
Seminggu sudah berlalu,kini Elang,Rere,Sari,Nia,Romlah,Diah,Rianti,Revan dan Baby twins sedang berada di bandara.Seperti yang di janjikan Elang hari ini mereka akan pergi berlibur.
"Sayang,kamu gak ajak Rima sama Edo?" tanya Rere.
"Aku dengar Rima sedang sakit,jadi mereka tidak bisa ikut" jawab Elang.
"Rima sakit? Sakit apa?" tanya Rere.
"Aku juga gak tau sayang,Edo hanya mengatakan itu padaku" jawab Elang.
"Permisi Tuan,kita akan segera lepas landas.Mohon untuk memasang sabuk pengaman" kata Pramugari yang bertugas di pesawat pribadi milik Elang.
Elang memasangkan sabuk pengaman Rere,lalu dia berjalan kearah bangku Revan lalu memasangkan sabuk pengaman punya Revan.Kiandra bersama Sari dan Queenara bersama Diah.
"Kalian sudah siap?" tanya Elang pada para pelayan yang bekerja di rumahnya.
"SUDAH TUAN" jawab mereka serempak.
Elang memberi kode pada pramugari setelah itu dia duduk di samping Rere dan memasang sabuk pengamannya.
Pesawat mulai bergerak,terdengar komat-kamit dari kursi belakang.Elang menghampiri para pelayannya di rumahnya.
"Kalian kenapa?" tanya Elang.
"Romlah takut Tuan,jadi dia baca mantra" jawab Nia.
"Enak saja,kamu yang takut aku yang kena" kata Romlah.
Elang geleng kepala melihat tingkah mereka.
"Di samping kalian ada pintu,kalo kalian mau istirahat masuklah ke dalam,di dalam ada kasur ukuran jumbo dan cukup untuk kalian" tutur Elang.
"Baby twins sama Revan ikut Daddy yuk" ajak Elang.
Elang mengambil alih Queenara dari dekapan Diah,lalu satu tangannya menggandeng Revan sedangkan Kiandra di gendong oleh Sari.
"Kalian istirahatlah,perjalanan kita masih lama" kata Elang kepada Romlah,Nia,Diah dan Rianti.
"Baik Tuan" jawab mereka bersamaan.
Elang berjalan menuju tempat duduknya.Tempat duduk Elang dan Rere cukup luas hampir menyerupai tempat tidur.
"Mereka sudah bisa ngoceh sayang" kata Elang saat melihat Baby twins mengoceh.
"Tapi adik kembar belum bisa panggil Revan Kakak" oceh Revan.
"Belum sayang,adik kembarkan belum bisa ngomong" kata Rere.
Elang berjalan menuju kamar mandi untuk buang air kecil.
"Mommy Winara muntah" kata Revan.
"Winara? Queenara sayang" kata Rere.
Revan berlari ke arah kamar mandi dan menggedor pintunya.
"Daddy cepetan,Winara muntah Daddy" teriak Revan sambil menggedor pintu.
Elang membuka pintu lalu menggandeng Revan.
"Siapa Winara?" tanya Elang pada Rere dan Sari.
"Queenara" jawab Rere dan Sari bersamaan.
"Kenapa bisa muntah?" tanya Elang lalu menggendong Queenara.
"Winara banyak minum susu jadi muntah" jawab Revan.
"Kalo yang ini siapa namanya?" Sari iseng bertanya pada Revan sambil menunjuk ke arah Kiandara.
"Kiandra" jawab Revan.
"Nama Kiandra dia bisa sebut,tapi kenapa Queenara bisa jadi Winara" kata Elang.
"Biarkan saja sayang,itu panggilang sayang dari Revan untuk Queen" tutur Rere.
Cukup lama mereka berada di pesawat,setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih dua jam,akhirnya mereka pun mendarat.
"Permisi Tuan dan Nona sebentar lagi kita akan mendarat" kata Pramugari.
Elang memasang sabuk pengaman milik Revan.
"Daddy kenapa Oma sama Opa gak ikut?" tanya Revan.
"Oma sama Opa liburan ke tempat lain sayang" jawab Elang.
"Trus Nenek juga gak ikut" kata Revan lagi.
"Nenek gak bisa ikut karena banyak kerjaan" jawab Rere.
"Daddy gak ada kerjaan ya,kok ikut?" tanya Revan.
"Iya,Daddy pengangguran" jawab Elang sambil mengacak rambut Revan.
Pesawat sudah mendarat dengan sempurna,Pramugari sudah membuka pintu.
"Sari coba kamu lihat mereka di kamar lalu ajak mereka turun,Revan dan Baby twins biar aku yang gendong" kata Elang.
"Baik Tuan"
Sari berjalan kearah belakang menuju kamar teman-temannya,sedangkan Elang,Rere,Revan dan Baby twins turun terlebih dahulu.
