Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 111


__ADS_3

Rere dan Elang sudah rapi,hari ini mereka berencana mengunjungi Silvy di rumah tahanan.Rere membawa sedikit makanan dan bahan kebutuhan Silvy.


"Sudah siap?" tanya Elang.


"Udah sayang,tinggal berangkat aja" jawab Rere.


Elang menggandeng tangan Rere menuju mobil,Harun sudah duduk di bangku supir.


"Kalian gak bawa pengawal?" tanya Pak Harun.


"Untuk apa Pak Harun?" Rere balik bertanya.


"Untuk jaga-jaga saja"jawab Pak Harun.


"Gak perlu bawa pengawal,disana sudah banyak penjaga lagipula Rere juga bisa bela diri"tutur Elang.


Pak Harun mulai mengemudikan mobilnya dengan perlahan keluar dari area rumah,Elang dan Rere mengobrol di bangku belakang.


"Apa sudah kamu cari tau kenapa Rianti murung?" tanya Elang.


"Menurut cerita yang ku dengar dari Nia katanya Rianti patah hati,kekasihnya akan menikah dengan gadis lain" tutur Rere.


"Kasihan dia,padahal dia anak yang baik dan periang" Pak Harun menimpali.


"Apa Rianti berniat menghadiri pernikahan mantan kekasihnya itu?" tanya Elang.


"Aku tidak tau sayang,coba nanti aku cari tau ya" jawab Rere.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah tahan tempat Silvy berada.Elang,Rere dan Pak Harun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah tahanan.Tidak sulit bagi Elang untuk masuk ke dalam sana.


"Tuan Elang,Selamat siang!" sapa Kepala Sipir.


"Selamat siang,apa kami boleh masuk?" tanya Elang sambil menjabat tangan Kepala Sipir.


"Tentu saja boleh Tuan,siapa yang mendapat kehormatan hari ini kira-kira?" tanya Kepala Sipir sambil tersenyum.


"Bapak tentu sudah tau siapa yang mau aku kunjungi" kata Elang.


Kepala sipir mengajak Tamunya masuk ke dalam ruangan lalu duduk di sofa.


"Tunggu sebentar Tuan,anggotaku sedang memanggil Nona Silvy" tutur Kepala Sipir.


Mereka menunggu sambil mengobrol saling bertanya kabar antara satu sama lain.


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu ruangan itu.


Ceklek


Pintu terbuka dan beberapa petugas membawa Silvy masuk ke dalam ruangan itu.


"Cih...aku kira siapa orang penting yang mengunjungiku,ternyata dua pecundang yang datang" umpat Silvy.


"Jaga mulutmu Nona" tegur kepala Sipir.


"Untuk apa aku menjaga mulut untuk kedua orang ini Pak Sipir,orang yang tidak tau malu.Aku hanya ingin mengambil hakku tapi mereka mencegahnya" tutur Silvy.


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" Elang berdiri dari duduknya.


"Aku hanya meminta Revan darimu Elang,aku hanya meminta kembali anakku.Apa aku salah hah...?" kata Silvy dengan suara tinggi.


"Kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan,kamu memintanya? Kapan kamu memintanya.Kamu berniat merebut Revan dariku,kamu ingin merebut Revan dengan akal licikmu itu Silvy" tutur Elang mulai Emosi.


"Omong kosong! Kamu hanya mementingkan kebahagiaanmu dengan gadis liar ini.Perempuan yang tidak tau malu mengakui anakku sebagai anaknya" oceh Silvy.


Plakkk!!!


Elang menampar pipi Silvy.


"Jaga mulutmu,kalau tidak karena dia mungkin aku sudah membuang Revan ke panti asuhan atau mungkin ke jalanan.Kau tau kenapa aku ingin melakukannya,itu karena aku muak dengan tingkahmu.Harusnya kamu berterima kasih karena aku dan dia mau merawat Revan yang jelas-jelas bukan darah dagingku Silvy.Coba kamu pikir dengan akal sehatmu itupun kalo kamu punya otak.Untuk apa aku merawat dan membesarkan Revan sedangkan aku yang katamu mandul ini sudah punya anak sendiri bahkan dua sekaligus"Kata Elang emosi,wajahnya memerah karena menahan amarah.


