
mbok surti duduk di samping elang lalu menggenggam tangan majikannya itu.
"istrimu tidak sakit nak,tapi dia sedang hamil"kata mbok surti sambil tersenyum.
"rere hamil mbok? om rere hamil.elang mau temui rere dulu om" kata elang sambil keluar dari ruangan dokter irfan menuju kamar inap rere.
ceklek...
elang membuka pintu,rere sedang terbaring lemas di atas kasur rumah sakit.elang duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur rere.
elang mengecup kening rere sambil meneteskan air mata.
"sayang" kata rere dengan suara lemah.
"kamu sudah sadar sayang,aku panggil dokter dulu" kata elang sambil menekan tombol yang ada di atas tempat tidur rere.
tidak lama dokter datang lalu mengecek keadaan rere.
"bagaimana dok?"tanya elang.
"semua sudah stabil,tapi untuk sementara nona rere harus di rawat tuan.agar kondisinya cepat pulih",tutur dokter itu.
"terima kasih dokter"
"sama-sama"
dokter keluar dari ruangan itu.elang mengambil tangan rere dan mengecupnya.
"sayang,aku sakit apa? kenapa harus di rawat? apakah aku akan mati?" kata rere.
"kamu tidak sakit sayang dan aku juga melarang kamu mati.kamu tau,di dalam perutmu sekarang ada elang junior"kata elang sambil tersenyum.
"maksudnya,aku hamil?"tanya rere.
elang mengangguk,rere meneteskan air matanya.
__ADS_1
"aku akan jadi seorang ibu dan revan akan jadi seorang kakak"
"iya sayang,terima kasih.aku sangat bahagia"kata elang.
ceklek
pintu ruangan terbuka,papa danu dan om irfan masuk ke kamar inap rere.
"selamat ya sayang,sebentar lagi kamu akan jadi seorang ibu"kata papa danu.
"jaga kesehatanmu nak,jangan sampai kamu kelelahan",sambung dokter irfan.
"terima kasih pa,terima kasih om" kata rere.
"lang,ikut papa dan om irfan sebentar.ada yang ingin papa bahas.rere biar mbok surti yang jaga.di luar juga papa sudah suruh anak buah kita untuk menjaga tempat ini" kata papa.
"sayang,aku tinggal sebentar.nanti aku kembali lagi"kata elang sambil keluar dari ruangan itu.
papa,elang dan dokter irfan menuju ruangan khusus di rumah sakit itu.mereka membuka pintu dan masuk ke dalam.disana sudah ada bunda marlina.
marlina mengangguk.dokter irfan menyuruh papa dan elang untuk duduk.
"danu,elang ,kemaren aku bilang bahwa aku kenal dan tau dimana orang yang bernama sintya.dan sekarang orang yang kalian cari ada di hadapan kalian" kata dokter irfan.
"marlina"
"tante marlina"
kata papa danu dan elang bersamaan.
"buka cadarmu sintya",perintah dokter irfan.
marlina alias sintya membuka cadarnya.papa danu dan elang membulatkan matanya melihat wajah syntia.
"pantas saja waktu pertama kali aku melihat marlina di pernikahan elang,aku seperti tidak asing dengan matanya.ternyata wajah sintya benar-benar mirip dengan rere",kata papa danu.
__ADS_1
elang masih terpaku,dia tidak tahu harus bicara apa.
"jadi sintya,sebenarnya apa hubungan kamu,rere dan sinta? kenapa sinta menjadikan rere umpan supaya kamu muncul?"tanya papa danu.
sintya menarik nafas lalu menghembuskannya.
"sinta adalah saudara tiriku dan rere sebenarnya adalah anak kandungku",kata sintya.
"lalu apa masalah antara kalian,dan kenapa di data yang ada,ibu rere bernama sarah",tanya elang.
"ceritanya panjang nak"
sintya mulai bercerita.
"dulu saat aku berusia tiga belas tahun ibuku meninggal,tidak lama kemudian ayah menikah lagi dengan ibunya sinta.usia kami sebaya.aku dan sinta sekolah di tempat yang sama.tapi karena sikapnya yang arogan banyak orang yang menjauhinya,bahkan ibu kandungnya sendiri.tapi sebaliknya orang-orang sangat sayang dan simpati padaku,termasuk ibunya sinta.dia menyayangiku seperti anak kandungnya sendiri.sampai suatu hari ketika kami duduk di bangku kuliah,kami bertemu johan,ayahnya rere.johan menyatakan cintanya padaku dan mengajakku menikah dan aku menerimanya.aku tidak tau jika sinta ternyata mencintai johan waktu itu.pada malam aku dan johan bertunangan,sinta mencoba menjebak johan.dia memasukkan bubuk perangsang ke minuman johan tapi ardi yang meminumnya.dan peristiwa itupun terjadi.di kamar yang gelap sinta mengira orang yang tidur dengannya adalah johan.pihak keluarga merasa malu dan akhirnya menikahkan ardi dan sinta.tidak lama kemudian ayah jatuh sakit dan membuat surat wasiat bahwa seluruh kekayaan akan jatuh ke tanganku.ternyata sinta tidak terima.dia menyuruh seseorang untuk membunuh ayah.karena ayah meninggal,akhirnya seluruh harta milik ayah di bekukan.tidak sampai disitu saja.saat rere kecil,sinta mencoba membunuhku dengan memasukkan racun kedalam minumanku.aku sempet koma beberapa bulan.sampai akhirnya irfan mengeluarkan surat pernyataan bahwa aku sudah meninggal dan membawaku kesini.
sinta mendekati johan lagi,merayu johan agar mau menikahinya.tapi johan menolak dan dia memilih sarah.rere besar dalam asuhan johan dan sarah.aku melihat sarah begitu menyayangi rere.dan ketika aku datang untuk menjenguk rere,sinta memergokiku.dari itu dia mulai berusaha untuk mencariku.karena itulah aku memakai cadar,agar sinta tidak mengenaliku"
sintya mengakhiri ceritanya.
"apakah rere tau jika sarah bukan ibu kandungnya",tanya papa danu.
sintya menggelengkan kepalanya.
"jadi kita harus bagaimana sekarang",tanya elang.
"aku akan muncul di hadapan sinta.sudah cukup aku bersabar dan bersembunyi.sudah waktunya aku membalas semua perbuatannya",kata sintya geram.
"apa itu tidak berbahaya tante",tanya elang.
"lebih baik aku yang menyerahkan diri daripada anak dan calon cucuku celaka" jawab syntia.
"apa tidak sebaiknya kamu serahkan saja harta yang dia mau sintya" kata papa danu.
"dia akan tetap membunuhku,aku sangat mengenal sinta tuan danu"
__ADS_1
akhirnya papa,om irfan,sintya dan elang menyusun rencana.merekapun berbagi tugas.setelah rencana tersusun rapi.merekapun keluar dari ruangan itu.