk je ruangan itu.
"Jahitannya masih basah dan itu sangat berbahaya,apa Nona Rere tidak tau itu.Untung saja tidak sobek" kata Dokter.
__ADS_1
Elang mendekati Rere yang masih belum sadarkan diri.
"Kenapa dia belum siuman Dok?" tanya Elang.
"Tunggu sebentar lagi tuan,mudah-mudahan ssja Nona cepat sadar" jawab Dokter.
"Kok mudah-mudahan Dokter?" tanya Papa.
Huft...
Dokter menghela nafasnya lalu memandang Papa dan Elang secara bergantian.
"Sangat berbahaya sekali pingsan pasca melahirkan,dan setelah saya periksa penyebab nona pingsan bukan hanya karena nona habis berlari saja tapi juga karena jiwanya terguncang.Tuan Elang perlu anda ketahui ibu yang baru melahirkan itu tidak boleh stres" tutur Dokter.
"Untuk sementara biarkan Nona kita rawat di rumah sakit,itupun kalo kalian setuju"kata dokter itu lagi.
Kriiing
Ponsel Papa Danu berdering.
๐"Hallo Fan,tolong bawa obat demam ke kamar inap.Elang demam" kata Papa pada Om Irfan yang tadi menelponnya.
"Lakukan yang terbaik dok" pinta Elang.
Dokter memanggil beberapa perawat untuk memindahkan Rere ke kamar khusus keluarga Alberto.
"Teruslah ajak Nona berkomunikasi Tuan,saya takut tiba-tiba Nona kritis atau koma,bukan sekedar pingsan" kata Dokter sambil memasang infus dan alat bantu pernafasan untuk Rere.
"Emang bisa begitu dok,bukankah Rere sudah hampir tiga minggu melakukan operasi?" tanya Papa kaget.
"Bisa saja Tuan,walau kasus seperti ini jarang terjadi" jawab Dokter.
"Saya permisi dulu,hubungi saya jika terjadi sesuatu" pamit dokter.
Kriiing
Ponsel Papa kembali berdering,kali ini Mama yang menelponnya.
๐"Hallo Ma"jawab Papa.
๐"Pa coba tanyakan pada Elang,apa benar dia selingkuh"kata Mama dari seberang telpon.
๐"Apa maksud Mama,Papa tidak mengerti?" tanya Papa.
๐"Sebelum Rere pingsan rere sempat bilang sama Sari kalo Elang selingkuh" jawab Mama.
Papa mematikan ponselnya dan menatap Elang dengan tajam.
"Ada apa Pa?" tanya Elang.
"Kalo kamu sudah tidak mencintai Rere lagi lebih baik bicara baik-baik dan kembalikan dia pada Bundanya Lang,jangan menyiksa jiwa dan raganya seperti ini.Rere masih kecil Lang,kalo di lihat dari usianya dia belum pantas menikah apalagi jadi seorang ibu.Tapi demi Revan dia rela melepas masa mudanya" tutur Papa panjang lebar.
"Apa maksud Papa,aku sangat mencintai Rere Pa.Walau niat kita di awal sudah salah tapi pada akhirnya Elang benar-benar jatuh cinta padanya" kata Elang.
"Aku selingkuh Pa,untuk apa? aku sudah memiliki segalanya,Istri yang cantik,baik juga solehah.Aku juga sudah punya anak bahkan dua sekaligus untuk apalagi aku mencari yang gak jelas di luar sana" bantah Elang.
"Papa juga tidak tahu Nak kenapa Rere bisa bilang begitu,coba kamu cari tau" saran Papa.
Papa mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu mengirimkan pesan singkat pada Bunda Sintya.
๐คPapa Danu
"Rere masuk rumah sakit,dia pingsan.
๐ฅBunda Sintya
"Kok bisa Mas Danu,bagaimana ceritanya??
