Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
130


__ADS_3

Rere baru selesai mandi dan berpakaian,Elang sedang berada di ruang kerjanya.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu kamar.


Rere bergegas membuka pintu.


"Ada apa Romlah?" tanya Rere.


"Tuan meminta saya untuk menemui Nona dan Nona di suruh datang ke ruang kerja" jawab Romlah.


"Oh oke,terima kasih ya" ucap Rere.


Romlah pun pergi dari kamar Rere.


Rere mengemasi alat make upnya lalu keluar dari kamar dan langsung menuju ruang kerja untuk menemui Elang.


Tok tok tok


Ceklek


Rere langsung membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Elang.


"Kamu memanggilku sayang?" tanya Rere.


"Iya sayang,duduklah dulu" kata Elang yang masih mengerjakan sesuatu di laptopnya.


Rere duduk di sofa sambil menatap lurus ke depan melihat wajah Elang yang serius bekerja.Tidak lama kemudian Elang menutup laptopnya lalu berjalan menghampiri Rere.


"Bersiaplah,setelah makan malam aku akan mengajakmu keluar" kata Elang.


"Kamu memintaku datang kesini cuma mau bilang itu?" tanya Rere.


"Iya" jawab Elang sambil tersenyum.


"Aku akan menyuruh Romlah untuk membantu anak-anak bersiap" kata Rere sambil beranjak dari duduknya.


"Kita pergi berdua saja" kata Elang sambil memegang tangan Rere.


Rere menatap wajah Elang lalu duduk kembali di sofa.


"Kenapa hanya berdua sayang?" tanya Rere.


"Tidak apa-apa sayang,bukankah semenjak Kiandra dan Queenara lahir kita tidak pernah pergi berdua" jawab Elang.


Rere mengkerutkan keningnya sambil terus menatap wajah Elang.


"Aneh" ucap Rere.


"Cepatlah bersiap ini sudah mau maghrib" perintah Elang.


Rere mengangguk walaupun banyak pertanyaan yang ingin di lontarkannya pada Elang.


Rere beranjak dari duduknya lalu keluar dari ruang kerja Elang dan melangkan kaki menuju ke kamarnya.


"Ada yang di sembunyikan Elang dariku,tapi apa ya?" tanya Rere sambil duduk di tepi kasurnya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan Elang pun masuk ke dalamnya.


"Kamu ngapain duduk melamun disitu,bukannya cepetan ganti baju" kata Elang.


"Nanti aja ganti bajunya selesai shalat" kata Rere.


"Ya sudah kalo itu maumu,aku mandi dulu ya" kata Elang sambil berjalan ke kamar mandi.


"Emang mau kemana sih,kenapa harus ganti baju segala.Inikan udah rapi" oceh Rere.


Tidak lama Elang keluar dari kamar mandi dan menuju ke lemari untuk mengambil baju gantinya.


"Kita mau kemana sih,kenapa harus ganti baju lagi.Akukan sudah rapi" kata Rere.


"Udah ikuti saja perintahku,nanti juga kamu bakal tau" jawab Elang sambil tersenyum.


Rere berjalan ke kamar mandi untuk berwudhu,karena adzan sudah berkumandang.Setelah berwudhu Rere mengambil alat shalatnya.


"Ayo kita shalat" kata Rere.

__ADS_1


Elang pun mengambil sejadah miliknya lalu membentangkannya,setelah itu mereka berdua pun mulai melaksanakan shalat maghrib.


"Aku tunggu di bawah ya" kata Elang setelah selesai shalat.


"Kamu mau pergi pake baju koko begitu?" tanya Rere.


"Iya sayang,kamu juga kalo bisa pakai jilbab ya" kata Elang lalu keluar dari kamarnya.


"Elang kenapa ya,kok aneh gitu sih.Kenapa tiba-tiba dia menyuruhku memakai jilbab?" Rere bermonolog.


