Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 107


__ADS_3

Rere dan Rima sudah sampai dilantai tempat suami mereka bekerja.Mereka masuk ke ruang kerja suami masing-masing.Rima masuk ke ruang kerja Edo dan Rere masuk ke ruang kerja Elang.


"Mbak Neti Elangnya ada di dalam gak?" tanya Rere saat melewati meja Neti.


"Si Bos lagi rapat deh kayaknya di lobi" jawab Neti.


"Rapat di lobi? Emang di lobi ada ruang rapat Mbak?" tanya Rere.


"Ada Re di balik dinding kaca itukan ruang rapat,emang sih kalo dari luar gak bisa lihat ke dalam tapi kalo dari dalam bisa lihat keluar dengan jelas" tutur Neti.


"Mati aku,jangan-jangan Elang lihat aku tadi" gumam Rere sambil menepuk keningnya.


"Emangnya ada apa Re? Siapa yang mati?" tanya Mbak Neti.


"Re...Edo gak ada di ruangannya,kemana ya?" tiba-tiba Rima muncul.


"Rapat di lobi"


Jawab Rere dan Neti bersamaan.


"Dih kompak amat jawabnya...gak usah rebutan ah ntar juga kebagian kok" seloroh Rima yang belum menyadari jawaban dari Rere dan Neti.


"Apa Re,di lobi?" tanya Rima dengan suara tinggi.


"Nggak usah teriak juga kali,budek nih kuping" ucap Rere sambil meniup tinjunya lalu menempelkan ke telinga.


"Kalian disini,katanya mau beli kereta dorong si kembar?" tanya Elang yang berpura-pura tidak tau kejadian di lobi tadi.


"Kami sudah selesai berbelanja trus mampir kesini,emang gak bolek?" tanya Rere.


"Boleh sayang,ayo ke dalam" ajak Elang.


Elang menggandeng Rere masuk keruangannya,begitu juga dengan Edo dia membawa Rima keruangannya.


"Siapa wanita yang bersama Edo?" tanya Neti.


Rere duduk di sofa sedangkan Elang masuk kekamar mandi,tidak lama Elang keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Rere di sofa.


"Kamu sudah makan sayang?" tanya Elang.


"Aku belum lapar" jawab Rere sambil menunduk.


Elang turun dari sofa lalu jongkok di hadapan Rere.


"Ada apa,apa ada yang indah di lantai?" tanya Elang.


Rere menggeleng.


"Apa aku sudah membuatmu malu di depan para karyawanmu?" Rere balik bertanya.


Elang kembali duduk di samping Rere lalu menarik Rere ke dalam pelukannya.


"Kenapa harus malu,kamu cantik,baik,juga hebat di ranjang" kata Elang menggoda Rere.


"Bukan itu maksudnya sayang" protes Rere.


"Jadi apa,bilang dong biar aku paham" kata Elang.


"Tadi kamu dari mana sayang?" Rere bertanya.


"Dari bawah lihat siaran langsung" jawab Elang.


"Apa kamu akan marah padaku?" tanya Rere.


"Apa dengan begitu kamu akan senang dan puas?" Elang balik bertanya.


"Tentu saja aku puas,sudah lama aku menahan diri untuk tidak menghajarnya" Jawab Rere berapi-api.


"Kalo begitu lakukanlah sesukamu" kata Elang sambil tersenyum.


"Kamu gak marah sayang,kamu gak malu punya istri kampungan kayak aku?" kata Rere.


"Aku bangga padamu,kejadian tadi bisa jadi pelajaran untuk resepsionis juga untuk yang lainnya agar lebih menjaga sikap dan kata-kata"tutur Elang.


"Jadi jika suatu saat nanti ada yang menghinaku lagi aku boleh menghajarnya?" tanya Rere sambil menatap wajah Elang.


Elang tersenyum melihat tingkah konyol istrinya,lalu dia mengangguk.


"Boleh sayang,buktikan pada dunia jika perempuan itu bukan makhluk yang lemah" tutur Elang.


"Sekarang aku lapar,bolehkah aku ke kantin dan makan?" tanya Rere lagi.


"Tentu saja boleh,ayo" kata Elang.


Rere menggandeng tangan Elang menuju kantin,kebetulan saat ini adalah jam makan siang dan disana sudah ramai oleh para karyawan yang sedang makan siang.


"Selamat siang Tuan dan Nona"


Sapa para karyawan saat Elang dan Rere lewat di hadapan mereka.


"Lihatlah yang laki-laki tampan dan gagah yang perempuan cantik dan manis,sungguh pasangan yang cocok" celoteh salah satu karyawan yang ada di sana.


Elang dan Rere tidak menghiraukan ocehan para karyawan tentang mereka.Elang duduk di tempat khusus dirinya tidak lama kemudian Pelayan kantin datang untuk menanyakan pesanan Elang dan Rere.


"Saya pesan soto daging sama nasi,trus minumnya jus jeruk peras" kata Rere.


