
Rere melihat Elang sedang tidur sambil duduk bersandar,perlahan Rere turun dari kasur dan berjalan mengendap-endap hendak keluar dari kamarnya.Rere tidak tahu kalo Elang hanya pura-pura tidur,melihat Rere berjalan mengendap Elang hanya tersenyum smirk saja.
Rere mencoba membuka pintu tapi tidak bisa,berulang kali dia memcoba memutar kunci tapi hasilnya tetap sama pintu tetap terkunci.
"Mau kemana Mom?" tanya Elang sambil menyeringai.
"Mommy suntuk Daddy di kamar terus,Mommy mau keluar Mommy mau lihat anak-anak" jawab Rere sambil kembali ke kasurnya.
"Anak-anak gak ada,siang tadi Mama menjemput mereka semua" jawab Elang santai.
"Kalo bagitu Mommy mau nonton tivi saja di bawah" kata Rere.
"Di kamar ini ada tivi,tontonlah sepuasnya" kata Elang.
Rere mendengus kesal mendengar perkataan suaminya.
"Bisa stroke aku kalo dikurung di kamar terus atau jangan-jangan emang Daddy sengaja mengurung Mommy agar Mommy bosan,Stroke trus mati biar Daddy bisa nikah lagi kan" gumam Rere tapi masih bisa di dengar oleh Elang.
Elang menandang wajah Rere yang cemberut dengan tatapan tidak suka.Rere berjalan dengan lesu menuju kamar mandi.
"Ayah Rere ikut Ayah saja,disini gak ada lagi yang sayang sama Rere" kata Rere lalu menutup pintu kamar mandi dan menguncinya.
Elang terperanjat mendengar perkataan Rere dan dia jadi semakin panik saat Rere tidak keluar-keluar dari kamar mandi.Elang berpikir jika Rere bunuh diri.
"Mom...buka pintunya Mom.Mommy baik-baik saja kan.Mom..." kata Elang sambil menggedor pintu kamar mandi.
Tidak ada jawaban,kamar mandi sangat hening.
Bruk!!!
Terdengar benda jatuh dari dalam kamar mandi,tanpa pikir panjang Elang langsung mendobrak pintu kamar mandi dan melihat Rere tertidur di dalam bathub yang tidak diisi air.
"Astaga Mommy bikin Daddy jantungan aja" ucap Elang sambil mengambil gayung yang terjatuh,mungkin Rere tadi yang memegang gayung itu dan terjatuh saat Rere sudah tertidur.
Elang mengangkat tubuh Rere dan membawanya ke kasur,Elang merebahkan tubuh Rere lalu menyelimutinya.
"Bisa gitu ya,tidur nyenyak di dalam bathub"gumam Elang sambil menggelengkan kepalanya.
Elang membuka pintu kamar lalu keluar dari sana,Elang berjalan menuju dapur dan menemui Diah yang sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.
"Diah nanti tolong bikinkan soup ya,kalo sudah matang tolong antar ke kamar" kata Elang.
"Baik Tuan" kata Diah.
Elang meninggalkan dapur dan kembali ke kamarnya.
Rere masih tertidur di kasurnya,Elang mendekati Rere lalu mencium keningnya.
"Setiap datang bulan pasti dia jadi putri tidur,gak peduli dimana pun dia tetap bisa tidur" gumam Elang sambil menyibakkan rambut yang menutupi wajah Rere.
Rambut yang terawat walau Rere tidak pernah ke salon kecantikan.Elang sangat bersyukur memiliki istri yang selalu tampil sederhana,walau kadang Elang mengajaknya ke salon atau pun berbelanja barang mahal tapi Rere selalu menolaknya.Bahkan dengan uang belanjanya yang Elang beri padanya tiap bulan Rere bisa membuat sebuah panti asuhan.
Kriing
Ponsel Elang berdering
Elang mengangkat panggilan dari Mamanya.
"Hallo Ma" kata Elang.