๐คPapa Danu
"Sepertinya ada yang tidak beres"
๐ฅBunda Sintya
"Aku meluncur kesana"
Papa Danu menghela nafasnya,lalu bersandar di sandaran sofa.
"Sejak kapan Rere mulai mendiamkanmu Lang?" tanya Papa.
"Sejak dia keluar dari kamar mandi tadi malam Pa" jawab Elang.
"Kamar mandi" gumam Papa.
***
Sari sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya,kini tinggal mencuci baju saja yang belum.Sari masuk ke kamar Rere dan Elang lalu mengambil baju kotor dari kamar itu.Sari juga memeriksa di dalam kamar mandi dan mengambil baju kotor milik Elang dan langsung memasukannya kedalam keranjang.
"Dari mana kamu Sari?" tanya Mama.
"Ambil baju kotor Nyonya" jawab Sari.
"Tolong buatkan susu untuk Kiandra,saya mau mengganti popok Baby Queen yang sudah penuh" pinta Mama.
"Baik Nyonya tunggu sebentar" jawab Sari.
Sari menaruh baju kotor di ruang khusus mencuci,lalu ke dapur untuk membuat susu.
"Ini Nyonya susunya" kata Sari sambil memberikan susu untuk Kiandra.
"Apa kamu sibuk Sari?" tanya Mama.
"Saya belum mencuci baju Nyonya" jawab Sari.
__ADS_1
"Nanti saja cuci bajunya atau kamu minta Lastri saja untuk mencucinya" kata Mama.
"Kasian Lastri nyonya,dia juga sudah mengerjakan banyak tugas" kata Sari.
"Kamu benar,pasti Lastri capek menjaga Revan yang sekarang sangat aktif" ucap Mama.
"Sari apa kamu percaya jika Elang selingkuh?" tanya Mama.
"Maaf Nyonya saya tidak berani berkomentar" jawab Sari.
Mama mengangguk-anggukkan kepala,lalu termenung seperti sedang berfikir.
"Darimana Rere tau kalo Elang selingkuh" gumam Mama.
"Maaf nyonya kalo tidak ada lagi yang di butuhkan,saya permisi ke belakang" ucap Sari.
"Hemmm..." jawab Mama sambil mengibaskan tangannya.
Sari keluar dari kamar Baby twins dan langsung menuju ruang cuci pakaian.Sari mulai memasukkan satu persatu baju Rere dan Elang ke dalam mesin cuci.Saat akan memasukkan baju terakhir dan itu milik Elang,Sari melihat ada noda lipstik di bagian bahu baju itu.
"Apa ini yang di maksud Rere Elang selingkuh? Dan kenapa ada noda lipstik disini? Bukankah Rere tidak suka pake lipstik?" Sari bertanya-tanya dalam hati.
Sari membawa baju itu ke kamar Baby twins dan akan menunjukan noda lipstik itu pada Mama Sofia.
Ceklek
Sari langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Ada apa lagi kamu kesini Sari?" tanya Mama.
"Ini Nyonya" kata Sari sambil menyerahkan baju Elang pada Mama.
"Ngapain baju kotor Elang kamu kasih ke saya,cuci sana" kata Mama.
"Lihat dulu Nyonya apa yang ada di baju itu,bisa jadi itu alasan Nona Rere bilang kalo Tuan Elang selingkuh" tutur Sari.
Mama mengambil baju Elang dari tangan Sari.Lalu membolak-balikan baju itu,bukan noda lipstik yang di lihat Mama tapi lipstik yang terjatuh dari saku baju ini.
"Lipstik siapa ini,kenapa bisa ada di baju Elang?" tanya Mama.
"Lho ada lipstiknya juga saya kira cuma noda di baju Tuan Elang saja" kata Sari kaget.
Sari menunjukan noda lipstik yang ada di baju itu,Wajah Mama memerah menahan amarah.
"Sari kamu jaga Baby twins,jangan keluar dari kamar ini selama saya pergi" perintah Mama sambil berjalan keluar dari kamar Baby twins.