Rere segera berganti pakaian.Dia memilih gamis berwarna maroon dan dipadukan jilbab berwarna merah muda.Rere memoleskan make up tipis ke wajahnya,setelah selesai Rere pun langsung keluar dari kamar dan menghampiri Elang yang sudah menunggunya di teras.


"Ayo sayang kita pergi" ajak Rere.


Elang menoleh ke arah Rere dan menatap Rere begitu lama tanpa berkedip.


"Sayang...kamu kenapa.Kok malah bengong?" tanya Rere sambil menggoyangkan tangannya di depan wajah Elang.


"Kamu terlihat semakin cantik sayang dengan balutan jilbab begini" jawab Elang.


"Gombal" ucap Rere sambil masuk ke dalam mobil.


Elang tersenyum lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Rere.


"Ayo jalan" perintah Elang pada Harun.


Harun langsung mengemudikan mobilnya ke alamat yang tadi sudah di tunjukkan Elang.


"Kita mau kemana sih,kok Pak Harun pake baju koko dan peci juga?" tanya Rere yang semakin bingung.


"Kita mau menghadiri acara pernikahan sayang" jawab Elang.


"Pernikahan? Siapa lagi yang mau menikah?" tanya Rere.


"Kamu ya dari tadi nanya melulu,sudah nanti kamu lihat saja sendiri" kata Elang.


Rere cemberut lalu bersandar di kursinya,Elang tersenyum saja melihat tingkah Rere.


Tidak lama mereka sudah sampai di sebuah rumah yang sederhana dan disana sudah ada David yang sedang berdiri di depan rumah sambil mengobrol dengan beberapa orang di hadapannya.


"Ayo turun,sepertinya acara sudah mau di mulai" kata Elang.


Rere menuruti perkataan Elang,dia mengikuti Elang menuju ke rumah itu.


"David!! Kamu kok pake koko dan peci juga?" kata Rere.


""Emang salah?" tanya David.


"Hasan...Ajak tamunya masuk" kata seorang laku-laki paruh baya.


"Hasan?" tanya Elang dan Rere bersamaan.


"Itu namaku" jawab David sambil tersenyum


David mengajak Elang dan Rere masuk ke dalam rumah.Lalu Rere dan Elang duduk di antara tamu yang lainnya.


"Apa sudah siap?" tanya seseorang pada Abi.


Kalo di lihat dari penampilannya sepertinya dia seorang penghulu.


"Sudah Pak,kita bisa memulainya sekarang" jawab Abi.


"Umi tolong jemput calon pengantin wanitanya,acara akan segera di mulai" pinta Abi pada Umi.


Umi mengangguk lalu berjalan ke sebuah kamar.Abi meminta David untuk duduk di sebrang pak penghulu.


"David yang mau menikah?" tanya Rere sambil berbisik ke telinga Elang.


"Iya sayang" jawab Elang.


Tidak lama kemudian Umi datang sambil menggandeng tangan Sari dan mendudukkan Sari di samping kiri David.


"Sari" ucap Rere tidak percaya.


"Iya dia Sari,apa kamu sudah lupa" seloroh Elang.


"Aku kaget sayang bukan lupa" kata Rere.


Pak penghulu pun mulai bertanya jawab dengan David,Sari dan Abi.Setelah semua persyaratan di rasa cukup penghulu pun menuntun David untuk mengucapkan kata ijab kabul.Karena Sari sudah tidak punya orang tua lagi maka Pak Penghulu yang menjadi wali hakimnya.Setelah proses ijab kabul selesai Pak Penghulu pun bertanya pada para saksi.

__ADS_1


"Bagaimana para saksi,apa sudah sah?" tanya Pak Penghulu.


"SAH!!!"


Bukan hanya para saksi yang menjawab tapi semua orang yang hadir di situpun ikut menjawab pertanyaan Pak Penghulu.


"Selamat untuk kalian berdua,semoga pernikahan kalian langgeng dan kalian selalu berbahagia" kata Elang sambil berjabat tangan dengan David.


