Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 61


__ADS_3

elang masuk ke ruang kerjanya dan tidak melihat rere disana,dia masuk ke kamar pribadinya rere tidak ada,elang mengecek kamar mandi juga kosong.


"kemana perginya bidadariku"tanya elang dalam hati.


ceklek


rere membuka pintu ruang kerja elang.


"apa kau mencariku sayang?" tanya rere.


"sayang,aku pikir kau pergi meninggalkanku" elang memeluk rere erat.


"aku tidak punya alasan untuk pergi dan menghilang sayang,aku tadi lapar jadi aku meminta neti menemaniku ke kantin"tutur rere.


"kerjamu makan saja,tapi tidak gendut-gendut" seloroh elang sambil melepaskan pelukannya dan duduk di sofa.


"hei...tuan elang yang terhormat.apa kamu tidak lihat perutku ini semakin hari semakin gendut,itu karena aku sering memakan sosismu"balas rere.


"benarkah,apa kau mau makan sosis siang ini?" tanya elang sambil menarik rere agar duduk di pangkuannya.


"tidak, tidak mau,aku sudah kenyang"jawab rere.


"ah padahal aku baru saja hendak menyuapimu sosisku" kata elang lesu.


"hai tuan mesum,tidak bisakah libur sehari saja,aku lelah sayang.lagipula si utun juga pengen istirahat" jawab rere.


"kenapa harus si utun sih namanya,ganti ah.gak keren amat sih namanya utun" protes elang.


"terserah kamu saja,oya sayang apa masih ada pekerjaan yang harus kau selesaikan?" tanya rere.


"apa istriku ini punya rencana hemmmm...?" elang balik bertanya.


"bajuku mulai sempit.bisakah kita membeli yang baru beberapa helai saja?" tanya rere ragu.


"kenapa harus beberapa helai,sayang.satu toko kau membelinya pun aku tidak akan melarangmu" jawab elang.


"kalo begitu ayo kita pergi,nanti keburu sore" ajak rere.


"mari tuan putri" kata elang sambil mengulurkan tangannya.


rere menyambut uluran tangan elang,lalu mereka keluar dari ruang kerja elang.


"harun,siapkan mobil dan stand by di depan kantor" perintah elang pada harun melalui panggilan ponselnya.


elang dan rere masuk ke dalam lift dan elang menekan tombol menuju lantai paling bawah di kantornya.


ting


pintu lift terbuka.


elang dan rere langsung menuju mobil yang sudah siap di depan pintu kantor.


"kita kemana tuan?" tanya harun.


"ke pusat perbelanjaan,tuan putri mau shopping"jawab elang.


harun menjalankan mobilnya menuju ke tempat yang di maksud tuannya.di tengah perjalanan rere meminta harun untuk berhenti.


"harun berhenti sebentar" perintah rere.


"ada apa sayang?" tanya elang ketika mobil sudah berhenti.


"aku pengen motor itu" tunjuk rere pada motor yang berjejer di dealer motor yang mereka lewati.


"ayo turun,aku akan membelikannya untukmu"


"benarkah sayang" kata rere girang.


elang dan rere turun dari mobilnya menuju dealer honda itu.


"selamat siang tuan dan nona,ada yang bisa kami bantu" sapa spg dealer itu.

__ADS_1


"aku ingin membeli motor untuk istriku,biarkan dia yang memilih" jawab elang.


rere mendekati motor matic berwarna merah muda.


"aku mau yang ini" kata rere.


"kami ambil yang itu,ambil kartu ini"kata elang menyerahkan kartu untuk membayar motor yang di beli rere.


setelah semua proses selesai,elang memanggil harun,tapi rere mencegahnya.


"aku ingin kamu yang mengendarainya"kata rere sambil mengerucutkan bibirnya.


"apa,aku?" elang terkejut mendengar rere.


"kalo kamu gk mau ya sudah,gak usah" kata rere merajuk.dia berjalanke arah mobil dan mengajak harun pulang.


"harun ayo pulang" kata rere dengan muka di tekuk.


"tapi nona" harun ragu.


"oh iya aku lupa,kamu kan bekerja untuk elang bukan untukku" kata rere sambil keluar dari mobil dan menyetop taksi.


harun mengejar rere tapi taksi yang di naiki rere sudah jauh,sedangkan elang masih berfikir bagaimana mengendarai motor matic berwarna merah muda yang baru di belinya.


harun menghampiri elang "tuan,nona kabur"


"apa?"


tanpa pikir panjang elang mengejar taksi yang dinaiki rere pakai motor maticnya.


elang berada di depan taksi yang dinaiki rere.dia tidak peduli pada orang yang menatapnya sambil tertawa.


seorang pengusaha memakai jas,berpenampilan keren mengendarai motor matic berwarna merah muda.


rere tersenyum melihat elang,dia membuka kaca mobilnya.


