Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Yura Cemburu


__ADS_3

Yura duduk di sofa yang ada di ruangan Edo,sepulang sekolah Edo membawanya ke kantor terlebih dulu karena masih ada sedikit kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.Dan Yuna lebih memilih pulang bersama Kenzi dari pafa pulang bersama Edo dan Yura,Yuna dan Kenzi sudah jadian.


Yura duduk di lantai berhadapan dengan meja,Yura sedang fokus mengerjakan tugas sekolahnya.Sampai dia tidak sadar ada seseorang yang masuk ke ruangan itu.


"Serius bener ngerjain tugasnya Dek?" tanya Satria lalu duduk di samping Yura.


Yura mendongakkan kepalanya,"Kak Gema,sejak kapan Kakak di sini?" tanya Yura.


"Sejak tadi,Adek aja yang gak sadar kakak masuk" jawab Satria.


"Abang mau ketemu Ayah?" tanya Yura.


"Iya,tapi Ayah masih meeting" jawab Satria.


"Kak ke kantin yuk,Yura laper.Yura gak di kasih makan sama Ayah" adu Yura.


"Uluh kasiannya Adek Kakak ini,yuk lah kita makan biar Kakak yang traktir" kata Satria.


"Memang seharusnya begitu" kata Yura.


Yura mengemasi buku-bukunya lalu memasukkannya ke dalam tas,saat hendak keluar Edo terlebih dulu masuk ke ruangan itu.


"Kalian mau kemana?" Edo.


"Yura mau ke kantin,Yura lapar Ayah" jawab Yura.


"Astaga Ayah lupa kasih Adek makan" kata Edo sambil menepuk keningnya.


"Oya Satria apa setelah ini kamu ada kerjaan?" tanya Edo.


"Sudah tidak ada lagi Om" jawab Satria.


"Bisa tolong antar Yura pulang,soalnya Om harus lembur malam ini" kata Edo.


"Bisa Om" jawab Satria.


"Om titip Yura sama kamu" bisik Edo sambil menepuk bahu Satria.


Edo mengambil berkas yang ada di meja lalu mendekati Yura.


Cup


Edo mencium puncak rambut Yura


"Bilang Bunda kalo Ayah lembur,suruh Bunda tidur lebih awal.Jangan tunggu Ayah" pesan Edo lalu keluar dari ruangan.


"Kita makan di luar ya" ajak Satria.


"Iya,tunggu sebentar Yura ambil baju sekolah Yura dulu di kamar" kata Yura.

__ADS_1


Yura masuk ke kamar pribadi Edo kemudian keluar lagi,"Ayo Kak" ajak Yura.


Walaupun Yura baru kelas dua SMA tapi tubuhnya tinggi,jika dia pakai baju biasa orang mengira dia bukan anak sekolahan.


"Kita mau makan apa?" tanya Satria sambil mengemudikan mobilnya.


"Makan ayam geprek" jawab Yura.


"Kenapa harus di geprek kan kasian ayamnya dek" canda Satria


"Trus kalo Yura minta ayam penyet ntar Kakak bilang jangan di penyetin ntar gepeng" celetuk Yura.


Satria pun tertawa mendengarkan perkataan Yura.


"Makan di sini saja ya,di sini terkenal ayam gepreknya yang enak dan level cabenya juga bisa milih mau level berapa" kata Satria sambil memarkirkan mobilnya.


Satria menggandeng tangan Yura masuk ke restoran itu,lalu memilih duduk lesehan di pojokan.


"Hai Satria,kamu kemana aja sih.Aku telpon-telpon gak kamu angkat,aku chat juga gak kamu balas" tutur seorang perempuan yang datang menghampiri tempat duduk Satria dan Yura.


"Aku sibuk" jawab Satria.


Pelayan restoran datang menghidangkan makanan pesanan Satria dan Yura.Yura yang sudah lapar itu pun langsung menyantap makanannya.


"Siapa dia Satria,apa karena dia kamu menghindar dariku?" tanya perempuan itu lagi.


"Bisa diam gak,gak sopan banget ngoceh di depan orang yang lagi makan" celetuk Yura emosi.


"Karin,bisa diam gak.Malu tu di liatin orang" kata Satria.


"Biar aja semua lihat,biar mereka tau siapa gadis murah ini" ujar Perempuan yang bernama Karin itu.