"Nggak pesen nasi padang campur pecel ulek sayang" seloroh Elang.


"Kamu ada-ada aja" celetuk Rere.

__ADS_1


"Kalo Tuan pesan apa?" tanya pelayan kantin.


"Saya pesan ayam penyet aja Bu,minumnya seperti biasa ya es teh manis" jawab Elang.


"Tunggu sebentar akan saya ambilkan terlebih dahulu" kata pelayan kantin lalu pergi dari hadapan Elang dan Rere.


"Habis ini jangan langsung pulang ya,temani aku sebentar" pinta Elang.


"Tapi jangan lama-lama ya,kasian Baby twins menunggu di rumah" kata Rere.


"Permisi"


Pelayan kantin datang lalu menghidangkan makanan yang tadi di pesan Elang dan Rere.


"Silahkan dinikmati Tuan dan Nona" kata Pelayan itu.


Rere dan Elang langsung menyantap makanan di hadapannya.


"Kamu mau punyaku?" tanya Elang.


"Ini sudah cukup sayang" jawab Rere.


"Tumben makannya cuma sedikit,kamu takut gendut ya?" kata Elang.


"Setidaknya aku harus menjaga tubuhku agar tidak melar" tutur Rere.


"Boleh jaga badan atau apapun itu namanya tapi jangan sampai menyiksa diri.Aku tidak menuntut kamu harus tetap langsing,aku terima kamu apa adanya sayang mau kamu kurus mau kamu gendut kamu tetap Rereku,Bidadari hatiku" tutur Elang.


"Terima kasih sayang,tapi aku memang sudah kenyang" kata Rere.


"Ya sudah kalo gitu,kita kembali keruanganku yuk ada yang harus aku kerjakan sedikit.Setelah pekerjaanku selesai baru kita pulang" tutur Elang.


Elang mengeluarkan uang dari dompetnya lalu meletakkannya di meja,setelah itu Elang menggandeng Rere keluar dari kantin dan langsung menuju ke ruang kerjanya.


"Kamu masuk duluan sayang,aku ada urusan sedikit dengan Neti"kata Elang pada Rere.


Rere masuk ke ruang kerja Elang dan Elang mendekati meja Neti.


"Neti jika ada yang mencariku,bilang aku sedang keluar dan kamu jangan mengangguku" tutur Elang.


"Gaji dobel Bos" kata Neti.


"Beres" kata Elang lalu masuk ke ruangannya.


Elang menghampiri Rere lalu mengangkat tubuh mungil Rere dan membawanya ke kamar.


"Kok di bawa kesini,katanya kamu mau kerja sayang?" kata Rere.


"Ya ini dia kerjaanku sayang...mengerjaimu" bisik Elang.


"Kan bisa di rumah sayang gak harus di kantor" kata Rere.


Elang mulai menciumi Rere,semenjak dia melihat kejadian di lobi gairahnya memuncak tapi dia tahan.


"Sayang...ah" ucap Rere saat tangan Elang bermain di dadanya.


"Kamu semakin mempesona sayang" kata Elang.


Elang melepas satu persatu pakaian di tubuhnya setelah itu Elang juga melepas baju Rere.


"Tidak ada yang berubah" kata Elang yang mengungkung tubuh Rere dari atas.


"Sayang nanti kalo ada yang masuk bagaimana?" tanya Rere.


"Tidak ada yang berani masuk dan mengganggu kita sayang" jawab Elang.


Elang mulai ******* bibir Rere dengan lembut dan Rere membalasnya.Elang melepaskan lumatannya lalu berpindah ke leher Rere dan menciumi leher istrinya itu.


Rere mendesah menerima perlakuan lembut Elang,gairah Elang semakin memuncak.Tidak lama kemudian Elang menyatukan dirinya dengan Rere sampai akhirnya tubuh keduanya menegang saat mendapat kenikmatan.


"Jadi ini maksudmu urusan yang sedikit dan sebentar itu" kata Rere sambil terengah-engah.


"Iya sayang,ini urusan penting loh" kata Elang.


Rere turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk melakukan mandi junub,Elang menyusulnya.


"Gak ada acara tambahan ya" kata Rere.


"Nggak sayang,kali ini benar-benar mandi... Suer deh" kata Elang sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Awas kalo bohong,libur satu bulan" ancam Rere.


Elang dan Rere mandi bersama,dan Elang benar-benar menepati perkataannya.Selesai mandi Rere memakai gaun yang tadi karena dia tidak bawa baju ganti.


"Kamu cari apa sayang?" tanya Elang saat melihat Rere kebingungan mencari sesuatu.


"Pengering rambut,aku sudah menyediakannya dulu dan meletakkannya di laci" tutur Rere.


"Aku pindahkan ke laci yang ada di lemari" kata Elang sambil mengambilkan pengering rambut untuk Rere.


"Sini biar aku bantu" kata Elang.


Elang membantu Rere mengeringkan rambutnya,setelah kering Elang meletakkan kembali pengering rambut ke tempat semula.