"Lang Mama tidak bisa mengantar anak-anak pulang,apa kamu bisa menjemput mereka?" tanya Mama dari sebrang telpon.
"Selepas maghrib nanti Elang jemput Ma" jawab Elang.
"Bagaimana keadaan Rere,apa sudah baikan?" tanya Mama.
"Sudah Ma,dia sudah bisa mengomel dan merajuk" jawab Elang.
"Hahaha...pasti kamu kalang kabutkan melihat Rere merajuk" ejek Mama sambil tertawa.
__ADS_1
Elang menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu memutuskan panggilan telpon dari Mamanya.
"Gak Mama gak istri sama aja,paling suka kalo aku menderita" gumam Elang.
"Mom ikut Daddy jemput anak-anak yuk,katanya Momny suntuk di rumah" kata Elang sambil mengguncangkan tubuh Rere dengan lembut.
Umphhh...
Rere membuka matanya lalu memiringkan tubuhnya menghadap ke Elang kemudian tidur lagi.
"Busyet kirain bangun eh malah tidur lagi" ucap Elang.
"Berisik banget Daddy ih" kata Rere dengan suara seraknya.
"Mommy mau ikut Daddy gak?" tanya Elang.
"Malas ah,Daddy pasti mau ke kamar mandikan" kata Rere.
"Daddy serius,tadi Mama telpon Daddy dan Daddy di suruh jemput anak-anak.Mau ikut gak jemput mereka?" tanya Elang lagi.
"Hemmm" Rere mendehem saja.
"Bangun yuk,udah adzan tu.Gak baik maghrib-maghrib tidur" kata Elang.
Rere membuka matanya lalu duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
Elang turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sekalian berwudhu,setelah selesai mandi Elang memakai pakaiannya lalu dia pun shalat maghrib.
Rere turun dari kasur lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok gigi setelah itu Rere berganti pakaian dan memoleskan make up tipis agar wajahnya tidak terlihat pucat dan terlihat lebih segar.
Rere duduk di sofa menunggu Elang selesai shalat.Setelah Elang selesai shalat mereka pun langsung pergi ke rumah Mama untuk menjemput ketiga anaknya.
"Daddy Mommy boleh makan bakso gak?" tanya Rere saat mereka dalam perjalanan.
"Mommy mau bakso,nanti kita beli ya tapi gak boleh pedes-pedes nanti maag Mommy bisa kambuh" kata Elang.
Elang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah orang tuanya.
Elang dan Rere turun dari mobil lalu masuk ke rumah.
"Daddy...Mommy" kata Revan yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Oma sama Opa mana?" tanya Elang pada Revan.
"Oma pergi sama temennya kalo Opa belum pulang" jawab Revan.
"Emang Papa kemana Mbak?" tanya Elang pada Mbak Siska yang duduk menemani Revan.
"Papa ke rumah Mas Edo kalo Mama pergi menjenguk temannya yang sedang di rawat di rumah sakit" jawab Mbak Siska.
"Kembar mana?" tanya Rere.
"Si Kembar sudah tidur,mungkin kelelahan karena seharian bermain dan mereka juga tidak tidur siang" jawab Mbak Siska.
Elang naik ke lantai dua untuk melihat kedua anaknya.
Ceklek
Elang membuka pintu kamar dan melihat Kiandra dan Winara tertidur dengan nyenyak di kasurnya,begitupun dengan Romlah dia juga ikut tertidur.
Rere masuk ke kamar itu bersama Revan dan Mbak Siska.
"Di gendong aja Dad" kata Rere.
"Mommy bangunkan Romlah ya,biar Daddy gendong Kiandra dan Mbak Siska tolong gendong Winara" kata Elang.
Elang mengangkat tubuh Kiandra dengan perlahan lalu membawanya ke mobil.Mbak Siska menggendong Winara dan Rere menunggu Romlah yang sedang mencuci mukanya di kamar mandi,setelah itu barulah mereka ke mobil.
"Revan mau duduk di belakang" kata Revan.