Yura cuek saja,dia tidak peduli dengan ocehan Karin yang menghina dirinya.Karin yang melihat itupun jadi jengkel dan dia pun hendak menjambak rambut Yura,tapi Yura menangkap tangan Karin dengan santai tanpa menoleh sedikit pun dan tetap melanjutkan makannya.Yura memegang tangan Karin dengan kuat sampai Karin merintih kesakitan.


"Awh...dasar gadis liar,lepasin tangan gue" teriak Karin.Pengunjung restoran yang menyaksikan itupun tertawa.


Yura nelepaskan genggamannya dengan sedikit dorongan,dan....


Bugh...


Karin pun jatuh ke lantai.


"Ups sorry...aku sengaja" ucap Yura santai.


Yura mencuci tangannya lalu mengelap mulutnya menggunakan tissu.Yura mengeluarkan ponselnya lalu menelpon Edo.


"Ayah jemput Adek di resto Ayam Geprek Pemadam Kelaparan,Kak Gema mendadak ada urusan" kata Yura lalu mematikan ponselnya.


"Yura apa maksudnya ada urusan,Kakak gak ada urusan apa-apa" protes Satria.

__ADS_1


"Kakak urus cewek kakak dulu,kalo belum selesai jangan pernah hubungi Yura apalagi bertemu" tutur Yura lalu pergi keluar restoran.


"Yura tunggu,Kakak bisa jelasin" Satria mengejar Yura.


Andre dan Revan menghalangi Satria,"jangan dekati Adek gue kalo niat elu cuma mau mempermainkannya" ucap Revan.


"Ayo Bang pulang" ajak Yura.


Revan mengambil tas Yura yang ada di dalam mobil Satria,kemudian dia masuk ke mobilnya dan Andre pun langsung mengemudikan mobil itu.


"Kenapa bisa kebetulan Abang kuadrat ada di sini?" tanya Yura.


"Ayahmu tadi yang menelpon Abang dan kebetulan Abang sedang berada di sekitar sini" jawab Revan.


Yura duduk di kursinya sambil termenung,hatinya terasa sakit melihat ada perempuan lain yang mengaku calon tunangan kekasihnya.


"Adek Abang lagi cemburu nih ceritanya" goda Andre dari depan.


"Abang bisa diem gak,Yura lagi pusing nih" kata Yura.


"Selesaikan dengan kepala dingin,gak boleh pake emosi"nasehat Revan.


"Kenapa Kak Gema gak bisa setia seperti Abang pada Kak Restu?" tanya Yura.


"Yura belum tau perempuan itu siapa dan Yura juga belum dengar penjelasan dari Satria,jangan langsung menuduhnya tidak setia" tutur Revan.


"Tapi Bang cewek itu bilang dia calon tunangannya Gema" ujar Yura.


"Baru calon,kamu juga calon Satria kan" kata Andre.


"Ini kenapa Abang gak ngizinin kamu pacaran,pikiran kamu bisa terganggu dan urusan sekolahmu bisa kacau" tutur Revan.


Yura menghela nafasnya dengan kasar.


"Jadi Yura harus bagaimana Bang?" tanya Yura.


"Sekarang Yura harus turun,trus masuk ke rumah cuci tangan,cuci kaki,cuci muka trus minum obat cacing" jawab Andre.


"Abang Yura serius" rengek Yura.


"Abang lebih serius Adek sayang,cepetan turun gak kasian lihat Bunda berdiri tegak di pintu udah seperti patung selamat datang" kata Andre.


"Eh udah sampe rumah ya" kata Yura yang baru tersadar.


"Tu kan karena emosi Adek sampai gak sadar dengan lingkungan sekitar,jangan sampai Adek juga lupa dengan tugas sekolah" kata Revan.


Yura menghela nafasnya lalu turun dari mobil Revan.


"Terima kasih Abang kuadrat" teriak Yura sambil melambaikan tangannya ke arah mobil Revan yang mulai bergerak keluar dari area rumah Edo.

__ADS_1


"Ada-ada aja Yura,kalo kita berdua pasti dia bilang kita kuadrat tapi kalo bertiga dengan Thomas kenapa dia tidak panggil kita dengan sebutan Abang kubik" celoteh Andre.


__ADS_2