"semangat sayang semangat,demi utun" teriak rere dari dalam taksi.


"ini,ambillah"elang memberi beberapa lembar uang seratus ribuan kepada supir taksi.


"ini terlalu banyak tuan"tolak supir taksi.


"ambillah,jangan menolak rezeki" paksa elang.


supir itu menerima uang pemberian elang lalu pergi dari sana.


"apa kamu senang melihatku memakai metic itu sayang?" tanya elang.


rere tidak menjawab pertanyaan elang.dia malah mencium pipi elang lalu berlari masuk kedalam kamarnya.


"sari,malam ini tidak usah siapkan makan malam.aku dan istriku akan makan di luar" kata elang pada pelayan yang menggantikan mbok surti.


"baik tuan"


elang melangkah masuk kedalam kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di kasur.rere masih berada di dalam kamar mandi.


kriing...


ponsel elang berdering,panggilan video dari mamanya.


"hallo ma" elang menjawab panggilan mamanya.


"lang,mana rere.mama kangen" kata mama.


"rere sedang mandi ma,tunggu sebentar ya"


"daddy levan punya mobil tayo" kata revan sambil mengarahkan layar ponsel omanya ke mobil yang baru di belinya.


"wah,bagus sekali mobilnya,boleh mommy pinjam" tiba-tiba rere sudah berada di samping elang.


"mommy,i miss you mom" teriak revan.

__ADS_1


"gak usah berteriak,mommy mendengarnya" kata mama sofia sambil mengusap telinganya.


"mommy adeknya levan mana,kok gak ada.adek bayi aunty cindla nangis oek oek" celoteh revan.


"adek revan masih dalam perut mommy" jawab elang sambil mengarahkan ponselnya ke arah perut rere yang sudah keliatan membuncit.


"wow...mommy sekalang gendut.mommy makannya banyak ya?" tanya revan.


"iya,mommy banyak makan sosis" jawab elang.


"elang" bentak mama dari layar ponsel.


"hehee...canda ma" kata elang nyengir.


"ya sudah mama matikan ponselnya,jaga rere dan cucu mama baik-baik dan satu lagi jangan buat rere bersedih" mama mematikan ponselnya.


"berasa jadi anak tiri" gumam elang.


rere tersenyum mendengar gumaman elang.


" mandi gih,bau keringet" kata rere sambil menutup hidungnya.


elang mengendus tubuhnya.


"enggak kok masih wangi,coba deh cium" kata elang sambil mengangkat tangannya dan mengarahkan keteknya ke wajah rere.


rere membenamkan wajahnya ke bantal.elang tertawa lepas melihat tingkah istrinya.


"Terima kasih ya Allah,Kau telah berikan aku istri yang cantik,lucu dan imut.terima kasih sudah kau titipkan dzurriyat di rahimnya.berkahilah rumah tangga kami" doa elang dalam hati.


"bersiaplah,aku akan mengajakmu makan di luar" kata elang.


elang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.rere turun dari kasurnya lalu mengambil baju untuk elang dan meletakkannya di atas kasur.kemudian rere pun bersiap.


beberapa menit kemudian mereka berdua sudah rapi.elang menggandeng rere keluar kamar dan langsung menuju mobil yang sudah siap di depan rumahnya.


"kita mau kemana sayang?" tanya rere.


"ikut saja,jangan banyak tanya" jawab elang sambil memasang sabuk pengaman milik rere.


elang memilih mengendarai mobilnya sendiri,malam ini dia ingin berduaan dengan rere.


tidak lama kemudian mereka sampai di suatu tempat.rere bingung mengapa elang membawanya ke tempat gelap dan sepi.


"ayo turun" ajak elang.


" apa kau mau membuangku di tempat gelap dan sepi seperti ini?" tanya rere.


elang tersenyum mendengar pertanyaan rere yang terdengar konyol.


rere turun dari mobilnya lalu menggandeng tangan elang.


tiba-tiba...


pyar


lampu menyala,disana sudah ada bunda sintya,rima,om irfan,edo,mbok surti dan rita.


"selamat ulang tahun rere"


kata mereka bersamaan.


rere menutup mulutnya pakai kedua telapak tangannya.dia tidak percaya akan mendapat kejutan dari suami dan orang-orang terdekatnya.elang mengambil sesuatu dari kantong celananya kemudian berjongkok di hadapan rere.


"putri reina annisa,maukah kamu menjadi istriku untuk selamanya,menjadi ibu dari anak-anakku dan menjadi pelabuhan hatiku untuk yang terakhir" kata elang.


rere meneteskan air matanya,dia terharu melihat elang.kemudian dia menganngukkan kepalanya.


prok prok prok


orang yang berada disitu bertepuk tangan.

__ADS_1


elang bangkit lalu memasang cincin berlian bermata ungu di jari manis rere.kemudian mereka berpelukan.


__ADS_2