__ADS_1
"Abang udah ngantuk?" tanya Rere.
"Udah sih tapi kata Daddy kita mau makan bakso dulu" jawab Revan.
"Jadi Daddy duduk sendiri nih di depan,berasa jadi supir online dadakan" kata Daddy.
Setelah berpamitan pada Mbak Siska...Elang langsung mengemudikan mobilnya.Sebelum pulang ke rumah mereka mampir ke warung bakso sesuai permintaan Rere tadi,setelah itu barulah mereka pulang ke rumahnya.
***
Sudah pukul sepuluh malam tapi Haris belum juga pulang,Rianti menunggunya dengan gelisah.Tidak biasanya Haris pulang melebihi dari jam toko tutup.
"Ayah Sakha belum pulang Buk?" tanya Hasna asistent rumah tangga di rumah Rianti dan Haris.
"Belum Mbak Hasna,gak biasanya dia pulang telat" jawab Rianti.
Hasna duduk di sofa menemani majikannya.
Tidak lama sinar dari lampu mobil menembus kaca jendela,Rianti langsung bergegas ke pintu depan untuk menyambut suaminya.
"Kok belum tidur Bun?" tanya Haris pada Rianti.
"Ayah kenapa gak kasih tau Bunda kalo pulang telat,Bunda kan jadi khawatir" kata Rianti.
"Maaf Ayah tadi membantu karyawan menyusun barang ke rak" kata Haris.
"Alam belum pulang Hasna?" tanya Haris pada Hasna,Alam adalah suami Hasna yang bertugas menjadi supir di rumah Haris sekaligus menjadi karyawan di toko Haris yang lain.
"Belum Tuan" jawab Hasna.
Haris masuk ke dalam rumah sambil menggandeng tangan Rianti.
"Sakha sudah tidur Bun?" tanya Haris.
"Sudah" jawab Rianti.
Rianti duduk di sofa sedangkan Haris mengganti bajunya,sebelum pulang ke rumah Haris sudah mandi di toko.
"Besok kalian sudah bisa ikut ke toko,ruangan khusus untuk kalian sudah bisa ditempati" tutur Haris lalu duduk di samping Rianti.
"Beneran Yah?" tanya Rianti.
"Iya,tapi baru ada kasur dan tivi saja,Ayah belum sempat membeli mainan untuk Sakha" jawab Haris.
"Gak masalah,kita bisa bawa mainan Sakha yang ada di rumah" kata Rianti.
Haris memeluk Rianti lalu mengecup puncak kepala Rianti.
"Belum ngantuk Bun,udah malam lo yuk kita tidur" kata Haris.
Rianti mengangguk lalu berjalan menuju kasurnya,tapi sebelum sampai ke kasur Rianti merasa tubuhnya melayang di udara.Ternyata Haris menggendong dan membawanya ke kasur.
"Makin kurus aja Bun,capek ya?" tanya Haris.
"Gak capek kok Yah...bagus dong kurus jadi gak perlu susah-susah untuk diet" jawab Rianti.
"Emang Ayah gak suka kalo Bunda kurus?" tanya Rianti sambil memiringkan tubuhnya menghadap ke Haris.
Haris menopang kepalanya menggunakan tangannya.
"Bukan gak suka Bun,Ayah cuma takut Bunda tidak bahagia dan itu menjadi penyebab kurusnya Bunda" jawab Haris.
"Kurus atau gendut tidak menjadi patokan seseorang bahagia atau tidak Ayah...dan perlu Ayah tau Bunda sangat bahagia hidup bersama Ayah" kata Rianti.
Haris menarik Rianti kedalam pelukannya lalu mencium kening Rianti.
"Jangan pernah berubah sampai kapanpun.Tetaplah disampingku dan hidup bersamaku sampai kita tua nanti" ucap Haris.
Rianti membalas pelukan Haris lalu mereka pun tidur sambil berpelukan,sungguh pemandangan yang sangat indah.
__ADS_1