Silvy terdiam mendengar perkataan Elang.


Elang mendekati Rere lalu mengajaknya pulang.


Brukk!!


Elang melemparkan bungkusan yang tadi di bawa oleh Rere ke lantai tepat di kaki Silvy.


"Kurang baik apa Rere padamu,kamu berulang kali menyakiti hatinya bahkan kamu juga pernah ingin membunuhnya,tapi dia masih berbaik hati padamu dan membawakanmu oleh-oleh" ucap Elang.


Elang melangkah pergi keluar dari situ sambil menggenggam tangan Rere,Pak Harun mengikutinya dari belakang.


Silvy mengambil bungkusan yang di lempar Elang tadi lalu membukanya.Di dalam situ ada berbagai macam makanan serta buah-buahan,beberapa botol vitamin,beberapa helai baju juga perlengkapan mandi dan make up.Silvy juga melihat ada segepok uang yang di balut pake sehelai baju.


Hiks


Silvy menangis saat melihat barang bawaan Rere untuk dirinya.Silvy bangkit lalu berlari keluar untuk mengejar Rere dan Elang,tapi sudah terlambat karena Rere dan Elang sudah pergi.


Para penjaga tahanan membawa Silvy kembali ke kamarnya.


***


Elang mengepalkan kedua tangannya,dia sangat kesal dengan sikap Silvy tadi.


"Sayang,usia kamu berapa sekarang?" tanya Rere.


Elang menoleh kearah Rere dan mengerutkan keningnya.


"Kamu lupa usia suamimu sendiri?" Elang balik bertanya.Masih ada nada kesal di suaranya.


"Aku tahu usia suamiku,tapi kenapa wajahnya terlihat tidak sesuai dengan umurnya" celoteh Rere.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Elang tidak mengerti.


"Usiamu tiga puluh enam tahun tapi kenapa wajahmu terlihat seperti orang berusia enam puluh tahun" kata Rere sambil menatap serius wajah Elang.


"Apa aku setua itu?" tanya Elang lagi.


"Hemmmm...Kamu jelek dan tua kalo lagi marah begitu" kata Rere.


Elang yang mengerti maksud Rerepun langsung tertawa,wajah marah dan emosi pun hilang sudah.


"Kamu berani mengejekku sayang,tunggu saja pembalasanku nanti" ucap Elang sambil tersenyum.


"Aahhh...aku kira mataku yang bermasalah sayang,sekarang kamu terlihat sangat tampan sekali jika tersenyum seperti ini" kata Rere.


Elang memeluk tubuh Rere lalu mengecup puncak kepala Rere.


"Aku tidak akan marah lagi" ucap Elang.


Mereka telah sampai di rumah,Harun memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk.Elang dan Rere turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga.


"Romlah bisa tolong panggilkan Rianti" kata Elang pada Romlah yang kebetulan sedang lewat di sekitar situ.


"Baik Tuan" kata Romlah.


Romlah bergegas menuju dapur untuk memanggil Rianti yang sedang memasak untuk makan malam bersama Diah dan Nia.


"Rianti kamu di panggil Pak Bos tuh" kata Romlah.


"Pak Bos memanggilku? Ada apa ya,apa aku mau di pecat?" tanya Rianti.


"Gak tau,kamu temui aja dia di ruang keluarga.Dia duduk disana bersama Buk Bos" jawab Romlah.


Rianti melepas celemeknya dan menggantung di tempat khusus,baru setelah itu dia berjalan menuju ruang keluarga untuk menemui majikannya.


"Tuan dan Nona memanggil saya?" kata Rianti.


"Hemmm..." Elang mendehem.


"Duduklah Rianti" perintah Rere.


Rianti mendudukan dirinya di sofa.


"Ada apa Tuan dan Nona memanggil saya?" tanya Rianti.


"Tadi pagi aku melihatmu bekerja sambil melamun dan wajahmu terlihat sangat murung,apa kamu sedang ada masalah?" tanya Elang.


"Tidak ada Tuan,saya tidak sedang ada masalah" jawab Rianti.