"Mama mengambil tas dan kunci mobil di gantungan khusus kunci mobil lalu pergi ke rumah sakit.
"Anak gak tau diri,kurang apa Rere selama ini sama kamu Lang.Awas saja kalo kamu sampai benar-benar selingkuh akan aku bikin kamu bangkrut" ucap Mama emosi.
Mama memarkiran mobil di parkiran khusus keluarga Alberto.Mama mematikan mesin mobil dan keluar dari mobil.
"Kenapa pake ketinggalan di dalam sih" kata Mama yang lupa membawa tasnya.
Mama membuka kembali pintu mobil dan mengambil tas yang dia letakan di kursi samping supir.Saat mengambil tas Mama tidak sengaja melihat secarik kertas di mobil,Mama memungut kertas itu.
"Bukti pembayaran kamar hotel atas nama Elang dan tanggalnya juga baru kemaren.Elang semalam pulang telat dan bilang kalo bertemu klien di cafe.Atau itu hanya alasan Elang saja?" Mama bertanya-tanya.
Mama buru-buru masuk ke rumah sakit dan langsung menuju kamar inap Rere.
Brakkk!!!
Mama membuka pintu dengan kasar,tatapan matanya yang tajam menghunus menatap Elang.Mama menghampiri Elang yang sedang duduk di kursi kecil samping tempat tidur Rere.
Plakkk!!!
Mama menampar pipi Elang lalu dia menangis.
"kamu benar-benar bikin Mama malu Lang,apa kata Sintya nanti.Pergi kamu dari sini Lang,Mama gak mau lihat kamu lagi" ucap Mama di sela-sela tangisnya.
Papa dan Elang kaget mendengar ucapan Mama.Papa mendekati Mama dan memeluknya.
"Ada apa sayang? kenapa datang langsung marah-marah?" tanya Papa sambil mengusap punggung Mama.
Mama tidak menjawab pertanyaan Papa,Mama mendekati Rere yang masih terpejam.
"Maafkan Mama Nak,Mama sudah gagal mendidik anak Mama.Sebentar lagi Bundamu datang untuk menjemputmu.Bangunlah nak,Mama ingin mendengar suaramu berpamitan sama Mama" ucap Mama sambil terisak.
"Maksud Mama apa,kenapa Rere harus berpamitan dan kenapa Bunda mau menjemput Rere?" tanya Elang bingung.
Papa yang mengerti maksud Mama pun memilih diam dan kembali duduk di sofa.
"Jangan berpura-pura bodoh kamu Lang" jawab Mama.
Ceklek
Pintu terbuka.
Bunda Sintya dan beberapa orang berpakaian serba hitam masuk ke ruangan itu bersama seorang dokter yang tidak di kenal Elang,Sari dan juga Baby twins ada bersama Bunda Sintya.
"Bunda ada apa ini,kenapa Baby twins ada disini?" tanya Elang bingung.
"Bawa dia" perintah Bunda Sintya kepada orang-orang suruhannya untuk membawa Rere.
"Mau di bawa kemana Rere Bunda?" tanya Elang sambil mendekat.
"Jangan mendekat atau aku akan membunuhmu" ucap Bunda.
"Mas Danu...Mbak Sofia kami permisi dulu" pamit Bunda dengan nada dingin.
Bunda membawa Rere dan Baby twins dari kamar itu,Elang berusaha mencegah tapi beberapa orang suruhan Bunda Sintya menahannya.
"Aku sudah pernah mengingatkanmu Lang,jangan mempermainkan anakku atau aku bisa membawanya pergi kapanpun aku mau,dan aku pastikan kamu tidak akan pernah menemukannya" ucap Bunda Sintya.
__ADS_1
Elang tidak bisa melawan karena tubuhnya masih lemah,dia hanya bisa menangis melihat Bunda membawa pergi istri dan juga kedua anaknya.