Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
Gooolll!!!


__ADS_3

Satria menarik koper dengan tangan kanan,sedangkan tangan kirinya menggandeng tangan Yura.Hari ini mereka akan bertolak ke Medan ,sesuai tiket yang di hadiahkan Revan Cs pada mereka.Sebenarnya Revan ingin agar Satria dan Yura berbulan madu keluar negri,tapi karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya Revan memilih Medan untuk mereka pergi berbulan madu.


Yura duduk sambil bersandar di pundak Satria disaat pesawat mulai mengudara.Butuh waktu sekitar dua jam lebih perjalanan untuk sampai kesana.


" Tumben gak bobok?" tanya Satria sambil mengecup puncak kepala istri kecilnya itu.


" Adek gak ngantuk" jawab Yura.


Satria tersenyum kemudian kembali mengecup puncak kepala Yura.


" Kak Yuna sudah sampe belum ya?" tanya Yura.


" Emang Yuna pergi kemana?" tanya Satria.


" Ke Papua,Kak Kenzi ditugaskan disana sama Ayah dan Daddy" jawab Yura.


" Bukannya Ayah menugaskan Kenzi ke Bandung ya?" tanya Satria.


" Gak jadi,di Bandung sudah di urus oleh Onty Bianca dan suaminya" jawab Yura.


Tidak terasa pesawat mulai landing.Satria dan Yura turun dari pesawat lalu menuju mobil hotel yang sudah menunggunya.


" Hari ini kita istirahat aja ya,besok baru jalan-jalan" ujar Yura setelah mereka sampai ke kamar hotelnya.


Satria hanya mengangguk saja,kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Teeet...


Bel kamar pun berbunyi.Yura yang sedang duduk di sofa pun berdiri lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.


" Maaf Nona,saya mau mengantar makan siang" ujar pelayan hotel.


Yura menyuruhnya masuk.


Setelah selesai menyusun makanan di meja pelatan itu pun kembali keluar.


" Udah datang makanannya?" tanya Satria sambil mengeringkan rambutnya memakai handuk kecil.


Yura mengangguk saja,lalu Satria pun duduk di sampingnya hanya menggunakan handuk saja.


" Lapar banget ya kak?" tanya Yura saat melihat Satria makan tanpa memakai pakaiannya terlebih dahulu.


" Hemmm..."Satria hanya menjawab dengan deheman saja.


" Yura gak bisa masak, beda sama Kak Yuna yang bisa segalanya" ujar Yura sambil memandang Satria yang dengan lahap menyantap makanannya.

__ADS_1


Satria menghentikan makannya lalu menatap wajah istrinya yang belum menyentuh makanannya sama sekali.


" Kakak menikahi adek bukan untuk menjadikan adek seorang pembantu.Kakak menikahi adek tidak menuntut adek harus bisa masak.Adek bisa makan itu saja sudah cukup" tutur Satria sambil tersenyum.


" Makanlah,nanti keburu dingin" kata Satria.


" Ayah selalu menyuapi Yura makan" ujar Yura sambil mengerling manja.


" Bilang aja minta disuapin" kata Satria yang langsung menyendokkan makanan ke mulut Yura.


Satria menyuapi Yura sampai makanan di piringnya habis.Satria menumpukkan piring kotor jadi satu dan membiarkannya di atas meja.


Cup


Yura mencium pipi Satria," Terima kasih" ucap Yura.


" Apa Ayah juga selalu mendapat hadiah cium pipi setiap selesai menyuapi adek makan?" tanya Satria dan dijawab anggukan saja oleh Yura.


" Kalo begitu mulai saat ini kakak akan menyuapi adek makan" goda Satria.


Yura dan Satria pun tertawa bersama.


Satria melangkah menuju kopernya untuk mengambil pakaian ganti,sedangkan Yura memilih rebahan di kasurnya.


" Jadi adek harus ngapain?" tanya Yura.


" Ngapain aja asal jangan tidur" jawab Satria.


Yura menatap mata Satria dengan penuh cinta dan Satria pun membalasnya.Satria mendekatkan wajahnya ke wajah Yura dan Yura pun memejamkan matanya.Melihat itu Satria pun mulai menyesap bibir yang terasa sangat manis baginya.Tangan Satria menjelajahi sesuatu yang belum pernah dijamahnya.