"Lihatlah wajah mereka sayang terlihat sangat bahagia sekali"tutur Rere sambil menengok ke arah para pelayannya yang baru turun dari pesawat.
__ADS_1
"Sesekali mereka harus di bawa liburan sayang,biar mereka tidak suntuk dan stres" kata Elang.
"Kita menginap di mana nanti?" tanya Rere sambil berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka.
"Di mana ya?" kata Elang menggoda Rere.
Rere mengerucutkan bibirnya.
"Jangan menggodaku disini sayang" ucap Elang.
Mereka langsung masuk ke mobil yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Elang.Supir langsung melajukan mobilnya keluar dari area Bandara.Tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah villa yang berada tepat di tepi pantai.
"Wah indahnya" Kata Rere.
"Kamu suka sayang?" tanya Elang.
"Suka" jawab Rere.
"Sari tolong bawa Baby twins ke kamarnya ya,setiap pintu ada nama masing-masing" kata Elang.
Revan tertidur,Elang membawanya masuk ke dalam kamarnya.
"Nia kamu tidur sama Revan selama di sini" perintah Elang.
"Baik Tuan" jawab Nia.
Elang membawa Rere masuk ke dalam kamarnya.
"Ini kamar kita" kata Elang.
"Rumah ini punya kita?" tanya Rere.
"Bukan kita tapi kamu" jawab Elang.
"Kapan kamu membelinya?" tanya Rere lalu duduk di kasurnya.
"Seminggu yang lalu" jawab Elang sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Dan ini untukku?" tanya Rere lagi.
"Iya sayang,ini hadiah untukmu" jawab Elang.
"Dalam rangka apa sayang,ulang tahunku masih lama" kata Rere.
"Apa kamu lupa,kalo besok tepat satu tahun kita menikah?" tanya Elang.
"Kamu mengingatnya sayang?"Rere mulai meneteskan airmatanya.
Elang mendudukan tubuhnya lalu memeluk Rere.
"Aku tidak mungkin melupakan hari dimana kebahagiaanku dimulai" jawab Elang.
Rere semakin terharu mendengar jawaban Elang,air matanya semakin deras mengalir membasahi pipi juga baju Elang.
Elang semakin mengeratkan pelukkannya.
"Istirahatlah,sehabis shalat nanti kita keluar untuk mencari makan dan berbelanja.Di rumah ini belum ada stok makanan" tutur Elang.
Rere merebahkan tubuhnya di kasur,Elang turun dari kasurnya lalu melepas semua pakaiannya hanya menyisakan celana pendeknya saja.
"Kenapa setiap mau tidur kamu selalu buka baju?" tanya Rere.
"Biar Enak" jawab Elang singkat.
"Enak apa?" tanya Rere.
Elang naik ke kasurnya lalu mengungkung tubuh Rere dari atas.
"Biar enak bukanya" jawab Elang yang langsung ******* bibir Rere.
Rere membulatkan matanya dan hanya bisa pasrah menggadapi tingkah mesum suaminya.Melihat Rere diam saja Elang semakin meneruskan aksinya.
"Tak bisakah kamu tidak menggodaku satu menit saja?" tanya Elang yang sudah melepaskan lumatannya.
"Emangnya kapan aku menggodamu?" Rere balik bertanya.
"Setiap saat dan setiap waktu sayang" jawab Elang yang kembali menciumi Rere.
Tangannya mulai membuka kancing baju Rere,Elang menciumi leher Rere lalu turun ke dada.Elang membuat beberapa tanda merah disana.
"Shhhh...aah" desah Rere.
Gairah Elang semakin menggebu mendengar desahan yang keluar dari mulut Rere.
"E..laaangg" racau Rere.
"Iya sayang" kata Elang.
"Emmpphhhh..." Rere menggigit bibirnya.
"Jangan di tahan sayang,keluarkan saja.Ruangan ini kedap suara" tutur Elang.
"Sa...yang...ah...aku su...dah ti...dak...tahan" racau Rere.
Tidak lama kemudian mereka menyudahi aktifitasnya.
"Kamu semakin pintar sayang" kata Elang sambil mencium kening Rere.
"Gimana gak pintar kamu mengajariku setiap waktu" sahut Rere.
"Tapi kamu suka" ucap Elang.
"Habisnya enak sih" kata Rere.
__ADS_1
"Kamu mau tambah porsi?" tanya Elang sambil menyeringai.
"Udah ah sayang,aku lelah" jawab Rere.
"Tapi dia sudah nantang perang lagi sayang" kata Elang sambil melirik ke bawah.
Rere ikut melihat ke bawah dan benar saja prajurit Elang sudah siap tempur kembali.
"Apa kamu tidak lelah?" tanya Rere.
"Bagaimana aku bisa lelah sayang,kalo kamu adalah obat penawar rasa lelahku" jawab Elang sambil memasukkan kembali alat perangnya.