"Kamu masih mau bekerja disini?" tanya Elang.


"Masih Tuan" jawab Rianti.


"Kalo kamu masih ingin bekerja disini,kamu ceritakan pada kami apa masalahmu.Bukan maksud kami untuk ikut campur urusan pribadimu,tapi kami tidak mau orang yang bekerja pada kami berada dalam masalah yang mengakibatkan pekerjaan jadi terbengkalai dan berantakan" kata Elang.


Rianti menarik nafasnya lalu menghembuskannya kembali.Rianti memberanikan diri menatap wajah kedua majikannya.


"Apa kamu berniat menghadiri acara pernikahan mereka?" tanya Rere.


"Saya tidak sanggup Nona" jawab Rianti.


"Jangan bodoh" ucap Elang.


"Kamu harus datang ke acara pernikahan mereka,kamu buktikan pada mereka kalo kamu baik-baik saja.Kamu buktikan pada mantan kekasihmu jika kamu bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik dari dia" kata Elang lagi.


"Harun" Elang memanggil Pak Harun.


Pak Harun tergopoh-gopoh datang menghampiri Tuannya.


"Ada apa Tuan?" tanya Harun.


"Anggota kita siapa yang masih bujang?" tanya Elang pada Harun.


"Yang masih bujang?" Pak Harun kelihatan seperti sedang berpikir.


"Haris Tuan,cuma dia satu-satunya anggota kita yang masih bujang.Kalo yang lainnya sudah beristri" jawab Harun.


"Bagaimana latar belakang keluarganya?" tanya Elang.


"Dia yatim piatu Tuan dan tidak memiliki keluarga lain" jawab Harun.


"Panggil dia kesini" perintah Elang.


"Haris sedang berada di luar Tuan,dia sedang menjalankan tugas bersama Tuan David" tutur Pak Harun.


"Jemput dia pakai helikopter atau pesawat atau jet tempur bila perlu.Aku mau malam ini dia sudah ada di rumah ini" kata Elang.


"Baik Tuan" jawab Harun kemudian Harun pergi dari sana.


"Kamu percaya padaku Rianti?" tanya Elang pada Rianti yang masih setia duduk di sofa.


"Iya Tuan,saya percaya pada Tuan dan Nona" jawab Rianti.


"Bagaimana orang tuamu,apa masih hidup?" tanya Elang.


"Saya sudah yatim piatu Tuan,di kampung saya tinggal bersama kakak dan istrinya" jawab Rianti.


"Kamu boleh kembali ke dapur" kata Elang.


"Permisi Tuan...Permisi Nona" ucap Rianti.


Elang bangkit dari duduknya lalu pergi dari sana,Rere mengerucutkan bibirnya.


"Hiks aku di tinggalin" kata Rere berpura-pura nangis.

__ADS_1


Elang menghentikan langkahnya lalu kembali ke sofa.


"Maaf sayang,aku pikir kamu masih mau nonton drakor kesayanganmu" tutur Elang.


Hahaha


Rere tertawa puas sudah berhasil mengerjai Elang.


"Sebagai hukumanmu karena sudah mengabaikan wanita imut dan comel ini,kamu harus menggedong aku sampai kamar,kita belum shalat ashar" kata Rere


"Baiklah Tuan Putri" kata Elang lalu menggendong Rere ala bridal style menuju kamar mereka.


"Aku mandi dulu ya sayang,baru setelah itu kita shalat" kata Rere.


"Kita mandi sama-sama aja biar cepet" kata Elang.


"Enggak ah,nanti mandinya bisa lama" tolak Rere.


"Aku janji,cuma mandi aja gak lebih" ucap Elang.


"Janji ya" kata Rere.


Elang mengangguk dan merekapun masuk ke kamar mandi,ternyata Elang menepati janjinya.Setelah selesai mandi mereka langsung berpakaian lalu melaksanakan shalat ashar bersama.


"Habis ini mau kemana?" tanya Rere setelah mereka selesai shalat.


"Lihat anak-anak trus habis itu keruang kerja untuk mengecek data tentang Haris" jawab Elang.