"Ayo pulang,pasti Baby twins sedang menunggu kita" kata Elang.


Rere mengikuti Elang keluar dari ruangan itu,Neti menatap bingung Elang dan Rere.


"Kirain habis tempur ternyata rambutnya kering dan Rere juga masih rapi" gumam Neti.

__ADS_1


Elang dan Rere masuk ke lift yang membawanya langsung ke parkiran.


"Harun kita pulang" kata Elang.


Elang dan Rere masuk kedalam mobil dan Harun langsung mengemudikannya.


"Ujang gimana sayang,nanti dia nungguin di kantor?" kata Rere.


"Ujang sudah aku suruh pulang dari tadi" jawab Elang.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang,tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah.


"Pak Harun tolong turunin kerera dorongnya ya" pinta Rere.


"Kamu benar-benar membelinya sayang?" tanya Elang.


"Kamu pikir aku berbohong" kata Rere.


"Aku kira hanya alasanmu saja" ucap Elang.


Rere turun dari mobil lalu membawa kereta dorong masuk ke rumahnya.Elang mengikutinya dari belakang.


"Sari mana Kiandra sama Queen?" tanya Rere yang melihat Sari sedang membersihkan ruang keluarga.


"Baru saja tidur Re" jawab Sari.


"Bagaimana badannya gak semakin gendut,kerjanya makan tidur saja" celoteh Elang sambil membawa kereta dorong lalu menaiki tangga dan masuk ke kamar anaknya.


"Re bilang sama Elang jangan di ganggu Baby twins mereka baru saja tidur.Kalo di ganggu nanti mereka rewel lho Re" tutur Elang.


Rere hendak menaiki tangga tapi diurungkan niatnya karena melihat Elang mendorong kereta bayi menuju kamarnya.


"Telat Sari,lihat tuh Elang sudah membangunkan kedua anaknya" tutur Rere.


Huft


Sari menghela nafasnya.


"Kamu tenang aja Sari kalo nanti Baby twins rewel aku akan menyuruh Elang menjaganya semalaman"kata Rere.


Rere menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


"Sayang kenapa di bangunin sih,kasian Baby twins masih mengantuk.Nanti dia rewel bagaimana?" tanya Rere.


"Aku yang akan menjaganya" jawab Elang santai.


"Beneran ya,awas aja kalo bohong" kata Rere sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


Malam pun tiba.


Setelah selesai shalat isya Rere dan Elang duduk di ruang keluarga,tiba-tiba terdengar suara tangisan dari kamar Baby twins.Elang beranjak dari duduknya lalu berlari ke kamar Baby twins.


"Kenapa mereka Sari?" tanya Elang.


"Gak tau Tuan,saya sudah memberinya susu tapi mereka masih saja menangis"jawab Sari.


"Taruh di kereta biar aku bawa mereka ke kamar.Kamu istirahatlah" kata Elang.


Sari menaruh Baby twins di kereta bayinya sesuai perintah Elang,lalu Elang membawa Baby twins ke kamarnya.Setelah sampai di kamarnya Elang membaringkan tubuh Baby twins di kasurnya.


"Kenapa sayang kalian merajuk sama Daddy ya karena tadi siang Daddy ganggu tidurnya" kata Elang.


Baby twins tiba-tiba terdiam mendengar perkataan Elang.


"Anak pintar,sekarang Baby twins tidur ya sudah malam.Minggu besok kita pergi liburan ke villa kita yang baru" ocah Elang.


Ooo


Baby twins memajukan bibirnya menanggapi ocehan Elang.


Elang bershalawat sambil mengusap kepala Baby twins,tidak lama merekapun sudah tertidur.


"Anak-anak yang baik...tidurlah sayang Daddy akan menemani kalian" kata Elang.


Ceklek


Rere membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.


"Mereka sudah tidur?" tanya Rere.


"Sudah" jawab Elang pelan.


Rere berjalan menuju lemari dan mengambil baju tidurnya,setelah berganti baju Rere naik ke kasurnya.


"Besok kita beli box satu lagi untuk di letakkan di kamar ini" tutur Elang.


"Kasur ini cukup luas untuk kita kenapa harus buang-buang uang sayang" kata Rere.


"Aku takut saat tidur aku menimpa mereka sayang" kata Elang.


"Terserah kamu saja" jawab Rere yang mulai memejamkan matanya.


Elang turun dari kasurnya lalu membuka pakaiannya dan hanya menyisakan celana pendeknya saja.Setelah itu dia berjalan kearah sofa dan berbaring disana,tidak lama kemudian Elangpun mulai tertidur.


***


Untuk semua Pembaca setia "Pelabuhan Hati Sang Duda Keren" mohon maaf mungkin besok Author tidak up bab baru ya,soalnya Author mau membenahi tulisan yang salah di bab sebelumnya,karena banyak yang protes juga kan😁.Tapi jika sempat Author akan tetap usahakan up bab selanjutnya.


Terima kasih❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2