Pelabuhan Hati Sang Duda Keren

Pelabuhan Hati Sang Duda Keren
eps 48


__ADS_3

elang masuk ke ruang rawat rere.di lihatnya rere sedang bercanda dengan mbok surti.


"mbok sudah makan siang?" tanya elang.


"belum nak,nanti saja mbok makan di kantin rumah sakit"


"pergilah mbok,rere biar elang yang jaga"


"baiklah kalo begitu nak,mbok pergi dulu"


mbok surti keluar dari ruangan rere lalu menuju kantin.


"sayang,tadi bahas apa.kenapa lama sekali?"tanya rere.


"apa kamu merindukanku sayang",goda elang.


rere tersenyum mendengar perkataan elang.entah kenapa beberapa hari ini dia ingin selalu dekat dengan elang.


"sayang,apa revan juga ikut pulang bersama papa?"tanya rere.


"tidak sayang,revan dan juga mama tetap tinggal di hk sampai masalah kita selesai"kata elang.


raut wajah rere berubah jadi sedih.elang naik ke atas kasur lalu membaringkan tubuhnya di samping rere.


"apa kamu sudah makan sayang?"tanya elang.


"sudah,tapi..."rere tidak melanjutkan perkataannya.


"tapi apa,kau menginginkan sesuatu,hemmm?"


"apa boleh?"mata rere berbinar.


"kamu menginginkan apa sayang?"


"aku ingin makan soto daging yang ada di kantin kantor" kata rere


"aku akan menyuruh edo untuk membawakannya kemari",kata elang.


"benarkah,aku sudah tidak sabar",kata rere sambil menelan ludahnya.


elang menelpon edo dan meminta edo membawakan soto yang rere pinta.


"sayang daddy,jangan nakal di dalam sana ya nak.jangan buat mommy susah",kata elang sambil mengelus perut datar rere.


"baik daddy"jawab rere sambil menirukan suara anak kecil.


"aku sangat bahagia sekali,sayang.akhirnya aku benar-benar akan punya anak"kata elang.

__ADS_1


"apa maksudmu sayang? bukankah memang kamu sudah punya anak dan ini akan jadi yang kedua?" tanya rere.


rere memandang wajah elang dengan tatapan curiga.elang menutup matanya.


"sayang,apa ada yang kamu sembunyikan dariku?"tanya rere sambil mengguncang tubuh elang.


elang membuka matanya dan menatap rere.kemudian elang tersenyum dan kembali memejamkan matanya.


"tidak ada yang ku sembunyikan sayang?"


"aku tidak percaya,kamu membohongiku elang"


rere menyebut nama elang.belum sempat elang bicara,pintu ruangan terbuka.edo masuk sambil membawa pesanan rere.


rere duduk di atas kasur dengan wajah yang berbinar.dia menelan ludahnya membayangkan soto yang di bawa edo.


elang duduk di samping rere dan tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.


"apa mau aku suapi sayang?" tanya elang.


rere diam saja tidak menjawab pertanyaan elang.dia sibuk membuka bungkusan soto dan menuangkannya dalam mangkuk.kemudian memakannya.


"pelan-pelan sayang,tidak akan ada yang merebutnya darimu"kata elang.


"diam kau elang,sebelum kau menjelaskan padaku.jangan dekat ataupun bicara padaku" jawab rere ketus.


"ada apa ini,re kenapa bicaramu kasar sekali?"


ting...


rere membanting sendoknya ke dalam mangkuk.matanya menatap elang dan edo dengan tajam.


"pergi kalian berdua,gara-gara kalian aku kehilangan selera makan",kata rere ketus.


elang turun dari kasur dan mengajak edo keluar.rere melanjutkan lagi makannya.edo melihat dari kaca kecil yang ada di pintu.


"tadi katanya selera makan sudah hilang,sekarang makan dengan lahap"celoteh edo.


"bawaan hamil memang begitu,sudah biarkan saja"kata elang.


"rere hamil lang? wah selamat sobat.akhirnya kamu punya anak juga.tapi apa yang membuat rere jadi kasar lang?"


"aku tadi keceplosan ngomong, kalo aku bahagia karena akhirnya aku akan punya anak dan rere curiga"


"lang bagaimanapun kamu harus menjelaskan siapa revan yang sebenarnya pada rere"


"aku takut nanti rere tidak akan menyayangi revan lagi do,apalagi dia sedang hamil anaknya sendiri"

__ADS_1


"rere bukan gadis seperti itu lang,aku yakin itu.daripada dia mendengarnya dari orang lain,itu akan lebih menyakitinya.jangan ada kebohongan dalam rumah tangga kalian lang,jika kamu tidak ingin hancur untuk yang kedua kalinya",tutur edo.


"akan kupikirkan do,terima kasih nasihatmu"


"aku pergi dulu.sekali lagi selamat atas kehamilan rere" kata edo sambil menepuk bahu elang lalu pergi dari situ.


elang membuka pintu kamar dan melihat rere sudah selesai makan.elang mendekati rere dan membereskan peralatan makan bekas rere.lalu dia duduk di kursi yang ada di samping kasur.


"sayang kamu sudah kenyang,atau ada lagi yang kamu inginkan",tanya elang.


rere diam sambil menopang dagu,seolah dia sedang berpikir.elang menghembuskan nafasnya.


"aku pengen rujak dengan kuah yang kental dan buah mangganya yang banyak",kata rere.


"aku akan membelinya,tunggu sebentar",kata elang sambil beranjak dari duduknya.


tangan rere menahan elang lalu menggeleng.kemudian dia menundukkan kepalanya, wajahnya terlihat sedih.


"aku tidak ingin kamu membelinya"


"jadi apa aku harus membuatnya untukmu?"tanya elang.


"aku ingin rujak buatan bunda marlina...hiks.." rere mulai meneteskan air matanya.


elang tersenyum melihat rere.


"ikatan bathin memang kuat dan susah di pisahkan",gumam elang dalam hati.


elang mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.setelah itu dia meletakkan ponselnya di atas meja.


"sebentar lagi bunda marlina datang dan membawa rujak yang kau mau",kata elang sambil memeluk rere.


rere mendorong tubuh elang lalu menatapnya tajam.


"kamu berhutang penjelasan padaku lang"


elang naik ke kasur rere,lalu memeluk istrinya.


"aku akan jelaskan,tapi aku harap setelah itu kamu akan tetap menyayangi revan"kata elang.


rere menganggukkan kepalanya,dan elangpun mulai menjelaskan siapa revan.


"sejujurnya revan bukan anakku.dia anak silvy dengan selingkuhannya.silvy mengatakannya padaku dan aku juga sudah melakukan tes DNA untuk membuktikkannya.tapi ayah revan tidak menginginkan revan,sehingga silvy meninggalkan revan padaku",tutur elang.


"kasian revan,aku berjanji akan selalu menyayangi revan seperti aku menyayangi anakku sendiri",kata rere.


"terima kasih sayang,kita besarkan revan dan anak kita nanti sama-sama",kata elang sambil memeluk erat istrinya.

__ADS_1


__ADS_2