"Ikut ya" pinta Rere.


"Ayo" kata Elang.


Rere dan Elang keluar dari kamar lalu berjalan menuju kamar Baby twins.


"Mereka sedang tidur" kata Sari pelan.


"Revan tidur di sini juga?" tanya Elang yang juga memelankan suaranya.


Sari menganggukkan kepalanya.


Elang dan Rere keluar dari kamar itu dan langsung menuju ke ruang kerja.


"Kamu mau jodohin Rianti sama Haris?" tanya Rere.


"Gak juga,aku hanya mau bantu Rianti saja" jawab Elang sambil membuka laptopnya.


Rere duduk di pangkuan Elang dan melihat ke layar laptop milik Elang.


"Itu yang namanya Haris?" tanya Rere.


"Iya" jawab Elang.


Elang mengotak-atik laptopnya dan membaca info tentang Haris.Kemudian dia mengambil ponselnya dan menelpon David.


Tut tut tut


Panggilang terhubung.


📞"Hallo bro,ada apa?" tanya David dari seberang telpon.


📞"Haris ada bersamamu?" tanya Elang.


📞"Tadi dia bersamaku,tapi sekarang sudah pergi.Harun memintanya untuk pulang" jawab David.


📞"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Elang lagi.


📞"Sudah,tapi aku masih ingin berada disni.Masih betah lihat bule-bule cantik disini" jawab David sambil tertawa.


📞"Ya sudah kalo begitu,aku matikan ponselnya" kata Elang dan langsung memutuskan panggilannya pada David.


Elang kembali menatap layar laptopnya dengan serius,sesekali dia terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya.Kemudian dia mematikan laptopnya dan mulai menjahili Rere.


Elang menelusupkan kepalanya kedada Rere dan menggesek-gesekan hidungnya di antara dua gunung kembar milik Rere.


"Sayang,jangan usil ah" kata Rere.


"Siapa yang usil,aku gak usil kok" kata Elang.


Dia kembali menelusupkan kepalanya dan kali ini bermain di puncak gunung kembar,Rere mulai mengeluarkan suara indahnya yang membuat Elang semakin bersemangat.


Elang menyingkirkan barang-barangyang ada di atas meja kemudian mendudukan Rere disana.Elang mulai membuka baju Rere satu persatu hingga tidak ada lagi yang tersisa.


"Mandi aman,eh di ruangan ini terjadi" gerutu Rere.


Elang tersenyum saja mendengar ocehan istrinya.Dia mulai melancarkan aksinya di sore hari.Dengan liar Elang menjelajahi tubuh bugil Rere dan meninggalkan beberapa tanda merah disana agar dia tidak tersesat.


"Sayang..." ucap Rere.


Elang ******* puncak gunung kembar milik Rere sedangkan tangannya sudah beraksi di bagian paling intim.


"E...laa...ng...hhhhh" racau Rere.


"Apa bidadariku" kata Elang melepaskan sebentar lumatannya.


Setelah itu dia ******* bibir Rere yang mulai berisik namun terdengar sangat seksi dan menggoda.


Tangan Rere membuka baju kemeja Elang,lalu dia membuka kancing celana Elang dan menurunkannya pakai kedua kakinya.


"Sayang cepatlah,aku sudah tidak tahan" pinta Rere.


Elang mengangkat tubuh Rere dan membawanya ke sofa,Elang mulai menyatukan tubuhnya dengan tubuh Rere.Perlahan tapi pasti Elang mulai menaik turunkan pinggulnya,Rere mengimbangi gerakan Elang yang semakin lama sekalin cepat.Tidak lama kemudian tubuh mereka berdua menegang.


"Ughhh..." kata Elang.

__ADS_1


"Terima kasih sayang,kamu semakin hebat saja" ucap Elang sambil mengecup kening Rere.


Rere hanya tersenyum saja mendengar ucapan Elang.Elang memunguti bajunya lalu memakainya begitu juga dengan Rere.Setelah memakai baju Elang dan Rere langsung pergi kekamarnya untuk mandi junub.Selesai mandi mereka langsung melaksanakan shalat maghrib bersama.


__ADS_2