" Mphhh"


Satria melepaskan sesapannya dan memberi ruang pada Yura untuk mengambil nafasnya.Setelah Yura sudah terlihat lebih rileks Satria melanjutkan lagi aksinya.Satria menyesap dan membuat beberapa tanda di leher Yura.


" Ahh..." suara itu lolos begitu saja dari mulut Yura dan dengan reflek Yura pun membekap mulutnya.


Satria tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu," Gak usah di tutup,kakak suka mendengarnya" ujar Satria.


Perlahan Yura membuka bekapan pada mulutnya dan Satria kembali melanjutkan permainannya.Satria kembali menyesap bibir Yura sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Yura.


Sejenak Satria tertegun melihat keindahan dua benda di hadapannya,dengan hiasan dua buah tombol berwarna pink kecoklatan di atasnya.Satria sudah tidak sabar untuk mencicipi kedua benda itu.Perlahan dia mulai menggerakkan lidahnya disana,mencicipi dan menikmati sesuatu yang belum pernah disentuh oleh orang lain.


" Ahh..." suara itu lolos lagi,tapi kali ini Yura tidak membekap mulutnya.


Yura merasakan rasa yang aneh menjalar di sekujur badannya.Rasa geli tapi nikmat dan itu membuat Yura melayang.

__ADS_1


" Kak...shhh" racau Yura saat merasakan bagian intinya berkedut memberi rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


" Kenapa sayang?" tanya Satria sambil memandang wajah istrinya.


Melihat Yura diam saja,Satria pun kembali melanjutkan permainan yang sudah separuh jalan.


Satria meraba sesuatu di bawah sana yang sudah mulai basah.Perlahan Satria menggerakkan jari-jarinya dan itu membuat Yura menggila.


" Gemaaa..."


" Panggil namaku sayang" pinta Satria.


Kini keduanya sudah polos seperti bayi yang baru lahir,entah kapan Satria membukanya karena Yura tidak menyadari itu.


Satria menyesap bibir Yura saat belutnya akan masuk kedalam sarang yang sudah licin.


" Kakak akan pelan-pelan,rasanya sedikit sakit.Jangan menjerit ya" ujar Satria dan Yura pun mengangguk.


Bukan tanpa alasan Satria mengatakan itu,dia takut tiba-tiba Yura menjerit histeris dan bisa mengacaukan semuanya.


Perlahan tapi pasti belutnya pun mulai memasuki tempat asing yang baru untuknya,itu terlihat dari tingkah belut yang keluar masuk sarang itu seperti sedang kebingungan.


" Kak...shhh....aahhh" racau Yura.


" Terus sayang,panggil namaku" kata Satria yang tidak berniat sedikit pun menghentikan pompaannya.


Belut yang disarang pun masih kebingungan,dia terus keluar masuk sarangnya.Semakin lama durasinya semakin cepat.Akibat terlalu lama keluar masuk sarang,belut pun merasakan pusing dan akhirnya muntah di dalam sarang itu.


Satria pun ambruk di atas tubuh Yura,tanpa mengeluarkan belut dari sarangnya.Keringat sisa-sisa perjuangan membasahi sekujur tubuh keduanya.


" Kak,ada yang bergerak" ujar Yura saat merasakan pergerakan di inti sarang belutnya.


" Belutnya minta muter-muter lagi,alamatnya belum ketemu" kata Satria.


Wajah Yura pun merah merona karena malu mendengar perkataan Satria.


" Lagi ya" pinta Satria.


" Pelan-pelan" kata Yura.


Satria pun mengulang lagi permainan yang sempat usai beberapa waktu lalu.Dengan penuh kelembutan Satria kembali bergoyang,mengguncangkan dunia yang penuh kenikmatan.


Suara-suara seksi dari mulut Yura keluar begitu saja tanpa di komando.Suara itu terasa bagai sengatan listrik yang menjalar di seluruh tubuh Satria.Untuk yang kedua kalinya mereka mengerang mencapai puncak kenikmatan yang tiada tara.Kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan.


" Akhirnya gawang pun jebol dan gooll" bisik Satria.

__ADS_1


__ADS_2