"Terima kasih Bro,ini semua bisa terjadi karena bantuan darimu" kata David.


"Semua karena Allah,berterima kasihlah Pada-Nya" ucap Elang.


Rere mendekati Sari kemudian memeluknya sambil meneteskan air mata bahagia.


"Selamat ya Sari,aku tidak menyangka akhirnya kamu menikah dengan David" ucap Rere.


"Aku juga tidak menyangka Re,aku kira aku akan menikah dengan Ujang sialan itu dan tidak akan pernah bertemu kalian lagi" tutur Sari.


"Semua sudah di atur sama Allah,kita hanya tinggal menjalaninya saja" sahut Umi.


"Eh Umi,kenalin ini Rere majikan Sari" kata Sari.


"Kita duduk di sana yok,gak enak ngobrol di sini" kata Umi.


Sari dan Rere mengikuti Umi menuju sofa.


Tamu malam ini tidak terlalu banyak,hanya Pak Rt dan beberapa warga yang tinggal di sekitar rumah Abi dan Umi.


"Oya David jadi kapan kamu mau berangkat ke As?" tanya Elang.


"Besok pagi Lang,aku tidak bisa menundanya lagi" jawab David.


"Kenapa buru-buru Nak?" tanya Abi.


"Lelaki yang mengaku paman Sari sudah menyuruh orang untuk mencari Sari,Abi.Bahkan ada yang memata-matai rumah Elang juga" tutur David.


"Benarkah,kok aku gak tau?" kata Elang.


"Sayang,ponselku mana?" tanya David pada Sari.


"Cieee yang udah panggil sayang" kata Rere dan Umi bersamaan.


"Tunggu sebentar ya Re,aku ambil ponsel David dulu" kata Sari.


Sari masuk ke kamar untuk mengambil ponsel milik David,kemudian Sari keluar lagi dan memberikan ponsel pada laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu.


"Ini ponselmu" kata Sari.


"Terima kasih" ucap David.


David mengotak-atik ponselnya kemudian menunjukkan sesuatu pada Elang.


"Ini bukannya depan rumahku?" tanya Elang.


"Iya,dan kamu lihat orang yang berdiri di sana.Aku yakin dia orang suruhan Ujang atau Paman Sari" jawab David.


"Bisa jadi" kata Elang.


"Lalu bagaimana surat menyurat milik Sari,apa sudah ada?" tanya Elang.


"Sari pernah ikut Bunda keluar negri,jadi urusan itu semua aman" jawab David.


"Syukurlah kalo begitu" ucap Elang.


"Tapi kalo bisa aku minta tolong sama kamu Lang,besok pagi kirim satu helikopter kemari.Aku takut mata-mata Ujang mengikutimu tadi,dan rencananya besok aku ke bandara berangkat dari sini memakai helikopter" tutur David.


"Kalo soal itu gampang,besok aku akan mengirimkannya kesini" jawab Elang.


"Ayo di makan kuenya,biar ngobrolnya makin enak.Ini bikinan Umi lho" kata Abi.


"Terima kasih" ucap Elang.


Elang,David dan Abi berbincang-bincang sambil memakan kue.Tidak terasa malam pun semakin larut,Elang dan Rere pun pamit untuk pulang.


"Kami berdua pamit dulu ya,udah malam nih.Takutnya nanti anak-anak pada nyariin" pamit Elang pada David.


"Baiklah,hati-hati di jalan.Terima kasih sudah banyak membantuku Lang" ucap David sambil memeluk sahabatnya itu.


"Sudah kewajiban seorang teman untuk saling membantu.Jangan lupa hubungi aku setelah kamu sampai di sana" pinta Elang.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan langsung menghubungi begitu aku sampai" jawab David.


Elang dan Rere bersalaman pada David,Sari,Abi dan Umi.Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan langsung pulang menuju ke rumahnya.


__ADS_2