Setelah cukup lama bertempur akhirnya babak keduapun selesai.Elang kembali mencium kening Rere.
"Ayo kita mandi habis ini kita pergi jalan-jalan" kata Elang.
"Aku sudah gak sanggup lagi berjalan" ucap Rere sambil cemberut.
Elang turun dari kasurnya lalu masuk ke dalam kamar mandi,Elang mengisi air bathup dengan air hangat lalu meneteskan beberapa tetes sabun,kemudian Elang keluar dari kamar mandi lalu mendekat ke kasur dan mengendong Rere menuju ke kamar mandi.
Elang meletakkan tubuh Rere di dalam bathub dan membiarkan Rere berendam.
"Perlu bantuan untuk menggosok badan?" tanya Elang.
"Aku bisa sendiri" jawab Rere.
Elang menghidupkan kran air lalu mulai mandi junub setelah selesai diapun keluar dari kamar mandi.Setelah dirasa cukup Rere keluar dari bathub dan membilas tubuhnya setelah selesai Rere memakai handuk yang ada di kamar mandi untuk menutupi tubuhnya.
"Suruh Sari dan yang lainnya belanja sayang,aku sangat mengantuk,tubuhku pun terasa sangat lelah" tutur Rere.
"Baiklah kalo begitu,kamu istirahatlah.Aku akan mencari makanan disekitar sini untuk kamu makan" sahut Elang.
Rere menuju kopernya lalu memakai ****** ***** dan daster saja,tanpa memakai bra.Setelah itu Rere langsung naik ke kasurnya dan langsung tidur.
"Sifat kekanak-kanakannya keluar lagi" gumam Elang sambil memungut handuk Rere di lantai lalu menggantungkannya di dalam kamar mandi.
Cup
Elang mencium kening Rere sambil tersenyum bahagia.
Elang keluar dari kamarnya lalu mencari Sari.
"Kalian pergilah berbelanja keluar,Beli kebutuhan makanan dan juga kebutuhan kalian.Heru akan mengantarkan kalian.Ambil kartu ini" kata Elang sambil menyerahkan kartu Atm pada Sari.
"Baik Tuan" jawab Sari.
"Beli kebutuhan untuk seminggu dan jangan lupa beli daging,ikan atau lainya asal jangan udang, kita akan bikin acara bakar-bakar nanti malam " kata Elang lagi lalu dia melangkah keluar.
"Tuan" Sari memanggil Elang.
Elang menghentikan langkahnya lalu menoleh.
"Ada apa Sari?" tanya Elang.
"Revan dan Baby twins?" tanya Sari.
"Biar aku yang jaga,kalian pergilah.jangan lupa beli makan untuk kalian,kalian pasti sudah lapar" kata Elang.
Sari mengangguk lalu kembali masuk ke dalam.
Elang meneruskan langkahnya untuk mencari makanan di sekitar rumahnya,setelah menemukan apa yang di carinya Elang kembali ke rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamar.
"Sayang bangun dulu yuk,kita makan" kata Elang sambil mengguncangkan tubuh Rere.
Perlahan Rere membuka matanya lalu tertidur lagi.
Elang membuka bungkus makanan lalu menyuapkan pada Rere.Rere membuka mulutnya dan mengunyah makanannya dalam keadaan terpejam.
"Dalam keadaan tidurpun kamu masih bisa makan" gumam Elang sambil menahan tawanya.
Elang terus menyuapi Rere sampai makanannya hampir habis.Setelah Rere tidak lagi membuka mulutnya barulah Elang mulai makan.
Selesai makan Elang turun kebawah untuk membuang sampah,setelah itu Elang masuk ke kamar Baby twins tapi tidak melihat Revan.Elang melihat kertas di samping Baby twins lalu membaca tulisannya.
"Revan ikut saya Tuan,By Sari"
"Kalian di tinggal ya sama Kak Revan,dia pergi jalan-jalan sama Sari dan yang lainnya" tutur Elang.
Aooo...
Baby twins mengoceh.
Lalu Kiandra memiringkan tubuhnya dan tengkurap.
"Hai kamu sudah bisa tengkurap sayang...Wah anak Daddy hebat" puji Elang.
Wajahnya sangat bahagia melihat perkembangan anaknya yang begitu cepat.
"Queen belum bisa tengkurap kayak Kak Kiandra ya,besok pasti bisa sabar ya" oceh Elang.
Oooo
Queen menanggapi ocehan Elang.
Elang mencium pipi Queenara dengan lembut.
Oek
Tiba-tiba Kiandra menangis.
"Kasian anak Daddy belum bisa balik badan ya,sini Daddy bantu" ucap Elang.
Kiandra berhenti menangis saat tubuhnya sudah berbalik.
__ADS_1
"Terima kasih Ya Allah Kau sudah karuniai aku anak-anak yang sehat,jadikanlah ketiga anakku anak yang soleh dan solehah"Doa Elang dalam hati.